Raup keuntungan lebih maksimal

Warren Buffett masuk ke dalam jajaran orang terkaya ke-4 menurut Forbes dengan total kekayaan mencapai US$ 93,2 miliar atau sekitar Rp 13.079 triliun. Untuk berada di posisi ke-4 tersebut, Buffett diketahui sudah mengetahui cara investasi sejak masih berusia 11 tahun.

Tak hanya Buffett, banyak juga miliarder yang berhasil meraih kekayaannya lewat investasi. Soalnya, keuntungan yang didapatkan dari investasi bisa membuat kekayaan kamu semakin bertambah.

Akan tetapi, investasi juga dikenal dengan risikonya. Oleh karena itu, sebelum kamu memutuskan untuk berinvestasi di salah satu instrumen, pentingnya kamu belajar investasi untuk mendapatkan keuntungan yang maksimal.

Nah, buat kamu yang tertarik ingin mengetahui cara investasi yang tepat, sebaiknya pahami terlebih dahulu yuk pengertian investasi hingga simulasi perhitungan keuntungannya. Langsung simak ulasannya di bawah ini. 

Apa itu investasi?

cara investasi - apa itu investasi

Investasi merupakan salah satu cara atau metode yang dilakukan seseorang untuk menambah jumlah kekayaan yang ia miliki. Jadi, kamu sebagai investor menanamkan sejumlah uang ke instrumen investasi dan mendapatkan keuntungan dari bunga yang ditawarkan.

Misalnya, kamu berinvestasi di obligasi ritel negara sebesar Rp 10 juta dan memperoleh keuntungan bunga flat sebesar 6,2 persen setiap bulannya. Jadi, keuntungan tersebut itulah yang membuat harta kekayaanmu semakin bertambah.

Karena itulah tak heran kalau banyak orang yang memilih untuk menghasilkan uang lewat investasi. Gak tanggung-tanggung, bahkan tak sedikit dari mereka yang berani menggelontorkan uang dalam jumlah besar demi mendapatkan keuntungan yang menggiurkan.

Tapi kamu gak perlu khawatir karena kamu juga bisa berinvestasi dengan modal yang minim kok. Keuntungan yang ditawarkan juga bisa maksimal, asal kamu konsisten dan sabar. Bahkan Warren Buffett mengatakan kalau salah satu kunci sukses investasi adalah sabar dan konsisten.

[Baca Juga: Awas Terjebak Investasi Bodong, Gini Cara Dapatkan Modal Usaha!]

Kenapa harus investasi?

cara investasi - kenapa harus investasi

Investasi memang sebaiknya sudah dilakukan sejak dini. Sayangnya, tak sedikit orang yang enggan terjun berinvestasi karena beranggapan kalau investasi itu hanya diperuntukkan buat orang-orang berduit saja.

Padahal banyak sekali jenis instrumen investasi yang bisa dimulai dengan modal kecil. Bahkan, ada beberapa efek yang menawarkan modal minim yaitu dengan hanya mengeluarkan beberapa puluh ribu rupiah saja.

Salah satunya adalah investasi emas atau lebih tepatnya tabungan emas. Seperti yang diketahui kalau kamu sudah bisa berinvestasi emas dengan membeli minimal 0,01 gram emas. Jika harga emas per gramnya sebesar Rp 1 juta, kamu hanya perlu mengeluarkan uang Rp 10 ribu untuk memulai berinvestasi.

Meski begitu kamu tak perlu berkecil hati karena tidak ada kata terlambat untuk belajar, termasuk dalam hal belajar investasi. Buat kamu para pemula yang baru ingin terjun ke dunia investasi, kamu bisa memulai dengan menanamkan modal di instrumen efek yang serba minim yaitu minim risiko dan juga minim modal.

Tujuannya yakni untuk meminimalisir kerugian yang akan kamu tanggung. Saat berinvestasi, kamu juga bisa sembari mempelajari cara kerja instrumen efek tempat kamu menanamkan modal untuk meraup keuntungan yang lebih maksimal.

Soalnya, prinsip investasi adalah semakin besar modal yang digelontorkan, semakin besar pula keuntungan yang kamu dapatkan. Dengan begitu kamu bisa menambahkan dana investasi kamu secara berkala dan meminimalisir kerugian dengan menerapkan strategi investasi, salah satu yaitu dengan melakukan diversifikasi investasi yakni menempatkan dana di beberapa instrumen investasi.

Rekomendasi instrumen investasi

cara investasi - rekomendasi investasi

Ada beberapa rekomendasi instrumen efek yang bisa kamu pilih saat ingin memulai belajar investasi. Bukan hanya modalnya kecil, risiko yang kamu tanggung juga tidak besar. Apa saja? Berikut di antaranya:

1. Investasi emas 

Hingga kini, investasi emas masih menjadi primadona banyak orang yang ingin meraup banyak keuntungan dengan berinvestasi. Pasalnya, jenis investasi yang satu ini pergerakannya terbilang stabil karena tidak tergerus inflasi. Bahkan harga emas setiap tahunnya terus mengalami kenaikan.

Sayangnya, tak sedikit orang yang enggan terjun ke investasi emas mengingat modalnya yang cukup besar. Tapi sekarang kamu sudah tak perlu khawatir lagi, karena kini kamu sudah bisa menjadi investor emas hanya dengan mengeluarkan uang puluhan ribu rupiah saja. Caranya yaitu dengan tabungan emas.

Apa itu tabungan emas? 

Meski namanya tabungan emas bukan berarti kamu menabung dalam bentuk emas, tapi kamu menabung untuk mendapatkan emas. Jadi, kamu bisa membeli emas minimal 0,01 gram yang dapat dibeli di Pegadaian.

Jika harga emas sebesar Rp 1 juta, maka dengan mengeluarkan uang Rp 10 ribu kamu sudah bisa memiliki emas.

2. Reksadana pasar uang

Reksadana pasar uang saat ini menjadi semakin populer di kalangan investor karena kinerjanya yang terus meningkat. Selain itu reksadana pasar uang juga dikenal dengan risiko dan modal yang minim, bahkan bisa dimulai dengan hanya mengeluarkan modal Rp 50 ribu saja.

Meski return yang ditawarkan tidak sebesar reksadana saham, tapi bunganya di atas deposito. Contohnya saja di tahun 2019 lalu, perusahaan manajer investasi Sucorinvest Sharia Money Market mampu memberikan keuntungan hingga 7,06 persen. Menguntungkan bukan?

Soalnya, reksadana pasar uang mengalihkan dana nasabah atau investor ke sektor surat utang berharga dengan jatuh tempo di bawah satu tahun dan surat berharga lainnya.

[Baca Juga: Jenis Investasi Modal Kecil Untung Besar Cocok untuk Ibu Rumah Tangga!]

3. Obligasi

Meski tidak sepopuler investasi emas, tapi obligasi menjadi salah satu instrumen yang cukup menjanjikan lho. Soalnya selain mendapat jaminan dari pemerintah, obligasi juga dikenal dengan risikonya yang rendah dan juga bunga flat.

Misalnya saja obligasi ritel yang memberikan bunga sebesar 6,4 persen, serta obligasi tabungan dengan bunga mengambang mencapai 6,75 persen. Umumnya, untuk terjun di investasi yang satu ini kamu hanya perlu menyiapkan dana sebesar Rp 2 juta dan akan mendapatkan keuntungan setiap bulan hingga waktu jatuh tempo berakhir.

Simulasi perhitungan keuntungan

cara investasi - simulasi perhitungan keuntungan

Agar kamu lebih yakin dan bersemangat menanamkan kekayaan kamu di pasar modal. Berikut simulasi perhitungan keuntungan yang akan kamu peroleh. Kita ambil contoh reksadana pasar uang ya.

Jika kamu seorang pekerja berpenghasilan Rp 10 juta perbulan. Berapa nominal uang yang harus kamu keluarkan untuk berinvestasi?

Menurut seorang pakar keuangan sekaligus profesor di Universitas Harvard, Elizabeth Warren, idealnya kamu membagi penghasilan kamu ke tiga pos keuangan. Yaitu 50 persen untuk kebutuhan sehari-hari, 20 persen dialihkan ke investasi dan menabung dan 30 persen untuk kebutuhan gaya hidup.

Maka, kamu disarankan untuk menyisihkan uang setiap bulan sebesar Rp 1 juta untuk investasi. Lalu, berapa keuntungan yang kamu dapatkan jika berinvestasi di pasar uang?

Seperti yang dilansir dari situs resmi Bareksa, kinerja reksadana pasar uang dalam kurun waktu satu tahun terakhir yaitu 2019 sebesar 8,69 persen yang dikelola oleh manajer investasi Danareksa Seruni Pasar Uang Syariah.

Rp 1 juta X 12 bulan = Rp 12 juta

Dengan modal Rp 12 juta per tahun, kamu mendapatkan keuntungan sebesar Rp 12 juta X 8,69 persen = Rp 1.042.800. Namun keuntungan tersebut belum dipotongan biaya manajer investasi sebesar Rp 50 ribu.

Maka, keuntungan bersih yang kamu dapatkan yakni sebesar Rp 1.042.800 – Rp 50 ribu = Rp 992.800.

Cara mengembangkan kekayaan kamu

cara investasi - cara mengembangkan kekayaan

Terjun ke dunia investasi memang dapat memberikan kekayaan berlimpah. Nah, agar uang kamu terus bertambah, kamu dapat mengalihkan keuntungan investasi kamu untuk bermain di sektor bisnis.

Namun perlu diketahui kalau salah satu faktor keberhasilan dalam bisnis yaitu memilih bidang usaha yang selalu dicari dan dibutuhkan banyak orang seperti bisnis di bidang pendidikan. Pendidikan sudah menjadi kebutuhan setiap untuk bekal untuk masa depan

Untuk membuat usaha kamu semakin sukses dan berkembang, kamu bisa mengajukan pinjaman di perusahaan finansial teknologi yang memang proses pengajuannya lebih mudah dan cepat, salah satunya adalah Pintek.

Pintek memiliki berbagai produk pinjaman yang bisa kamu pilih sesuai kebutuhan. Bunga yang ditawarkan juga sangat kompetitif yaitu mulai dari 1 persen.

[Baca Juga: 4 Jenis Pinjaman Modal Usaha Terpercaya untuk Pelaku UKM!]

Apa saja produk pinjaman di Pintek?

apa itu pintek

Pintek memiliki dua jenis pinjaman yang dapat kamu pilih sesuai kebutuhan. Apa saja? Berikut di antaranya:

1. Pinjaman Modal Kerja

Pinjaman Modal Kerja adalah pinjaman yang digunakan untuk memperbaiki maupun mengembangkan fasilitas pendidikan seperti renovasi ruang kelas dan perpustakaan, membangun area olahraga dan lainnya.

Kamu bisa mendapatkan pinjaman mencapai miliaran rupiah dan dapat mencicil pembayaran hingga 24 bulan. Kamu juga akan dikenakan bunga flat dari 0,9 persen hingga 2 persen yang ditentukan berdasarkan credit scoring.

2. Pendanaan PO

Pendanaan PO atau invoice financing adalah pendanaan dengan menjaminkan tagihan atau invoice yang sedang berjalan dari customer yang digunakan untuk memenuhi seluruh permintaan seperti pengadaan laptop, alat tulis dan lain sebagainya.

Kamu berkesempatan mendapat pinjaman maksimal 80 persen dari tagihan atau mulai dari Rp50 juta hingga miliaran rupiah dengan bunga efektif mulai dari 1,5 persen hingga 2,5 persen dan tenor pinjaman mencapai enam bulan atau mengikuti jatuh tempo invoice.

Bagaimana cara pengajuan pinjaman di Pintek?

  • Kunjungi website resmi Pintek.
  • Isi seluruh formulir yang tersedia dengan benar dan lengkap.
  • Kirimkan berbagai dokumen yang diperlukan untuk proses analisis dan verifikasi kredit oleh pihak Pintek.
  • Jika disetujui, aplikasi pinjaman kamu akan ditransfer ke rekening yang sudah terdaftar.

Kenapa harus mengajukan pinjaman di Pintek?

Kamu harus sangat selektif memilih perusahaan penyedia layanan keuangan seperti harus sudah terdaftar di OJK. Tujuannya agar transaksi kamu terjamin keamanannya serta tidak tercekik dengan beban bunga yang besar.

Pintek sudah mendapat izin dan diawasi oleh OJK sejak tahun 2018 dan terdaftar di AFPI. Pintek juga sudah menerapkan standar kebijakan privasi berdasarkan sertifikasi ISO 27001:2013 yang akan menjamin data dan informasi peminjam.

Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai pinjaman working capital loan dan invoice financing di Pintek, kamu dapat langsung mengunjungi situs resmi Pintek atau hubungi Pintek melalui email di customercare@pintek.id atau nomor telepon dan WhatsApp di 021-50884607. Mari gandeng Pintek sebagai partner bisnis kamu.

Bagikan artikel ini apabila bermanfaat