hak dan kewajiban siswa di sekolah

Menyelenggarakan pembelajaran kreatif untuk para milenial kini menjadi tantangan baru bagi sistem pendidikan kita di Indonesia.

Bukan tanpa alasan, pasalnya kemajuan zaman dan perkembangan teknologi yang semakin pesat bukan hanya membawa dampak positif bagi kehidupan saja tetapi juga tantangan dan persoalan baru bagi generasi muda.

Inilah alasannya sistem pendidikan di Indonesia harus dapat menyiapkan mereka agar tidak tersisih di era globalisasi. Salah satunya melalui penyelenggaraan pembelajaran kreatif itu sendiri.

Lantas apa itu pembelajaran kreatif dan bagaimana peran sekolah dalam mewujudkan hal ini? Berikut pembahasan selengkapnya.

Baca Juga: Apa itu Era Industri 4.0 dan Peran UKM Pendidikan dalam Mendukung Sekolah?

Mengenal Tentang Pembelajaran Kreatif

model pembelajaran terbaik

Tidak sedikit orang yang berpendapat bahwa kreatif itu lebih bernilai dibandingkan cerdas. Opini tersebut dapat dipahami mengingat di zaman sekarang tantangan dan problema kehidupan kian kompleks. Untuk mencari solusi orang perlu mencari ide baru yang inovatif dan tanpa kreativitas yang tinggi hal ini sulit diwujudkan.

Tanah Air kita membutuhkan para teknokrat dan pemikir yang kreatif untuk merespon perkembangan kehidupan yang kian cepat terkait dengan teknologi dan ilmu pengetahuan. Inilah sebabnya lembaga pendidikan akan menjadi ujung tombak dalam mencetak siswa-siwa yang kreatif.

Mereka yang kreatif berpotensi lebih baik dalam mengembangkan daya nalar dan menemukan solusi dari berbagai permasalahan pembelajaran. Jika dikembangkan potensi berpikir kreatif akan membangun motivasi diri yang tinggi untuk hal-hal positif. Ini misalnya kemauan yang kuat untuk belajar, memiliki rasa percaya diri yang tinggi, serta mampu berpikir tinggi.

Pembelajaran kreatif dan inovatif diharapkan dapat memberikan bekal yang dibutuhkan untuk menghadapi tantangan dan masalah dalam hidup yang tak menentu.

Menurut para ahli, pengertian pembelajaran kreatif adalah proses belajar yang berlangsung seumur hidup atau longlife education pada setiap orang. Mereka yang menerapkan longlife education ini memperlihatkan perubahan perilaku ke arah yang lebih baik secara kognitif, afektif, dan psikomotorik.

Peranan Sekolah Dalam Melaksanakan Pembelajaran Kreatif

pengertian pembelajaran kreatif

Untuk menyelenggarakan pembelajaran kreatif pada suatu institusi pendidikan, syaratnya adalah adanya pendidik dan pimpinan sekolah kreatif. Beberapa ahli pendidikan memberikan definisi yang beragam mengenai guru kreatif, tetapi secara umum ada beberapa kriteria yang menunjukkan ciri tersebut.

1. Selalu Mempunyai Ide yang Fresh

Seorang guru idealnya selalu mendapatkan ide baru yang membawa manfaat bagi siswa pada aktivitas mengajarnya. Inilah sebabnya guru perlu meluangkan waktu untuk menambah wawasan agar mempunyai banyak referensi inovatif untuk kegiatan belajar mengajar.

2. Tampil Beda

Secara tampilan para pendidik ini juga terlihat berbeda dibandingkan rekan-rekan sesama gurunya. Biasanya guru kreatif juga lebih populer di mata siswa.

3. Fleksibel

Alih-alih menciptakan suasana kelas yang kaku, guru yang kreatif bersikap lebih fleksibel. Meski demikian mereka tetap memiliki prinsip namun tanpa melupakan bahwa setiap peserta didik mempunyai karakter dan kompetensi yang berbeda-beda.

4. Supel

Kepandaiannya dalam bergaul membuat guru lebih mudah memahami siswa. Mereka dapat bersikap layaknya sahabat, namun tetap professional dalam menunaikan tugasnya sebagai guru.

5. Menyenangkan

Kepribadian guru kreatif biasanya juga menyenangkan, mempunyai selera humor yang bagus, dan sanggup menciptakan suasana kelas yang tidak membosankan.

6. Sering Bereksperimen

Pendidik yang kreatif tidak akan berhenti setelah kegiatan rutin mengajarnya selesai. Yang bersangkutan akan berupaya meningkatkan kualitas diri dengan melakukan berbagai uji coba. Ini misalnya menerapkan metode-metode pengajaran baru hasil dari training peningkatan kompetensi guru yang diikuti.

7. Cekatan

Dalam keseharian guru akan terlihat sigap dan tidak pernah menunda-nunda suatu tugas. Selain itu guru kreatif juga dapat memecahkan berbagai masalah yang berkaitan dengan aktivitas hariannya dengan cepat.

Konsep pembelajaran kreatif pada suatu lembaga pendidikan akan dapat diimplementasikan jika mendapat dukungan dari pimpinan atau kepala sekolah. Yang bersangkutan akan bersedia memberikan ruang seluas-luasnya bagi guru dan warga sekolah untuk menuangkan kreativitas mereka.

Dalam membuat keputusan, idealnya kepala sekolah mengadakan dialog dengan melibatkan semua pihak terkait. Dalam menjalankan tugas kepemimpinannya kepala sekolah mampu menjadi sosok inspiratif yang bersedia.

Dia akan bersedia menyediakan waktu, sumber daya, dan akses untuk membangun lingkungan yang kondusif sebagai sarana terjadinya pembelajaran kreatif.

Baca Juga: Cara Mewujudkan Pendidikan 4.0 Guna Mencetak Sumber Daya Unggul!

Realisasi Pembelajaran Kreatif di Sekolah

apa itu pembelajaran kreatif

Terkait contoh model pembelajaran kreatif di dunia pendidikan sejatinya sudah berkembang dengan bentuk yang sangat beragam. Tujuan penerapan metode pembelajaran variatif adalah untuk meningkatkan minat belajar peserta didik. Ini karena suasana di kelas lebih nyaman dan seru sehingga siswa tidak mudah bosan.

Untuk menambah referensi Anda inilah beberapa model pembelajaran kreatif yang dapat diterapkan untuk tingkat sekolah dasar.

1. Role Playing

Role playing atau bermain peran adalah perilaku berakting untuk membuat siswa merasakan sebuah situasi serta karakter yang dimainkannya. Metode ini akan membantu peserta didik meningkatkan imajinasi dan daya kreativitasnya.

2. Talking Stick

Metode pembelajaran ini adalah bentuk latihan untuk meningkatkan kepercayaan diri anak dengan berbicara atau menjawab pertanyaan. Guru akan memutar musik dan siswa secara estafet memindahkan tongkat kepada teman di sampingnya dan demikian seterusnya hingga music berhenti. Orang terakhir yang memegang tongkat harus menjawab pertanyaan.

3. Tebak Kata

Model pengajaran ini cocok untuk berlatih menghafal dengan cara yang seru seperti menjadi peserta kuis di televisi. Materi dan model permainannya dapat disesuaikan dengan tema yang dipelajari.

4. Media Pengajaran

Menggunakan alat peraga dalam pengajaran adalah salah satu contoh pembelajaran kreatif di SD. Ini misalnya model ekosistem untuk pelajaran sains, flash card untuk Bahasa Inggris, atau berbagai bentuk bangun untuk pengajaran matematika.

Menerapkan konsep kreatif dalam pengajaran akan lebih ideal jika ditunjang oleh fasilitas sekolah yang lengkap. Di mana pastinya hal itu memerlukan dana yang tidak sedikit.

Namun tenang saja, Pintek dapat membantu masalah pendanaan yang dialami institusi pendidikan melalui produk Working Capital. Di mana dengan produk ini pihak lembaga pendidikan dapat memperbaiki, menambah, atau mengkinikan fasilitas untuk kegiatan belajar mengajar demi tercapainya Pendidikan 4.0.

Tenor yang ditawarkan pun mencapai 24 bulan dengan bunga yang kompetitif  mulai dari 0.9% dan akan disesuaikan dengan Credit Scoring.

Tidak perlu khawatir soal keamanan, karena Pintek merupakan perusahaan fintech yang telah berizin dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan sudah terdaftar di lembaga Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI).

Pintek juga sudah menerapkan standar kebijakan privasi berdasarkan sertifikasi ISO 27001:2013 yang juga akan menjamin data dan informasi peminjam.

Untuk mengetahui informasi lebih lanjut, pihak lembaga institusi dapat mengunjungi situs resmi Pintek ataupun melakukan Diskusi dengan tim Pintek melalui DiskusiPintek, atau menghubungi melalui nomor telepon dan WhatsApp di 021-50884607.

Kamu juga bisa mendapatkan informasi menarik seputar Pintek dengan mengunjungi laman Instagram Pintek di @pintek.id dan @pintek.biz.