Apa itu trading

Istilah trading kini memang tengah ramai diperbincangkan banyak orang. Pasalnya, baru-baru ini kian bermunculan anak muda yang tajir melintir lantaran bermain di sektor trading. Lalu, apa itu trading?

Hal itulah yang membuat banyak orang mulai melirik instrumen yang satu ini. Namun, sebelum kamu memutuskan untuk menggelontorkan uang di trading, ada baiknya kamu mengetahui terlebih dahulu apa itu trading agar uang kamu gak ludes karena instrumen yang satu ini dikenal memiliki risiko yang besar.

Apa itu trading?

Apa itu trading?

Trading adalah proses transaksi finansial jangka panjang atau istilahnya adalah aktivitas perdagangan dalam bentuk mata uang.

Dalam pasar keuangan, trading menjadi salah satu instrumen penting karena dapat menghasilkan uang dalam jumlah besar. Namun, untuk bisa meraup keuntungan maksimal, kamu harus memiliki kemampuan membaca pergerakan pasar dengan baik.

Secara umum, trading adalah konsep ekonomi dasar yang melibatkan pembelian dan penjualan barang dan jasa. Artinya, kompensasi tersebut akan dibayarkan oleh pembeli kepada penjual atau pertukaran barang atau jasa antar pihak.

Dengan begitu, trading dapat disimpulkan sebagai pertukarang barang dengan uang. Di pasar keuangan sendiri, trading mengacu pada pembelian dan penjualan sekuritas.

Sama halnya dengan instrumen lainnya, trading bertujuan untuk menghasilkan uang dengan menjual aset pada harga yang lebih rendah daripada yang dibayarkan.

Untuk menghasilkan keuntungan di trading, para trader harus mengamati harga dari waktu ke waktu dan mencari pola untuk memprediksi harga di masa depan.

Baca Juga: Pengertian Investasi dan Trading, Perbedaan Serta Simulasi Keuntungannya!

Jenis-jenis trading

Jenis-jenis trading

Untuk memahami lebih lanjut mengenai trading, ada sejumlah jenis trading di pasar keuangan. Berikut di antaranya:

1. Trading saham

Trading saham adalah saham kepemilikan di sebuah perusahaan publik yang dijual kepada masyarakat melalui perantara pedagang efek. Investor bisa mendapatkan keuntungan saat perusahaan meningkatkan pendapatannya.

Secara sederhana, trading saham adalah aktivitas jual beli saham dalam jangka waktu tertentu tapi mayoritasnya berlangsung singkat.

Agar bisa mendapatkan keuntungan di trading saham, kamu harus mengambil keputusan yang tepat. Artinya tahu kapan harus beli dan jual yaitu dengan mengetahui pergerakan fluktuasi harga.

2. Trading forex

Trading forex adalah jenis perdangangan yang menjual mata uang suatu negara terhadap mata uang negara lain yang melibatkan pasar-pasar mata uang utama di dunia yang terjadi selama 24 jam secara berkesinambungan.

Perlu diketahui kalau pihak yang terlibat dalam pasar forex tidak hanya beberapa orang, tapi beberapa pihak yang bersifat kelembagaan atau non kelembagaan.

3. Trading komoditas

Pasar komoditas adalah tempat sebuah perusahaan dalam mengimbangi risiko masa depan mereka saat membeli atau menjual sumber daya alam.

Contohnya, jika selama ini benda-benda berharga seperti minyak atau logam mulia hanya dapat diperdagangkan secara fisik, kini kamu dapat membeli dan menjualnya melalui online dan kamu bisa mendapatkan keuntungan dari trading komoditas tersebut.

Untuk bisa memperoleh keuntungan maksimal, kamu bisa membuka posisi beli saat harga rendah dan menjualnya kembali saat harga naik.

Perbedaan trading dan investasi

Perbedaan trading dan investasi

Sebagian orang masih belum mengetahui definisi investasi dan trading, keduanya memang sama-sama bisa menambah harta kekayaan kamu. Tetapi keduanya memiliki definisi pengertianya yang berbeda. Berikut penjelasan pengertian keduanya.

Investasi didefinisikan sebagai tindakan menggelontorkan dana oleh investor untuk mengumpulkan aset dan mendapatkan keuntungan di masa yang akan datang.

