buka puasa

Bulan suci Ramadhan memang identik dengan acara buka puasa bersama. Momen tersebut sekaligus menjadi ajang silaturahmi dengan kerabat dan juga teman-teman.

Meski begitu, banyaknya undangan buka puasa memang dapat membuat dompet kebobolan alias menguras uang dalam jumlah besar. Oleh karena itu, kamu harus pintar mengatur uang biar THR kamu gak ludes dalam sekejap.

Pasalnya tak bisa dipungkiri kalau pengeluaran justru membengkak selama bulan Ramadhan seperti membeli santapan untuk sahur dan berbuka atau mengirim hampers untuk kerabat terdekat.

Padahal kamu juga harus berhemat dan mempersiapkan seluruh kebutuhan untuk menyambut Hari Raya Idul Fitri, misalnya memberikan angpao kepada saudara dan tetangga, membeli atau membuat kue kering khas Lebaran dan lain sebagainya.

Tapi disisi lain, kamu harus hadir dalam acara buka puasa bersama terutama dengan keluarga besar dan para sahabat tercinta.

Jika uang tidak dikelola dengan benar, maka bisa-bisa seluruh uang kamu habis di tengah jalan. Duh, gak pengin kan saat Lebaran tidak pegang uang sama sekali?

Baca Juga: 5 Jenis Usaha di Bulan Ramadhan yang Bikin Kamu Jadi Jutawan!

Oleh karena itu, Pintek ingin memberikan tips hemat saat buka puasa biar dompet gak kebobolan. Yuk, simak selengkapnya di bawah ini.

Tetap sisihkan uang untuk kebutuhan pokok

Tetap sisihkan uang untuk kebutuhan pokok

Sebelum mengeluarkan uang untuk datang pada acara buka puasa bersama, pertama-pertama kamu tetap harus menyisihkan uang untuk kebutuhan pokok kamu selama sebulan.

Caranya mudah kok, kamu bisa mengikuti tips mengelola uang menggunakan teori dari pakar keuangan Elizabeth Warren yang membagi pengeluaran menjadi tiga kelompok, yaitu:

  • 50 persen dialihkan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari termasuk membayar utang seperti cicilan kendaraan, stok bahan makanan, ongkos ke kantor dan lainnya.
  • 20 persen dialokasikan untuk tabungan dan juga investasi. Ingat, tabungan dan investasi itu penting untuk masa depan. Oleh karena itu, selalu sisihkan uang kamu untuk tabungan dan investasi ya.
  • 30 persen bisa dipergunakan untuk memenuhi kebutuhan gaya hidup seperti belanja pakaian hingga nongkrong di kafe. Nah, kamu bisa menggunakan bujet 30 persen ini untuk buka puasa.

Kamu harus pintar-pintar memilih acara buka puasa bersama yang akan kamu datangi. Selain itu, jangan sampai pengeluaran untuk buka puasa melebihi bujet 30 persen dari penghasilan kamu ya.

Contoh perhitungan pengeluaran

Misalkan penghasilan kamu dalam satu bulan sebesar Rp 10 juta. Maka, kamu harus mengalihkan Rp 5 juta untuk kebutuhan pokok, Rp 2 juta untuk tabungan dan investasi dan Rp 3 juta untuk gaya hidup.

Selain itu, kamu bisa mengalokasikan uang THR untuk diberikan kepada orangtua, membeli hampers dan juga untuk bagi-bagi angpao.

Akan tetapi, sangat disarankan agar kamu tidak menghabiskan seluruh uang THR dan gaji untuk bersenang-senang. Sebaiknya kamu juga menggelontorkan uang tersebut ke tabungan maupun investasi.

Dengan melakukan perencanaan keuangan yang tepat, maka semakin cepat pula kamu mencapai kemerdekaan finansial yang memang diidamkan oleh banyak orang.

Tips hemat uang saat buka puasa

Tips hemat uang saat buka puasa

Dari contoh perhitungan di atas, maka kamu memiliki bujet untuk buka puasa sebesar Rp 3 juta. Eits.. tapi jangan semuanya dihabiskan ya, kamu bisa menggunakan uang tersebut untuk membeli baju Lebaran juga lho.

Oleh karena itu, tekan pengeluaran buka puasa bersama semaksimal mungkin dengan mengikuti tips berikut ini:

1. Masak bersama di rumah

Cara hemat biaya buka puasa bersama yang bisa kamu lakukan yaitu dengan mengajak teman-teman untuk buka puasa di rumah.

Mengingat lagi masa pandemi Covid-19, buka puasa bersama di rumah bisa menjadi pilihan yang terbaik. Selain aman, kamu juga bisa menghemat uang.

Kamu bisa menerapkan sistem patungan yang dibebankan kepada masing-masing teman kamu. Dengan begitu, biaya yang dikeluarkan juga lebih hemat.

Misalnya, kamu sepakat untuk membebankan biaya sebesar Rp 100 ribu per satu orang dengan jumlah orang sebanyak enam orang. Maka, uang yang terkumpul yaitu Rp 600 ribu.

Dengan uang tersebut, kamu sudah bisa menyediakan makan super mewah seperti daging atau ayam, takjil seperti kolak, goreng-gorengan hingga minuman dingin. Bukan cuma itu, kamu juga bisa menyajikan makanan penutup untuk teman ngobrol usai berbuka puasa.

Sisa uangnya bisa gunakan untuk memanggil jasa bersih-bersih yang kini sudah banyak ada di Indonesia. Dengan begitu, kamu jadi tidak repot membersihkan rumah setelah acara selesai.

Baca Juga: Dompet Jebol? Ini Cara Menghemat Uang Agar Tidak Boros

2. Memilih menu yang bisa bayar patungan

Jika tidak dapat buka puasa di rumah dan memutuskan untuk bukber di luar, maka kamu bisa memesan menu yang dapat dibayar patungan atau menu makanan yang bisa sharing.

Nah, kamu bisa memilih tempat makan atau restoran yang memang menyediakan menu tersebut. Kamu dan teman-teman juga dapat memilih beberapa menu yang sesuai dengan selera bersama.

Tak hanya dapat dimakan bersama dan dibayar dengan patungan, cara tersebut juga akan membuat kedekatan persahabatan kamu semakin erat lho. Bahkan, kamu juga bisa mencicipi beberapa menu yang berbeda sekaligus.

3. Memanfaatkan promo

Selain memilih menu yang bisa dibayar secara patungan, kamu juga dapat memanfaatkan promo yang ditawarkan oleh restoran tersebut. Dengan begitu, uang yang kamu keluarkan juga semakin sedikit kan?

Memanfaatkan promo juga bisa kamu terapkan untuk buka puasa di rumah lho. Jadi kamu tidak perlu repot-repot masak dan bisa memesan makanan melalui aplikasi ojek online yang memang banyak memberikan potongan diskon.

Ingat, buka puasa bersama itu untuk mempererat tali silaturahmi. Jadi, mau di rumah atau di restoran tidak menjadi masalah karena yang terpenting adalah kebersamaan.

Lagipula uang kamu sisihkan untuk ditabung maupun investasi dapat dimanfaatkan untuk memulai bisnis demi hidup sentosa di hari tua. Jika kamu membutuhkan dana tambahan untuk mengembangkan bisnis, kamu dapat mengajukan pendanaan ke Pintek.

Pintek sebagai perusahaan finansial teknologi memberikan layanan keuangan untuk para UKM di bidang pendidikan agar dapat mengembangkan sayap bisnisnya.

Dengan mengajukan pendanaan Invoice Financing untuk memenuhi seluruh pesanan dari pembeli seperti pengadaan laptop, tablet dan lain sebagainya yang memang dibutuhkan untuk mendukung kegiatan pembelajaran.

Baca Juga: Dukung Pelaku UKM, Pintek Berikan Promo Diskon Besar-Besaran!

Caranya juga sangat mudah, kamu hanya perlu menjaminkan tagihan dari customer yang sedang berjalan dan bisa mendapatkan pendanaan hingga miliaran rupiah.

Untuk kamu ingin mengetahui informasi lebih lanjut mengenai program pendanaan di Pintek, kamu bisa melakukan diskusi melalui DiskusiPintek atau mengunjungi situs resmi Pintek dan HubungiPintek melalui nomor telepon dan WhatsApp di 021-50884607.

Bagikan artikel ini apabila bermanfaat