Pendidikan

Lebih Bersaing! Upgrade Fasilitas LPK bersama Pintek

Revolusi industri 4.0 yang saat ini tengah terjadi secara global, menuntut tenaga kerja untuk lebih kompeten terutama dalam penggunaan teknologi. Tuntutan ini akhirnya melahirkan lebih banyak Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) di Indonesia.

LPK hadir untuk membantu para calon tenaga kerja untuk meningkatkan kompetensinya supaya bisa relevan dengan kebutuhan industri saat ini. Hadirnya LPK bukan hanya membantu calon tenaga kerja, dunia usaha juga jadi terbantu karena stok tenaga kerja berkompeten bisa terus didongkrak.

Sekilas Tentang LPK

LPK adalah suatu instansi yang sudah mendapat perizinan dan memenuhi persyaratan untuk melaksanakan suatu kegiatan pelatihan kerja. Tata cara mengajukan izin usaha lembaga pelatihan kerja bisa dilihat pada Permenaker 17/2016.

Instansi LPK sendiri terbagi dalam beberapa bentuk, yaitu:

  • LPK Pemerintah
  • LPK Perusahaan
  • LPK Swasta

Mengacu pada definisi yang tercantum dalam PP No. 31/2006, pelatihan kerja adalah segala kegiatan yang berkaitan dengan pengembangan kompetensi, kedisiplinan, produktivitas, sikap, dan juga etos kerja pada suatu bidang keahlian dan tingkat keterampilan tertentu, menyesuaikan jenjang dan kualifikasi yang dibutuhkan pada suatu jabatan atau pekerjaan.

Supaya LPK bisa menghasilkan mutu lulusan yang baik, LPK harus terus meningkatkan kredibilitasnya dalam menjalankan pelatihan kerja.

Kredibilitas sebuah LPK diukur berdasarkan 8 aspek, diantaranya:

  • Kompetensi kerja para lulusannya
  • Kurikulum pelatihan kerja
  • Materi pelatihan kerja
  • Manajemen LPK
  • Instruktur, pendidik atau dan tenaga pelatihan
  • Sarana dan prasarana
  • Administrasi keuangan LPK
  • Asesmen atau penilaian

LPK yang kredibel adalah yang bisa melaksanakan standarisasi ini dan secara berkelanjutan bisa terus meningkatkan standarnya.

Meningkatkan Kredibilitas LPK

jurusan it terbaik

Semakin banyaknya LPK di Indonesia menimbulkan persaingan yang kian ketat. Masing-masing LPK akan beradu mutu.

Supaya tidak tergerus oleh persaingan dan perkembangan zaman, selain melakukan penyesuaian kurikulum, upgrade fasilitas juga jadi suatu keniscayaan.

Setidaknya ada beberapa fasilitas yang perlu diupgrade oleh manajemen LPK supaya tetap bisa bersaing:

1. Learning Management System

Biasa disebut juga dengan e-learning system. Platform ini merupakan sarana penunjang untuk menjalankan proses pendidikan melalui internet.

Pada Learning Management System mencakup beberapa fitur diantaranya:

  • Student Self Service
  • Online Learning
  • Online Assessment
  • Digital Learning Resource
  • dll

Saat ini pembelajaran online sudah jadi suatu kelaziman. Jika LPK tidak bisa menyediakan suatu sistem pembelajaran online, layanannya akan dianggap ketinggalan zaman.

2. Administrative Management System

Menyelenggarakan pendidikan di era ini membutuhkan dukungan sistem manajemen administrasi yang sudah terdigitalisasi. Dengan penerapan sistem ini, pekerjaan administrasi dan manajerial bisa berjalan lebih efektif dan efisien.

Dengan pengelolaan yang berjalan lebih baik, LPK pasti bisa lebih mudah dikembangkan standarisasinya.

3. Prasarana Proper: Gedung & Ruang Kelas

Tidak bisa dipungkiri, gedung dan ruang kelas adalah hal yang cukup krusial bagi sebuah LPK.

Calon peserta didik biasanya menilai dari penampilan luar gedungnya. Jika penampakan gedungnya tidak meyakinkan, calon peserta didik biasanya jadi ragu.

Maka dari itu, LPK butuh investasi besar untuk menyewa atau bahkan membeli gedung yang lebih proper.

Ruang kelas yang nyaman juga menentukan kepuasan peserta didik. Selain itu, ruang kelas yang nyaman juga akan mendukung pembelajaran supaya bisa berjalan dengan lebih optimal.

4. Sarana Penunjang: Komputer, Perangkat Audio Visual, dll

Hal ini sangat penting, terutama untuk LPK yang membuka program pelatihan berbasis komputer. Kegiatan praktikum tidak akan optimal jika komputer yang digunakan untuk praktek sering eror atau spesifikasinya tidak cukup kuat untuk membuka suatu program.

Perangkat audio visual juga jadi bagian penting untuk menunjang proses pembelajaran. Dengan adanya perangkat audio visual, pembelajaran bisa berjalan lebih menarik.

Pintek, Solusi untuk Upgrade Fasilitas LPK

konsep ekonomi digital

Upgrade fasilitas terutama sarana dan prasarana kerap kali terbentur masalah biaya. Di satu sisi, pendapatan LPK dirasa belum cukup untuk upgrade sarana prasarana secara massive. Di sisi lain, upgrade sarana prasarana adalah suatu investasi yang bisa mendorong peningkatan pendapatan.

Lalu bagaimana cara menghadapi situasi dilematis ini? Mengajukan pinjaman modal adalah salah satu cara tepat. Namun, Anda perlu cermat dalam memilih partner pemberi pinjaman modal.

Pintek adalah partner tepat bagi Anda yang membutuhkan suntikan dana untuk upgrade fasilitas LPK. Pintek hanya fokus melayani pinjaman pendidikan, hal ini merupakan bentuk komitmen dari Pintek untuk membantu meningkatkan pendidikan di Indonesia.

Pintek Institution adalah skema pinjaman dari Pintek khusus untuk melayani institusi. Ada 2 model peminjaman yang ada pada skema ini, yaitu:

1. Pinjaman Modal Kerja

LPK bisa mengajukan pinjaman menggunakan skema ini. Beberapa ketentuan pada skema ini diantaranya adalah:

  • Pengajuan pinjaman mulai dari 500 juta hingga milyaran rupiah.
  • Pencairan dana pinjaman adalah 10-20% dari piutang LPK.
  • Dana pinjaman bisa digunakan untuk penyediaan sarana prasarana, mencukupi stok inventaris, memenuhi kebutuhan operasional, dll.
  • Bunga pinjamannya mulai dari 0,9 – 2% flat per bulan.
  • Terdapat sejumlah biaya tambahan yaitu biaya admin, platform, notaris, dan fidusia (khusus pinjaman di atas 1 M).
  • Tenor pinjaman mulai dari bulan hingga 24 bulan. Cicilan dibayarkan per bulan.
  • Menuntut jaminan personal, korporasi, maupun fidusia untuk pinjaman di atas 1 M.

Ketentuan lebih lengkap bisa dilihat di halaman ini.

2. Pendanaan PO/Invoice

Skema ini lebih cocok digunakan bagi supplier perlengkapan pendidikan atau perusahaan yang biasa mengerjakan suatu proyek di lembaga pendidikan. Adapun ketentuan untuk skema ini diantaranya:

  • Pencairan dana pinjaman mulai dari 500 juta hingga milyaran.
  • Pencairan dana pinjaman menyesuaikan nilai Invoice atau PO. Pencairan sebesar 80% dari nilai invoice dan 100% dari nilai PO.
  • Tenor pinjaman bisa mencapai 6 bulan. Kepastiannya akan menyesuaikan tanggal jatuh tempo dari Invoice atau PO.
  • Skema ini menerapkan bunga efektif sebesar 1,5-2,5%.
  • Terdapat sejumlah biaya tambahan untuk admin, platform, notaris, dan fidusia (khusus pinjaman di atas 1 M).
  • Membutuhkan Personal Guarantee, Corporate Guarantee, dan Fidusia. Hal ini dibutuhkan untuk pinjaman di atas 1 M.

Ketentuan lebih lengkap bisa dilihat di halaman ini.

Baca Juga : Pintek! Solusi Keuangan untuk Menjalankan Startup Pendidikan

Program Kerjasama Pintek & Lembaga Pendidikan

surat lamaran pekerjaan yang benar

Selain menghadirkan skema pinjaman bagi lembaga pendidikan. Pintek juga menawarkan kerjasama lain pada lembaga pendidikan berupa skema program cicilan bagi peserta didik di lembaga pendidikan.

Lembaga pendidikan bisa menawarkan skema cicilan Pintek pada peserta didiknya. Dengan demikian, peserta didik diuntungkan karena bisa membayar pendidikan dengan cicilan ringan dan lembaga pendidikan bisa mendapat pembayaran secara penuh dari Pintek.

Kerjasama ini akan menempatkan lembaga pendidikan ke dalam sistem yang terintegrasi. Jadi pengajuan pinjaman peserta didik bisa lebih cepat di proses.

Cara Pengajuan Pinjaman Pintek

LPK yang tertarik dengan skema pinjaman Pintek bisa mengajukan melalui web official Pintek atau langsung menghubungi call center Pintek. Hanya LPK yang sudah beroperasi minimal 2 tahun yang bisa mengajukan pinjaman ke Pintek.

Setelah itu, tim Pintek akan mengajak Anda selaku penanggung jawab LPK untuk berdiskusi mengenai pendanaan. Selanjutnya, Anda perlu menyiapkan sejumlah dokumen yang dipersyaratkan misalnya:

  • Dokumen legalitas
  • Dokumen keuangan
  • Profil manajemen
  • Profil penanggung jawab LPK
  • dll.

Setelah melengkapi dokumen, tim Pintek akan melakukan credit scoring dan memberikan penawaran pinjaman berdasarkan credit scoring yang dilakukan. Jika institusi LPK setuju dengan nilai penawarannya, pencairan dana bisa langsung di proses.

Lembaga Pelatihan Kerja memang harus bisa progresif mengikuti perkembangan yang ada. Bersaing dengan fasilitas seadanya hanya akan membuat LPK mengalami stagnasi. Upgrade fasilitas memang sangat dibutuhkan, demi keberlangsungan bisnis LPK.

Artikel Terkait

Back to top button