Life

7 Karakteristik Generasi Millenial sebagai Mahasiswa

Generasi millenial adalah generasi Y yang lahir pada rentang tahun 1980 hingga 1995. Karakteristik generasi millenial ini tentu saja berbeda dengan generasi sebelumnya (gen x) dan generasi sesudahnya (gen z).

Rentang usia generasi millenial di tahun 2020 diperkirakan rata-rata 25 hingga 40 tahun. Apakah Pinters termasuk rentang usia ini? Perhatikan karakteristik khususnya.

Secara umum generasi millenial ini hidup di era teknologi. Walaupun belum sedekat generasi Z, tetapi umumnya anak millenial sudah cukup aman dari risiko kata gaptek.

Di satu sisi, tren, selera dan skill yang dibutuhkan pun sudah berbeda, sesuai dengan kebutuhan perkembangan zaman. Jika menjadi mahasiswa misalnya, karakteristiknya pun cukup khas dengan kebutuhan skill khusus.

Karakteristik Generasi Millennial, Apa Saja?

generasi milenial

Tahukah kamu Pinters, berbeda dengan generasi sebelumnya, kehidupan generasi millenial tampak lebih fleksibel dan identik dengan teknologi. Secara khusus karakternya sebagai berikut:

1. Lebih Menyukai Entrepreneur

IDN Research Institute dan Alvara Research Center melakukan survey tentang minat generasi millenial untuk melakukan wirausaha. Hasilnya, tujuh dari sepuluh milenial memilih berbisnis dibandingkan bekerja pada orang lain.

Hal ini juga terlihat pada mereka yang masih berstatus mahasiswa saat ini. Kecenderungan untuk membangun usaha sendiri tampak lebih dominan dibandingkan kerja dengan pihak lain.

Penelitian serupa yang dilakukan oleh Sea Group terhadap 14 ribu responden millenial menunjukkan hasil senada.
Sebanyak 24 persen mengaku ingin punya bisnis sendiri, 16,5 persen mengatakan ingin melanjutkan bisnis keluarga, 3,2 persen ingin bekerja di startup, dan sebanyak 17 persen ingin bekerja pada pemerintah.

2. Lebih Dekat dengan Sosial Media

Boston Consulting Group (BCG) bekerjasama dengan University of Berkley tahun 2011 di Amerika Serikat menyebutkan beberapa kriteria generasi millenial yang ada di negara tersebut.

Salah satunya adalah generasi millenial menjadikan sosial media sebagai sarana informasi dan komunikasi.

Kecenderungan membaca secara konvensional menurun dan beralih ke platform digital sebagai sumber bacaan. Selain itu, generasi ini juga lebih memilih ponsel mereka dibanding televisi.

Tren ini juga terlihat di kalangan mahasiswa millenial. Sosial media menjadi pusat informasi dan komunikasi yang sangat kuat, mendukung aktivitas kuliah dan kehidupan sehari-hari.

3. Kreatif, Inovatif dan Informatif

Youth Lab sebagai salah satu lembaga studi tentang anak muda di Indonesia melakukan riset terhadap generasi millenial yang ada di kota-kota besar di Indonesia yakni Medan, Malang, Bandung, Jakarta, dan Makassar.

Hasilnya menunjukkan generasi millenial memiliki karakter yang lebih kreatif, inovatif dan informatif. Kalangan mahasiswa dalam rentang usia milenial saat ini juga memiliki karakter yang serupa.

Cara belajar yang lebih kreatif, inovatif dan informatif dibutuhkan untuk menjawab kebutuhan karakter tersebut. Aktivitas kerja dan kegiatannya juga memiliki ciri yang serupa.

4. Lebih Menghargai Passion Dibanding Gaji

Buat kamu yang berusia millenial dan berada pada status mahasiswa tentunya sangat setuju dengan hal ini. Anak milenial lebih senang bekerja di bidang yang menjadi passionnya.

Tak masalah gaji yang diperoleh mungkin lebih kecil asalkan bakat dan passion yang mereka miliki benar-benar bisa terimplementasi.

Pernyataan ini juga diungkapkan oleh Mohamad Ario Adimas selaku Division Head Integrated Marketing & Communication dari Indosat bahwa imbalan yang besar bukan semata-mata tujuan bekerja dari generasi ini. Melainkan bagaimana kreativitas dan passion yang mereka miliki bisa tersalurkan dan mendapatkan apresiasi yang layak.

5. Lebih Mengutamakan Pengembangan Diri

Penelitian yang dilakukan oleh Aalto University School Of Business menyebutkan bahwa pengembangan diri yang dilakukan secara personal dan profesional merupakan hal yang sangat penting untuk dilakukan.

Itulah sebabnya anak millenial menyukai kelas-kelas online karena lebih memberikan porsi untuk pengembangan diri secara personal dan profesional.

Hal ini juga menjadi karakter mahasiswa millenial. Trend belajar online maupun tutorial yang lebih memberi kesempatan diri belajar mandiri, mengembangkan potensi secara pribadi terlihat menjadi hal yang lebih menarik untuk dilakukan.

Hanya saja yang menjadi kelemahannya adalah pada kondisi ini tingkat fokus generasi ini akan sulit diarahkan.

6. Menyukai Pekerjaan Freelance

Generasi millenial dalam bekerja lebih menyukai sesuatu yang bersifat fleksibel, tidak statis dan berusaha mencari hal-hal yang lebih produktif.

Hal yang membuktikan hal ini adalah kecenderungan generasi tersebut yang lebih menyukai pekerjaan freelance yang fleksibel, dan bahkan cenderung suka berpindah-pindah pekerjaan.

Lembaga survey Deloitte menyebutkan sebanyak 43 persen pekerja milenial sudah berencana meninggalkan pekerjaan mereka dalam rentang waktu dua tahun ke depan.

Bagi perusahaan atau lembaga tempat bekerja disarankan untuk memberikan fasilitas yang prestisius pada generasi ini agar membuat mereka lebih betah bekerja.

Misalnya fasilitas gym, internet gratis, makan siang, tugas di luar kota dan sebagainya. Cara ini akan membuat generasi millenial tertarik mempertahankan pekerjaannya.

7. Memiliki Daya Saing Tinggi

Dalam hal kompetensi dan pengetahuan, generasi millenial memiliki daya saing yang lebih tinggi.

Riset yang dilakukan Canadian Center of Science and Education menunjukkan generasi ini memiliki keinginan yang tinggi untuk belajar memperbanyak prestasi dan pengetahuan yang mereka butuhkan.

Bagi mahasiswa juga demikian, semangat belajar dan meningkatkan skill cukup tinggi.

Apakah Pinters termasuk yang ingin meningkatkan pengetahuan dan pendidikan tetapi terhambat masalah biaya?

Jangan khawatir, Pintek menawarkan solusi terbaik bagi Anda. Sebagai lembaga pinjaman dana pendidikan, Pintek memiliki produk pinjaman yang dibutuhkan mahasiswa millenial untuk meningkatkan pengetahuan di bidang pendidikan.

Pintek mendukung pertumbuhan kualitas dan kapasitas pendidikan generasi millenial Indonesia sebagai persiapan bonus demografi Indonesia di tahun 2045.

Karakteristik generasi millenial yang istimewa harus didukung dengan kualitas pendidikan yang sesuai. Pintek siap membantu dan mewujudkannya.

Artikel Terkait

Back to top button