pasar uang dan valas

Dalam interaksi pasar uang akan selalu berkaitan dengan valuta asing atau yang sering juga kita sebut sebagai valas. Itu berarti pasar uang dan valas sangat terkoneksi satu sama lain untuk menjadi penopang dalam kegiatan perdagangan jual-beli dimanapun kita berada. Dalam berinvestasi, kita juga harus memperhatikan secara rinci mengenai pasar uang dan valas.

Interaksi antar kedua ini menjadi hal yang paling krusial dan penting jika dana berjumlah besar atau kegiatan ekonomi pada saat itu sedang tidak stabil. Tetapi pertama-tama kita harus mengetahui terlebih dahulu pengertian, tujuan, dan fungsi dari pasar uang dan valas itu sendiri.

Apa itu Pasar Uang?

Pasar uang merupakan tempat antara sang pemberi dan atau yang disebut juga lender dengan sang calon konsumen. Pertemuan ini dapat dilakukan secara face-to-face atau langsung, tetapi bisa juga dilakukan melalui perantara atau biasa disebut broker. Pasar uang ini ada karena transaksi permintaan atau penawaran terhadap dana dan sejumlah dokumen-dokumen berharga dengan jangka pendek yang umumnya di bawah 270 hari.

Instrumen ini biasanya ditransaksikan dalam bentuk dokumen atau surat-surat berharga. Ada beberapa instrumen di dalam pasar uang, antara lain :

  • Call Money
  • Deposito
  • Promissory Notes
  • Commercial Paper
  • Surat Berharga Pasar Uang (SBPU)
  • Sertifikat Bank Indonesia (SBI)
  • Banker’s Acceptance
  • Treasury Bills

Pasar uang juga merupakan bagian dari sistem keuangan yang memiliki hubungan dengan kegiatan perdagangan, pendanaan berjangka pendek sampai dengan satu tahun dalam mata uang rupiah maupun valas, dan pinjam-meminjam. Pasar uang memiliki peran dalam kebijakan moneter, stabilitas keuangan, dan kelancaran dari sistem pembayaran.

Baca Juga : 6 Jenis Investasi Online Terbaik yang Aman untuk Pemula

Pengaturan pasar uang juga dapat dilakukan dengan memperhatikan peraturan dari perundang-undangan mengenai perbendaharaan negara yang terkait penggunaan instrumen surat utang negara sebagai instrumen terkait dengan moneter melalui operasi yang biasa dilakukan melalui transaksi repurchase agreement (repo). Dengan adanya pengaturan pasar uang diharapakan dapat memberikan landasan hukum agar dapat menjadi pedoman dan memberi sebuah kepastian hukum bagi para Pelaku Pasar dalam melakukan transaksi di Pasar Uang.

Fungsi Pasar Uang

Karena adanya kebutuhan yang mendesak akan suatu dana yang memiliki sifat jangka pendek dan harus sesegera mungkin dipenuhi terciptalah keberadaan pasar uang. Pasar uang adalah pilihan alternatif bagi para perusahaan non keuangan, lembaga keuangan, dan individu dalam memenuhi kebutuhan dana dalam jangka waktu pendek mereka. Berikut adalah fungsi dari pasar uang, antara lain:

1. Fungsi Pengendalian

Secara tidak langsung, pasar uang memiliki fungsi sebagai pengendali moneter yang ada karena penguasa moneter ketika mereka melakukan operasi pasar terbuka. Di Indonesia, operasi pasar terbuka diadakan oleh Bank Sentral Indonesia melalui pasar uang. Operasi pasar terbuka biasanya menggunakan instrumen seperti Surat Berharga Pasar Uang (SBPU) dan Sertifikat Bank Indonesia (SBI).

2. Fungsi Perantara atau Mediator

Keberadaan dari pasar uang untuk menjadi perantara dalam membantu transaksi jual-beli dari surat-surat berharga dengan jangka pendek. Fungsinya agar lembaga keuangan atau non keuangan dan juga masyarakat dapat dengan mudah melakukan transaksi penjualan atau pembelian surat berharga sesuai kebutuhan mereka dengan jangka waktu yang pendek.

Selain itu, pasar uang dapat menjadi perantara juga bagi investor asing agar dapat memberikan kredit jangka pendek kepada perusahaan-perusahaan yang ada di Indonesia. Tidak hanya itu, pasar uang dapat juga berperan sebagai promotor bagi investor supaya bisa menawarkan kredit kepada perusahaan dan lembaga keuangan di Indonesia.

3. Fungsi Likuiditas

Dalam kegiatan ekonomi seperti ini, fungsi likuiditas merupakan fungsi utama dari pasar uang. Fungsi ini memiliki kemampuan untuk perusahaan agar memenuhi kewajibannya untuk membayar hutang terutama yang mendekati atau sudah lewat dari jatuh tempo. Instrumen keuangan seperti saham, obligasi, atau instrumen lainnya dapat dengan mudah untuk dicairkan lewat pasar uang. Tujuannya agar perusahaan dapat mendapatkan dana dengan mudah baik lewat penjualan surat berharga ataupun kredit berjangka pendek melalui pasar uang.

4. Fungsi Modal

Pasar modal sebenarnya memiliki peran penting juga dalam menjadi perantara untuk menghimpun dana yang merupakan surat berharga dengan jangka pendek dari perusahaan atau individu untuk dapat diperjual-belikan. Pasar uang juga dapat menjadi sumber modal untuk perusahaan dan individu yang mau ikut serta berinvestasi dalam waktu jangka pendek.

Baca Juga : Cara Menabung yang Benar dan Efisien Menurut Pakar Keuangan

Jika ada perusahaan yang memerlukan pendanaan, mereka dapat menjual surat berharga yang mereka miliki atau mendapatkan dana dari meminjam kepada perusahaan lain dengan jangka waktu pendek. Dengan tujuan, kebutuhan modal yang mendesak ini akan dengan cepat bisa diatasi.

Apa itu Valuta Asing?

Valuta asing atau yang sering disebut juga sebagai valas merupakan mata uang yang dapat dengan mudah digunakan dan diterima dalam dunia perdagangan secara internasional. Untuk transaksi dalam negeri, mata uang asing ini tidak dapat berlaku sebagai alat transaksi yang sah, tetapi bisa digunakan untuk transaksi dan keuangan di internasional. Dollar Amerika atau US Dollar (US$) merupakan valuta asing yang paling sering digunakan secara internasional saat ini. Salah satu bentuk devisa termasuk valuta asing juga.

Fungsi Dari Valuta Asing atau Valas

Berikut ini yang merupakan fungsi dari valuta asing atau valas :

1. Alat Pengendali Kurs

Valas sangat berguna menjadi pembanding nilai mata uang antar negara atau yang kita ketahui juga dengan sebutan kurs. Sebagai alat untuk mengendalikan kurs terhadap mata uang asing merupakan kegunaan valas.

2. Alat Mempermudah Perdagangan Internasional

Penggunaan valas mempermudah setiap negara melakukan kegiatan perdagangan antar negara tanpa kendala perbedaan mata uang.

3. Alat Tukar Internasional

Fungsi ini, valas mempunyai kegunaan untuk melakukan transaksi di luar negeri. Selain dari itu, valas juga mempunyai kegunaan untuk menjadi alat transaksi tukar-menukar barang ataupun jasa dengan negara lain, contohnya impor dan ekspor.

4. Alat Pembayaran Internasional

Valas juga berfungsi untuk menjadi alat pembayaran internasional, contohnya jika suatu negara berhutang kepada negara lain, maka negara yang memiliki hutang dapat membayar hutangnya menggunakan valas beserta dengan bunga.

Jenis Transaksi Valuta Asing

Jika dilihat dari jangka waktu, pasar valas bisa digolongkan menjadi dua macam transaksi :

1. Transaksi Spot

Transaksi valas disertai juga kewajiban dari kedua belah pihak pembeli dan penjual untuk bisa saling menyerahkan mata uang yang mereka miliki dalam waktu maksimum dua hari kerja setelah adanya kontrak.

2. Transaksi Forward

Hampir sama seperti transaksi spot, tetapi perbedaannya adalah di waktu penyerahan mata uang dari masing-masing pembeli dan penjual yang dalam kurun waktu lebih dari dua hari kerja setelah tanggal terjadinya kontrak. Ini memiliki arti bahwa serah terima dapat diselesaikan dalam kurun waktu berbeda-beda, contohnya satu hari, satu minggu, satu bulan, enam bulan, ataupun satu tahun setelah value spot.

Berikut adalah jenis transaksi yang dikelompokkan secara lebih terinci, antara lain :

  1. Funding : Pinjaman valas, kebutuhan cash flow.
  2. Investasi : Commercial, property, and portofolio investment.
  3. Komersial : Impor-Ekspor traffic modal dan traffic jasa.
  4. Hedging : Keperluan hedging atas resiko dari perubahan kurs valas.
  5. Individu : Turis dan kebutuhan-kebutuhan individu yang lain.