Pendidikan

Manajemen Proyek Pengembangan Pendidikan Vokasi, Menyambut Industri 4.0

Sejak menjabat lagi sebagai Presiden RI pada tahun 2019, Jokowi cukup concern dengan pendidikan vokasi. Menyambut hal ini, Perguruan Tinggi Vokasi dituntut segera menjalankan manajemen proyek untuk pengembangan institusi.

Perguruan Tinggi Vokasi memiliki peran penting dalam menghasilkan SDM berkualitas yang siap kerja dan kompeten dengan kebutuhan industri. Isu link & match masih jadi sorotan. Penyelenggaraan pendidikan perlu direformasi, sarana dan prasarana pendidikan perlu ditingkatkan untuk menunjang pembelajaran yang lebih efektif.

Perlunya Manajemen Proyek untuk Mensukseskan Program Ini

credit scoring adalah

Melakukan reformasi pendidikan tidak bisa dilakukan secara serampangan. Pengadaan sarana dan prasarana penunjang perlu dikelola sedemikian rupa supaya relevan dengan kebutuhannya.

Dalam hal ini, manajemen proyek sangat dibutuhkan. Tujuan manajemen proyek diantaranya untuk:

  • Mengelola resiko.
  • Memaksimalkan potensi tim.
  • Menciptakan perencanaan proyek yang tepat
  • Menciptakan acuan yang jelas untuk pelaksanaan proyek
  • Mengelola integrasi.
  • dll.

Adapun tahapan manajemen proyek adalah sebagai berikut:

  • Project Definition. Pada tahap ini, tujuan dan faktor-faktor penunjang proyek didefinisikan.
  • Project Initiation. Tahap perencanaan awal, sumber daya yang dibutuhkan diidentifikasi.
  • Project Planning. Tahapan perencanaan proyek dengan uraian yang lebih detail. Waktu, biaya dan ruang lingkup proyek jadi elemen yang sangat dipertimbangkan.
  • Project Execution. Tahap pelaksanaan proyek, mengacu pada perencanaan yang sudah ditetapkan.
  • Project Monitoring & Control. Pelaksanaan proyek juga perlu dipantau dan dikontrol supaya seluruh pengoperasiannya berjalan lancar.
  • Project Closure. Proyek diakhiri dengan hasil tertentu.

Manajemen proyek yang baik akan sangat membantu proses pengembangan Perguruan Tinggi Vokasi. Seluruh ruang lingkup pengembangan diharapkan bisa terpenuhi.

Ruang Lingkup Program Pengembangan Perguruan Tinggi Vokasi

manajemen proyek

Secara umum, program pengembangan Perguruan Tinggi Vokasi yang dibutuhkan untuk peningkatan kualitas pendidikannya adalah sebagai berikut:

1. Kemitraan Strategis dengan Industri untuk Peningkatan Kualitas Pembelajaran

Program studi yang diselenggarakan oleh Perguruan Tinggi Vokasi harus dikembangkan supaya bisa menciptakan keunggulan spesifik. Harapannya, lulusan yang dihasilkan dari program studi tersebut sudah memiliki kompetensi yang dibutuhkan industri 4.0 dengan spesifikasi tertentu.

2. Membangun Link & Match

Institusi pendidikan dan pelaku industri harus bisa terjalin link & match. Pihak industri membantu institusi pendidikan dalam pengembangan kurikulum, memberi dukungan alat praktek mahasiswa, dan memberi kesempatan magang bagi mahasiswa, dll.

Pihak institusi pendidikan juga harus bisa berpartisipasi membantu penyelesaian masalah industri dan terlibat dalam pengembangan hingga inovasi produk melalui suatu riset terapan.

3. Peningkatan Sarana Prasarana

Perombakan kurikulum akan sia-sia jika pembelajarannya tidak bisa dioptimasi. Optimasi pembelajaran sangat membutuhkan dukungan sarana dan prasarana.

Kualitas sarana dan prasarana institusi pendidikan perlu ditingkatkan supaya standar penyelenggaraan kurikulum bisa terpenuhi. Melihat kebutuhan yang ada, digitalisasi pada institusi juga sangat diperlukan.

Hal-hal di atas bisa terlaksana jika institusi pendidikan memiliki dana yang cukup, sesuai kebutuhan.

Komponen Pembiayaan

apa itu kerjasama

Ada sejumlah komponen pembiayaan yang dibutuhkan dalam pelaksanaan proyek semacam ini, diantaranya:

  • Biaya pengadaan peralatan atau sarana pendukung untuk menunjang pelaksanaan pendidikan.
  • Biaya renovasi gedung atau ruangan untuk menunjang pelaksanaan pendidikan.
  • Pembiayaan kerjasama kemitraan yang saling menguntungkan antara antara institusi pendidikan dan industri atau dunia kerja.
  • Pembiayaan untuk pengembangan kapasitas dan kompetensi dosen.

Komponen biaya di atas membutuhkan dana yang cukup besar. Institusi pendidikan kerap mengalami kendala untuk pengadaan dana. Pada akhirnya, tidak jarang institusi pendidikan yang perkembangannya cukup lambat.

Alih-alih menunggu dana bantuan, institusi pendidikan sebenarnya bisa langsung menjalankan proyek ini dengan bantuan dana dari Pintek. Fintech yang khusus melayani sektor pendidikan ini memberi skema yang mendukung institusi pendidikan bisa menjalankan proyek pengembangan.

Pintek bisa menyediakan dana dalam jumlah besar dan pengembalian dana bisa dilakukan dengan skema cicilan bulanan.

Pintek Institution – Pinjaman Modal Kerja

Pintek Institution – Pinjaman Modal Kerja adalah skema pinjaman yang bisa digunakan oleh Perguruan Tinggi Vokasi yang ingin menjalankan proyek pengembangan dan meningkatkan kualitas institusinya.

Pintek membuat skema pinjaman ini untuk membantu institusi pendidikan mendapat suntikan dana supaya bisa menjalankan proyek pengadaan sarana pendidikan, pembangunan atau pengembangan prasarana, digitalisasi institusi, hingga mencukupi biaya operasional, dsb.

Nilai pinjaman yang bisa diajukan berkisar antara 500 juta hingga milyaran rupiah. Tentu saja dengan sejumlah ketentuan yang diberlakukan, yaitu:

  • Pencairan dana pinjaman sekitar 10-20% dari piutang yang dimiliki oleh institusi pendidikan.
  • Bunga pinjamannya 0,9 – 2% berlaku secara flat perbulannya.
  • Ada biaya yang dibebankan, diantaranya biaya admin, platform, notaris, dan fidusia.
  • Jaminan Fidusia & personal/corporate guarantee untuk pinjaman dengan nilai diatas 1 miliar.
  • Tenor pinjaman yang diberlakukan antara 3-24 bulan. Kebijakan grace period berlaku maksimal selama 3 bulan.

Anda bisa masuk ke halaman ini untuk mengetahui informasi selengkapnya.

Baca Juga : Bersama Pintek, Masalah Realisasi RAB Pembangunan Sekolah Beres!

Pintek – Tunas, Dana Bantuan untuk Tunjangan Aspirasi Institusi Pendidikan

Selain bisa mendapat pinjaman dengan nilai besar, institusi pendidikan yang mengajukan pinjaman ke Pintek memiliki kesempatan untuk mendapat dana bantuan tambahan.

Dana bantuan tambahan tersebut dijalankan melalui Program Pintek – Tunas. Cara kerja Pintek – Tunas bisa Anda lihat di ilustrasi berikut ini:

Secara garis besar, jika institusi pendidikan sebagai peminjam di Pintek berhasil meraih target “Hasil Pendidikan”, institusi tersebut akan mendapat dana tambahan untuk lebih mengoptimalkan proyek pengembangannya.

Langkah-langkah Mengajukan Pinjaman

sistematika surat lamaran pekerjaan

Institusi pendidikan bisa segera mengajukan pinjaman ke Pintek mengikuti beberapa tahapan berikut ini:

  • Penanggung jawab atau perwakilan institusi pendidikan mendaftarkan diri sebagai member di website Pintek.
  • Di website tersebut terdapat form pengajuan pinjaman, lengkapi form tersebut. Bisa juga menelpon call center Pintek yang kemudian akan difollow up oleh tim yang bertanggung jawab.
  • Melakukan diskusi tentang kebutuhan biaya.
  • Syarat dokumen untuk pengajuan pinjaman dilengkapi.
  • Penilaian kredit oleh tim Pintek.
  • Penawaran diberikan oleh Pintek, jika disepakati pencairan bisa segera dilakukan ke rekening institusi langsung.

Mengajukan pinjaman ke Pintek memang bisa jadi solusi bagi institusi pendidikan yang benar-benar membutuhkan. Pengajuan pinjamannya tidak terlalu rumit dan dana pinjaman bisa segera dicairkan supaya pelaksanaan proyek pengembangan bisa langsung dilaksanakan.

Skema Pinjaman Lainnya di Pintek

cara melamar pekerjaan

Pada dasarnya Pintek memiliki 2 skema pinjaman yaitu:

1. Pintek Students

Skema pinjaman ini khusus untuk membantu peserta didik mendapatkan dana untuk menunjang biaya pendidikan.
Pintek Students terbagi dalam 3 jenis pinjaman yaitu: Pintek Students Instan, Pintek Students Regular dan Pintek Students Pro.

2. Pintek Institution

Skema pinjaman ini didesain untuk membantu institusi pendidikan, penyedia teknologi pendidikan, startup pendidikan, supplier pendidikan, dll.

Ada 2 jenis pinjaman yaitu: Pinjaman Modal Kerja dan Pinjaman PO/Invoice.

Pintek juga membuka diri pada sejumlah institusi pendidikan termasuk Perguruan Tinggi Vokasi untuk menjalin kerjasama. Kerjasama tersebut berkaitan dengan sistem cicilan pada pembayaran biaya pendidikan bagi peserta didik ke institusi.

Institusi pendidikan yang bekerjasama dengan Pintek bisa menawarkan pada peserta didik, program cicilan untuk pembayaran biaya pendidikan.

Pihak institusi akan tetap mendapat biaya pembayaran pendidikan secara penuh dan sistem cicilan akan dikelola oleh Pintek.

Skema cicilan tersebut akan sangat membantu para peserta didik yang mungkin belum memiliki dana menjelang jatuh tempo pembayaran.

Dengan program kerjasama ini, cash flow institusi pendidikan bisa lebih lancar, pelaksanaan rencana proyek bisa berjalan tepat waktu dan institusi pendidikan juga mendapat mendapat sejumlah dukungan promosi dari Pintek.

Perguruan Tinggi Vokasi yang tidak ingin tertinggal dengan perkembangan industri 4.0 harus cepat tanggap menyusun manajemen proyek pengembangan institusi. Perkembangan di industri 4.0 sangatlah cepat, Perguruan Tinggi Vokasi harus bisa mengikuti percepatan ini dengan terus meningkatkan kualitas pelaksanaan pendidikannya.

Artikel Terkait

Back to top button