kebutuhan rumah tangga

Masalah gaji kecil sering memusingkan Parent Pinters tentunya. Kebutuhan primer rumah tangga, pendidikan anak dan biaya hidup tak terduga membutuhkan alokasi pembiayaan yang kadang-kadang melebihi jumlah penghasilan.

Lalu bagaimana cara mengatur kebutuhan rumah tangga jika jumlah gaji bulanan kecil?

Ada yang mengatakan besar kecilnya penghasilan itu relatif, sebab faktor paling penting adalah manajemen. Ada orang yang gajinya Rp 10 juta per bulan, tetapi selalu merasa kekurangan, sedangkan yang hanya berpenghasilan Rp 5 juta merasa nyaman dan cukup.

Pengaturan atau seni manajemen keuangan terhadap kebutuhan rumah tangga memang sangat penting dikelola.

Pentingnya Mengatur Kebutuhan Rumah Tangga

cara mengatur keuangan

Pola pengaturan keuangan yang buruk dalam kehidupan rumah tangga akan menyebabkan pengeluaran tidak terkontrol, bahkan bisa jadi tidak terlacak.

Akibatnya kadang uang habis sebelum waktunya, tunggakan hutang meningkat dan bisa jadi terbuka hutang-hutang baru karena tidak ada pengaturan jumlah pengeluaran yang terencana.

Ada beberapa alasan mengapa penting bagi Parent Pinters melacak pengeluaran rumah tangga, mengaturnya sehingga lebih efisien:

1. Agar Kebutuhan yang Utama Terpenuhi Lebih Dulu

Kemana saja uang terpakai selama bulan ini? Apakah sudah sesuai dengan pos-pos penting yang dibutuhkan? Kebutuhan pokok harus dipenuhi lebih dulu dibanding kebutuhan sekunder.

Biaya pendidikan anak, kebutuhan makan harian, tagihan, dan sebagainya adalah kebutuhan utama yang harus diutamakan pemenuhannya lebih dulu.

2. Agar Jumlah Penghasilan Bisa Menutupi Kebutuhan Secara Maksimal

Bila Parent Pinter memiliki sumber penghasilan dengan jumlah yang kecil sementara kebutuhan dirasa banyak, maka petakan dengan benar semua kebutuhan dari yang paling penting hingga yang sifatnya hanya keinginan.

Cara ini membantu agar jumlah penghasilan yang ada bisa mencukupi semua kebutuhan terutama kebutuhan yang wajib sehari-hari.

3. Menjadi Evaluasi Keuangan Rumah Tangga

Melacak apa saja pengeluaran yang dilakukan bulan ini atau bulan-bulan sebelumnya adalah salah satu cara untuk melakukan evaluasi keuangan rumah tangga.

Melihat hal ini akan bisa membuat Parent Pinters membuat kebijakan keuangan yang lebih baik. Melibatkan antara istri dan suami serta kaitannya dengan anak-anak. Mengatur pola keuangan yang benar sehingga lebih efisien dan mencukupi.

4. Peluang Menemukan Sumber Penghasilan yang Baru

Setelah Parent Pinters melacak semua pengeluaran yang dilakukan selama ini dan ternyata memang semuanya adalah kebutuhan yang harus dibayarkan. Artinya sumber penghasilan keluarga memang butuh tambahan.

Baik suami maupun istri bisa berperan untuk mencari sumber penghasilan tambahan dengan cara kreatif sehingga bisa membantu mencukupi pengeluaran yang cukup besar.

Kebijakan seperti ini perlu segera diambil sebelum setiap bulan keuangan mengalami kekurangan dan akhirnya kewajiban bulanan tidak bisa ditunaikan.

Ada banyak pekerjaan sampingan yang bisa dijadikan sebagai cara untuk mendapatkan penghasilan.

Strategi Mengatur Kebutuhan Rumah Tangga

kebutuhan rumah tangga

Hidup berumah tangga membutuhkan pengetahuan manajemen finansial yang dapat membuat kondisi ekonomi rumah tangga bisa stabil dan berjalan baik.

Beberapa strategi yang bisa kamu lakukan agar kondisi ekonomi rumah tangga tidak bermasalah antara lain:

1. Stkamurkan Pengeluaran dengan Penghasilan

Pengeluaran yang dilakukan setiap bulan harus distkamurkan dengan penghasilan yang ada. Rumusnya apabila pengeluaran lebih besar dari penghasilan maka sudah pasti keuangan akan bermasalah.

Terutama untuk jenis pengeluaran yang sifatnya hanya keinginan, bukan kebutuhan. Batasi stkamur pengeluaran dengan jumlah penghasilan yang didapatkan.

2. Gunakan Rumus Keuangan Rumah Tangga

Parent Pinters mungkin pernah mendengar rumus keuangan rumah tangga 50-30-10-10?

Alokasikan keuangan 50% untuk kebutuhan pokok seperti makan, belanja, transportasi, listrik dan sebagainya.

Lalu 30% nya lagi untuk membayar tagihan rutin bulanan, 10% untuk investasi dan 10% nya lagi untuk dana tak terduga atau yang sifatnya sosial.

3. Keuangan Keluarga bukan Keuangan Tetangga

Strategi keuangan yang kamu buat sifatnya harus sesuai dengan kondisi dan kebutuhan rumah tangga Parent Pinters sendiri, bukan mengikuti apa yang ada pada tetangga.

Ingat penghasilan orang berbeda dan kebutuhan setiap individu di rumah tangga tersebut juga berbeda. Tidak bisa menyamakan kondisi keuangan antara satu keluarga dan yang lainnya.

Buatlah strategi pengaturan terbaik yang sesuai dengan kondisi keuangan dan kebutuhan rumah tangga kamu sendiri. Lakukan dan atur dengan benar secara bijak dan disiplin.

4. Kapan Boleh Berutang?

Pada dasarnya untuk memenuhi kebutuhan keuangan keluarga dengan berutang bisa saja dilakukan, terutama untuk memenuhi kebutuhan utama yang sifatnya investasi. Sebagai contoh misalnya biaya pendidikan anak.

Sebagai orangtua yang memahami bahwa pendidikan adalah investasi jangka panjang bagi anak dan keluarga, maka Parent Pinters tentu akan berusaha dengan sungguh-sungguh untuk mencari sumber keuangan untuk anak yang ingin melanjutkan studi. Di mana orang tua bisa menemukan sumber pendanaan untuk melanjutkan pendidikan?

Pintek merupakan lembaga pemberi pinjaman dana pendidikan bagi anak-anak Indonesia yang ingin melanjutkan studi di semua jenjang hingga pendidikan ke luar negeri sekalipun.

Produk pinjaman dengan cicilan yang terjangkau, syarat dan proses pengajuan yang lebih mudah membuat Pintek menjadi pilihan terbaik para Parent Pinters yang ada di Indonesia.

Pendidikan adalah investasi jangka panjang yang kebaikannya bukan hanya untuk individu sang anak tetapi juga dirasakan oleh orang tua dan lingkungan di sekitarnya.

Pintek mendukung pembangunan SDM Indonesia menuju tahun 2045 pada usia Indonesia emas. Kompetensi pendidikan anak-anak Indonesia harus mampu bersaing di tingkat nasional hingga internasional.

Biaya pendidikan bagian dari kebutuhan rumah tangga yang utama dan harus dipenuhi. Pintek memberi solusi bagi Parent Pinter untuk mewujudkan mimpi dan cita-cita orang tua untuk keberhasilan pendidikan anak-anaknya.