Sedangkan trading adalah seseorang yang menanamkan dananya untuk memperoleh keuntungan dengan cara memanfaatkan perubahan harga dalam jangka waktu yang singkat.

Agar lebih memahami mengenai investasi dan trading, berikut perbedaan mendasar yang wajib kamu ketahui:

No

Perbedaan Investasi

Trading

1 Prinsip Buy and Hold, yang dimaksud di sini adalah investor menggelontorkan dananya untuk membeli saham perusahaan yang sehat dan berfundamental baik. Jadi investor tidak terlalu peduli dengan perubahan harga. Buy and Sell, di mana investor atau yang sering disebut dengan trader menggelontorkan uangnya untuk membeli saham perusahaan pada saat harga saham tersebut berpotensi naik dalam waktu dekat. Jadi difokuskan pada perubahan harga.
2 Strategi Membeli saham perusahaan yang berfundamental baik. Membeli saham perusahaan yang berpotensi naik dalam waktu dekat.
3 Jangka waktu Jangka panjang Jangka pendek

Baca Juga: Investasi Adalah Cara Mengembangkan Kekayaan, Ikuti Tips ini Agar Untung Maksimal!

Kembangkan kekayaan dengan berbisnis

Kembangkan kekayaan dengan berbisnis

Trading memang dapat menghasilkan pundi-pundi rupiah berlimpah tapi dengan syarat kamu memiliki kemampuan untuk membaca pergerakan pasar dengan baik. Pasalnya, trading juga dikenal dengan istilah high return high risk yaitu keuntungan dan risiko sama-sama besar.

Mengetahui hal tersebut, banyak trader yang memanfaatkan keuntungannya dengan terjun ke sektor bisnis agar kekayaannya semakin bertambah.

Meski begitu, kamu tetap harus cermat memilih sektor bisnis yang menjanjikan alias bisa memberikan keuntungan besar, salah satunya dengan berbisnis di sektor pendidikan.

Menurut pengakuan para UKM pendidikan, mereka mengaku kalau bisnis pendidikan merupakan pilihan yang tepat untuk usaha karena pendidikan tidak akan ada matinya, salah satunya yang dialami oleh Pak Yahto Dwi Husodo selaku pemilik PT Ambali.

“Saat banyak pebisnis yang mengalami kendala di masa pandemi, bisnis saya justru semakin berkembang karena sekolah tetap membutuhkan produk atau jasa untuk mendukung pembelajaran. Omset saya bahkan mengalami peningkatan drastis hingga mencapai lebih dari Rp 5 miliar,” ujar Pak Yahto.

Lebih lanjut Pak Yahto mengaku, hanya fokus mencari penjual serta meningkatkan kualitas barang dan jasa yang dijual. Sedangkan untuk mengembangkan skala bisnisnya, Ia mengaku mengandalkan Pintek perihal pendanaan.

“Pintek sangat membantu masalah pembiayaan yang saya alami. Limit pinjamannya besar, proses pengajuannya mudah dan pencairannya sangat cepat. Terima kasih Pintek karena sudah mewujudkan impian saya sebagai pebisnis,” tutur pria yang akrab dipanggil Dodo ini.

Jadi melalui keuntungan trading yang kamu hasilkan, kamu bisa membuka bisnis pendidikan dan mengembangkan bisnis dengan menggandeng Pintek untuk mendapatkan tambahan modal usaha.

Untuk mendapatkan pendanaan di Pintek, kamu bisa mengajukan produk Pendanaan PO/Invoice dan PO/Invoice SIPLah untuk UKM yang bermain di SIPLah, LPSE, LKPP maupun e-Katalog.

Baca Juga: LPSE Adalah Solusi Mengembangkan Bisnis UKM, Begini Panduan Lengkap Daftarnya!

Menariknya, kamu berkesempatan mendapat pendanaan mulai dari Rp 50 juta hingga miliaran rupiah hanya dengan menjaminkan invoice yang sedang berjalan dari customer.

Untuk mengetahui informasi lebih lanjut, kamu bisa mengunjungi situs resmi Pintek atau melakukan diskusi dengan tim Pintek melalui TanyaPintek. Kamu juga dapat menghubungi Pintek di nomor 021-50884607.