Suka Duka Pengalaman Kuliah Sambil Kerja di Luar Negeri

Pinters, apakah kamu bercita-cita kuliah di luar negeri? Ternyata kuliah di luar negeri tidak melulu menyenangkan. Kamu perlu tau pengalaman kuliah di luar negeri supaya punya gambaran suka dukanya.

Jika sekilas melihat postingan orang-orang yang kuliah di luar negeri, rasanya kok asik-asik saja. Bisa jalan-jalan di luar negeri. Berkunjung ke tempat-tempat menarik dan mendokumentasikannya di sosial media.

Ternyata di balik itu semua, ada perjuangan yang jarang ditampakkan. Hidup di tanah orang dan sendirian bukanlah perkara mudah. Ada beberapa pengalaman suka duka yang Kami himpun untuk memberi gambaran buat kamu.

1. Pendaftaran yang Cukup Ribet

Daftar kuliah di luar negeri sedikit lebih ribet dibandingkan kuliah di Indonesia. Ada banyak dokumen yang harus dipersiapkan. Selain itu, untuk bisa diterima di kampus incaran juga butuh perjuangan.

Masalah bahasa juga menjadi PR tersendiri. Jika mengincar negara yang tidak menggunakan bahasa Inggris, diperlukan kursus bahasa terlebih dahulu.

2. Hidup Mandiri & Menghadapi Masalah Keuangan

Pinters pasti membayangkan semua aktivitas menyenangkan yang bisa dilakukan di luar negeri. Padahal kuliah di luar negeri mahal, untuk hidup sehari-hari harus selalu mengencangkan ikat pinggang. Mahasiswa yang kuliah di luar negeri dituntut untuk hidup mandiri dan harus pintar memanage uang.

Ada banyak pengalaman kuliah di luar negeri biaya sendiri yang menunjukan bagaimana strugglingnya memenuhi biaya hidup. Beberapa mahasiswa kuliah di luar negeri dengan beasiswa bahkan mengalami masalah yang serupa.

Inilah bukti bahwa manajemen keuangan sangat penting.

Untuk mengurangi biaya hidup, para mahasiswa di luar negeri harus bisa masak sendiri. Dengan masak sendiri, pengeluaran bisa dipangkas cukup banyak. Banyak mahasiswa yang akhirnya mau tidak mau belajar masak, walaupun alakadarnya.

Housing juga masalah yang cukup pelik. Biaya housing di luar negeri cukup mahal. Maka dari itu biasanya para mahasiswa ini memanfaatkan asrama yang disediakan kampus. Jika memang harus menyewa tempat, biasanya dilakukan secara berkelompok untuk meminimalkan budget.

Dalam menghadapi masalah keuangan, mahasiswa yang kuliah di luar negeri biasanya melakukan kerja paruh waktu. Mereka melakukan pekerjaan apa saja mulai dari pelayan toko, pelayan cafe, tukang cuci piring, dll. Biasanya mereka dibayar per jam.

Selain bisa menambah uang jajan, kerja paruh waktu juga sangat berguna untuk meningkatkan kapasitas diri. Bisa belajar langsung dari industri. Pengalaman kerja yang didapat juga akan sangat berguna nantinya.

Baca Juga : Asal Usul Ospek Mahasiswa dan Perkembangannya Dewasa Ini

3. Mengenal Budaya Baru dan Berkunjung Ke Tempat-tempat Menarik

Dengan mengenal budaya baru, insight kita bisa lebih luas. Hal yang biasanya cukup menonjol adalah budaya disiplin. Sebagai pendatang harus bisa menyesuaikan budaya tersebut.

Biasanya akan ada orang-orang dari berbagai negara yang ditemui. Selain bisa belajar mengenal budaya baru, penyesuaian juga harus dilakukan. Harus ada pengertian satu sama lain, jangan sampai terjadi konflik karena budaya yang berbeda.

Tujuan wisata yang tidak biasa adalah salah satu kenikmatan kuliah di luar negeri. Tak heran jika para mahasiswa yang kuliah di luar negeri kerap foto-foto di lokasi-lokasi menarik untuk dipamerkan di sosial media. Karena itu memang pengalaman yang tidak biasa, dan rasanya harus didokumentasikan.

Ada banyak lokasi-lokasi aesthetic. Banyak tempat yang bagus dijadikan konten. Ini adalah salah satu kenikmatan bisa kuliah di luar negeri dan bisa menjadi hiburan saat sedang suntuk dengan perkuliahan.

4. Bertarung Dengan Homesick

Kuliah di luar negeri harus mampu bertahan menghadapi homesick. Jauh dari keluarga untuk waktu yang lama pasti membuat kangen yang luar biasa. Kangen dengan suasana rumah dan lingkungan yang akrab.

Bagi yang sebelumnya tidak pernah jauh dari rumah pasti terasa lebih menyiksa. Terlebih untuk mahasiswa yang tidak terlalu kaya, setiap liburan harus berpikir panjang untuk memutuskan pulang kampung. Kuliah di luar negeri harus bisa bertahan dengan kondisi ini.

Satu-satunya cara melepas rindu hanya dengan berkomunikasi lewat chat atau telepon.

5. Menjadi Minoritas, Menghadapi Rasisme

Rasisme adalah masalah nyata di berbagai negara. Amerika dan Jerman termasuk negara yang cukup rawan. Ada banyak orang-orang luar negeri yang memiliki sentimen terhadap orang asing atau imigran. Meski tidak semua warga lokal memiliki sentimen tersebut, tapi ancaman rasisme tetap nyata.

6. Tuntutan Kuliah yang Berat

Kampus-kampus di luar negeri sangat terkenal dengan tuntutannya yang cukup berat. Ada banyak tugas yang diberikan. Sering sekali diberikan tugas berupa paper yang referensi bukunya banyak.

Meski membuat pusing, tuntutan ini juga bisa meningkatkan kapasitas diri mahasiswa. Kuliah di luar negeri yang bagus akan menyiapkan mahasiswa untuk bisa bersaing di industri.

Banyak pengalaman suka dan duka para mahasiswa yang kuliah di luar negeri. Jika kamu tertarik kuliah di luar negeri kamu harus bisa menghadapi segala pengalaman suka dukanya.

Baik kuliah di luar negeri maupun dalam negeri, dana adalah masalah yang tidak terelakan. Beasiswa mungkin bisa sedikit membantu. Tapi jika tidak bisa mendapatkan beasiswa, pinjaman online bisa menjadi jalan keluar.

Pintek siap memberikan pinjaman pendidikan buat kamu yang ingin kuliah di Indonesia maupun luar negeri. Pintek bekerjasama dengan berbagai kampus di dalam dan luar negeri. Biaya kuliahmu akan ditanggung Pintek dan orang tuamu bisa membayar cicilan pada Pintek.

Pinjaman pendidikan Pintek sangat mudah dalam pengajuannya. Dananya juga cepat dicairkan. Ini adalah jalan keluar bagi orang tuamu yang mungkin sedang banyak tanggungan.

Itu dia ulasan tentang pengalaman kuliah di luar negeri. Baik pengalaman suka dan dukanya. Dengan ulasan tersebut, kiranya kamu bisa memiliki gambaran.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *