macam macam skill

Tahukah Pinters, setelah lulus kuliah dan masuk ke dunia kerja, IPK bukanlah jaminan Pinters bisa langsung dapat kerja atau mendapat posisi kerja yang bagus di sebuah perusahaan. IPK hanya syarat tertulis saja, selebihnya macam-macam skill yang dimilikilah yang akan menjawab siapa dan bagaimana Pinters di dunia kerja. Sudah punya skill yang potensial untuk dikembangkan?

Mengapa skill? Kerja adalah dunia praktik, bukan dunia teori seperti di kampus. Skill menunjukkan seseorang mampu bekerja atau tidak. Jadi, jika pada saat kuliah Pinters hanya fokus kepada nilai akademik saja tanpa mengasah skill yang dimiliki, maka kompetensi Pinters akan sulit saat sudah masuk ke dunia kerja. Cobalah mengasah beberapa skill penting berikut ini:

1. Kemampuan Berbahasa

Kemampuan berbahasa adalah bagian dari skill mahasiswa yang harus diasah sejak dini. Baik bahasa asing maupun bahasa Indonesia yang penuh simpatik. Skill bahasa asing jelas akan sangat membantu Pinters dalam mencari kerja, apalagi jika ingin bekerja di perusahaan asing. Semakin bagus bahasa asing Pinters, peluang kerja semakin banyak.

Jika ingin lanjut studi, bahasa asing pun akan memudahkan Pinters mendapatkan bantuan beasiswa. Lalu bagaimana dengan bahasa Indonesia? Kemampuan bahasa Indonesia yang baik akan menunjukkan Pinters sebagai seorang berkepribadian baik, simpatik dan tentunya mudah diterima di semua lingkungan, terutama lingkungan kerja.

2. Komunikasi dan Kolaborasi

Kemampuan berpikir Abad 21 menuntut setiap orang untuk bisa berpikir secara komunikatif dan kolaboratif dalam berinteraksi dengan orang lain. Skill ini sangat dibutuhkan di dunia kerja dan menjadi salah satu dari macam-macam soft skill yang harus dikuasai. Komunikasi yang baik dengan sebuah tim ditambah kemampun berkolaborasi melakukan hal-hal yang inovatif akan membuat daya saing pribadi lebih unggul.

Mahasiswa penting mengasah skill ini. Caranya bisa dengan belajar sejak di kampus untuk berkomunikasi dan membuat kolaborasi secara organisasi dengan banyak pihak. Nantinya setelah di dunia kerja, Pinters akan lebih mudah berinteraksi dengan orang lain dengan skill ini.

3. Skill Penguasaan Teknologi Internet

Buat Pinters yang terlahir dari generasi milenial, generasi z hingga alfa nantinya, penguasaan teknologi merupakan skill yang wajib diasah. Apa saja misalnya skill penguasaan teknologi yang harus dikuasai? Beberapa contohnya adalah:

  • Skill social media
  • Skill internet marketing
  • Skill edit video dan foto
  • Skill blogging
  • Dll

Beberapa skill tersebut bahkan sudah menjadi lowongan kerja dengan gaji yang besar. Tak harus Pinters dari jurusan terkait, skill-skill tersebut bisa dipelajari secara otodidak jika Pinters mau berlatih dan mengasah kemampuan dengan perangkat teknologi yang tersedia.

4. Skill Publick Speaking

Sehebat apapun teknologi dalam dunia kerja, kemampuan Pinters untuk berbicara di depan publik tetap dibutuhkan. Hal ini akan jadi pertimbangan perusahaan dalam menerima Pinters sebagai karyawan atau memosisikan di suatu jabatan tertentu. Mereka yang akan dipilih menjadi duta, mewakili presentasi, memberi sambutan dan sebagainya tentu yang memiliki kemampuan bicara yang baik di depan khalayak.

5. Skill Kepemimpinan

Tidak semua orang memiliki skill kepemimpinan, tetapi jika Pinters mengasah bakat tersebut sejak dari kampus sekarang sangat mungkin dikuasai. Berlatih kepemimpinan di organisasi-organisasi kampus akan membantu menumbuhkan bakat yang satu ini. Saat Pinters memiliki skill ini, maka kemampuan bicara juga otomatis akan lebih bagus.

Memimpin adalah seni, skill yang bisa dipelajari berdasarkan pengalaman. Perusahaan akan sangat senang jika mendapatkan karyawan yang memiliki skill ini sehingga bisa lebih dipercaya dalam menangangi sebuah pekerjaan atau job tertentu.

Baca Juga : 9 Rekomendasi Kursus Mitra Pintek untuk Upgrade Skill Anda

6. Skill Menulis

Skill yang juga bisa Pinters asah sejak dari kuliah adalah skill menulis. Mengapa menulis? Aktivitas menulis adalah kegiatan intelektual yang menyerap informasi pengetahuan lalu menyampaikannya pada orang lain secara tertulis. Mereka yang memiliki skill ini cenderung memiliki pengetahuan yang lebih dan kecerdasan yang lebih baik.

Intelektualitas Pinters di depan pimpinan akan terlihat saat Pinters memiliki skill ini. Perusahaan akan memberi kepercayaan banyak hal pada Pinters dengan skill ini, bahkan akan diberi penghargaan karena dianggap berprestasi dalam sebuah skill tertentu. Menulis itu mudah, Pinters bisa mempelajari skill ini sejak sekarang.

7. Manajamen Waktu

Manajemen waktu terlihat sekilas sederhana, tetapi jika Pinters tidak melatih skill ini sejak sekarang, maka saat bekerja nanti akan cukup sulit kondisinya. Bagaimana pengaturan waktu yang baik di kantor, aktivitas di rumah dan hal-hal lain bisa berjalan baik, segala tugas kantor bisa diselesaikan tepat waktu.

Semakin Pinters menjadi seorang yang baik dalam mengatur waktu, maka pekerjaan akan semakin bagus hasilnya dan pimpinan akan puas. Namun, jika gagal dalam hal ini sehingga menyebabkan banyaknya tugas kantor yang terbengkalai, maka akan banyak orang yang tidak percaya pada Pinters, termasuk pimpinan.

Persiapkan waktu studi Pinters selama di kampus dengan cara sebaik-baiknya. Manfaatkan semua kesempatan untuk belajar, bukan hanya secara akademik tetapi juga meningkatkan segala jenis skill yang dijelaskan di atas.

Bagaimana jika studi terganggu karena masalah biaya? Jangan khawatir, Pintek siap membantu Pinters memenuhi biaya pendidikan di semua jenjang pendidikan. Pintek menyediakan dana pinjaman dana pendidikan dalam jumlah yang besar. Jangan khawatir bila biaya kuliah bermasalah, segera hubungi Pintek dan manfaatkan produk pinjaman menguntungkan yang tersedia.

Pintek berkomitmen membantu mewujudkan lulusan kampus Indonesia yang lebih siap secara akademik dan memiliki kemampuan skill yang handal dan memiliki daya saing bukan hanya secara nasional tetapi juga di level internasional. Macam-macam skill perlu dikuasai dan harus seimbang dengan kemampuan secara akademik.