Cara mudah mendapatkan uang

Cara mendapatkan uang puluhan juta rupiah dalam setahun mungkin terdengar sulit untuk sebagian orang, terlebih dengan banyaknya kebutuhan yang harus dipenuhi setiap harinya.

Hal itulah yang membuat banyak orang mengurungkan niatnya untuk mendapatkan uang dalam jumlah besar hanya dalam waktu satu tahun. Padahal uang tersebut nantinya dapat digunakan untuk menjalankan usaha yang bisa bikin kekayaanmu semakin berlipat ganda.

Soalnya kunci memiliki uang banyak itu sangatlah sederhana yaitu dapat mengelola keuangan dengan bijak sehingga segala kebutuhan dapat terpenuhi dan tetap dapat menyisihkan uang untuk di tabung.

Baca Juga: Dijamin Tabungan Segunung, Ikuti Tips Menabung Kakebo Ala Jepang Ini!

Oleh karena itu, Pintek ingin memberikan trik buat kamu yang ingin mendapatkan uang puluhan juta dalam setahun untuk modal usaha lengkap dengan simulasi perhitungannya.

Cara mendapatkan uang

Cara mendapatkan uang

Ada beberapa cara yang dapat kamu lakukan untuk menghasilkan pundi-pundi kekayaan yang berlimpah dalam waktu satu tahun. Berikut di antaranya:

1. Menerapkan teori 50/20/30

Menerapkan teori 50/20/30

Cara awal yang harus kamu lakukan adalah dengan mengelola keuangan dengan membagi pengeluaran ke dalam beberapa pos. Untuk memudahkan kamu mengelola uang, kamu dapat menerapkan teori 50/20/30.

Teori mengelola keuangan 50/20/30 dipopulerkan oleh Elizabeth Warren yang tak lain adalah profesor Harvard sekaligus pakar keuangan di Amerika Serikat.

Warren menyarankan untuk membagi pengeluaran kamu ke dalam tiga pos, yaitu:

  • 50 persen untuk kebutuhan hidup sehari-hari seperti membeli bahan makanan, transportasi termasuk membayar cicilan.
  • 20 persen dialihkan ke tabungan dan juga investasi yang bertujuan untuk masa depan.
  • 30 persen dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan gaya hidup seperti membeli pakaian hingga nongkrong di kafe.

Namun, persentase tersebut dapat kamu kelola sesuai dengan kebutuhanmu. Misalnya, kamu tidak memiliki banyak cicilan dan jarang membeli barang, maka kamu dapat mengalihkan ke tabungan maupun investasi.

Dengan menerapkan teori 50/20/30, segala kebutuhan kamu akan terpenuhi dengan maksimal. Kamu bisa membayar cicilan tepat waktu, membeli barang yang kamu inginkan tapi tetap memiliki bekal untuk masa depan.

Misalnya, kamu bekerja dan mendapatkan gaji setiap bulan Rp 10 juta per bulan. Maka, setiap bulan kamu harus menyisihkan uang sekitar Rp 2 juta untuk dialokasikan ke tabungan dan investasi.

Dengan menabung konsisten Rp 2 juta setiap bulan, dalam satu tahun kamu sudah mendapatkan uang sebesar Rp 2 juta x 12 bulan yaitu Rp 24 juta.

2. Investasi jangka pendek

Investasi jangka pendek

Tahap selanjutnya yaitu terjun berinvestasi. Kamu bisa memilih instrumen efek risiko kecil maupun menengah sebagai pemula. Kenapa investasi?

Soalnya investasi menjadi salah satu cara untuk menggandakan kekayaan yang kamu miliki. Dengan menanamkan dana ke salah satu instrumen investasi, kamu akan mendapatkan return atau imbal hasil yang membuat uang kamu semakin bertambah.

Akan tetapi, perlu diketahui kalau investasi tak melulu soal untung tapi erat juga kaitannya dengan rugi. Oleh karena itu, kamu harus cermat memilih jenis investasi yang sesuai dengan karakter kamu.

Bagaimana cara menghasilkan uang dari investasi?

Agar investasi kamu dapat menghasilkan keuntungan besar, ada beberapa hal yang perlu kamu lakukan. Yaitu:

  • Mengetahui profil risiko artinya seberapa besar kamu dapat menanggung risiko. Investor itu sendiri terbagi menjadi tiga karakter yaitu konservatif (risiko kecil), moderat (risiko menengah) dan agresif (risiko besar). Dengan begitu, kamu dapat memilih jenis investasi yang sesuai dengan tingkat risiko yang sesuai dengan karaktermu.
  • Pahami cara kerja investasi. Setelah mengetahui profil risiko kamu harus memahami cara kerja dari instrumen yang kamu pilih. Apabila kamu tidak mau repot memantau pergerakan harga pasar, kamu dapat memilih investasi reksadana karena dana yang kamu alihkan akan dikelola oleh manajer investasi yang sudah berpengalaman.
  • Lakukan diversifikasi yaitu membagi dana ke beberapa instrumen, tujuannya untuk meminimalisir kerugian. Contohnya, kamu berinvestasi di reksadana saham dan obligasi, jika reksadana saham rugi, maka masih ada obligasi yang memberikan keuntungan. Oleh karena itu, pilihlah instrumen efek dengan tingkat risiko yang berbeda. 

