investasi jangka panjang

Investasi jangka panjang menjadi salah satu solusi tepat yang bisa kamu pilih untuk mendapatkan banyak uang dan hidup kaya raya saat tua. Terbukti, banyak miliarder yang tajir melintir karena kesabarannya menanamkan modal di instrumen jangka panjang.

Salah satunya adalah Lo Kheng Hong yang disebut-sebut sebagai Warren Buffett Indonesia. Diketahui kalau Lo Kheng Hong memiliki aset saham di pasar modal mencapai Rp 2,5 triliun.

Bahkan di tahun 2005, pria berusia 61 tahun ini membeli saham PT. Multibreeder Adirama Indonesia Tbk seharga Rp 250 dan di tahun 2011, harga saham per lot perusahaan tersebut mengalami kenaikan mencapai Rp 31.500. Dengan begitu, Lo Kheng Hong mendapat keuntungan hingga 12.500 persen. Luar biasa banget bukan?

Nah, buat kamu yang tertarik meraup banyak uang dengan investasi jangka panjang. Yuk, pahami dulu produk-produknya serta estimasi perhitungan keuntungannya di bawah ini.

Jenis Investasi jangka panjang

Ada beberapa jenis investasi jangka panjang yang bisa membuat kamu kaya raya di masa tua. Apa saja? Berikut di antaranya:

1. Investasi emas

Banyak orang yang setia berinvestasi di emas karena selain harganya naik setiap tahun, investasi emas juga dikenal minim risiko. Kenapa? Soalnya emas menjadi salah satu instrumen investasi yang tidak tergerus inflasi. Oleh karena itu emas sangat cocok untuk investasi jangka panjang.

Meskipun keuntungan investasi emas tidak terlalu besar, namun jika kamu memiliki jumlah emas yang banyak dan didiamkan selama beberapa tahun, maka keuntungan yang kamu dapatkan akan sangat menggiurkan. 

Berikut estimasi keuntungan investasi emas:

Budi setiap bulan menyisihkan penghasilannya untuk membeli logam mulia seberat 1 gram. Diketahui harga emas pada saat itu berada di angka Rp 650 ribu. Waktu berselang Budi sudah mengumpulkan emas batangan selama enam tahun dan mendapatkan 72 gram logam mulia.

Disimpulkan, Budi mengeluarkan uang sebesar Rp 750 ribu dengan estimasi akumulasi kenaikan harga emas setiap tahun. Maka, jumlah uang yang dikeluarkan Budi sebesar Rp 750 ribu X 72 gram = Rp 54 juta. 

Saat ini harga emas sudah mencapai angka Rp 998 ribu. Jika Budi menjual seluruh emas batangan yang dimiliki, maka Budi akan memperoleh keuntungan sebesar Rp 998 ribu X 72 gram = Rp 71.856.000.

Berarti keuntungan bersih yang didapatkan Budi dengan berinvestasi emas selama enam tahun yaitu sebesar Rp 71.856.000 – Rp 54.000.000 = Rp 17.856.000.

2. Investasi properti

Sama halnya dengan emas, harga tanah dan bangunan per tahunnya juga mengalami kenaikan tak heran jika banyak investor yang mencoba peruntungannya dengan berinvestasi di bidang properti. Soalnya, instrumen ini terbukti dapat memberikan keuntungan yang tinggi di masa depan. 

Akan tetapi investasi properti membutuhkan modal yang cukup besar. Tak hanya itu kamu juga perlu mempertimbangkan pemilihan lokasi. Karena lokasi yang tepat juga akan mempengaruhi nilai jual dari investasi kamu.

3. Obligasi negara

Obligasi negara menjadi salah satu pilihan investasi jangka panjang yang tepat. Soalnya dengan membeli obligasi maka negara memiliki utang ke kamu. Maksudnya, negara sebagai debitur atau pengutang meminjam dana dari kamu dan nantinya kamu akan menerima uang pinjaman kembali beserta bunganya.

Jadi, cara kerja obligasi negara dengan memberikan kupon dan kupon tersebut bisa dibilang sebagai bunga yang nantinya bisa kamu cairkan.

4. Investasi saham blue chip

Investasi saham memang memiliki risiko yang besar. Namun keuntungan yang didapatkan juga besar tapi kamu tak perlu khawatir karena ada jenis saham yang menawarkan risiko yang rendah yakni saham blue chip

Saham blue chip yaitu jenis saham yang dikeluarkan oleh perusahaan yang sudah stabil atau berkembang pesat, salah satunya adalah Bank BCA. Selain itu keuntungan saham blue chip yaitu lebih mudah dijual ketimbang saham-saham lainnya seperti saham lapis dua atau lapis tiga. Makanya tidak heran kalau saham blue chip menjadi incaran para investor.

5. Reksadana saham

Ada empat jenis reksadana yang digemari oleh banyak investor salah satunya adalah reksadana saham. Karena selain dapat menghasilkan return yang besar reksadana saham memiliki risiko lebih kecil dibanding dengan investasi saham langsung. 

Menariknya lagi, reksadana saham  akan dibantu oleh manajer investasi. Maksudnya yaitu pihak MI akan memilih produk saham terbaik, mereka juga akan mengelola dana yang kamu gelontorkan. 

Kunci kesuksesan investasi jangka panjang 

Meski investasi jangka panjang menawarkan keuntungan yang sangat menggiurkan, tapi kamu tetap harus memiliki strategi jitu agar investasi kamu dapat memberikan imbal hasil yang maksimal sehingga tujuan investasi kamu dapat terwujud. 

Nah, ada beberapa strategi yang harus kamu lakukan yaitu sabar dan konsisten.

Investasi jangka panjang memang membutuhkan kesabaran ekstra untuk menghasilkan keuntungan yang besar. Soalnya kalau kamu tidak sabar, bisa-bisa kamu berhenti investasi tengah jalan. Hal tersebut justru akan membuat kamu mengalami kerugian besar.

Konsistensi juga sangat dibutuhkan untuk mencapai keberhasilan investasi jangka panjang.

Saat kamu sudah memutuskan untuk berinvestasi jangka panjang maka kamu sudah harus menyiapkan dana setiap bulannya selama minimal lima tahun untuk dialokasikan ke instrumen yang kamu pilih.

Tujuannya adalah agar kamu mendapatkan keuntungan maksimal yang sesuai dengan keinginan kamu.

Tak hanya itu, kamu juga dapat menambah kekayaan kamu dengan terjun ke bisnis sembari menunggu return dari investasi.  Jika kamu kekurangan dana untuk mengembangkan bisnis, kamu dapat mengajukan permohonan pendanaan di perusahaan finansial teknologi.

Akan tetapi, pentingnya kamu memilih fintech yang terpercaya dan dapat menjamin keamanan data serta transaksi kamu yaitu harus sudah memiliki izin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Nah, kamu dapat mengajukan pinjaman di Pintek yaitu perusahaan yang menawarkan layanan keuangan untuk para pelaku bisnis di bidang pendidikan agar dapat mengembangkan bisnisnya.

Pintek juga sudah terdaftar di OJK dan AFPI. Bahkan, Pintek juga telah menerapkan standar kebijakan privasi berdasarkan sertifikasi ISO 27001:2013 yang akan menjamin data dan informasi peminjam. Dengan begitu, segala bentuk transaksi di Pintek akan terjamin keamanannya.

Apa saja produk pinjaman di Pintek?

Pintek memiliki dua jenis pinjaman yang dapat kamu pilih sesuai kebutuhan. Yaitu:

1. Pinjaman Modal Kerja

Pinjaman Modal Kerja adalah pinjaman yang digunakan untuk memperbaiki maupun mengembangkan fasilitas pendidikan seperti renovasi ruang kelas dan perpustakaan, membangun area olahraga dan lainnya.

Kamu bisa mendapatkan pinjaman mencapai miliaran rupiah dan dapat mencicil pembayaran hingga 24 bulan. Kamu juga akan dikenakan bunga flat dari 0,9 persen hingga 2 persen yang ditentukan berdasarkan credit scoring.

2. Pendanaan PO

Pendanaan PO atau invoice financing adalah pendanaan dengan menjaminkan tagihan atau invoice yang sedang berjalan dari customer yang digunakan untuk memenuhi seluruh permintaan seperti pengadaan laptop, alat tulis dan lain sebagainya.

Kamu berkesempatan mendapat pinjaman maksimal 80 persen dari tagihan atau mulai dari Rp50 juta hingga miliaran rupiah dengan bunga efektif mulai dari 1,5 persen hingga 2,5 persen dan tenor pinjaman mencapai enam bulan atau mengikuti jatuh tempo invoice.

Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai pinjaman working capital loan dan invoice financing di Pintek, kamu dapat langsung mengunjungi situs resmi Pintek atau hubungi Pintek melalui email di customercare@pintek.id atau nomor telepon dan WhatsApp di 021-50884607.

Bagikan artikel ini apabila bermanfaat