Mewujudkan Pendidikan 4.0 untuk Generasi Emas 2045

Tidak ada pilihan, diam atau terseret, maju dan berkembang. Itulah kondisi dari sistem pendidikan Indonesia saat ini. Sebab, dunia telah memilih maju dengan teknologi digital dalam semua aspek kehidupan, termasuk pendidikan.

Pemerintah pun telah menyusun roadmap “Making Indonesia 4.0” sejak tahun 2018 untuk mengejar ketertinggalan kita dengan negara maju, termasuk negara tetangga. Dari sepuluh program dalam roadmap, peningkatan SDM telah menjadi prioritas.

Dengan kata lain, program digitalisasi pendidikan Indonesia sebetulnya telah lama dilaksanakan oleh pemerintah. Namun, sebetulnya apa itu pendidikan 4.0, apa keuntungannya, dan bagaimana cara menyiapkannya.

Teknologi Digital dan Pendidikan Indonesia

sarana dan prasarana sekolah

World Economic Forum (WEF) telah mendeklarasikan revolusi industri 4.0 sejak 2016, dan berlanjut dengan “Manifesto Davos 2020” yang juga dihadiri Indonesia. Apakah Anda bisa menangkap isu besar dalam pertemuan tersebut?

Dunia telah menetapkan diri untuk melangkah lebih jauh di dalam hampir semua aspek dengan berlandaskan pada teknologi. Namun, apakah sistem pendidikan Indonesia telah siap dengan semua perubahan ini.

Jawabannya sedikit rancu, karena Indonesia bisa dikatakan siap dan juga tidak siap. Hal ini dibuktikan dengan metode pembelajaran yang dilakukan secara jarak jauh secara daring di hampir seluruh sekolah dan universitas.

Secara penguasaan teknologi, anak-anak Indonesia bisa dikatakan sudah cukup siap. Namun, secara sistem dan kultur pendidikan, sama sekali tidak memberikan hasil yang cukup memuaskan.

Banyak siswa dan guru yang mengeluhkan sulitnya memakai platform atau media pembelajaran dengan sistem daring. Bahkan tidak sedikit yang gagal dalam ujian karena koneksi internet tidak stabil.

Infrastruktur pendidikan, itulah kata kunci dan akar masalah yang timbul dalam pembelajaran digital. Hampir seluruh sekolah di Indonesia belum memiliki sistem dan platform teknologi pendidikan yang memadai.

Sejauh ini, komunikasi yang dilakukan oleh guru kepada siswa ketika belajar dari rumah hanya menggunakan aplikasi video conference dan pesan instan. Batasan pada fitur secara umum telah berdampak pada efisiensi dan efektivitas belajar.

Disisi lain, pemerintah melalui Kemendikbud telah mengakui sangat sulit untuk menemukan platform yang cocok untuk semua sekolah di seluruh Indonesia. Oleh karena itu, Menteri Pendidikan Nadiem menyarankan kepada sekolah untuk memilih sendiri platform yang dianggap paling cocok.

Sekolah diimbau harus lebih kreatif dan inovatif dalam menyusun metode atau sistem pembelajaran. Namun, kebebasan ini justru menjadi beban bagi sekolah yang tidak familiar dengan teknologi tinggi.

Selain itu, dana dan anggaran yang harus disiapkan oleh sekolah tidaklah sedikit. Khususnya tahun ini, dimana ekonomi nasional sedang berjuang untuk keluar dari tekanan resesi global.

Baca Juga : Kegiatan Sosialisasi Pintek Sejak Berdiri Hingga Saat ini!

Urgensi Pendidikan 4.0 Harus Segera Dilaksanakan

kelas online

Pendidikan 4.0 saat ini kerap menjadi topik panas di berbagai media mainstream dan forum diskusi. Lalu, apa sebetulnya urgensi dari program digitalisasi sistem pendidikan Indonesia saat ini? Sebagai berikut:

1. Industri Telah Berubah ke Arah Digital

Di era industri 4.0, hampir semua hal akan menerapkan teknologi sebagai dasarnya. Dampaknya jelas dan sudah cukup terasa dalam beberapa tahun terakhir. Investor banyak yang menarik diri dari negara berkembang dan mulai berproduksi di negara asal.

Sumber daya manusia (SDM) merupakan salah satu penyebab paling sering disebutkan. Sebab, teknologi telah mengambil lebih banyak peran dalam produksi daripada manusia itu sendiri. Khususnya pada industri-industri padat karya.