Kamu dapat mengalokasikan 10 persen penghasilan kamu setiap bulan dengan memangkas pos keuangan gaya hidup. Selain tengah masa pandemi, menekan keinginan untuk masa depan tentu tidak ada salahnya kok.

Misalnya kamu mengalokasikan Rp 1 juta setiap bulan untuk investasi di sektor reksadana campuran dengan risiko menengah. Maka dalam waktu satu tahun kamu bisa mendapatkan imbal hasil sebesar Rp 1 juta x 12 bulan = Rp 12 juta x 55,54% yaitu Rp 6.664.800.

Mengutip dari Bareksa.com, return reksadana campuran dalam waktu setahun sebesar 55,54% yang dikelola oleh Syailendra Balanced Opportunity Fund.

Maka, dalam satu tahun jumlah uang yang kamu dapatkan dari investasi reksadana campuran yaitu Rp 12.000.000 (modal awal) + Rp 6.664.800 (keuntungan) yakni Rp 18.664.800. Lumayan banget kan?

Jika dijumlahkan dari menabung dan investasi, maka dalam setahun kamu bisa mendapatkan uang sebesar Rp 24.000.000 (menabung) + Rp 18.664.800 (investasi) = Rp 42.664.800.

Kamu juga bisa mengganti alokasi menabung dengan investasi untuk mendapatkan keuntungan yang lebih besar.

Baca Juga: 5 Investasi Jangka Pendek, Hasilkan Untung Besar dalam Waktu Singkat!

Cara mengembangkan kekayaan

Cara mengembangkan kekayaan

Dengan mengikuti cara mendapatkan uang di atas, kamu bisa menambahkan kekayaan kamu dengan menjual barang-barang yang sudah tidak terpakai, mengambil pekerjaan sampingan atau freelance dan lainnya.

Namun untuk memaksimalkan keuntungan menabung dan investasi, kamu bisa mengalihkannya dengan terjun ke sektor bisnis. Pasalnya, bukan rahasia lagi kalau banyak orang kaya yang memiliki kekayaan berlimpah dari berbisnis.

Contohnya, orang terkaya pertama di Indonesia, Hartono bersaudara yang menurut Forbes memiliki kekayaan hingga US$ 18,8 miliar atau Rp 261,6 triliun lewat berbagai bisnis yang mereka miliki, mulai dari rokok hingga properti.

Selain itu, banyak sekali pengusaha sukses di Indonesia yang mengawali bisnis kecil. Namun berkat usaha dan kerja kerasnya, bisnis tersebut dapat berkembang pesat dan menjadi salah satu perusahaan besar di Indonesia.

Meraup banyak uang dari berbisnis juga semakin mudah seiring dengan perkembangan teknologi yang kian canggih. Dengan begitu, kamu bisa berjualan secara offline dan online, salah satunya melalui situs jual beli yang ada di Indonesia.

Namun, jika berbicara soal bisnis, pentingnya kamu memilih sektor usaha yang selalu memiliki permintaan. Tujuannya agar bisnismu dapat terus berkembang dan tidak berhenti di tengah jalan.

Contohnya saja dengan menjual produk atau layanan di bidang pendidikan. Kenapa bisnis pendidikan menjadi peluang usaha yang menjanjikan?

Sederhananya, setiap orang membutuhkan pendidikan sebagai bekal masa depannya. Oleh karena itu, permintaan akan pendidikan akan selalu ada mulai dari anak-anak hingga orang dewasa.

Kamu bisa menjual berbagai kebutuhan pendidikan seperti buku, alat tulis hingga pengadaan peralatan pembelajaran mulai dari laptop, tablet dan lain sebagainya.

Untuk mengembangkan usaha, kamu bisa mengajukan pendanaan PO/Invoice di Pintek agar dapat memenuhi seluruh pesanan dari satuan pendidikan.

Pintek adalah perusahaan fintech berizin dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang berkomitmen mendukung transformasi pendidikan di Indonesia melalui layanan keuangan, termasuk untuk vendor pendidikan.

Dengan hanya menjaminkan invoice atau tagihan yang sedang berjalan, para pelaku usaha bisa mendapatkan pendanaan mencapai miliaran rupiah dengan bunga 1,5% hingga 2,5% tergantung credit scoring.

Baca Juga: Butuh Modal Usaha? Ini Tips Membangun Credit Score yang Baik Bagi Pebisnis!

Proses pencairannya hanya memakan waktu lima hari kerja setelah persetujuan disetujui. Untuk mendapatkan pendanaan dari Pintek, kamu dapat mengunjungi situs resmi Pintek maupun melakukan diskusi dengan tim Pintek melalui TanyaPintek.