Keuntungan mengajukan pendanaan di Pintek

Uang memang bukan segalanya, namun setiap individu membutuhkan uang untuk dapat hidup dengan layak. Tak heran jika banyak orang yang rela mati-matian mencari uang. Lalu yang menjadi pertanyaan, bagaimana cara mudah mendapatkan uang?

Akan tetapi memiliki banyak uang tentu bukan hal yang mudah. Diperlukan kerja keras dan semangat pantang menyerah untuk meraihnya. Percayalah, bahwa usaha tidak akan pernah mengkhianati hasil.

Lagipula memiliki cita-cita menjadi orang kaya tidak ada salahnya kok. Pasalnya, banyak pengusaha sukses yang mendirikan kerajaan bisnisnya dari NOL.

Tak perlu jauh-jauh, contohnya saja orang terkaya nomor sembilan versi Forbes yaitu Chairul Tanjung yang diketahui memiliki total kekayaan sebesar US$ 3.9 miliar atau sekitar Rp 56,3 triliun.

Kesuksesan Chairul Tanjung tentu tak serta merta didapat dengan mudah. Pemilik CT Corp ini ternyata sempat hidup kekurangan dengan tinggal di kamar losmen sempit bersama keluarganya. Bahkan, Ia harus berjualan buku hingga fotokopi untuk biaya kuliah.

Baca Juga: 5 Pengusaha Sukses di Indonesia, Dulu Hidup Susah Kini Bergelimang Harta!

Dari kisah CT dapat diambil kesimpulan kalau keberhasilan merupakan hak semua orang asal mau bekerja keras dan fokus dengan tujuan kamu, termasuk dalam hal memiliki banyak uang.

Cara mudah mendapatkan uang

Cara mudah mendapatkan uang

Seperti yang sudah disinggung di atas bahwa untuk memiliki banyak uang diperlukan kerja keras dan fokus. Oleh karena itu, Pintek ingin memberikan beberapa cara mudah mendapatkan uang yang bisa kamu terapkan. Yaitu:

1. Mengelola dengan bijak

Langkah pertama yang harus kamu lakukan adalah dengan mengelola keuangan dengan bijak terlebih dahulu untuk mengetahui kemana saja uang kamu digunakan. Dengan begitu, kamu tidak mengeluarkan uang untuk hal yang tidak penting.

Untuk mengelola keuangan, kamu bisa menerapkan teori 50/20/30 dari Elizabeth Warren yang merupakan profesor Harvard dan pakar keuangan di Amerika Serikat.

Ada tiga pos keuangan yang disarankan oleh Warren, yakni:

  • 50 persen untuk kebutuhan hidup sehari-hari seperti membeli bahan makanan, transportasi termasuk membayar cicilan.
  • 20 persen dialihkan ke tabungan dan juga investasi yang bertujuan untuk masa depan.
  • 30 persen dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan gaya hidup seperti membeli pakaian hingga nongkrong di kafe.
  • Namun, persentase tersebut dapat kamu kelola sesuai dengan kebutuhanmu. Misalnya, kamu tidak memiliki banyak cicilan dan jarang membeli barang, maka kamu dapat mengalihkan ke tabungan maupun investasi.

Dengan menerapkan teori 50/20/30, segala kebutuhan kamu akan terpenuhi dengan maksimal. Kamu bisa membayar cicilan tepat waktu, membeli barang yang kamu inginkan tapi tetap memiliki bekal untuk masa depan.

Misalnya, gaji kamu per bulan Rp 10 juta. Maka, kamu diwajibkan untuk mengalihkan Rp 1 juta untuk ditabung. Dalam satu tahun, kamu bisa mendapatkan uang Rp 1 juta x 12 bulan yaitu Rp 12 juta.

2. Menerapkan hidup minimalis

Cara mudah mendapatkan uang selanjutnya adalah dengan menerapkan hidup minimalis yang kini mulai dilakukan oleh banyak orang termasuk anak milenial, salah satunya yaitu dengan menjual barang yang sudah tidak terpakai.

Ketimbang barang-barang tersebut hanya membuat rumah kamu terlihat sumpek, kamu bisa memilih sejumlah barang yang masih layak dan kemudian dijual di marketplace yang memang khusus menjual barang-barang bekas alias preloved.

Kita estimasi, kamu menjual 5 pakaian dalam sehari dengan harga rata-rata harga per pakaian Rp 20 ribu. Maka, dalam satu hari kamu bisa mendapatkan uang sebesar Rp 20 ribu x 5 = Rp 100 ribu.

Dalam satu bulan, kamu bisa menghasilkan uang sebesar Rp 100 ribu x 30 hari yaitu Rp 3 juta. Jika dikalikan selama satu tahun, maka kamu sudah mendapatkan Rp 3 juta x 12 bulan yakni Rp 36 juta.

3. Investasi

Investasi merupakan salah satu cara untuk mengembangkan kekayaan. Dengan menanamkan dana ke salah satu instrumen investasi, kamu akan mendapatkan return atau imbal hasil yang membuat uang kamu semakin bertambah.

Akan tetapi, perlu diketahui kalau investasi tak melulu soal untung tapi erat juga kaitannya dengan rugi. Oleh karena itu, kamu harus cermat memilih jenis investasi yang sesuai dengan karakter kamu.

Agar investasi kamu dapat menghasilkan keuntungan besar, ada beberapa hal yang perlu kamu lakukan. Yaitu:

  • Mengetahui profil risiko artinya seberapa besar kamu dapat menanggung risiko. Investor itu sendiri terbagi menjadi tiga karakter yaitu konservatif (risiko kecil), moderat (risiko menengah) dan agresif (risiko besar). Dengan begitu, kamu dapat memilih jenis investasi yang sesuai dengan tingkat risiko yang sesuai dengan karaktermu.
  • Pahami cara kerja investasi. Setelah mengetahui profil risiko kamu harus memahami cara kerja dari instrumen yang kamu pilih. Apabila kamu tidak mau repot memantau pergerakan harga pasar, kamu dapat memilih investasi reksadana karena dana yang kamu alihkan akan dikelola oleh manajer investasi yang sudah berpengalaman.
  • Lakukan diversifikasi yaitu membagi dana ke beberapa instrumen, tujuannya untuk meminimalisir kerugian. Contohnya, kamu berinvestasi di reksadana saham dan obligasi, jika reksadana saham rugi, maka masih ada obligasi yang memberikan keuntungan. Oleh karena itu, pilihlah instrumen efek dengan tingkat risiko yang berbeda.

Contohnya, kamu mengalokasikan dana Rp 1 juta ke investasi berdasarkan dari 10 persen penghasilanmu setiap bulan. Karena masih awam dengan investasi, kamu bisa memilih instrumen reksa dana pendapatan tetap yang memang dikenal dengan risiko yang rendah.

Baca Juga: Reksadana Pendapatan Tetap: Pengertian dan Perhitungan Keuntungannya!

Seperti dilansir dari situs Bareksa per tanggal 27 Agustus 2021 diketahui bahwa return reksa dana pendapatan tetap dalam kurun waktu tahun yaitu 28,25% milik manager investasi Mega Asset Mantap Plus.

Maka, Rp 1 juta x 12 bulan = Rp 12 juta x 28,25% = Rp 3.390.000. Keuntungan tersebut dikurangi biaya manajer investasi sebesar Rp 50 ribu. Maka keuntungan bersih yang kamu peroleh sebesar Rp 3.390.000 – Rp 50.000 = Rp 3.340.000. 

Dengan begitu total uang yang kamu peroleh saat penarikan dana yaitu sebesar Rp 12 juta (modal) + Rp 3.340.000 (keuntungan bersih) = Rp 15.340.000.

Perhitungan uang yang diperoleh selama satu tahun

Dengan melakukan tiga cara di atas, maka dalam satu tahun kamu akan mendapatkan uang sebesar Rp 63.340.000, dengan rincian:

  • Menabung = Rp 12.000.000
  • Menjual barang tak terpakai = Rp 36.000.000
  • Investasi = Rp 15.340.000

Enaknya lagi, kamu tidak perlu memangkas biaya hidup sehari-hari hingga kebutuhan konsumtif. Kamu tetap bisa nongkrong di cafe bahkan cicilan juga dapat dibayar tepat waktu.

Cara mengembangkan kekayaan

Cara mengembangkan kekayaan

Uang yang kamu peroleh dari mengikuti cara di atas dapat dikembangkan dengan terjun ke dunia bisnis. Namun, pilihlah sektor usaha yang selalu dibutuhkan masyarakat salah satunya adalah bisnis pendidikan. Kenapa?

Sederhananya saja, setiap orang membutuhkan pendidikan sebagai bekal masa depannya. Bahkan sektor bisnis yang satu ini tidak berpengaruh dengan kondisi apapun yang terjadi.

Contohnya saja di masa pandemi seperti saat ini, bisnis pendidikan tetap stabil karena pembelajaran dialihkan menjadi online. Berbeda dengan sektor bisnis lainnya yang mengalami penurunan.

Lagipula dalam menjalankan bisnis, kamu harus cermat memilih peluang usaha dari supply and demand yaitu memilih sektor usaha yang selalu memiliki permintaan. Dengan begitu, produk jualan kamu sudah tentu akan laris manis di pasaran.

Dengan modal Rp 63.340.000 yang dimiliki, kamu bisa memulai bisnis pendidikan kecil terlebih dahulu seperti menjual alat tulis, buku pelajaran maupun materi belajar online.

Baca Juga: Kisah Sukses UKM Pendidikan, Berhasil Raup Untung Rp 1 Miliar dalam Setahun!

Keuntungan yang kamu didapatkan harus dipergunakan dengan bijak untuk mengembangkan skala bisnis dan mengambil proyek yang lebih besar, misalnya menjual kebutuhan pembelajaran elektronik seperti laptop, printer dan lainnya.

Selain itu, kamu juga bisa memanfaatkan penawaran Pendanaan PO/Invoice dari Pintek untuk mendapatkan tambahan modal usaha.

Menariknya, kamu bisa mendapatkan pendanaan dari Pintek hanya dengan menjaminkan invoice dari customer yang sedang berjalan.

Tak tanggung-tanggung, Pintek menawarkan pembiayaan hingga miliaran rupiah dengan tenor mencapai enam bulan atau mengikuti jatuh tempo invoice. Bunganya juga sangat kompetitif yakni bunga efektif 1,5% hingga 2,5% tergantung dari credit scoring peminjam.

Untuk mengetahui informasi lebih lanjut, kamu bisa melakukan diskusi melalui DiskusiPintek atau mengunjungi situs resmi Pintek dan menghubungi Pintek melalui nomor telepon dan WhatsApp di 021-50884607.