orang kaya

Hidup menjadi orang kaya? Sepertinya ini merupakan salah satu impian sebagian besar orang saat ini. Apalagi di tengah kondisi pandemi Covid-19 yang secara membabi buta memberikan dampak negatif bagi kondisi perekonomian masyarakat.

Ya, kondisi pandemi yang masih terjadi hingga saat ini, tidak bisa dipungkiri telah membuat kondisi ekonomi semakin lesu. Sejumlah orang pun mulai memutar otak mencari cara agar tetap dapat bertahan hidup dan memenuhi kebutuhan keluarga, salah satunya lewat kegiatan investasi.

Betul, saat ini investasi memang menjadi salah satu aktivitas favorit sebagian besar orang karena dipercaya sebagai salah satu cara untuk menjadi orang kaya.

Anggapan ini pun semakin diperkuat dengan dikenalnya tokoh-tokoh investor handal dunia dan tanah air seperti Warren Buffet, Lo Kheng Hong dan lainnya yang diketahui berhasil mengubah nasib menjadi seorang miliarder berkat investasi.

Selain mereka, saat ini ada banyak juga deretan sultan-sultan tajir yang dikenal kaya lewat investasi dan “berkeliaran” di media sosial, khususnya akun-akun selebgram centang biru. Penasaran siapa saja mereka? Berikut pembahasannya.

Baca Juga: Investor Pemula Wajib Tahu 10 Dunia Investasi ini Biar Cuan Berlimpah!

Orang kaya yang dikenal tajir lewat investasi

orang kaya karena investasi
Source image: Instagram @donisalmanan

Jagat dunia maya, khususnya media sosial Instagram kini seolah menjadi wadah baru bagi para sultan untuk unjuk kekayaan hasil dari kegiatan investasi.

Mereka pun kerap kali muncul mengikuti kegiatan lelang atau berbagai rezeki di akun-akun selebgram dan influencer kenamaan tanah air yang membuat popularitasnya semakin dikenal masyarakat.

1. Doni Salmanan

Nama Doni Salmanan kini dikenal banyak orang sebagai salah satu miliarder muda yang kaya lewat investasi. Aksi pertamanya yang berhasil mendapatkan sorotan publik yaitu saat ia diketahui menyawer uang Rp 1 miliar kepada youtuber gaming, Reza Arap.

Tidak hanya itu saja, popularitasnya pun semakin melejit setelah aksinya turun ke jalanan memberikan bantuan PPKM berupa uang Rp 100 ribu kepada para warga termasuk ojol hingga tukang parkir di Bandung viral di media sosial beberapa bulan lalu.

Usut punya usut, salah satu sumber kekayaan pria yang menjabat sebagai CEO di Salmanan Group tersebut rupanya datang dari kegiatan trading yang ia geluti selama ini.

Doni juga mengaku kalau dalam menjalankan kegiatan tardingnya tersebut, ia pernah mengalami kerugian sebesar Rp 2,1 miliar.

2. Indra Kenz

Indra Kesuma atau lebih akrab disapa Indra Kenz, merupakan sosok sultan tajir berikutnya yang diketahui memiliki sumber penghasilan salah satunya dari investasi.

Bermula dari pengalamannya sempat ditipu investasi bodong, pria asal Sumatera Utara ini pun akhirnya mulai mempelajari sendiri bagaimana cara trading.

Hingga pada akhirnya, usahanya tersebut berbuah manis. Indra bahkan mengaku kalau kini ia dapat memperoleh keuntungan hingga lebih dari Rp 2 miliar per bulan dari kegiatan trading Bitcoin yang dijalaninya tersebut.

Meskipun begitu, Indra juga tidak memungkiri kalau dalam perjalanannya melakukan trading di Bitcoin tersebut ia sempat mengalami sejumlah kerugian dan yang paling terbesar hingga Rp 29 miliar.

Baca Juga: Raditya Dika Hingga Reino Barack, Ini Daftar Artis Indonesia yang Kaya Lewat Investasi!

3. Chandra Tauphan

Melemahnya kondisi perekonomian akibat pandemi pada pertengahan tahun 2020 lalu, justru dianggap Chandra Tauphan sebagai peluang untuk ia terjun ke investasi saham.

Suami dari artis Nina Zatulini ini mengaku kalau dirinya mulai terjun ke investasi saham karena ingin memanfaatkan momen pasar dan market yang kala itu sedang crash, sehingga mengakibatkan harga saham benar-benar anjlok.

