Dana bantuan Pemerintah terus digelontorkan kepada masyarakat yang membutuhkan agar dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari, terutama di masa pandemi seperti sekarang ini.

Bantuan yang diberikan oleh Pemerintah tak hanya ditujukan untuk individu masyarakat saja, tapi juga untuk institusi pendidikan demi terlaksananya aktivitas belajar mengajar yang lebih maksimal.

Tak hanya itu, Pemerintah juga memberikan bantuan baik berupa dana maupun kuliah gratis kepada peserta didik yang ingin melanjutkan studi di jenjang pendidikan tinggi.

Baca Juga: Dapat Bantuan Hidup Rp 1,4 Juta Per Bulan, Begini Cara Daftar KIP Kuliah 2021!

Jenis-jenis bantuan yang diberikan akan disesuaikan dengan sasaran penerima yang tepat. Oleh karena itu, fasilitator penyalur bantuan selalu diselenggarakan oleh instansi Pemerintahan yang sesuai dengan bidangnya.

Tujuannya agar pemberian bantuan dapat tepat sasaran sehingga bisa dipergunakan dengan semaksimal mungkin oleh masyarakat.

Dalam waktu dekat ini, tepatnya pada Juli 2021 mendatang ada lima jenis dana bantuan Pemerintah yang akan segera cair dan menyasar ke sejumlah lapisan masyarakat.

Apa saja jenis bantuan yang dialokasikan oleh Pemerintah pada Juli mendatang? Berikut di antaranya:

1. Dana Desa

Dana Desa
Source image: website dpr.go.id

Dana bantuan Pemerintah yang akan cair pada Juli 2021 mendatang yaitu Dana Desa yang merupakan bantuan sosial dari Kementerian Desa (Kemendesa). Sesuai dengan namanya, sasaran bantuan tersebut merupakan warga desa.

Warga desa yang menjadi penerima bantuan akan mendapatkan uang sebesar Rp 300 ribu per Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Untuk mengetahui daftar penerima, kamu bisa mengunjungi situs resmi sid.kemendesa.go.id.

Program bantuan Dana Desa merupakan implementasi dari instruksi presiden terkait alokasi anggaran desa yang menginginkan Pemerintah desa mendahulukan bantuan untuk para warganya.

2. Dana Bantuan Pemerintah BPNT

Dana Bantuan Pemerintah BPNT
Source image: website ojk.go.id

Ada juga bantuan BPNT yang diberikan dalam bentuk bahan pangan setara dengan uang Rp 200 ribu. Penerima bantuan BPNT akan mendapatkan bahan pangan secara gratis hingga Desember 2021 mendatang.

Program BPNT difasilitasi dan berada di bawah naungan Kementerian Sosial (Kemensos). Jika ingin mengetahui daftar penerima dapat langsung mengecek melalui laman cekbansos.kemensos.go.id.

3. Bantuan Sosial Tunai (BST)

Bantuan Sosial Tunai
Source image: website kominfo.ngawikab.go.id

Tak hanya BPNT, Kemensos juga menyelenggarakan Bantuan Sosial Tunai (BST) yang akan kembali cair pada Juli 2021 mendatang.

Penerima program bantuan tersebut yaitu masyarakat penerima manfaat yang sesuai dengan kriteria yang sudah ditetapkan oleh Pemerintah. Cara cek penerima BST bisa melalui cekbansos.kemensos.go.id.

Baca Juga: Panduan Lengkap Cara Daftar Bantuan UMKM dan Cara Mengeceknya, Wajib Tahu!

4. Bansos PKH

Bansos PKH
Source image: website cnnindonesia.com

Bansos PKH juga difasilitasi oleh Kemensos yang ditujukan untuk masyarakat rentan seperti ibu hamil, lansia, balita, pelajar hingga penyandang disabilitas.

Besaran yang diberikan setiap golongan pun berbeda karena disesuaikan dengan kebutuhan penerima manfaat yaitu mulai dari Rp 900 ribu hingga Rp 3 juta per bulan.

Sama halnya dengan BNPT dan BST, kamu dapat mengecek daftar penerima di cekbansos.kemensos.go.id.

5. BLT UMKM/Banpres BPUM

Banpres BPUM
Source image: Instagram @Kemenkop UKM

Pemerintah juga memberikan bantuan kepada masyarakat khusus untuk para UKM di Indonesia melalui program BLT UMKM/Banpres BPUM.

Program bantuan untuk UKM difasilitasi oleh Kemenkop UKM dengan sasaran penerima manfaat yaitu para pelaku usaha mikro yang terkena dampak pandemi covid-19.

Besaran BLT yang disalurkan kepada UKM yaitu sebesar Rp 1,2 juta. Bantuan tersebut diharapkan dapat dipergunakan dengan maksimal oleh para UKM untuk mengembangkan bisnisnya.

