investasi adalah

Investasi adalah salah satu cara untuk mengembangkan kekayaan yang kamu miliki tanpa perlu melakukan usaha lebih. Kenapa? Soalnya dengan terjun ke investasi, kamu hanya perlu menanamkan modal dan menunggu uang tersebut terus bertambah.

Oleh karena itu, tak heran jika banyak investor yang memiliki harta berlimpah lewat investasi. Gak usah jauh-jauh, contohnya saja Lo Kheng Hong yang disebut-sebut sebagai Warren Buffett Indonesia yang diketahui memiliki kekayaan hingga Rp 2,5 triliun.

Lo Kheng Hong mendapat keuntungan 12.500 persen selama enam tahun lewat investasi saham. Hal tersebut membuat banyak investor pemula sangat terinspirasi dengan perjalanan investasi pria berusia 62 tahun tersebut.

Diketahui tahun 2005, Lo Kheng Hong membeli saham di PT. Multibreeder Adirama Indonesia Tbk seharga Rp 250 per lot dan di tahun 2011 harga saham perusahaan tersebut mengalami kenaikan mencapai Rp 31.500 per lotnya.

Meski begitu, tak sedikit orang yang masih ragu terjun ke berinvestasi lantaran risikonya yang terbilang cukup tinggi.

Selain itu, masih banyak juga yang beranggapan kalau investasi itu hanya ditujukan untuk orang-orang yang berduit saja. Padahal banyak instrumen efek yang bisa dimulai dengan modal kecil yaitu beberapa puluh ribu rupiah saja.

Karena itulah sebelum memutuskan untuk investasi, pastikan kamu sudah menentukan tujuan investasi agar imbal hasil yang didapatkan bisa maksimal.

Baca Juga: Investor Pemula Wajib Tahu 10 Dunia Investasi ini Biar Cuan Berlimpah!

Apa itu tujuan investasi?

Apa itu tujuan investasi?

Tujuan investasi menjadi faktor penting yang harus dimiliki oleh investor sebelum memilih instrumen efek. Soalnya, pemilihan produk investasi harus berdasarkan pada tujuan dari investasi itu sendiri.

Misalnya, kamu membutuhkan dana dalam waktu dekat, maka investasi jangka pendek seperti reksadana pasar uang atau P2P lending bisa jadi pilihanmu.

Sedangkan, kalau kamu ingin memiliki tabungan masa depan, kamu bisa memilih untuk terjun ke investasi jangka panjang yang memang keuntungannya baru bisa dinikmati dalam kurun waktu di atas lima tahun.

Sayangnya, masih banyak orang yang belum mengetahui betul apa itu tujuan investasi sehingga keuntungan yang diperoleh belum sesuai keinginannya.

Tapi kamu tak perlu khawatir, karena kali ini kita akan membahas tuntas mengenai tujuan investasi, mulai dari definisi hingga menentukan instrumen yang sesuai dengan tujuan kamu.

Jenis tujuan investasi

Jenis tujuan investasi

Dari banyaknya jenis tujuan investasi, setidaknya ada dua faktor yang bisa menjadi acuan bagi investor pemula untuk menentukan tujuan investasi. Yaitu:

1. Tujuan investasi untuk keuangan pribadi

Meraup keuntungan untuk kepentingan pribadi menjadi alasan utama para investor menanamkan modal di investasi, salah satunya adalah untuk mengamankan dan menambah total kekayaan yang ia miliki.

Dengan begitu, dana yang digelontorkan investor akan bertambah sesuai dengan keuntungan yang dihasilkan oleh instrumen yang dipilih.

Untuk tujuan investasi mengamankan kekayaan, ada beberapa instrumen yang tepat seperti obligasi, deposito dan investasi emas.

2. Tujuan investasi untuk bisnis

Selain untuk kepentingan pribadi, banyak juga para investor yang terjun berinvestasi untuk keperluan bisnis. Tahukah kamu kalau ternyata banyak para pengusaha yang mendapatkan modal untuk membuka bisnis dari keuntungan investasi?