Ia pun mulai membeli saham dengan harga-harga rendah dan kini setelah market mulai membaik, hasilnya ia sudah merasakan profit hingga beratus-ratus persen.

Meskipun telah berhasil meraup keuntungan besar, tapi Chandra termasuk sosok orang yang terbilang rajin membagi-bagikan hasil keuntungan investasi sahamnya tersebut kepada followers akun Instagramnya.

4. Andika Sutoro Putra

Orang kaya yang tajir lewat investasi berikutnya yaitu Andika Sutoro Putra. Perjalanannya untuk menjadi seorang investor saham yang sukses ternyata tidaklah mudah.

Berasal dari keluarga sederhana yang memiliki mimpi menjadi miliarder, Andika diketahui sempat berjualan baju hingga CD suara burung walet. Sampai pada akhirnya, Andika pun berhasil berinvestasi sebesar Rp 10 juta dari hasil berjualan dan juga bantuan sang ayah.

Di enam bulan pertama investasinya, Andika mengaku mendapatkan keuntungan hingga 50%. Dari situlah ia akhirnya memberanikan diri menggunakan seluruh uangnya sebesar Rp 100 juta untuk diinvestasikan ke saham.

Meskipun sempat mengalami kerugian sebesar 30%, tapi Andika yang sudah berkecimpung selama hampir 11 tahun di pasar saham kini telah berhasil mengumpulkan uang sekitar Rp 40 miliar pada tahun ke-9 saat berinvestasi.

Cara memulai investasi agar menjadi orang kaya

cara memulai investasi

Mendengar kisah sukses investasi sederet miliarder di atas, mungkin membuat sebagian dari kamu semakin penasaran dan ingin ikut terjun ke dunia investasi bukan?

Tidak ada salahnya, kok. Akan tetapi, sebaiknya bekali diri terlebih dahulu dengan ilmu yang cukup sebelum benar-benar terjun ke dalamnya. Pasalnya, investasi bukan hanya sekadar soal keuntungan besar, tapi ada juga risiko kerugian yang tidak kalah besarnya.

Oleh karena itu, berikut adalah sejumlah tips cara memulai investasi untuk kamu yang tertarik berinvestasi.

1. Menentukan tujuan investasi

Sebagai investor, kamu harus sudah tahu apa tujuanmu berinvestasi. Apakah untuk dana pendidikan, membeli rumah, atau kepentingan lainnya.

Menentukan tujuan di awal sangatlah penting. Tentukan dulu tujuannya untuk jangka pendek atau jangka panjang. Tujuan ini menjadi patokan kemana arah investasi yang akan kamu lakukan.

Tujuan investasi akan berpengaruh terhadap beberapa keputusan, seperti jenis investasi dan platform investasi.

2. Mengetahui profil risiko

Setiap investor pastinya memiliki profil risiko masing-masing. Oleh karena itu, mengetahui profil risiko sebelum memulai investasi juga sangatlah penting. Profil risiko sendiri dibagi ke dalam tiga jenis tipe; Konservatif, Moderat dan Agresif.

Profil risiko konservatif cenderung takut berspekulasi. Investor jenis ini lebih memilih investasi dengan resiko rendah seperti misalnya reksadana pasar uang, deposito, emas dan logam mulia yang juga memiliki hasil return lebih kecil.

Sementara, investor dengan profil risiko moderat umumnya lebih berani dibanding tipe konservatif. Investor tipe ini tidak takut mengambil risiko bermain di pasar yang lebih fluktuatif supaya bisa mendapat return besar.

Instrumen investasi yang bisa dipilih adalah Reksadana Campuran. Instrumen investasi tersebut returnnya cukup besar, tapi risikonya tidak sebesar investasi saham.

Terakhir, investor bertipe agresif yang memiliki ambisi besar untuk mendapatkan “giant fish”. Investor tipe ini biasanya cukup berani kehilangan uang. Toleransinya terhadap penurunan nilai investasi juga lebih tinggi.

Oleh karena itu, instrumen saham dianggap sebagai yang paling tepat untuk investor yang memiliki profil risiko agresif.

3. Menentukan jangka waktu investasi

Salah satu hal yang sering dilupakan oleh para investor pemula ketika terjun ke dunia investasi adalah menentukan jangka waktu investasi.

Padahal, ini merupakan salah satu faktor penting agar kamu tahu harus memilih instrumen investasi mana yang paling tepat agar tujuan investasi bisa tercapai dengan sejumlah dana yang dimiliki.

Kamu dapat memilih untuk berinvestasi jangka panjang atau pendek yang pastinya disesuaikan juga dengan target dan tujuan investasi.

4. Memilih platform investasi

Perkembangan dunia digital yang semakin pesat tidak bisa dipungkiri semakin memudahkan orang-orang untuk berinvestasi. Pasalnya, saat ini sudah ada banyak platform digital yang memfasilitasi investasi online.

Namun, jangan lupakan soal keamanannya. Pilihlah platform investasi yang memiliki reputasi bagus dan pastinya sudah terdaftar dan diawasi OJK. Informasi mengenai hal ini sebenarnya bisa kamu temukan selengkapnya di laman resmi website OJK itu sendiri.

Selain itu, mayoritas aplikasi investasi online juga sudah memiliki fitur Robo Advisor yang bisa memudahkan investor newbie dalam membangun portofolio investasi.

Baca Juga: Tips Memulai Investasi yang Tepat Agar Hasilkan Banyak Cuan!

Mengembangkan keuntungan investasi untuk bisnis

mengembangkan keuntungan investasi untuk bisnis

Meraup keuntungan besar dari hasil investasi tentu menjadi tujuan akhir bagi para setiap investor.

Namun, keuntungan besar tersebut pastinya tidak akan bertahan lama jika kamu tidak memanfaatkannya untuk dapat meraup keuntungan di sektor lain.

Oleh karena itu, kamu bisa memulai untuk memanfaatkan keuntungan investasi dengan terjun ke dunia bisnis. Akan tetapi, pilihlah sektor bisnis yang memiliki prospek menjanjikan kedepannya seperti misalnya bisnis di sektor pendidikan.

Salah satu contohnya, kamu bisa mendaftar sebagai penyedia kebutuhan barang dan jasa untuk sekolah di marketplace mitra SIPLah.

Kenapa SIPLah? Karena setiap sekolah yang mendapatkan bantuan Pemerintah berupa dana BOS, diwajibkan untuk melakukan Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) lewat platform SIPLah milik Kemendikbud.

Baca Juga: Apa itu SIPLah, Tujuan Serta Keuntungan untuk Sekolah dan UKM Pendidikan!

Dengan begitu, bisnis kamu berkesempatan untuk memiliki pasar yang lebih besar serta nominal pesanan yang besar pula. Kondisi ini dialami oleh Yahto selaku pemilik PT Ambali.

“Awal tahun 2015 sampai 2019 dapat omset kecil-kecil. Namun, ketika mulai terjun ke SIPLah pada tahun 2020 sampai 2021, perusahaan mendapatkan omzet signifikan. Untuk sekelas perusahaan kecil, omzetnya sudah menyentuh angka Rp 5 miliar dalam kurun waktu 2 tahun,” jelas Yahto kepada tim Pintek.

Nah, agar bisnis kamu di SIPLah berjalan lancar, maka permodalan menjadi salah satu hal penting yang harus diperhatikan. Tapi, kamu tidak perlu khawatir karena ada Pintek yang siap memberikan solusi pendanaan bisnismu.

Pintek adalah perusahaan fintech yang memiliki misi mendorong transformasi pendidikan di Indonesia melalui layanan keuangan.

Seperti halnya dengan Pak Yahto, para pelaku usaha di bidang pendidikan yang terjun sebagai penjual di SIPLah, LKPP, LPSE dan e-Katalog, dapat mengajukan pinjaman PO/Invoice SIPLah untuk mengembangkan skala bisnisnya.

Melalui produk pendanaan tersebut, vendor pendidikan bisa mendapatkan pendanaan hingga miliaran rupiah dengan bunga efektif mulai dari 1,5 persen hingga 2,5 persen, tergantung credit scoring.

Segera kunjungi Pintek.id untuk mengetahui informasi lebih lengkap terkait pendanaan di Pintek atau melakukan diskusi dengan tim Pintek melalui TanyaPintek maupun menghubungi Pintek di nomor 021-50884607.

Kamu juga bisa mendapatkan informasi menarik seputar Pintek dengan mengunjungi laman Instagram Pintek di @pintek.id dan @pintek.biz.