E-Learning untuk Manajemen Sekolah yang Lebih Baik

Isu dan kritik terhadap manajemen sekolah menjadi semakin tajam dalam satu atau dua minggu terakhir. Mulai dari pembatasan jumlah siswa, pemotongan jam belajar, hingga prioritas untuk siswa yang berusia lebih tinggi.

Penerapan protokol kesehatan tampaknya menjadi “pemicu” yang menimbulkan dampak cukup telak bagi manajemen sekolah, khususnya swasta. Walaupun pada akhirnya pemerintah merekomendasikan e-learning sebagai metode yang saat ini dinilai paling efisien.

Namun, apa memang betul e-learning adalah jawaban untuk masalah pembelajaran sekolah yang saat ini sedang terganggu? Berikut alasan mengapa sekolah harus segera menerapkan metode pembelajaran e-learning.

E-Learning dan Digitalisasi Pendidikan Formal

kelas digital

Masyarakat Indonesia telah mengenal industri digital dalam 5 – 10 tahun terakhir. Hal ini didukung oleh pengguna Internet Indonesia yang mencapai 175 juta pada Maret (We Are Social, 2020).

Artinya, ada lebih dari 64% orang Indonesia yang menggunakan internet secara aktif setiap harinya. Menurut survei yang dilakukan E-Marketer beberapa tahun lalu, orang dengan rentang usia 15-19 tahun menjadi pengguna internet paling banyak di Indonesia.

Namun, data ini sangat mungkin berubah, sebab ada lebih dari 45 juta siswa dari sekolah dasar hingga menengah telah menggunakan pembelajaran jarak jauh saat sekolah-sekolah mulai ditutup pada Mei lalu.

Lebih dari 50% dari jumlah tersebut didominasi oleh siswa sekolah dasar dengan rentang usia 7 hingga 12 tahun. Dengan kata lain, kurva pengguna internet di Indonesia telah berubah jauh dari data sebelumnya.

Walaupun Indonesia masih belum selesai dalam pengendalian pandemi Covid-19 dan resesi ekonomi, tetapi ini adalah momentum untuk memulai digitalisasi sekolah dan pendidikan yang selalu tertunda.

Masalah-masalah yang ditemui saat metode “belajar di rumah” dilaksanakan oleh siswa dan guru harus segera dirumuskan kesimpulannya. Bahkan jawaban dari persoalan tersebut beberapa diantaranya telah tersedia. 

Salah satunya adalah, platform e-learning bikin susah, ribet! Inilah komentar yang paling banyak muncul di berbagai sosial media di Indonesia. Lalu, apakah benar siswa dan guru tersebut memakai platform khusus e-learning?

Jawabannya tentu, tidak. Hampir seluruh pembelajaran online yang digunakan oleh sekolah adalah media video conference dan aplikasi pesan instan populer. Hal ini membuat guru maupun manajemen sekolah kesulitan mengatur jadwal dan pembagian tugas kepada siswa dengan baik.

Dari pembahasan ini, setidaknya ada satu pertanyaan yang telah terjawab. Yakni, baik siswa, guru, sekolah, dan orang tua setidaknya telah siap dengan pemakaian teknologi digital untuk kebutuhan pembelajaran.

Persoalannya adalah platform e-learning seperti apa yang cocok untuk sekolah di Indonesia. Kemendikbud Melalui Menteri Nadiem telah menyampaikan sekolah harus menentukan sendiri platform yang cocok untuk siswa mereka.

Baca Juga : Ini Dia Standar Sarana dan Prasarana Sekolah Selama New Normal!

Urgensi Penerapan Metode Pembelajaran E-Learning

belajar online

Bila dinilai dari kemampuan, manajemen sekolah di Indonesia sebetulnya sudah cukup layak untuk menerapkan e-learning. Persoalan selanjutnya adalah sekolah harus memahami urgensi dari penggunaan metode pembelajaran ini.

Secara umum, ada banyak sekali masalah yang bisa diselesaikan dengan memakai e-learning. Namun, setidaknya ada 3 hal yang menjadi masalah nyata saat ini dan harus segera diatasi oleh manajemen sekolah.

  • Protokol kesehatan Covid-19

Ada dua alasan mengapa sekolah harus sesegera mungkin merealisasikan metode pembelajaran e-learning. Pertama, sekolah di semua zona harus membatasi siswa hingga sepertiga; kedua, sekolah akan dibuka pada 2021 untuk wilayah zona merah.

Normalnya, sekolah harus menyediakan lebih banyak ruang kelas hingga dua atau tiga kali dari jumlah sebelumnya. Implikasinya, jumlah guru pun juga harus ditambah.

Bila pun terjadi pembagian waktu belajar untuk mengantisipasi kurangnya ruangan kelas, guru yang mengajar juga harus bekerja lebih banyak dari standar 8-9 jam, menjadi 12 – 14 jam sehari.

Hasilnya sudah bisa ditebak, efektivitas pembelajaran di sekolah tidak akan maksimal. Ditambah, siswa yang belajar 4 jam non-stop di kelas diprediksi akan mengalami stres dan gangguan belajar.

  • Penghematan anggaran tahunan sekolah

Pada situasi normal,  e-learning adalah metode untuk menekan anggaran dan pembiayaan sekolah yang setiap tahun terus membengkak. Inilah alasan mengapa biaya sekolah selalu naik setidaknya 10% setiap tahun.

Namun, pada kondisi pandemi, e-learning diprediksi akan berdampak jauh lebih besar. Sebab penurunan jumlah murid dan peningkatan gagal bayar siswa telah meningkat sangat tajam pada tahun ajaran 2020/2021 ini.

  • Pengembangan minat dan bakat siswa

Sedikit mengesampingkan isu pandemi dan Covid-19 terhadap manajemen sekolah. Saat ini, sudah banyak sekali siswa yang mengembangkan minat dan bakat di luar sistem pendidikan formal.

Olahraga misalnya, belakangan berbagai federasi keolahragaan mengirim anak-anak berbakat untuk mengikuti pelatihan maupun pelatnas dengan waktu panjang, baik di dalam dan di luar negeri.

Praktis, siswa-siswa tersebut harus absen dari sekolah mereka. Hal ini akan berdampak pada aturan masuk minimal 75% agar bisa bisa lulus sekolah formal. E-learning tentu akan sangat membantu anak Indonesia dalam mengembangkan bakat mereka tanpa harus putus sekolah.

Keuntungan Memakai E-Learning untuk Manajemen Sekolah

e learning

Setelah membahas digitalisasi pendidikan dan urgensi e-learning di Indonesia, mari kita lihat apa saja keuntungan yang didapat oleh manajemen sekolah bila menggunakan e-learning secara umum.

  • Hemat waktu, biaya, dan sumber daya

Metode belajar e-learning telah terbukti dapat menghemat waktu, biaya, dan sumber daya yang harus dikeluarkan sekolah setiap tahun. hasilnya, ruang ari anggaran tersebut dapat dialihkan pada pengembangan fasilitas sekolah yang lebih baik.

  • Pembelajaran menjadi lebih personal

Salah satu penyebab tidak efektifnya pembelajaran di sekolah-sekolah saat ini adalah terjadi overload di dalam kelas. Bila merujuk pada aturan dan standar Permendikbud, untuk sekolah dasar seharusnya maksimal hanya menampung 28 siswa.

Namun pada kenyataannya, sekolah-sekolah di Indonesia masih banyak yang menampung 30 – 40 siswa, bahkan ada juga yang mencapai 50 siswa dalam satu kelas. Dengan jumlah ini tentu siswa dan guru akan kesulitan berkomunikasi secara personal.

Sedangkan bila e-learning dapat diterapkan dengan baik, siswa akan bisa mendapat kebebasan bertanya serta memperoleh jawaban yang terbaik dari guru yang mengajar. Baik secara chat, maupun video conference.

  • Memberi ruang bagi sekolah untuk mengembangkan siswa

Metode belajar dengan e-learning juga dapat membantu sekolah dalam mengembangkan kemampuan siswa. Karena tidak semua fasilitas dapat disediakan oleh sekolah.

Selain itu, siswa-siswa yang memiliki bakat non-akademik yang sedang ikut kompetisi atau pelatihan khusus juga bisa mengakses sekolah serta berkomunikasi dengan guru yang memberinya tugas.

  • Bisa diakses oleh lebih banyak siswa

Umumnya, jumlah siswa sekolah dalam satu angkatan berjumlah 100 – 300, atau bahkan lebih. Namun, dengan jumlah ini, faktanya masih banyak anak Indonesia yang harus putus sekolah karena tidak tertampung dalam kuota rombongan belajar.

Sekolah diprediksi akan mampu menampung lebih banyak siswa hingga jumlah ribuan dengan metode e-learning. Hasilnya, pemasukan sekolah dari SPP pun akan meningkat secara signifikan.

Dari seluruh pembahasan diatas tampaknya e-learning dapat berdampak sangat baik bagi manajemen sekolah di masa depan. Namun, agar bisa melaksanakan pembelajaran online dengan baik, sekolah harus menyiapkan platform e-learning yang berkualitas pula.

Akan tetapi, pembelian alat, aplikasi, operator, dan platform e-learning yang baik tidaklah murah. Oleh karena itu, Pintek menyediakan program cicilan pengadaan untuk institusi dengan bunga rendah dan proses mudah. Klik disini, untuk info lebih lanjut.

Please follow and like us:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *