Gaji UMR

Kerja di perusahaan impian dengan penghasilan tinggi tentu menjadi impian semua orang. Tapi bagaimana jika hanya dapat gaji UMR? Apakah tetap bisa punya banyak uang dan meraih kebebasan finansial?

Tentu aja bisa dong. Caranya juga terbilang sederhana yaitu dengan menabung, investasi dan bisnis kecil-kecilan. Tapi bagaimana bisa melakukan tiga hal tersebut dengan gaji pas-pasan?

Sebenarnya, berapapun penghasilan yang kamu dapatkan, kamu tetap bisa kok menyisihkan uang untuk menabung dan investasi asal dapat mengelola keuangan dengan bijak.

Pasalnya, selama ini tak sedikit orang yang menghambur-hamburkan uang untuk pengeluaran yang tidak penting seperti telalu sering nongkrong di kafe hingga belanja konsumtif yang tidak diperlukan.

Selain itu, banyak orang yang enggan berinvestasi karena harus menggelontorkan uang cukup besar untuk modal dan top up setiap bulannya, terutama buat mereka yang bergaji UMR. 

Padahal, banyak cara yang bisa dilakukan untuk mengumpulkan uang buat investasi. Salah satunya yaitu dengan menghemat dan juga menabung. Gimana caranya?

Berikut tips menghemat dan menabung untuk investasi buat kamu yang bergaji UMR.

Tips hemat untuk investasi

Tips hemat untuk investasi

Ada beberapa cara berhemat yang dapat kamu lakukan setiap hari dengan tujuan mengumpulkan uang demi investasi. Salah satu caranya yaitu dengan memangkas beberapa pos pengeluaran yang cukup menguras isi kantong. Apa saja?

Agar lebih jelas, simak contoh kasus berikut:

Indra, setiap hari mengeluarkan uang sebesar Rp 30 ribu untuk membeli makan siang dan sore. Bukan hanya itu, Indra juga selalu membeli kopi kekinian setiap hari sebesar Rp 20 ribu.

Maka disimpulkan, Indra menghabiskan uang sebesar Rp 50 ribu untuk membeli makanan dan kopi. Berarti, Indra setiap bulannya harus merogoh kantong sebesar Rp 50 ribu X 22 hari = Rp 1,1 juta. 

Untuk menghemat Indra dapat membawa bekal makanan dari rumah atau membeli makan yang lebih murah, semisal mengeluarkan uang untuk membeli makan sebesar Rp 20 ribu per hari. Sementara itu, Indra juga harus menahan diri untuk membeli kopi dua hari sekali.

Dengan menerapkan cara di atas, Indra dapat menghemat beberapa ratus ribu rupiah. Yuk kita hitung-hitung:

  • Makan per hari, Rp 20 ribu X 22 hari = Rp 440 ribu.
  • Membeli kopi, Rp 20 ribu X 11 hari = Rp 220 ribu.

Berarti, Indra hanya mengeluarkan uang sebesar Rp 440 ribu + Rp 220 ribu = Rp 660 ribu. Dengan begitu, Indra dapat menghemat uang sebesar Rp 1,1 juta – Rp 660 ribu = Rp 440 ribu.

[Baca Juga: Dompet Jebol? Ini Cara Menghemat Uang Agar Tidak Boros]

Tak hanya memangkas pengeluaran sehari-hari, kamu juga bisa melakukan tips menabung yang menyenangkan dan tidak menyiksa untuk mengumpulkan pundi-pundi rupiah. Berikut caranya:

Tips menabung yang menyenangkan

Tips menabung yang menyenangkan

Tidak sedikit orang yang kerap gagal menabung karena menjadi beban untuk menyisihkan uang dalam jumlah besar dalam setiap bulan. Padahal banyak cara menabung yang menyenangkan, salah satunya yaitu menabung tanggalan. 

Tapi sebelumnya kamu harus menyiapkan wadah untuk menampung uang kamu. Nah, menabung tanggalan maksudnya adalah kamu hanya perlu menyisihkan uang dengan jumlah yang sama dengan tanggalan. Gimana caranya?

  • Tanggal 1, Rp 1.000.
  • Tanggal 2, Rp 2.000.
  • Tanggal 3, Rp 3.000.
  • Tanggal 4, Rp 4.000.
  • Tanggal 5, Rp 5.000.
  • Lakukan seterusnya hingga tanggal 30 atau 31. 

Berapa uang yang terkumpul setiap bulan dengan menerapkan metode menabung tanggalan di atas?

