cara mengatur uang bulanan
Bagikan artikel ini apabila Bermanfaat

Dulu, bekerja sambil kuliah mungkin terasa sedikit aneh. Buat apa kuliah lagi, toh sudah bekerja, uangnya lebih baik untuk memenuhi kebutuhan. Namun, sekarang hal tersebut sudah dianggap lumrah.

Bekerja sambil kuliah tentu kebutuhan yang harus dipenuhi ada dua, kebutuhan pekerjaan dan pendidikan. Oleh karena itu, cara mengatur uang bulanan juga harus berbeda.

Kuliah untuk Meningkatkan Kualifikasi!

kuliah sambil kerja

Meski pendidikan tidak sepenuhnya bisa dijadikan patokan terhadap kesuksesan seseorang, tapi ada banyak bidang yang masih menuntut jenjang pendidikan tertentu. Jadi, tidak heran jika ada banyak pekerja yang akhirnya kuliah lagi demi meningkatkan jenjang karir.

Pinters pasti sering menemui, atau bahkan menjalani sendiri sebagai karyawan yang mengejar S1 bahkan S2 demi bisa mendapat posisi atau jabatan yang lebih baik.

Untuk mendukung hal ini, ada banyak perguruan tinggi yang membuka kelas karyawan. Baik itu kelas karyawan reguler maupun kelas karyawan khusus weekend. 

Kendati sudah berpenghasilan sebagai karyawan, memenuhi biaya kuliah adalah masalah tersendiri. Apalagi jika penghasilannya tidak terlalu besar, mengatur keuangan untuk kehidupan sehari-hari dan membayar kuliah pasti jadi PR tersendiri.

Cara Mengatur Uang Bulanan untuk yang Kuliah sambil Bekerja

pinjaman online

Buat Pinters, berikut ini adalah cara mengatur uang bulanan mahasiswa yang sambil bekerja. 

1. Petakan & Catat Kebutuhan Bulanan

Sangat penting untuk mengetahui seluruh kebutuhan bulanan dan memetakannya. Lebih mudah mengalokasikan uang jika pos kebutuhan sudah dipetakan. Cara mengatur keuangan pribadi maupun cara mengatur uang bulanan rumah tangga juga menggunakan prinsip ini.

Bagi kamu yang bekerja sambil kuliah, kamu hanya perlu menambah 1 pos prioritas baru yaitu biaya kuliah.

Catat seluruh hal yang sifatnya kebutuhan, misalnya: biaya sewa tempat tinggal, biaya listrik, makan, transportasi, internet, perlengkapan mandi, biaya kuliah, dll. 

Selain mencatat kebutuhan, kamu juga perlu mencatat kebiasaan konsumtifmu, misalnya: biaya nongkrong di cafe, jalan-jalan, nonton film, dll.

Pada tahap pertama ini, kamu hanya perlu memetakan seluruh pos pengeluaran, alokasi nominalnya akan dilakukan pada tahap setelah ini.

Baca:  3 Peran Pinjaman Pendidikan dalam Membantu Cash Flow Keluarga

2. Alokasikan Gaji Per Bulan Secara Ideal

Nah, setelah seluruh pos pengeluaran dipetakan, waktunya untuk mengalokasikan gaji. Persentase pembagian gaji harus ideal sesuai besaran gajimu.

Berdasarkan catatan kebutuhan, coba masukan alokasi uang sesuai pos nya. Biaya untuk sewa tempat tinggal, listrik, dan internet pada dasarnya sudah cukup jelas berapa nominalnya karena ini merupakan pengeluaran tetap.

Jangan lupa ya, biaya kuliah juga harus kamu prioritaskan. Cara menghitung dana kuliah per bulan sangat mudah. Tanggungan biaya kuliah per semester dibagi 6 dan hasilnya adalah nominal yang butuh dialokasikan per bulannya.

Biaya-biaya lainnya bisa kamu sesuaikan, tapi tetap bijaklah dalam mengalokasikan dana. Kamu tentu sudah paham berapa besar penghasilanmu.  

Terlebih lagi Biaya kuliah memangkas gajimu cukup besar. Mau tidak mau hal-hal yang sifatnya konsumtif, hobi, dan berkaitan dengan gaya hidup, perlu dikurangi alokasi dananya.

Saat menerima gaji, langsung alokasikan seluruh uang pada pos-pos yang sudah ditentukan. Hal ini untuk menghindari aktivitas hedon pasca menerima gaji bulanan.

Siapkan juga dana darurat. Hal ini untuk berjaga-jaga jika sewaktu-waktu muncul kebutuhan mendesak seperti butuh untuk membeli textbook, butuh untuk ganti ban motor, atau kebutuhan-kebutuhan mendesak lainnya.

3. Atur Pola Konsumsi. Catat Semua Pengeluaran

Kamu sudah membuat perencanaan keuangan, sekarang tinggal mengatur dirimu sendiri supaya bisa hidup sesuai rencana tersebut. Berusahalah untuk mengatur gaya hidup supaya pengeluaran tidak terlalu membengkak.

Penuhi terlebih dahulu hal-hal prioritas. Barang sehari-hari seperti keperluan mandi, stok galon, stok bahan makanan, bisa kamu penuhi terlebih dahulu.

Pembelian kebutuhan sandang perlu kamu jadwalkan dan hindari pembelian yang berlebihan.

Sebagai “pagar”, kamu bisa mencatat seluruh pengeluaran setiap hari. Kumpulkan struk-struk belanja untuk memudahkan pencatatan. Dari situ kamu bisa menilai bagaimana pola konsumsimu.

