Apa itu investasi

Investasi adalah salah satu hal yang selalu dianjurkan pada pengelolaan keuangan pribadi atau keluarga. Sebelum Pinters memutuskan berinvestasi, ada baiknya ketahui dulu jenis investasi yang cocok untuk kamu pilih.

Siapa bilang berinvestasi hanya bisa dilakukan oleh orang yang tajir melintir. Sekarang sudah ada banyak platform investasi yang bisa memfasilitasi investasi mulai dari nominal kecil.

Semua orang tentu ingin hidup lebih sejahtera. Ada banyak cita-cita di masa depan yang membutuhkan dukungan finansial besar supaya bisa diwujudkan. Investasi adalah metode tepat yang bisa kamu lakukan.

Berikut ini adalah daftar instrumen investasi yang cukup populer di Indonesia. 

1. Reksadana

Apakah kamu masih awam dengan dunia investasi? Apakah kamu tertarik berinvestasi tapi masih memiliki pengetahuan investasi yang terbatas? 

Jika iya, reksa dana adalah instrumen investasi yang paling cocok untuk kamu pilih.

Reksadana adalah sebuah instrumen investasi yang dikelola oleh seorang Manajer Investasi untuk diinvestasikan pada suatu Portofolio Efek.

Kamu hanya perlu menempatkan uang pada Reksadana, setelah itu biarkan Manajer Investasi yang mengurus seluruh tetek bengek perinvestasiannya.

Reksadana terbagi dalam 3 jenis yaitu:

  • Reksadana Pasar Uang yang minim resiko, tapi returnnya kecil. Cocok untuk pemula yang sedang belajar berinvestasi.
  • Reksadana Saham dengan return dan resikonya tinggi. 
  • Reksadana Campuran yang merupakan kombinasi dari beberapa instrumen seperti pasar uang, saham dan juga obligasi.

2. Trading Forex

Ini adalah salah satu jenis investasi yang cukup banyak digandrungi anak-anak muda. Instrumen investasi ini bisa memberi return besar, tapi cukup beresiko.

Trading Forex adalah instrumen investasi di pasar jual beli valuta asing atau mata uang asing.

Jika kamu ingin berinvestasi pada instrumen ini, kamu harus memperlengkapi diri dengan sejumlah pengetahuan dan skill supaya bisa menerapkan strategi dengan tepat.

3. P2P (Peer to Peer) Lending

Ini adalah salah satu alternatif investasi yang muncul akibat dunia digital yang semakin berkembang.

Sistem P2P menjembatani antara investor dan pencari dana atau borrower melalui suatu platform online.

Di platform P2P tersebut, borrower akan mempromosikan diri dengan menampilkan data usaha untuk menarik investor. 

Para investor bisa memilih ingin menginvestasikan uangnya ke borrower mana, mengacu pada profil risiko dan hasil return.

4. Emas & Logam Mulia

Sejak lama, emas sudah menjadi instrumen investasi yang cukup diandalkan. Orang-orang tua banyak yang lebih tertarik memilih instrumen investasi ini karena fisiknya jelas dan harganya relatif stabil.

Saat ini investasi emas dan logam mulia sudah mengalami perkembangan. Kamu bisa berinvestasi secara online.

Transaksi jual beli emas lebih efektif karena bisa dilakukan melalui platform aplikasi. Penyimpanan emas juga akan dilakukan oleh tempatmu berinvestasi, jadi resiko kehilangan 0.  

Salah satu platform yang bisa digunakan untuk investasi emas dan logam mulia diantaranya Pegadaian Digital Service, Tokopedia Emas, BukaEmas, Brankas LM Antam, dll.

5. Properti

Selain emas dan logam mulia, investasi properti juga cukup diminati oleh kalangan orang tua. 

Jenis properti yang bisa dijadikan investasi misalnya tanah, rumah, villa, maupun apartemen. Keuntungannya bisa didapatkan dari peningkatan harga properti atau dari biaya sewa properti.

6. Deposito 

Orang-orang yang serius ingin berinvestasi jarang sekali memilih instrumen ini. Keuntungan investasi Deposito berasal dari suku bunga tabungan yang dianggap terlalu kecil. 

Deposito lebih banyak dipilih oleh pemula atau orang-orang yang ingin berinvestasi pada instrumen yang profil risikonya rendah.

Deposito pada dasarnya adalah tabungan di bank. Perbedaan Deposito dengan tabungan biasa adalah jangka waktu pengambilan. 

Tabungan biasa bisa diambil kapan saja, sedangkan dana pada simpanan Deposito hanya bisa diambil pada jangka waktu tertentu misalnya 6 bulan, 12 bulan atau 24 bulan. 

Semakin panjang jangka waktu pengambilan Deposito, semakin besar keuntungan yang didapatkan.

Baca Juga : Waspada! Ini 6 Ciri Investasi Bodong, Jangan Sampai Tertipu

7. Obligasi

Bisa jadi, obligasi merupakan produk investasi yang terdengar paling asing.

Obligasi adalah surat pernyataan hutang yang dikeluarkan oleh pihak tertentu seperti perusahaan, pemerintah pusat, maupun pemerintah daerah. 

Pihak yang mengeluarkan Obligasi berkewajiban membayar bunga dan pokok pinjaman pada periode waktu yang sudah ditetapkan.

Bunga pada investasi Obligasi diberikan pada investor berupa kupon yang bisa diuangkan.

Investasi ini cukup aman, terlebih lagi jika kamu memilih Obligasi pemerintah. 

8. Saham

Saham merupakan instrumen investasi yang potensial, menjanjikan keuntungan besar, tapi resikonya sangatlah tinggi. 

Saham adalah suatu surat berharga yang menunjukan bukti kepemilikan dari suatu perusahaan.

Saat kamu membeli saham suatu perusahaan, dengan kata lain kamu juga turut memiliki perusahaan tersebut.

Return investasi atau keuntungan dari investasi saham berasal dari dividen atau pembagian laba perusahaan dan juga pertumbuhan dari nilai saham. 

Sebagai catatan, tidak semua perusahaan membagikan dividen. Jika kamu membeli saham di perusahaan yang demikian, keuntungan yang kamu dapatkan murni dari pertumbuhan nilai saham.

Supaya bisa berinvestasi dengan baik, kamu perlu membekali diri dengan sejumlah pengetahuan dan skill. Jika kamu serius ingin mendalami dunia investasi, kamu bisa mengambil kursus online.

Saat ini ada banyak kursus online dengan tema investasi. Dengan ikut kursus, kamu akan lebih siap berinvestasi.

Ikut kursus online memang membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Apalagi jika kamu ingin masuk tempat kursus yang berkompeten. 

Tidak usah khawatir, masalah biaya bukan lagi kendala. Pintek adalah fintech yang menyediakan pinjaman online khusus pembiayaan pendidikan. Program pinjaman dari Pintek yang mudah dan berbunga ringan bisa kamu manfaatkan.

Kamu bisa mendaftar di lembaga kursus tertentu, kemudian bisa mengajukan pinjaman dana pada Pintek secara online untuk membayar biaya kursus tersebut. 

Jika kamu lolos penilaian kredit, dana akan langsung dikirim ke rekening lembaga kursus. Pelunasannya bisa kamu lakukan dengan cara dicicil melalui Pintek.

Kini kamu sudah mengetahui jenis investasi yang populer dan menguntungkan. Saatnya kamu mengambil pendidikan tambahan supaya bisa berinvestasi dengan baik. Dengan pendidikan tambahan, kamu akan lebih paham tentang seluk beluk investasi dan bisa melakukan langkah dengan tepat.