Cara daftar di LPSE untuk vendor

Sejak beberapa tahun belakangan istilah Industri 4.0 memang banyak digemakan oleh banyak orang, termasuk pemerintah yang sangat mendukung era Industri 4.0 di Indonesia. Meski begitu, masih banyak masyarakat yang belum mengetahui apa itu Industri 4.0.

Revolusi Industri 4.0 sering juga disebut dengan cyber physical system yaitu menitikberatkan otomatisasi dengan teknologi siber. Ciri utamanya adalah penggabungan informasi dan teknologi komunikasi.

Dilansir dari situs Forbes.com. Industri 4.0 membuat banyak perubahan dalam berbagai sektor menjadi lebih efektif, mudah dijangkau serta meminimalisir pemborosan. Selain itu, Industri 4.0 juga mengoptimalkan komputerisasi Industri 3.0.

Ketika komputer diperkenalkan di industri 3.0, maka itu mengganggu penambahan teknologi yang sama baru. Sekarang dan ke masa depan ketika industri 4.0 dibuka, maka komputer terhubung dan berkomunikasi satu sama yang lain.

Untuk mewujudkan Industri 4.0 di Indonesia, setiap pihak mulai berbenah untuk melakukan penyesuaian. SDM dituntut untuk memiliki keterampilan abad 21 demi bisa bersaing di lingkungan industri.

Lembaga pendidikan juga mulai menerapkan metode pembelajaran abad ke 21 untuk memantik potensi setiap peserta didik dan berhasil mencetak sumber daya manusia berstandar nasional.

Baca Juga: 6 Tips Sukses Bisnis Pendidikan di Era Industri 4.0

Cara mewujudkan Industri 4.0 di lembaga pendidikan

Cara mewujudkan Industri 4.0 di lembaga pendidikan

Lembaga pendidikan memiliki peranan besar saat memasuki era Industri 4.0 di Indonesia. Namun untuk mewujudkannya ada beberapa poin penting yang harus diterapkan oleh pihak sekolah maupun kampus. Yaitu:

1. Memberikan pelatihan untuk para pengajar

Pengajar baik guru maupun dosen tentu saja memiliki peran yang sangat penting dalam melaksanakan metode pembelajaran. Selain itu, guru juga berperan sebagai mentor yang diharapkan dapat memberikan materi pembelajaran untuk bekal masa depan siswa. 

Oleh karena itu, guru diharuskan dapat proaktif dan kreatif dalam memberikan materi pembelajaran agar siswa tidak merasa bosan saat belajar di kelas online. Dengan begitu, para siswa juga akan lebih mudah menangkap materi yang diajarkan.

Selain itu, metode belajar online atau e-learning juga mengharuskan guru untuk dapat memiliki kemampuan di bidang teknologi. Setidaknya, guru harus mengetahui cara menggunakan perangkat digital untuk mengajar.

Untuk mewujudkan pembelajaran yang efektif untuk para guru, lembaga pendidikan dapat memberikan fasilitas pelatihan dan sertifikasi guna terlaksanakan aktivitas belajar mengajar yang lebih optimal.

2. Penerapan teknologi sebagai metode pembelajaran

Industri 4.0 erat kaitannya dengan teknologi siber, oleh karena itu setiap institusi pendidikan diharuskan untuk beralih memberikan pembelajaran melalui teknologi digital.

Dalam hal ini, pihak sekolah dan pengajar harus dapat menguasai berbagai metode pembelajaran berbasis digital, seperti:

  • E-learning, yaitu metode pembelajaran yang dilakukan secara online agar siswa dapat melakukan aktivitas belajar dari jarak jauh. Melalui e-learning, para siswa tetap dapat memenuhi kebutuhan belajar meski tidak datang ke sekolah terutama di masa pandemi seperti saat ini.
  • E-library, yaitu kebutuhan akan buku atau materi belajar terus dibutuhkan oleh siswa untuk dapat menambah wawasan dan menyelesaikan tugas yang diberikan oleh guru. Oleh karena itu, sekolah dapat mendirikan e-library atau perpustakaan online dengan menyediakan berbagai e-book yang dibutuhkan oleh siswa.

Baca Juga: Apa itu E Learning, Keunggulan dan Bagaimana Cara Menerapkannya di Sekolah?

3. Mengembangkan infrastruktur sekolah

Keberhasilan program Industri 4.0 juga sangat bergantung pada berbagai aspek khususnya adalah infrastruktur sekolah seperti ruang komputer, sistem informasi sekolah dan lain sebagainya. 

Akan tetapi, masih banyak sekolah yang kesulitan memenuhi standar infrastruktur pendidikan. Misalnya, komputer yang dimiliki sekolah bisa dibilang kualitasnya masih jauh dari standar untuk dapat menunjang platform teknologi pendidikan.

Tak hanya itu, sekolah juga diharuskan untuk memiliki sistem informasi terbaik agar dapat diakses selama 24/7 oleh siswa, guru maupun orangtua. Sayangnya, masih ada sekolah yang belum memiliki website resmi atau sistem informasi sejenis.

Peran UKM pendidikan dalam mendukung Industri 4.0 di sekolah

Peran UKM pendidikan dalam mendukung Industri 4.0 di sekolah

Agar program Industri 4.0 dapat terlaksana dengan maksimal di sekolah, maka dibutuhkan peran dari UKM pendidikan untuk mensupport seluruh kebutuhan sekolah agar kegiatan belajar mengajar dapat berjalan optimal.

Disisi lain kondisi tersebut tentu saja memberikan dampak positif bagi UKM pendidikan karena mereka memiliki peluang besar untuk mendapatkan keuntungan yang jauh lebih besar sekaligus dapat mengembangkan skala bisnisnya.

Berikut beberapa tips yang dapat dilakukan oleh UKM pendidikan untuk mendukung Industri 4.0 di sekolah. Yaitu:

  1. UKM harus aktif mendekati sekolah dan jangan hanya duduk manis menunggu ada pembeli. Para pelaku usaha dapat mengunjungi sekolah-sekolah, menanyakan hal-hal yang dibutuhkan oleh sekolah, mempromosikan toko dan melakukan penawaran.
  2. UKM juga bisa menjalin kerjasama dengan berbagai pihak seperti guru, kepala sekolah maupun dinas pendidikan untuk mengetahui keperluan yang sedang dibutuhkan oleh pihak sekolah.
  3. UKM diharuskan untuk kreatif menjual berbagai produk yang dibutuhkan oleh pihak sekolah dengan tidak terpaku pada satu jenis produk saja.
  4. Memberikan pemahaman terkait penggunaan dana BOS juga wajib dilakukan oleh UKM agar pihak sekolah mau mengeluarkan dana untuk membeli kebutuhan pembelajaran. UKM dapat memberi informasi bahwa dana BOS yang diterima oleh sekolah harus dibelanjakan agar bisa mendapat dana BOS pada tahap selanjutnya.
  5. Pihak UKM juga dapat memberikan bantuan laporan dana BOS ke sekolah sekaligus membantu dalam melakukan transaksi.

Dengan melakukan beberapa tips di atas, maka pihak pelaku usaha memiliki peluang besar mendapat banyak pesanan dari pihak sekolah.

Meski begitu UKM kerap harus menghadapi kendala yang membuat usahanya tidak dapat berjalan dengan maksimal, salah satunya terbatasnya dana yang dimiliki sehingga tidak bisa memenuhi seluruh pesanan dari pihak sekolah.

Kondisi tersebut tentu saja tidak bisa dibiarkan begitu saja karena dapat berdampak buruk terhadap bisnis yang sedang kamu jalani. Oleh karena itu, Pintek memberikan solusi kepada seluruh UKM pendidikan agar dapat mengatasi permasalahan tersebut.

Baca Juga: Kenalan dengan Pintek, Fintech Legal Berizin OJK yang Berikan Solusi Pendanaan di Indonesia!

Sebagai perusahaan fintech yang sudah terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Pintek menawarkan layanan keuangan kepada seluruh vendor pendidikan di Indonesia yang membutuhkan dana.

Melalui produk PO/Invoice, kamu bisa mendapatkan pendanaan mencapai miliaran rupiah dengan hanya menjaminkan invoice dari customer yang sedang berjalan.

Tenor pengembaliannya hingga enam bulan atau mengikuti waktu jatuh tempo dengan grace period maksimal lima bulan. Bunga yang dibebankan yaitu bunga efektif mulai dari 1,5% hingga 2,5% sesuai dengan credit scoring.

Untuk mengetahui informasi lebih lanjut, kamu dapat berdiskusi dengan tim Pintek melalui TanyaPintek atau mengunjungi situs Pintek. Selain itu, kamu juga bisa langsung menghubungi Pintek di nomor 021-50884607.