Untuk mengetahui status penerima BLT, masyarakat dapat mengunjungi laman https://eform.bri.co.id/bpum yang sudah dibuka sejak 3 April 2021.

Melalui link tersebut, kamu dapat memasukkan nomor e-KTP (NIK) dengan mengisi kode verifikasi dan melanjutkan proses inquiry untuk mengetahui apakah kamu mendapat bantuan atau tidak.

Apabila tidak termasuk sebagai penerima BPUM di e-form BRI, kamu dapat melakukan pendaftaran dengan cara yang sudah dijelaskan di atas.

Ada sejumlah syarat yang harus dipenuhi para pelaku UKM untuk mendapatkan bantuan dari Pemerintah sesuai dengan Peraturan Menkop UKM Nomor 2 Tahun 2021. Yaitu:

  • Warga negara Indonesia.
  • Memiliki KTP elektronik.
  • Memiliki usaha yang dibuktikan dengan surat usulan calon penerima BPUM dari pengusul BPUM beserta lampirannya.
  • Bukan ASN, anggota Polri/TNI, juga bukan karyawan BUMN/BUMD.
  • Tidak sedang menerima Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Baca Juga: Cara Mendapatkan BLT Rp 1,2 Juta dari Pemerintah untuk UKM Indonesia!

Selain sejumlah bantuan di atas, Pemerintah juga memberikan bantuan untuk institusi pendidikan di seluruh Indonesia melalui program dana BOS.

Pemerintah melalui Kemendikbud juga akan menyalurkan dana BOS ke sekolah-sekolah sebesar Rp 52,5 triliun yang nilai satuannya tergantung dari jenjang pendidikannya.

Untuk besarannya sendiri akan dihitung berdasarkan dua metode, yakni Indeks Kemahalan Konstruksi (IKK) dari Badan Pusat Statistik dan Indeks Besaran Peserta Didik (IPD) yaitu berdasarkan jumlah peserta didik per sekolah yang terdaftar di Data Pokok Pendidikan (Dapodik).

IKK adalah indeks harga yang menggambarkan tingkat kemahalan konstruksi di Kabupaten/Kota. Jadi, semakin sulit letak geografisnya, maka semakin tinggi pula IKKnya. Dengan demikian, nilai satuan dana BOS juga akan lebih tinggi.

Berdasarkan Permendikbud Nomor 6 Tahun 2021, berikut rincian besaran dana yang dialokasikan Pemerintah ke satuan pendidikan di Indonesia:

  • Sekolah Dasar (SD), Rp 900.000 – Rp 1.960.000
  • Sekolah Menengah Pertama (SMP), Rp 1.100.000 – Rp 2.480.000
  • Sekolah Menengah Atas (SMA), Rp 1.500.000 – Rp 3.470.000
  • Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), Rp 1.600.000 – Rp 3.720.000
  • Sekolah Luar Biasa (SLB), Rp 3.500.000 – Rp 7.940.000.

Dana yang sudah dicairkan dapat langsung dipergunakan oleh sekolah untuk membeli seluruh kebutuhan pembelajaran seperti membangun sekolah, mengembangkan perpustakaan hingga meningkatkan kesejahteraan guru honorer.

Pemerintah juga memberikan kewenangan 100 persen kepada pihak sekolah dalam menggunakan dana BOS, namun harus dipergunakan untuk keperluan sekolah dan bukan untuk pribadi.

Akan tetapi dalam pelaksanaan pengadaan barang jasa, satuan pendidikan diharuskan untuk melakukan transaksi melalui marketplace yang sudah bekerjasama seperti Blibli, Blanja, INTI, Eureka, Pesona Edu dan Toko Ladang.

Hal tersebut tentu saja juga membuka peluang besar untuk para pelaku UKM di bidang pendidikan agar dapat melebarkan sayap bisnisnya dan menghasilkan keuntungan yang lebih maksimal.

Namun, agar bisnis yang kamu jalankan di SIPLah berjalan lancar pastikan kalau kamu memiliki dana yang cukup untuk memenuhi seluruh permintaan dari pembeli. Kamu dapat mengandalkan Pintek untuk mendapatkan suntikan dana.

Melalui produk invoice financing di Pintek, bisa mendapatkan pinjaman hingga Rp 2 miliar dengan bunga efektif mulai dari 1,5% hingga 2,5% tergantung dari credit score hanya dengan menjaminkan tagihan yang sedang berjalan.

Untuk mengetahui informasi lebih lanjut terkait program tersebut, kamu dapat berdiskusi dengan tim Pintek melalui TanyaPintek atau mengunjungi situs Pintek. Selain itu, kamu juga bisa langsung menghubungi tim Pintek di nomor (0853-2151-5763).