manajemen keuangan

Banyak orang mempercayai bahwa semakin tinggi penghasilan maka kualitas hidup keluarga akan semakin baik. Namun pada kenyataannya, banyaknya uang yang dimiliki tidak serta-merta menjamin kesehatan finansial. Manajemen keuangan adalah kunci di balik ketahanan finansial keluarga.

Keluarga dengan kondisi keuangan yang sehat berpotensi meraih lebih banyak capaian, misalnya menyekolahkan anak setinggi mungkin. Namun tidak hanya itu, masih banyak alasan lain mengapa manajemen keuangan keluarga memainkan peranan yang begitu penting.

Pentingnya Manajemen Keuangan Keluarga

manajemen keuangan adalah

Secara garis besar, ruang lingkup manajemen keuangan mencakup proses penganggaran, pembelanjaan, menabung, hingga melakukan investasi secara bijak. Proses ini sendiri membutuhkan banyak keterampilan, mulai dari membangun kepercayaan, komunikasi, hingga penyelesaian konflik.

Jangan salah, keuangan yang tidak dikelola dengan baik akan menjadi sumber stress tersendiri di dalam keluarga. 

Berikut beberapa alasan penting mengapa Parent Pinters perlu menjalankan fungsi manajemen keuangan di dalam keluarga:

1. Membantu Perencanaan dan Pemenuhan Kebutuhan

Kebutuhan hidup keluarga tentu memiliki komponen yang begitu beragam. Hal ini berlaku baik untuk kebutuhan tetap yang bersifat harian atau rutin, maupun kebutuhan jangka panjang.

Banyak keluarga yang hanya berfokus pada pemenuhan kebutuhan rutin misalnya seperti pembayaran biaya sewa tempat tinggal atau cicilan rumah, hingga belanja bulanan.

Tanpa disadari, pola pengaturan keuangan seperti ini bisa jadi kurang efektif dan tidak memiliki dimensi keberlanjutan.

Namun dengan manajemen keuangan yang baik, alokasi income dapat mulai mengarah pada kebutuhan di masa yang akan datang. Misalnya menyiapkan tabungan untuk membayar uang pangkal kuliah anak. Jangan sampai ketika waktunya tiba, orang tua tidak memiliki kesiapan untuk menjangkau biayanya.

2. Meningkatkan Cash Flow Keluarga

Keluarga dengan pengelolaan keuangan yang baik mampu memonitor secara detail setiap akun rekening yang dimiliki. Hal ini termasuk mengidentifikasi berbagai sumber pemasukan tambahan berikut pos pengeluaran. 

Kebiasaan baik ini tidak hanya membuat pembelanjaan menjadi lebih terkendali, namun juga bisa mendorong kreativitas. Orang tua bisa mulai memikirkan peluang sumber pemasukan baru tanpa mengganggu sumber pemasukan utama.

Cash flow keluarga akan semakin baik dengan meningkatnya jumlah pemasukan. Cash flow yang meningkat ini nantinya juga mampu mendorong keluarga untuk mulai berinvestasi ataupun meningkatkan nilai investasi.

3. Membantu Keluarga Saat Membuat Keputusan Finansial Besar

Dalam perjalanannya, keluarga mungkin berhadapan dengan berbagai keputusan finansial yang besar. Keputusan ini misalnya seperti pembelian rumah ataupun menyekolahkan anak hingga ke luar negeri. Tentu ini semua membutuhkan kesiapan finansial yang matang dengan mempertimbangkan berbagai risikonya.

Tanpa adanya manajemen keuangan yang efektif dan efisien, sulit membayangkan keputusan finansial seperti ini akan dapat terealisasi.

4. Mendorong Perilaku Hemat di Keluarga

Salah urus finansial di dalam keluarga salah satunya berawal dari perilaku ataupun kebiasaan boros misalnya belanja barang karena alasan diskon. Di satu sisi, keluarga yang menjadikan manajemen keuangan sebagai prioritas, akan cenderung lebih menghargai pentingnya berhemat dan menyimpan uang untuk hari depan.

Kebiasaan hemat di keluarga tidak hanya berpengaruh pada orang dewasa, namun juga membantu anak-anak untuk mulai menyukai aktivitas menabung. 

Prinsip manajemen keuangan berupa sikap hidup hemat ini pada akhirnya akan menghindarkan keluarga dari “accidental overspending”. Tentu Parent Pinters ingin segala pembelanjaan tepat sasaran dan memiliki dampak positif pada tujuan jangka panjang keluarga.

Baca Juga : 6 Cara Mengatur Keuangan di Masa Pandemi

5. Membuat Keluarga Merasa Lebih Aman 

Keluarga yang memiliki perencanaan serta pengelolaan keuangan yang baik, akan merasa lebih aman dalam menjalani hari-harinya. Tidak hanya itu, keluarga juga lebih siap ketika harus menghadapi masa-masa sulit.

Terkadang pelemahan ekonomi terjadi hingga pemasukan pun tidak selalu stabil. Bahkan bayang-bayang pemutusan hubungan kerja bisa saja menghantui. Atau bisa saja hal yang tidak diinginkan lainnya terjadi, misalnya ketika salah satu pencari nafkah harus berhenti bekerja sementara waktu karena masalah kesehatan.

Keluarga yang sudah melek akan pentingnya manfaat manajemen keuangan, akan lebih siap menghadapi masa-masa ini. Biasanya mereka sudah memiliki dana darurat yang dikumpulkan jauh-jauh hari dan siap digunakan pada waktu yang tepat.

6. Mendorong Keluarga Lebih Cerdas dalam Mengelola Pinjaman

Manajemen keuangan keluarga ternyata juga mempengaruhi perilaku orang tua dalam mengelola pinjaman. Orang tua yang cerdas akan memanfaatkan pinjaman untuk hal non-konsumtif yang tidak akan pernah berkurang nilainya. Misalnya seperti pinjaman untuk membayar biaya kuliah ataupun kursus.

Tentu sangat disayangkan jika orang tua mengajukan pinjaman hanya untuk belanja hal yang nilainya akan surut seperti alat rumah tangga dan pakaian. Sementara dengan pinjaman pendidikan, anak dapat mengakses ilmu dan keterampilan untuk menyiapkan masa depannya.

Tidak hanya itu, contoh manajemen keuangan keluarga yang cerdas juga dapat terlihat ketika orang tua disiplin dalam membayar cicilan pinjaman. Tentu hal ini akan meningkatkan skor kredit orang tua dan menjadikannya sebagai peminjam berisiko rendah.

Tidak jarang, orang tua yang memiliki riwayat peminjaman baik, akan dapat mengakses pinjaman dengan tenor dan bunga yang lebih menarik.

Perlu Parent Pinters ketahui, bahwa saat ini sudah tersedia produk pinjaman pendidikan berbunga rendah dan berbiaya ringan dari Pintek. Sebagai sebuah perusahaan P2P lending terpercaya yang telah terdaftar di OJK, kami memiliki fokus untuk mentransformasi pendidikan di Indonesia melalui pembiayaan.

Kami merancang produk pinjaman bernama Pintek Students dengan beragam skema pinjaman yang sesuai dengan kebutuhan pendidikan anak. Proses aplikasinya juga mudah, cepat, dan tidak memerlukan jaminan. Tentu ini akan sangat meringankan beban orang tua ketika tiba waktunya melunasi biaya pendidikan anak.

Semoga informasi seputar manajemen keuangan ini bermanfaat untuk Parent Pinters semua. Tidak dapat dipungkiri manajemen keuangan adalah kunci mewujudkan keluarga yang sehat finansial untuk mendukung keberhasilan pendidikan anak. Hubungi tim kami sekarang untuk berkonsultasi lebih lanjut.