Salah satunya yaitu Reino Barack yang mendirikan usaha restoran dari keuntungannya berinvestasi di saham Apple.

Suami dari penyanyi terkenal Syahrini ini diketahui membeli saham Apple sejak usia 19 tahun di angka US$ 60 per lot dan dijual kembali saat harga saham Apple sebesar US$ 700 per lot.

Maka, Reino Barack mendapatkan keuntungan sebesar US$ 700 – US$ 60 = US$ 640 per lot.

Keuntungan tersebut lantas dialihkan untuk mendirikan restoran mewah yang hingga kini masih berjalan.

Buat kamu yang ingin mendapatkan modal usaha dari investasi, berikut tiga rekomendasi instrumen efek yang bisa kamu pilih seperti investasi saham, reksadana dan P2P Lending.

Baca Juga: Mengenal P2P Lending, Investasi Jangka Pendek dengan Return 20 Persen!

Nah berbicara tentang investasi untuk bisnis. Kamu bisa mencontek cara yang dilakukan oleh Reino Barack dengan terjun ke investasi untuk mendapatkan modal usaha.

Meski begitu, kamu tetap harus cermat memilih sektor bisnis yang menjanjikan alias bisa memberikan keuntungan besar, salah satunya dengan berbisnis di sektor pendidikan.

Menurut pengakuan para UKM pendidikan yang berhasil dihubungi oleh tim Pintek, mereka mengaku kalau bisnis pendidikan merupakan pilihan yang tepat untuk usaha karena pendidikan tidak akan ada matinya.

“Saat banyak pebisnis yang mengalami kendala di masa pandemi, bisnis saya justru semakin berkembang karena sekolah tetap membutuhkan produk atau jasa untuk mendukung pembelajaran,” ujar Yahto Dwi Husodo pemilik PT Ambali.

Lebih lanjut Yahto mengatakan kalau omsetnya mengalami peningkatan yang drastis di tahun 2020-2021 yaitu mencapai lebih dari Rp 5 miliar dan target di tahun 2022 bisa mendapatkan keuntungan di angka Rp 18 miliar hanya dengan menjual buku.

Sedangkan untuk mengembangkan skala bisnisnya, Yahto mengandalkan Pintek perihal pendanaan.

“Pintek sangat membantu masalah pembiayaan yang saya alami. Limit pinjamannya besar, proses pengajuannya mudah dan pencairannya sangat cepat. Terima kasih Pintek karena sudah mewujudkan impian saya sebagai pebisnis,” tutur pria yang akrab dipanggil Dodo.

Jadi kamu dapat mengembangkan keuntungan yang didapatkan dengan mengalihkan kekayaan yang kamu miliki dengan terjun ke sektor bisnis.

Sama halnya dengan UKM pendidikan lainnya, kamu bisa mengandalkan Pintek untuk mengembangkan bisnis kamu melalui produk Pendanaan PO/Invoice dan PO/Invoice SIPLah untuk UKM yang bermain di SIPLah, LPSE, LKPP maupun e-Katalog.

Baca Juga: LPSE Adalah Solusi Mengembangkan Bisnis UKM, Begini Panduan Lengkap Daftarnya!

UKM pendidikan berkesempatan mendapat pendanaan mulai dari Rp 50 juta hingga miliaran rupiah hanya dengan menjaminkan invoice yang sedang berjalan dari customer.

Sebagai perusahaan fintech yang sudah terdaftar dan diawasi OJK, Pintek memiliki misi mendorong pendidikan di Indonesia melalui layanan keuangan, termasuk untuk para pelaku usaha di bidang pendidikan.

Untuk mengetahui informasi lebih lanjut, kamu bisa mengunjungi situs resmi Pintek atau melakukan diskusi dengan tim Pintek melalui TanyaPintek. Kamu juga dapat menghubungi Pintek di nomor 021-50884607.