Ini sama seperti ketika mesin uap mulai diterapkan di industri-industri di era sebelumnya. Oleh karena itu, untuk menyiapkan SDM yang berkualitas dan berdaya saing global, anak-anak Indonesia harus cukup dekat dengan teknologi selama masa pendidikan.

2. Persaingan Global Semakin Ketat

Sejak 2016 lalu, dunia secara resmi melangkah ke era globalisasi dalam arti yang sesungguhnya. Istilah cross-borders pun menjadi topik populer yang dibahas dalam berbagai forum, termasuk World Economic Forum (EWF) dan G-20.

Pembatasan wilayah yurisdiksi negara tidak lagi relevan dalam era industri 4.0 yang menggunakan teknologi digital. Dampaknya adalah, persaingan di level pekerja dan profesional secara global dipastikan akan semakin ketat.

Bahkan, Indonesia dinilai terlambat dan kekurangan tenaga ahli dalam hal teknologi digital. Faktanya, perkembangan startup teknologi di Indonesia masih kalah jauh dari India dan beberapa negara tujuan investasi lainnya.

3. Bonus Demografi 2030 – 2040

Tidak hanya persaingan global, Indonesia juga memiliki masalah lain, yakni bonus demografi. Menurut data BPS 2018, jumlah penduduk usia produktif Indonesia akan menembus lebih dari 200 juta jiwa sebelum 2045.

Ini adalah masalah serius. Sebab, lapangan kerja yang tidak berbasis pada teknologi akan semakin sempit di masa depan. Ditambah, penduduk usia produktif Indonesia harus bersaing dengan profesional lain secara global.

Pendidikan 4.0 adalah isu yang tidak bisa ditawar lagi, mulai sekarang dan untuk masa depan. Program Indonesia Emas 2045 pun terancam akan gagal diwujudkan secara nyata.

Investasi yang Diperlukan untuk Membangun Pendidikan 4.0

investasi pendidikan

Revolusi pendidikan 4.0 adalah sebuah langkah besar. Oleh karena itu, persiapan dan semua infrastruktur harus disiapkan dengan matang. Anggaran yang harus disiapkan pun tidak sedikit.

Namun berinvestasi dalam proyek pendidikan 4.0 adalah sebuah kewajiban yang tidak bisa lagi ditawar, apalagi ditunda. Lalu, program dan fasilitas apa saja yang perlu diinvestasikan? Sebagai berikut:

1. Platform e-Learning

Langkah pertama untuk masuk ke ranah pendidikan 4.0 adalah penerapan e-learning dalam pembelajaran major. Sebab siswa akan terbiasa bekerja secara jarak jauh atau remote, serta teruji kredibilitasnya.

Metode pembelajaran e-learning juga akan memudahkan siswa untuk bisa menguji dan mendiskusikan teori yang dipelajari dari guru dengan lebih fleksibel dan personal.

2. Innovation Workshop

Sekolah atau bahkan universitas wajib membuat innovation workshop yang memadai untuk siswanya. Dari sanalah akan banyak ide dan gagasan luar biasa yang lahir dari kreativitas anak muda.

Investasi pada program ini tentunya akan membutuhkan dana yang sangat besar. Akan tetapi, hasilnya tidak akan pernah mengecewakan. hal ini telah dibuktikan dalam beberapa proyek inkubasi startup di kampus-kampus.

3. School-industry Engagement

Lembaga pendidikan, baik universitas maupun sekolah, harus membuka link ke dunia industri. Di beberapa negara maju, program school-industry engagement pun sudah masuk ke dalam agenda rutin tahunan.

Pelajar Indonesia wajib diberikan gambaran nyata dan aktual tentang apa saja yang dikerjakan, bagaimana, dan tantangan di dunia kerja. Kegiatan ini akan membuka mindset pelajar untuk menentukan keahlian apa yang ingin mereka kuasai.

Pendidikan 4.0 adalah proyek raksasa yang menentukan apakah Indonesia Emas 2045 dapat terwujud atau tidak. Anggaran yang diperlukan pun dapat dipastikan akan sangat besar. Namun, lembaga pendidikan sudah tidak memiliki pilihan selain memulainya sekarang!

Oleh karena itu, Pintek menawarkan dana dalam bentuk pinjaman modal kerja dan program pendanaan investasi dengan bunga rendah untuk pengembangan berbagai fasilitas dan sarana pendidikan yang lebih baik. Klik disini untuk detail informasinya.

Please follow and like us:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *