Tips sukses investasi

Investasi jangka pendek menjadi salah satu pilihan tepat buat kamu yang ingin mendapatkan uang tambahan dalam waktu singkat. Umumnya, jenis investasi yang satu ini memang ditujukan untuk mereka yang membutuhkan dana di beberapa tahun mendatang.

Investasi jangka pendek yaitu berinvestasi dalam waktu singkat tapi dengan minimal satu tahun. Secara umum, investasi adalah kegiatan menempatkan dana pada satu atau lebih dari instrumen untuk mendapat keuntungan.

Untuk jenis instrumennya itu sendiri bisa dibilang sama, tapi yang membedakan adalah tujuan dari investasi.

[Baca Juga: Jenis Investasi Modal Kecil Untung Besar Cocok untuk Ibu Rumah Tangga!]

Jika kamu membutuhkan dana tambahan dalam waktu singkat, kamu bisa memilih investasi jangka pendek. Sedangkan kalau tujuan investasi kamu adalah untuk masa tua, investasi jangka panjang merupakan pilihan yang tepat.

Jadi disimpulkan, jika tujuan investasinya berbeda, pemilihan jangka waktu investasi juga berbeda.

Jenis investasi jangka pendek

jenis investasi jangka pendek

Ada beberapa jenis investasi jangka pendek yang bisa menjadi pilihan kamu untuk meraup banyak pundi-pundi rupiah. Apa saja? Berikut lima di antaranya:

1. Reksadana 

Reksadana adalah salah satu jenis instrumen investasi yang banyak dipilih orang karena dapat memberikan return besar dan risiko kecil. Selain itu investasi reksadana dikelola langsung oleh manajer investasi yang sudah ahli dibidangnya.

Dengan begitu, investor tidak perlu memantau pergerakan pasar setiap saat. Jadi, mereka hanya perlu duduk manis di rumah dan menunggu kekayaannya semakin bertambah. Asik kan?

2. Deposito

Deposito adalah salah satu produk perbankan yang juga bisa dijadikan sebagai sarana investasi. Ciri khas dari deposito yaitu memiliki jangka waktu dan bunga yang mudah ditentukan sejak awal.

Selain itu, deposito juga memiliki persyaratan dan ketentuan lainnya salah satunya yakni adanya minimum dana yang harus disetorkan dan akan dikenakan penalti jika melakukan penarikan dana sebelum jatuh tempo.

3. Tabungan Berjangka

Tabungan berjangka adalah sama halnya dengan deposito, tabungan berjangka juga menjadi salah satu produk perbankan yang banyak dipilih orang terutama untuk mereka yang tidak bisa menabung. 

Soalnya, tabungan berjangka memiliki fitur autodebet yang akan menarik dana secara otomatis dari rekening tabungan utama dengan jumlah dan waktu yang sudah disepakati antara nasabah dengan pihak bank.

4. P2P Lending

P2P lending merupakan sebuah platform investasi yang dapat mempertemukan pihak yang membutuhkan pinjaman dana dengan orang yang ingin meminjamkan dana.

Salah satu kelebihan investasi P2P lending yaitu dapat menghasilkan keuntungan yang cukup besar, bahkan bisa lebih dari 20 persen per tahun.

5. Surat Utang Negara

Surat utang negara yang diterbitkan pemerintah sesuai undang-undang. Surat Utang Negara (SUN) juga menjadi surat pengakuan utang yang pembayaran bunga dan pokoknya dijamin oleh negara sesuai dengan masa berlakunya.

SUN, menawarkan dua transaksi pasar yaitu Pasar Perdana dan Pasar Sekunder. Pasar Perdana adalah kegiatan penawaran dan penjualan SUN untuk pertama kali. Pasar Sekunder adalah kegiatan perdagangan SUN yang telah dijual di Pasar Perdana.  

[Baca Juga: Cara Investasi untuk Pemula, Rekomendasi dan Simulasi Keuntungannya!]

Perhitungan keuntungan investasi jangka pendek

Perhitungan keuntungan investasi jangka pendek

Berikut perhitungan keuntungan investasi jangka pendek berdasarkan jenis instrumennya. Untuk lebih jelasnya, akan diberikan contoh kasus.

Bagus memiliki penghasilan setiap bulan sebesar Rp 8 juta. Jika mengikuti teori 50/20/30, maka Bagus disarankan untuk mengalihkan dana sebesar Rp 1,6 juta setiap bulannya untuk investasi dan tabungan. Berarti, Bagus memiliki jumlah dana investasi sebesar Rp 1,6 juta X 12 bulan yaitu Rp 19,2 juta.

Lalu, berapa keuntungan yang didapatkan Bagus jika ia memilih investasi jangka pendek sesuai dengan jenis instrumennya?

Berikut penjelasannya:

1. Reksadana

Reksadana pasar uang termasuk ke dalam instrumen investasi jangka pendek karena dana kelolaannya dialihkan ke deposito dan surat berharga dengan jatuh tempo di bawah satu tahun.

Seperti yang dilansir dari Bareksa kinerja reksadana pasar uang dalam kurun satu tahun terakhir mencapai 7,21 persen yang dikelola oleh Capital Money Market Fund. Maka, keuntungan yang didapatkan oleh Bagus sebesar Rp 19,2 juta X 7,21 persen yaitu Rp 1,4 juta dalam waktu satu tahun. 

2. Deposito

Deposito memiliki jangka waktu, mulai dari satu hingga 36 bulan dan menawarkan suku bunga flat di angka 5,4 persen menurut Bank Indonesia.

Berarti, keuntungan yang diperoleh Bagus jika ia memilih deposito yaitu sebesar Rp 19,2 juta X 5,4 persen yakni Rp 1,04 juta per tahun.

3. Tabungan Berjangka

Sama halnya dengan deposito, tabungan berjangka juga memiliki jangka waktu mulai dari 12 bulan hingga 240 bulan. Untuk suku bunga yang ditawarkan rata-rata diangkat 4 persen.

Jadi, uang yang dimiliki Bagus jika mengalihkan dananya ke deposito yaitu sebesar Rp 19,2 juta X 4 persen yakni Rp 768 ribu.

4. P2P Lending

Investasi P2P Lending juga menawarkan jangka waktu satu sampai 12 bulan dengan suku bunga hingga 20 persen per tahun. Namun, risiko P2P Lending terbilang cukup besar karena bergantung terhadap bisnis yang dikelola oleh peminjam dana.

Dengan modal Rp 19,2 juta, Bagus bisa mendapatkan keuntungan hingga Rp 19,2 juta X 20 persen yaitu sebesar Rp 3,84 juta.

5. Surat Utang Negara

Seperti yang dilansir oleh situs kemenkeu.co.id mengeluarkan obligasi tabungan ST006 dengan imbalan mengambang sebesar 6,75 persen yang juga dikenakan potongan pajak sebesar 15 persen. 

Maka, keuntungan yang dikantongi Bagus sebesar Rp 19,2 juta X 6,75 persen yaitu sebesar Rp 1, 296 juta. Keuntungan tersebut belum dikurangi dengan pajak 15 persen. Dengan begitu keuntungan bersih yang diperoleh Bagus sebesar Rp 1,296 juta – 15 persen yaitu Rp 1,1 juta.

Memaksimalkan keuntungan investasi

Memaksimalkan keuntungan investasi

Investasi tanpa praktek tentu saja nihil hasilnya. Namun, sebelum terjun berinvestasi kamu harus memahami betul cara kerja instrumen investasi yang kamu pilih agar tidak zonk alias rugi besar yang bikin uang kamu ludes dalam sekejap.

Oleh karena itu, kamu perlu memiliki pengetahuan yang mendalam agar investasi kamu dapat berjalan optimal. Salah satunya yaitu dengan mengikuti pendidikan melalui kursus online tentang investasi yang kini sudah banyak diselenggarakan.

Dengan begitu, kamu bisa mengetahui apa saja instrumen efek yang cocok buat kamu dan pundi-pundi rupiah siap mengalir deras ke rekeningmu.

Sayangnya tak sedikit yang menjadikan dana sebagai alasan yang membuat mereka urung belajar investasi dari para ahli langsung.

Tapi kini kamu tak perlu khawatir karena masalah biaya dapat dibantu oleh Pintek. Kamu dapat nyaman kursus online tanpa harus mengeluarkan biaya besar di awal. Soalnya, dengan Pintek kamu dapat membayar biaya pendidikan dengan cicilan.

Pintek adalah perusahaan di bidang finansial teknologi yang menawarkan layanan keuangan untuk mendukung transformasi pendidikan di Indonesia.

Pintek akan memfasilitasi seluruh kebutuhan pendidikan masyarakat mulai dari biaya masuk sekolah atau kuliah, bayar SPP, bayar uang semester kuliah, kursus, daftar di LPK dan lain sebagainya.

[Baca Juga: LPK, Solusi Mendapatkan Gaji Besar dan Kerja di Luar Negeri!]

Pintek memiliki dua program pendanaan yang ditujukan untuk biaya pendidikan yaitu Pintek Student yang terbagi menjadi dua kategori yakni:

  • Pintek Regular adalah pendanaan untuk uang pangkal, uang semester, kursus, bimbel, pelatihan dan lainnya.
  • Pintek Pro adalah pendanaan untuk biaya pelatihan atau belajar lainnya dengan jaminan kerja, seperti keperawatan, perhotelan, programming dan lainnya.

Kamu bisa mendapatkan pinjaman maksimal hingga Rp 300 juta dengan tenor mulai dari 3 bulan hingga 24 bulan dengan bunga yang sangat kompetitif yakni maksimal 2,5%.

Untuk mengetahui informasi lebih lengkap, kamu bisa mengunjungi situs resmi Pintek atau atau menghubungi customer service via telepon dan WhatsApp di nomor 021-50884607 atau melalui email di customercare@pintek.id

Bagikan artikel ini apabila bermanfaat