Terkait pola konsumsi, yang jelas kamu perlu bijak dalam menggunakan uang. 

Baca:  Begini Cara Menyiasati Mahalnya Biaya Pendidikan Tinggi

Saat pola konsumsi sudah off the track, kamu perlu melakukan penyesuaian. Supaya keuangan stabil dan tidak mengambil dana yang sudah dialokasikan untuk kebutuhan pokok, biaya untuk hal-hal sekunder dan tersier harus ditekan.

Apabila ada sisa uang, alih-alih digunakan untuk berfoya-foya lebih baik kamu alokasikan untuk tabungan atau dana darurat. 

Baca Juga : Lulusan Baru Ingin Cepat Kerja? Lakukan 6 Cara Ini!

4. Lakukan Penghematan

Dalam kondisi sedang menjalankan studi, berhemat adalah hal bijak yang bisa kamu lakukan. 

Walaupun gajimu biasanya cukup untuk menanggung gaya hidup, sekarang sudah beda cerita. Sekarang kamu memiliki tanggungan untuk membayar kuliah. 

Biaya pendidikan cukup besar, apalagi untuk kelas karyawan, biayanya lebih besar dibanding kelas reguler. Saat kuliah juga biasanya sering muncul biaya-biaya tak terduga. 

Apabila kamu tidak hidup hemat, keuanganmu akan kacau. Terlebih lagi jika penghasilanmu tidak terlalu banyak. Kamu harus pintar-pintar berhemat supaya seluruh kebutuhan bisa terpenuhi dan biaya kuliah bisa terbayarkan.

Mungkin kamu hampir setiap hari makan enak, cobalah untuk makan makanan yang lebih sederhana dan murah. Kamu juga bisa membawa bekal supaya pengeluaran untuk makan dan jajan bisa ditekan. 

Kegiatan nongkrong, nonton film, shopping, jalan-jalan, dan kegiatan sejenisnya bisa kamu kurangi. 

Pergaulan biasanya juga mempengaruhi pengeluaran. Hindari pergaulan yang terlalu hedon. Kamu bisa menilai sendiri lah, pergaulan mana yang sekiranya sehat untuk keuanganmu.

Coba lebih lagi menghargai uang. Sekecil apapun nominalnya, simpan. Kamu bisa menyiapkan toples khusus menyimpan uang koin. Jika hal ini rutin dilakukan, koin yang kamu kumpulkan bisa terus bertambah banyak dan bisa digunakan untuk dana darurat.

Melakukan penghematan awalnya mungkin akan terasa sedikit menyiksa. Namun jika sudah terbiasa, hidup berhemat bisa terasa biasa saja.

5. Cari Penghasilan Tambahan

Uang dalam jumlah banyak tentu saja lebih mudah dialokasikan. Cara mengelola gaji 3 juta tentu lebih sulit dibanding cara mengatur gaji 7 juta. Maka dari itu, mencari penghasilan tambahan diluar gaji adalah cara yang bisa diambil untuk mengatasi masalah keuangan. 

Baca:  Contoh Simulasi Kredit untuk Bayar Kuliah dengan Cicilan

Tidak perlu melakukan hal yang terlalu berat. Ingat kamu sudah memiliki pekerjaan tetap dan masih harus bekerja. Hal simple yang bisa kamu lakukan adalah melakukan transaksi jual beli. Kamu bisa menjadi makelar, atau berjualan online. 

Namun, jika sudah berkomitmen untuk mencari penghasilan tambahan, ada konsekuensi yang harus kamu terima. Waktumu akan cukup tersita, bahkan waktu istirahatmu harus berkurang. 

6. Ajukan Pinjaman Pendidikan

Saat tagihan kuliah di depan mata, sedangkan tanggal gajian belum tiba, kepala pasti jadi pusing rasanya. Meminjam keluarga, saudara atau teman mungkin malu. Lalu bagaimana supaya bisa segera mendapatkan dana?

Pinjaman online adalah salah satu jalan keluar. Namun, jangan sembarangan memilih penyedia pinjaman online. Jika memang kebutuhan dana adalah untuk biaya kuliah, lebih baik ajukan pinjaman pendidikan saja.

Pintek adalah penyedia pinjaman pendidikan terbaik yang bisa kamu andalkan. Pintek memiliki beberapa skema pinjaman untuk mahasiswa, kamu bisa memilih sesuai kebutuhanmu.

Syarat pinjaman di Pintek sangat mudah, limit kreditnya cukup besar, tenornya cukup panjang, bunganya rendah, dan yang terpenting bisa cepat cair.

Tagihan biaya kuliahmu dapat dilunasi dengan pinjaman dari Pintek. Setelah itu kamu tinggal membayarnya melalui Pintek dengan cara dicicil setelah gaji bulanan cair. Kamu bisa menstabilkan lagi kondisi keuangan setelah tanggungan biaya kuliah terbayarkan

Dana pinjaman juga bisa langsung dikirim ke rekening kampus, jadi kamu tidak perlu repot-repot lagi.

Masalah biaya pendidikan bisa diatasi lebih mudah dengan bantuan dari Pintek. Pintek memberi solusi pinjaman pinjaman dengan biaya ringan dan hati ringan.

Supaya gaji bulanan bisa cukup untuk memenuhi kebutuhan selama 1 bulan, termasuk membayar biaya kuliah, kamu harus menerapkan cara mengatur uang bulanan yang tepat. Semoga tips di atas bisa sedikit membantu.

Bagikan artikel ini apabila Bermanfaat