Mendukung Up-skilling Pekerja di Bidang Programming, Pintek Sinergi Dengan Impact Byte

 

Jakarta, 15 Juli 2020 – Mendukung peningkatan keterampilan untuk pekerja di Indonesia, Pintek, perusahaan financial technology peer-to-peer lending, bersinergi bersama Impact Byte, coding bootcamp, yang bertujuan untuk mendidik individu menjadi seorang programmer handal. Melalui acara ini, Pintek dan Impact Byte memberikan solusi untuk pekerja maupun calon pekerja untuk belajar maupun meningkatkan kemampuan untuk menjadi programmer di tengah masa pandemi agar mampu bersaing di pasar tenaga kerja.

Sebagai tempat untuk berbagi pengetahuan, pandangan dan pengalaman mengenai perkembangan teknologi, acara “Pentingnya Meningkatkan Skill Programming di Tengah Pandemi” menghadirkan William Hendradjaja, Co-Founder Impact Byte; Bylardo Manalu, Lead Software Engineer Pintek; dan Adit Nugroho, Front End Website Developer RoomMe (alumni Impact Byte). Acara ini akan membahas mengenai kebutuhan keterampilan yang dibutuhkan pada masa pandemi, tantangan yang dihadapi, juga jawaban pembiayaan untuk kebutuhan peningkatan keterampilan.

Bylardo Manalu, selaku Lead Software Engineer Pintek mengatakan, “Saat ini, banyak perusahaan yang telah mapan maupun perusahaan rintisan memiliki kebutuhan akan tenaga kerja programmer yang memiliki kemampuan maksimal dalam pembangunan aplikasi berbasis web, mobile, desktop dan teknologi pendukung lainnya. Melalui kesempatan ini, kami memberikan dukungan dalam mengatasi kekurangan tersebut dengan membagikan pengalaman sebagai programmer. Selain itu, Pintek juga memberikan pendanaan kepada pekerja yang ingin meningkatkan skill programming di Impact Byte, yang merupakan salah satu partner kami.”

Menurut Kementerian Riset dan Teknologi Republik Indonesia/Badan Riset dan Inovasi Nasional, Indonesia perlu menambah jumlah tenaga ahli di bidang coding, dikarenakan memiliki peran vital untuk mengambangkan industri digital dalam negeri. Selain itu, tantangan yang perlu dipenuhi adalah SDM unggul Indonesia, sebagai tenaga ahli coding berkualitas, sehingga mampu memenuhi kebutuhan jumlah programmers bagi industri digital dalam negeri maupun untuk dapat bersaing di tingkat global.[1]

William Hendradjaja, Co-Founder Impact Byte menyatakan, “Pada masa pandemi ini, kami ingin menunjukkan komitmen kami dalam mendukung peningkatan keterampilan dan kualitas tenaga kerja di Indonesia, khususnya di bidang programming. Seperti yang kita tahu, masih banyak perusahaan yang menggunakan tenaga programmer dari luar negeri, hal ini merupakan tantangan sekaligus peluang bagi programmer Indonesia untuk meningkatkan kompetensi diri agar mampu bersaing pada pasar tenaga kerja di industri digital dalam negeri.”

Impact Byte adalah perusahaan pendidikan berbasis teknologi dengan misi untuk membantu siapapun memulai karir sebagai programmer profesional. Dengan kurikulum yang telah divalidasi oleh kebutuhan Industri dan mentor yang berpengalaman, Impact Byte telah melahirkan lebih dari 180 programmer siap kerja melalui program coding bootcampnya. Selama pembelajaran, peserta akan dibekali berbagai pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan sebagai Programmer, seperti pembentukan pola pikir sebagai Programmer, alur pengembangan perangkat lunak, arsitektur dan database, cara membangun sebuah produk digital berbasis web serta keterampilan non teknis seperti kemampuan berkomunikasi, bekerja dalam tim, wawancara, dsb. Sedangkan untuk pembiayaan, Impact Byte menggandeng Pintek untuk memudahkan peserta dalam pembayaran melalui produk cicilan yang diberikan oleh Pintek.

Di Impact Byte, basis bahasa pemrograman yang akan diajarkan adalah JavaScript modern. Menurut Impact Byte, JavaScript merupakan satu bahasa pemrograman yang paling banyak digunakan saat ini dengan menawarkan fleksibilitas yang diterapkan dalam berbagai produk digital, mulai dari web, desktop, Android, iOS, IoT, hingga robotika. Berkat kurikulum yang relevan dengan industri serta jaringan yang Impact Byte miliki dengan lebih dari 150 Mitra Kerja, 88% lulusan Impact Byte berhasil mendapatkan pekerjaan sebagai Programmer dalam 1 bulan selepas lulus.

 

-Selesai-

[1] https://www.ristekbrin.go.id/kabar/menristek-kepala-brin-indonesia-perlu-menambah-tenaga-ahli-coding/

Please follow and like us:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *