SIPLah

Panduan Lengkap Cara Lapor BOS Online 2021 Agar Penyaluran Dana Lancar!

Lapor BOS online menjadi topik hangat yang selalu menjadi perbincangan para lembaga pendidikan. Pasalnya, untuk bisa mendapatkan dana BOS tahap selanjutnya, pihak sekolah harus memberikan laporan penggunaan dana BOS di tahun sebelumnya.

Untuk melakukan pelaporan tersebut, pihak sekolah dapat mengakses situs resmi Kemendikbud di bos.kemdikbud.go.id. Ketentuan tersebut tertuang dalam Permendikbud No 8 Pasal 6 Tahun 2020 tentang petunjuk teknis Bantuan Operasional Sekolah.

Tujuan dari lapor BOS online agar Pemerintah dapat memastikan kalau penggunaan dana Bantuan Operasional Sekolah telah digunakan dengan tepat yaitu untuk mendukung kegiatan belajar mengajar.

Apabila satuan pendidikan diketahui tidak mengirimkan laporan, maka Pemerintah tidak akan menyaluran bantuan dana BOS untuk tahap selanjutnya.

Untuk itu, pastikan pihak sekolah lapor BOS online sesuai dengan persyaratan yang sudah ditentukan oleh Pemerintah. Dengan begitu, penyaluran dana BOS akan berjalan lancar.

Baca Juga: Mudah dan Lengkap, Begini Cara Mendapatkan Dana BOS Online!

Oleh karena itu, Pintek ingin memberikan langkah-langkah cara lapor BOS online dari awal sampai akhir.

Cara lapor BOS online

Cara lapor BOS online

Ada beberapa tahapan yang harus dilakukan untuk mengisi laporan terkait penggunaan dana BOS. Yaitu:

  • Mengunjungi situs resmi Kemdikbud.
  • Pilih login dengan memasukkan username dan password Dapodik, lalu klik tombol Login.
  • Setelah berhasil login, kamu akan masuk ke halaman Dashboard lapor BOS.
  • Pada halaman tersebut terdapat menu yang terletak di bagian samping yaitu Profil Sekolah, Lapor dan Logout.
  • Klik menu Lapor dan pilih Tambah untuk mengirimkan pelaporan dana BOS.
  • Memilih tahun Anggaran dan Triwulan.
  • Mengisi Penerimaan Dana pada form yang sudah tersedia, seperti:
    • Jumlah dana BOS yang diterima
    • Sisa triwulan
    • Total dana diterima
  • Mengisi Penggunaan Dana per Komponen yang terdiri dari:
    • Kegiatan dalam rangka penerimaan siswa baru
    • Kegiatan pembelajaran dan ekstrakurikuler siswa
    • Kegiatan ulangan dan ujian
    • Pengelolaan sekolah
    • Pengembangan profesi guru dan tenaga kependidikan
    • Pengembangan manajemen sekolah
    • Langganan daya dan jasa
    • Pemeliharaan dan perawatan sarana dan prasarana sekolah
    • Pembayaran honor
    • Pembelian/perawatan alat multimedia pembelajaran
    • Dan lain sebagainya.
  • Klik tombol Proses jika sudah selesai melakukan pengisian.

Untuk melaksanakan proses lapor BOS online harus dilakukan oleh Bendahara BOS di sekolah yaitu pihak yang ditunjuk untuk mendapat tugas tambahan dari kepala sekolah.

Untuk mendapatkan akun Dapodik, pihak satuan pendidikan dapat langsung menghubungi operator Dapodik sekolah masing-masing. Operator Dapodik kemudian akan memberikan akun dan password satuan pendidikan untuk digunakan di SIPLah.

Alokasi dana BOS 2021

Alokasi dana BOS 2021

Untuk penyaluran dana BOS 2021 terbilang cukup berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, mulai dari fokus target dari Pemerintah hingga penggunaan dana BOS.

Seperti dilansir dari situs Kemdikbud, tahun 2020 kebijakan Pemerintah yaitu menyasar ke sekolah yang membutuhkan rehabilitasi dengan fokus ke kategori kerusakan.

Sedangkan di tahun 2021, Pemerintah akan memastikan perbaikan sarana dan prasarana secara menyeluruh sesuai dengan kebutuhan sekolah.

Selain itu, masih dari situs website Kemdikbud, Pemerintah akan mengalokasikan dana BOS di tahun 2021 sebesar Rp 52,5 triliun yang akan dibagi ke 216.662 satuan pendidikan di jenjang SD, SMP, SMA, SMK dan SLB di Indonesia.

Baca Juga: Kemendikbud BOS 2021 Alami Perubahan, ini Keuntungan untuk Sekolah dan UKM!

Untuk besarannya sendiri dihitung dari jumlah peserta didik di sekolah yang terdaftar di Dapodik dan jenjang pendidikan. Berikut rinciannya:

  • Sekolah Dasar (SD), Rp 900.000 – Rp 1.960.000
  • Sekolah Menengah Pertama (SMP), Rp 1.100.000 – Rp 2.480.000
  • Sekolah Menengah Atas (SMA), Rp 1.500.000 – Rp 3.470.000
  • Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), Rp 1.600.000 – Rp 3.720.000
  • Sekolah Luar Biasa (SLB), Rp 3.500.000 – Rp 7.940.000

Untuk besarannya tergantung diferensiasi yang afirmatif yaitu dihitung berdasarkan berbagai faktor yang mempengaruhi pembelajaran.

Menurut Mendikbud, Nadiem Makarim, alokasi dana BOS akan lebih besar disalurkan ke daerah 3T (Tertinggal, Terluar, Terdepan) karena kebutuhan finansial dan logistik yang lebih mahal tidak ada konsiderasi dari sisi kebijakan.

Ketentuan penggunaan dana BOS

Ketentuan penggunaan dana BOS

Di 2021 Pemerintah juga melakukan perubahan terkait penggunaan dana BOS yaitu dengan memberikan kewenangan penuh kepada sekolah untuk mempergunakan dana BOS.

Ketentuan tersebut tentu akan membuat pihak sekolah lebih leluasa dalam memenuhi kebutuhan pembelajaran. Meski begitu, dana BOS yang salurkan hanya dapat digunakan untuk keperluan sekolah bukan keperluan pribadi.

Berikut 14 penggunaan dana BOS yang dilarang dilakukan oleh sekolah. Yaitu:

  • Menyimpan dana BOS dengan tujuan untuk dibungakan.
  • Dana BOS dipinjamkan kepada pihak lain.
  • Membeli software pelaporan keuangan BOS Reguler atau software sejenis.
  • Menyewa aplikasi pendataan PPDB online.
  • Membiayai kegiatan yang bukan menjadi prioritas sekolah.
  • Membiayai kegiatan dengan mekanisme iuran.
  • Membeli pakaian yang bukan untuk keperluan sekolah.
  • Digunakan untuk melakukan rehabilitasi sedang dan berat.
  • Membangun gedung atau ruangan baru.
  • Membeli saham.
  • Membiayai kegiatan yang sudah dibayarkan secara penuh oleh Pemerintah.
  • Melakukan penyelewengan penggunaan dana BOS.
  • Bertindak sebagai distributor pembelian buku.
  • Membiayai kegiatan yang diselenggarakan di luar dinas pendidikan.

Dengan adanya bantuan dana BOS dari Pemerintah, diharapkan seluruh sekolah di Indonesia dapat melaksanakan kegiatan belajar mengajar dengan lebih optimal demi terwujudnya sumber daya manusia berkualitas secara nasional.

Tata cara penggunaan dana BOS

Tata cara penggunaan dana BOS

Tujuan penyaluran dana BOS yaitu agar sekolah di Indonesia dapat memenuhi seluruh kebutuhan pembelajaran. Namun, agar program tersebut berjalan sesuai rencana, Pemerintah mewajibkan pihak sekolah untuk melaksanakan pengadaan barang jasa melalui SIPLah.

Ketentuan tersebut tertuang dalam Permendikbud No 14 Tahun 2020 tentang Pedoman Pengadaan Barang dan Jasa oleh Satuan Pendidikan.

Selain memudahkan proses PBJ, dengan adanya SIPLah Pemerintah juga bisa lebih mudah mengawasi penggunaan dana BOS agar dapat dipergunakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Oleh karena itu, Pemerintah menjalin kerjasama dengan sejumlah marketplace di Indonesia seperti Blibli, Blanja, Toko Ladang, Pesona Edu, INTI dan Eureka.

Baca Juga: Daftar SIPLah di Kemendikbud dan Marketplace Cepat dan Mudah, Begini Tahapannya!

Jadi bisa dibilang, SIPLah tak hanya memberikan keuntungan untuk pihak sekolah tapi juga para pelaku usaha di bidang pendidikan.

Pasalnya dengan bergabung menjual SIPLah, maka mereka bisa mendapat pasar yang lebih luas dan jelas yaitu satuan pendidikan di seluruh Indonesia. Bahkan diketahui kalau sudah lebih dari 400 ribu satuan pendidikan yang tergabung di SIPLah.

Sayangnya, penjual kerap mengalami kendala dalam menjalankan transaksi di SIPLah, salah satunya terbentur masalah dana sehingga membuat perkembangan bisnisnya menjadi terhambat.

Tapi kamu kini tak perlu khawatir lagi, karena kamu dapat menjaminkan invoice atau tagihan dari satuan pendidikan atau sekolah untuk mendapatkan suntikan dana. Lewat program invoice financing SIPLah di Pintek, para penjual bisa mendapat pinjaman dana hingga Rp 2 miliar.

Kamu juga hanya akan dikenakan bunga efektif mulai dari 1,5 persen hingga 2,5 persen dengan proses pencairan yang sangat cepat yaitu hanya memakan waktu lima hari kerja setelah persetujuan disetujui.

Bagaimana cara mengajukan pinjaman invoice financing di Pintek? Berikut langkahnya:

  • Kunjungi situs resmi Pintek.
  • Isi form yang sudah tersedia.
  • Melengkapi dan mengunggah sejumlah dokumen persyaratan.
  • Jika semua data dan dokumen sudah dikirim, tim Pintek akan segera melakukan analisis data untuk menentukan status permohonan.
  • Peminjam akan dihubungi pihak Pintek jika permohonan disetujui serta akan diberitahu berapa nominal pinjaman yang disetujui lengkap dengan bunganya.
  • Selanjutnya, pihak Pintek akan segera melakukan proses pencairan dana yang akan langsung ditransfer ke pihak supplier atau principal.

Jika kamu memiliki pertanyaan lebih lanjut, kamu bisa berdiskusi dengan tim Pintek melalui TanyaPintek maupun menghubungi melalui nomor telepon dan WhatsApp di 021-50884607.

Kamu juga bisa mendapatkan informasi menarik seputar Pintek dengan mengunjungi laman Instagram Pintek di @pintek.id dan @pintek.biz.

Artikel Terkait

Back to top button