Jakarta, 30 November 2020 – Memiliki misi dalam mendukung transformasi pendidikan di Indonesia, Pintek, perusahaan financial technology untuk pendidikan menyelenggarakan sesi diskusi Pintek Edutalk #YangPentingBelajar: Tingkatkan Literasi Digital Bagi Pendidikan 4.0. Acara ini menjadi ruang bicara untuk mengembangkan ekosistem pendidikan melalui implementasi teknologi, sekaligus menguatkan komitmen terhadap pentingnya literasi digital untuk lembaga pendidikan  sebagai upaya mempersiapkan Sumber Daya Manusia dalam menghadapi revolusi industri 4.0.

Mengusung tema “Tingkatkan Literasi Digital Bagi Pendidikan 4.0”, sesi diskusi ini menghadirkan pembicara yang memiliki visi yang luas bagi ekosistem pendidikan, yaitu Pusat Data dan Teknologi Informasi – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, dan dari sisi teknologi, yaitu PT Duta Digital Informatika (DUGI).

Menurut Tommy Yuwono, Co-Founder dan Direktur Utama Pintek menyampaikan, “#YangPentingBelajar merupakan sebuah gerakan dari Pintek dalam mendukung sektor pendidikan untuk tetap melakukan kegiatan belajar-mengajar dalam kondisi apapun. Pada kesempatan ini, kami membahas mengenai peranan penting teknologi pada dunia pendidikan yang memberikan kemudahan proses edukasi bagi seluruh ekosistem pendidikan. Namun, kami banyak menemukan di lapangan adanya kesulitan dalam ketersediaan & penggunaan teknologi pada kegiatan belajar-mengajar.”

“Melalui acara ini, kami ingin berbagi pengetahuan, pandangan, dan tren teknologi untuk pendidikan agar literasi digital pada dunia pendidikan dapat ditingkatkan lebih baik lagi sehingga dapat sejalan dengan misi Pemerintah. Kami berharap institusi pendidikan dapat terinspirasi dari materi-materi yang disediakan dan menjadi learning point bahwa tantangan yang dihadapi selama Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) dapat teratasi melalui penggunaan media digital untuk pendidikan, tentunya kami juga mendukung dari sisi finansial,” tutup Tommy.

Literasi digital merupakan salah satu literasi dasar yang telah ditetapkan oleh World Economic Forum pada tahun 2015. Literasi digital tidak hanya penting bagi peserta didik, melainkan bagi orang tua dan lembaga pendidikan, hingga masyarakat luas.[1] Hal yang bisa dilakukan oleh lembaga pendidikan untuk meningkatkan literasi digital adalah penyediaan kelas virtual sehingga peserta didik dapat belajar kapanpun dan dimanapun, berkomunikasi dengan warga antar sekolah menggunakan teknologi digital, serta pengarsipan digital.[2] Adanya pemberlakuan sistem PJJ, menjadi dorongan keras bagi lembaga pendidikan untuk memaksimalkan implementasi teknologi pada dunia pendidikan, seperti penggunaan teknologi pada kegiatan belajar-mengajar, pembukuan, hingga sarana komunikasi.

Gogot Suharwoto, Ahli Utama PTP Pusdatin Kemendikbud menyatakan, “Indonesia dengan Menteri Pendidikan  dan Kebudayaan milenial memiliki misi yang kuat untuk membawa Indonesia kepada Pendidikan 4.0. Seiring dengan itu, lembaga pendidikan dan sdm pendidikan perlu diberikan pengetahuan  mengenai pentingnya literasi digital dalam pembelajaran, khususnya pada masa penuh tantangan saat ini untuk mengadaptasi potensi teknologi di dunia pendidikan. Kami meyakini bahwa literasi digital mampu menciptakan ekosistem pendidikan di Indonesia yang semakin kuat sekaligus dapat mencetak generasi penerus bangsa yang  paham akan teknologi, kreatif, dan dapat menyaring informasi dengan baik.”

Sebagai mitra resmi Google untuk pendidikan di Indonesia, PT Duta Digital Informatika (DUGI) percaya bahwa teknologi dan solusi pembelajaran untuk seluruh pemangku kepentingan pendidikan di Indonesia, di antaranya guru, siswa dan sekolah, akan dapat memanfaatkan dan menggunakan G Suite for Education untuk memberikan kontribusi pada peningkatan pendidikan di Indonesia. Dengan memberikan solusi digital untuk memaksimalkan peran pengajar, peserta didik, untuk berkolaborasi bersama. Arya Sanjaya, Direktur Utama PT Duta Digital Informatika menyampaikan, “Literasi digital pada dunia pendidikan merupakan hal yang sangat penting untuk mencapai pendidikan 4.0. Kami percaya bahwa peningkatan literasi digital membutuhkan dukungan dari seluruh pihak agar dapat terciptanya ekosistem pendidikan yang bermutu. Kami mendukung sekolah untuk memaksimalkan teknologi digital agar pendidikan 4.0 dapat terwujud, sehingga dapat membekali peserta didik ilmu kecakapan penggunaan teknologi yang nantinya berdampak pada sumber manusia unggul. Pada ujungnya penggunaan teknologi digital yang terpadu akan memberikan penggunanya untuk memiliki kompetensi dasar yang diperlukan dalam kehidupan di era Industri 4.0, yaitu kemampuan bekerjasama, berkomunikasi, berpikir kreatif dan kritis; serta memiliki kemampuan berpikir komputatif; yang semuanya menjadi modal dasar belajar, bekerja dan berkarya di era ini¨.

-Selesai-

[1] https://gln.kemdikbud.go.id/glnsite/wp-content/uploads/2017/10/literasi-DIGITAL.pdf

[2] https://gln.kemdikbud.go.id/glnsite/wp-content/uploads/2017/10/flyer_literasi-digital.pdf