Berarti di akhir bulan kamu akan mendapatkan uang sebesar Rp 496 ribu setiap tanggal 31 dan setiap tanggal 30 kamu dapat mengumpulkan uang sebesar Rp 465 ribu.

Kesimpulannya, dengan melakukan tips berhemat maka Indra dapat mengumpulkan uang sebesar Rp 440 ribu. Agar jumlah uang yang didapatkan Indra lebih besar, ia juga dapat mengikuti metode menabung tanggalan untuk menambah uang sebesar Rp 465 ribu. 

Dengan begitu, setiap bulan Indra bisa mengumpulkan uang sekitar Rp 440 ribu + Rp 465 ribu yakni Rp 905 ribu. Maka, Indra dapat mengalihkan uang tersebut ke investasi yaitu reksadana. Kenapa?  

Pasalnya, salah satu keuntungan reksadana yaitu dapat dimulai dengan modal minim, bahkan banyak perusahaan pengelola reksadana yang menawarkan investasi mulai dari puluhan ribu rupiah.

Tapi tidak perlu khawatir, meski uang yang digelontorkan kecil investasi reksadana dapat memberikan imbal hasil yang besar. Selain itu, investor juga dapat memilih jenis reksadana yang sesuai dengan faktor risiko dan tujuan investasinya.

Misalnya, kamu memiliki karakter yang konservatif atau tidak dapat menanggung risiko besar tetapi ingin menikmati hasil investasi dalam waktu yang tidak lama, kamu bisa memilih reksadana pasar uang yang memang ditujukan untuk investasi jangka pendek. 

Untuk lebih jelasnya, berikut penjelasan mengenai investasi jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang serta karakter yang cocok dengan faktor risiko kamu.

Jenis investasi yang cocok buat kamu

Jenis investasi yang cocok buat kamu

Perlu kamu ketahui kalau dalam investasi itu terdapat tiga jangka waktu yaitu jangka pendek, jangka menengah dan juga jangka panjang.

Nah, ketiga jenis jangka waktu tersebut menawarkan return dan juga yang risiko yang berbeda. Untuk pemilihan instrumennya sendiri juga harus sesuai dengan tujuan investor.

Gak usah berlama-lama lagi, yuk simak lebih lanjut mengenai ketiga jenis jangka waktu investasi tersebut.

1. Investasi jangka pendek

Investasi jangka pendek sangat cocok buat kamu yang ingin memiliki uang dalam waktu dekat, biasanya untuk beberapa bulan atau tahun saja. Gak perlu khawatir, karena investasi jangka pendek juga dapat memberikan keuntungan besar asalkan kamu mengerti cara bermainnya.

Ada beberapa instrumen investasi jangka pendek yang sangat menguntungkan, seperti peer to peer lending dan juga reksadana pasar uang serta reksadana pendapatan tetap.

Namun, untuk lebih amannya, kamu sebaiknya berinvestasi di reksadana karena dana yang kamu gelontorkan akan dikelola oleh manajer investasi yang sudah ahli dibidangnya. Jadi, gak perlu takut bangkrut deh.

Selain itu, reksadana pasar uang memang dikenal dengan pergerakannya yang stabil karena sebagian dana investasinya akan dialihkan ke deposito dan juga surat berharga yang jatuh temponya di bawah satu tahun. Sementara, reksadana pendapatan tetap akan mengalokasikan dana ke obligasi milik pemerintah dan juga swasta.

Jika menelisik lebih lanjut dengan kasus Indra, kira-kira berapa keuntungan yang ia dapatkan jika memilih reksadana pasar uang dan pendapatan tetap?

Seperti yang dilansir dari Bareksa, imbal hasil yang ditawarkan reksadana pendapatan tetap dalam waktu satu tahun yaitu sebesar 10,55 persen. Sedangkan, reksadana pasar uang sebesar 7,31 persen.

Yuk, kita hitung-hitung keuntungan yang didapatkan Indra dengan rutin berinvestasi sebesar Rp 905 ribu setiap bulannya yang jika dikalikan selama 12 bulan sebesar Rp 10.860.000.

  • Reksadana pasar uang, Rp 10.860.000 X 7,31 persen = Rp 793.866.
  • Reksadana pendapatan tetap, Rp 10.860.000 X 10,55 persen = Rp 1.145.730.

Meski sama-sama termasuk investasi jangka pendek, tapi reksadana pendapatan tetap memiliki risiko yang lebih besar ketimbang pasar uang. Jadi, gak heran kalau return yang ditawarkan juga lebih tinggi.

[Baca Juga: 5 Investasi Jangka Pendek, Hasilkan Untung Besar dalam Waktu Singkat!]

2. Investasi jangka menengah

Investasi jangka menengah dilakukan dalam kurun waktu satu hingga lima tahun. Instrumen yang tepat untuk jangka waktu tersebut itu adalah logam mulia dari sektor riil dan juga obligasi dari sektor keuangan.

Sayangnya, banyak orang yang tidak berani bermain di pasar obligasi karena risikonya yang sangat besar. Nah, salah satu instrumen yang bisa kamu pilih adalah reksadana campuran. Pasalnya, reksadana campuran akan mengalihkan dananya ke beberapa sektor seperti saham, obligasi dan juga pasar uang.

Menurut Bareksa, reksadana campuran per tiga tahun memberikan imbal hasil hingga 24,09 persen. Berapa keuntungan reksadana yang didapatkan Indra?

  • Dana investasi dalam tiga tahun: Rp 905.000 X 36 bulan = Rp 32.580.000 
  • Return: 24,09 persen

Maka, keuntungan Indra sebesar Rp 32.580.000 X 24,09 persen yaitu Rp 7.848.522.

3. Investasi jangka panjang

Investasi jangka panjang umumnya dilakukan dalam waktu di atas lima tahun. Jenis investasi ini biasanya dipilih untuk tujuan masa depan. Salah satu adalah dana pensiun.

Instrumen yang cocok untuk jenis investasi yang satu ini adalah investasi saham langsung dan juga reksadana saham yang memang dikenal dapat memberikan return besar dengan risiko yang sama besarnya.

Namun, untuk terjun ke investasi saham langsung, kamu perlu memahami betul cara bermainnya agar tidak mengalami kerugian yang bisa kekayaanmu ludes dalam sekejap. Karena itu, reksadana saham merupakan pilihan yang tepat.

Berikut perhitungan keuntungan reksadana yang didapatkan Indra jika ia memilih mengalihkan uangnya ke reksadana saham:

  • Dana investasi dalam lima tahun: Rp 905.000 X 60 bulan = Rp 54.300.000
  • Return: 60,41 persen

Maka, keuntungan Indra sebesar Rp 54.300.000 X 60,41 persen yaitu Rp 32.802.630.

Itu dia estimasi perhitungan keuntungan reksadana yang diperoleh oleh Indra dalam jangka pendek, menengah dan juga panjang. Meski dapat memberikan keuntungan besar, sayangnya masih banyak orang yang enggan berinvestasi di reksadana karena masih takut mengalami kebangkutan.

Cara menambah kekayaan

Cara menambah kekayaan

Dari keuntungan yang kamu dapatkan lewat investasi, kamu bisa menggandakan kekayaanmu dengan terjun ke bisnis. Soalnya, seperti yang diketahui kalau mayoritas miliader adalah pengusaha. Bahkan, banyak orang kaya yang merintis usahanya dari nol.

Contohnya saja Bob Sadino yang memulai usahanya dengan menawarkan telur ayam negeri dari pintu ke pintu. Bahkan, pengusaha yang dikenal dengan gaya berbusananya yang sederhana itu juga sempat bekerja sebagai kuli bangunan untuk bertahan hidup.

Usaha dan kerja kerasnya pun tidak sia-sia. Bisnis telur ayam negerinya meraih kesuksesan dan ia pun melebarkan usahanya dengan mendirikan pasar swalayan bernama Kem Chicks di tahun 1970 dan tetap eksis hingga sekarang.

[Baca Juga: Cara Kaya Agar Sukses Jadi Miliarder!]

Buat kamu yang sedang merintis bisnis dan ingin melebarkan usaha tapi terbentur masalah dana, kamu dapat mengajukan pinjaman di Pintek melalui produk invoice financing.

Kamu bisa mendapatkan pinjaman hingga miliaran rupiah dengan bunga efektif mulai dari 1,5 persen hingga 2,5 persen dan tenor pinjaman mencapai enam bulan atau mengikuti jatuh tempo invoice.

Untuk mengetahui informasi lebih lanjut mengenai program pendanaan di Pintek, kamu bisa melakukan diskusi melalui DiskusiPintek atau mengunjungi situs resmi Pintek dan hubungi Pintek melalui nomor telepon dan WhatsApp di 021-50884607.