3. Dana yang tersedia besar

Pelaku usaha wajib mengetahui cara mengelola keuangan yang tepat demi kelangsungan bisnis yang mereka jalankan. Pasalnya, semakin sehat keuangan perusahaan, maka semakin lancar pula bisnisnya.

Tak bisa dipungkiri kalau banyak usaha yang terpaksa harus gulung tikar lantaran tidak bisa mengelola keuangan dengan baik, salah satunya dengan mengeluarkan dana untuk keperluan yang tidak terlalu penting.

Misal, kamu menggelontorkan dana besar dengan membeli kendaraan untuk pengiriman barang, padahal kamu masih bisa menyewa kendaraan dan mengalokasikan dana tersebut untuk keperluan yang lebih penting.

Oleh karena itu, Pintek ingin berbagi tips mengelola keuangan yang sehat untuk kelangsungan bisnis UKM dari financial expert, Aulia Akbar CFP®, AEPP®.

Baca Juga: Cara Mudah Mendapatkan Uang Puluhan Juta Rupiah dalam Setahun!

Masalah keuangan UKM

Masalah keuangan UKM

Menurut Akbar yang dihubungi oleh tim Pintek melalui sambungan telepon mengatakan kalau masalah keuangan utama dari pelaku usaha yaitu tidak memiliki pencatatan keuangan yang baik.

“Tak sedikit UKM yang masih mencampur keuangan pribadi dengan bisnis. Padahal hal itu sangat berisiko membuat masalah untuk bisnis dan keuangan pribadinya ke depan,” ujar Akbar.

Pasalnya tujuan utama mengelola keuangan dengan bijak adalah untuk mengetahui apakah keuangan kamu sehat atau tidak, baik keuangan pribadi maupun bisnis.

Dengan memiliki keuangan yang sehat, maka secara otomatis bisnis juga akan berjalan dengan cepat dan hasil yang didapatkan juga tentu saja lebih maksimal.

“Bisnis adalah investasi dan investasi itu sifatnya tidak pasti. Disisi lain, investasi juga erat kaitan dengan risiko. Jadi investasi di bisnis itu memang risikonya besar. Oleh karena itu, pentingnya pelaku usaha memiliki keuangan yang sehat,” ungkap pria yang mengawali karirnya sebagai hubungan masyarakat di industri media.

Lebih lanjut Akbar juga menyampaikan bahwa tujuan bisnis adalah untuk mendapatkan keuntungan. Jadi jangan sampai uang pribadi kamu habis untuk menutupi kerugian dari bisnis.

Cara mengelola keuangan yang tepat

Cara mengelola keuangan yang tepat

Ada beberapa hal yang perlu dilakukan oleh para UKM untuk memiliki keuangan yang sehat. Sederhana, tujuannya agar bisnis yang dijalani dapat terus berkembang.

1. Pastikan keuangan pribadi sehat

Menurut Akbar, sebelum terjun berbisnis kamu harus memastikan kalau keuangan pribadi sudah sehat yaitu dengan menyiapkan dana darurat sebesar dua kali dari pengeluaran tahunan.

“Untuk mulai bisnis harus memiliki dua kali dana tahunan. Tujuannya yaitu untuk mencegah atau mengatasi tekanan ekonomi di beberapa tahun ke depan. Jadi keamanan pribadi harus ada dulu baru mulai bisnis,” ungkap Akbar.

Tak hanya biaya hidup sehari-hari, kamu juga harus menghitung pengeluaran untuk yang sifatnya abnormal seperti biaya kesehatan hingga biaya pendidikan yang memang terus mengalami kenaikan setiap tahunnya.

2. Pisahkan rekening pribadi dengan bisnis

Jika sudah memiliki dana darurat untuk pribadi, selanjutnya yaitu dengan memisahkan rekening pribadi dan bisnis. Pasalnya apabila keuangan disatukan, kamu jadi tidak bisa membedakan pemasukan antara bisnis dengan pribadi.

“Tujuannya agar kamu dapat mengetahui kemana saja uang yang sudah dikeluarkan. Balik lagi, dana pribadi adalah simpanan untuk keperluan sehari-hari selama beberapa tahun ke depan,” ujar pria yang sudah memiliki sertifikat dari Financial Planning Standard Board (FPSB).

Lebih lanjut Akbar mengatakan kalau apabila dana pribadi dipakai untuk bisnis, tentu akan menjadi bumerang untuk kelangsungan hidup ke depannya.

“Bayangkan kalau ada anggota keluarga yang sakit dan uang simpanan sudah digunakan untuk bisnis, tentu kamu akan kelimpungan sendiri mencari dana untuk biaya berobat dan ujung-ujungnya akan mengambil dana bisnis. Kalau sudah begitu, kelangsungan bisnis pasti akan sangat berisiko mengalami kegagalan.”

Jika sudah memisahkan rekening pribadi dan bisnis, langkah selanjutnya yang harus dilakukan oleh para pelaku usaha yaitu memantau seluruh pengeluaran bisnis dengan bijak.

Caranya dengan membagi seluruh pengeluaran dan mencatat semuanya sedetail mungkin. Ada beberapa pengeluaran yang harus sangat diperhatikan oleh pebisnis, yaitu:

  • Cash in, uang yang masuk ke rekening kamu.
  • Cash out, uang yang keluar alias pengeluaran kamu seperti gaji karyawan, biaya operasional dan lainnya.

Secara garis besar ada tiga macam pengeluaran untuk pelaku bisnis, seperti:

  • Operating activities yaitu dari kegiatan operasional atau aktivitas rutin.
    • Cash in berupa pembelian dari konsumen.
    • Cash out yaitu untuk bayar supplier atau vendor, gaji karyawan, bayar sewa gedung dan sebagainya.
  • Investing activities yaitu dari jual aset atau kegiatan investasi.
    • Cash in, jual aset (gedung, tanah, mobil dan lainnya).
    • Cash out yaitu membeli mesin produksi atau aset lainnya.
  • Financing activities yaitu dari kegiatan pembiayaan (pinjaman utang dan lainnya).
    • Cash in yang berupa penerbitan saham, surat utang dan pinjaman lainnya.
    • Cash out yaitu bayar dividen, cicilan hingga pelunasan surat utang.

Baca Juga: Cerita Inspiratif UKM Pendidikan Sukses Raup Omzet Hingga Rp 8 Miliar!

Tips agar keuangan bisnis tetap stabil

Tips agar keuangan bisnis tetap stabil

Akbar yang saat ini bekerja sebagai edukator finansial memberikan beberapa tips mengelola keuangan agar bisnis tetap stabil yaitu arus kas atau cash flow harus sangat diperhatikan untuk mengatasi keadaan darurat yang mungkin akan terjadi.

“Dalam menjalankan bisnis juga harus hati-hati dengan utang. Agar bisnis tetap berjalan lancar kamu harus melihat kesehatan utang rasio dengan cara total utang dibagi total aset,” ucap Akbar.

Akbar juga melanjutkan kalau tujuannya yaitu untuk mengetahui seberapa besar kapasitas perusahaan saat mengajukan pendanaan.

“Perusahaan fintech bisa menjadi pilihan karena menawarkan persyaratan yang mudah dan pencairannya cepat. Tapi pastikan perusahaan tersebut sudah terdaftar di OJK.”

Jika berbicara tentang pendanaan untuk mengembangkan usaha, kamu selaku UKM pendidikan bisa mengajukan pendanaan di Pintek.

Sebagai perusahaan fintech yang sudah terdaftar dan diawasi OJK, Pintek memiliki misi mendorong pendidikan di Indonesia melalui layanan keuangan, baik untuk orangtua atau siswa, lembaga pendidikan dan UKM pendidikan.

Melalui produk Pendanaan PO/Invoice, para pelaku usaha di sektor pendidikan berkesempatan mendapat pembiayaan hingga miliaran rupiah hanya dengan menjaminkan invoice yang sedang berjalan.

Bunga yang dibebankan juga sangat kompetitif yaitu bunga efektif mulai dari 1,5 hingga 2,5% dengan tenor mencapai enam bulan atau mengikuti tanggal jatuh tempo invoice.

Untuk mengetahui informasi lebih lanjut, kamu bisa mengunjungi situs resmi Pintek atau melakukan diskusi dengan tim Pintek melalui TanyaPintek. Kamu juga dapat menghubungi Pintek di nomor 021-50884607.

Sekian artikel tentang cara mengelola keuangan untuk kelangsungan bisnis dari financial expert. Untuk mendapatkan informasi menarik lainnya, kamu juga bisa mengunjungi laman Instagram Pintek di @pintek.id dan @pintek.biz. Mari kembangkan bisnis kamu bersama Pintek!