pinjaman online ojk

Agar bisnis berjalan lancar, tentu membutuhkan modal yang memadai apalagi jika kamu bermain di sektor bisnis besar. Tak heran jika banyak pelaku usaha yang memilih untuk mengajukan pinjaman modal usaha di lembaga pembiayaan.

Bahkan modal usaha bisa dibilang menjadi hal penting untuk keberlangsungan bisnis para pelaku usaha. Tanpa modal yang cukup, maka bisnis tidak akan berjalan maksimal.

Kendati demikian, mendapatkan pinjaman modal usaha tentu bukan perkara mudah. Terlebih kini semakin bermunculan perusahaan penyedia layanan keuangan abal-abal atau fintech ilegal yang kian meresahkan masyarakat.

Pasalnya tak sedikit masyarakat yang tergiur dengan iming-iming pinjaman modal KTP dan pencairan cepat yang kerap ditawarkan oleh fintech ilegal. Padahal hal itu justru menjerumuskan kamu ke lubang utang lantaran bunga yang dibebankan sangat besar.

Selain itu, sistem penagihan fintech ilegal juga sangat tidak menyenangkan, seperti berkata kasar, mengancam hingga menyebarkan data peminjam.

Oleh karena itu, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) selaku lembaga jasa keuangan resmi di Indonesia menyarankan masyarakat agar lebih cermat memilih perusahaan fintech dan jangan mudah termakan janji manis dari fintech ilegal.

Baca Juga: Perbedaan Fintech Legal dan Ilegal Menurut OJK, Pebisnis Wajib Tahu!

Alasan memilih fintech untuk pinjaman modal usaha

Alasan memilih fintech untuk pinjaman modal usaha

Mendapatkan pinjaman modal usaha memang tidaklah mudah karena kamu harus melewati beberapa tahapan, seperti mengisi form pendaftaran, mengunggah sejumlah dokumen hingga proses pencairan dana.

Selain itu, kamu harus lebih teliti melihat biaya dibebankan seperti bunga, biaya administrasi dan biaya lainnya. Pastikan juga kalau perusahaan yang kamu pilih sudah berizin dan diawasi OJK agar segala transaksi yang dilakukan terjamin keamanannya.

Soalnya, perusahaan fintech yang sudah berizin dan diawasi OJK diharuskan untuk mengikuti regulasi dan peraturan yang sudah ditetapkan oleh OJK untuk melindungi konsumen.

Dengan begitu, peminjam akan terlindungi dari tindakan tidak menyenangkan yang kerap dilakukan oleh pinjaman ilegal.

Tak hanya itu, kamu juga bisa mengakses daftar pinjaman online resmi di website AFPI (Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia) yang memang menaungi seluruh perusahaan fintech di Indonesia.

Kini banyak perusahaan yang bergerak di finansial teknologi atau fintech yang menawarkan pinjaman modal usaha untuk para penjual yang membutuhkan suntikan dana untuk mengembangkan bisnisnya.

Pinjaman di fintech juga lebih unggul karena kemudahan yang diberikan, mulai dari cara mengajukan pinjaman hingga dokumen yang menjadi persyaratan. Selain itu, karena berbasis teknologi, maka layanan yang ditawarkan juga dapat diakses secara online.

Pintek merupakan salah satu perusahaan fintech yang sudah berizin dan diawasi OJK serta terdaftar AFPI. Selain itu, proses pengajuan di Pintek juga cepat dan mudah dengan tenor pinjaman yang panjang dan bunga yang kompetitif.

Apa itu Pintek?

Apa itu Pintek?

Pintek adalah perusahaan di bidang finansial teknologi yang memiliki misi yaitu mendukung pendidikan di Indonesia melalui layanan keuangan.

Pintek sudah berizin dan diawasi oleh OJK dan terdaftar di AFPI. Bahkan Pintek juga telah menerapkan standar kebijakan privasi berdasarkan sertifikasi ISO 27001:2013. Dengan begitu, segala transaksi di Pintek sudah tentu terjamin keamanannya.

Keuntungan mengajukan pendanaan di Pintek

Keuntungan mengajukan pendanaan di Pintek

Sesuai dengan misinya yaitu mendukung ekosistem pendidikan di Indonesia, Pintek berkomitmen untuk membantu satuan pendidikan maupun vendor pendidikan melalui layanan keuangan.

Untuk meyakinkan kamu memilih Pintek sebagai partner bisnis yang menguntungkan, berikut adalah beberapa manfaat yang kamu peroleh dengan menjalin kerjasama dengan Pintek. Yaitu:

1. Pendanaan yang diberikan dalam jumlah besar

Pintek sangat memahami jika para vendor atau pelaku usaha membutuhkan pendanaan besar agar bisnis yang dijalankan bisa menghasilkan keuntungan yang maksimal.

Untuk itu, Pintek menjawab isu ini dengan menyediakan dana segar dalam jumlah yang tidak main-main. Dalam satu kali pengajuan, kamu dapat mengakses pinjaman mulai dari Rp 50 juta hingga miliaran rupiah.

2. Pengajuan pinjaman mudah

Mendapatkan pendanaan tentu tidaklah mudah, apalagi jika dana yang diajukan dalam jumlah besar. Tapi hal tersebut tidak berlaku di Pintek yang memang menawarkan pengajuan pinjaman yang mudah dan cepat.

Pintek siap mendukung setiap pelaku usaha untuk mendapatkan pendanaan guna mengembangkan skala bisnisnya.

Baca Juga: 3 Produk Pinjaman Online Berizin OJK untuk Mendukung Pendidikan di Indonesia!

Namun, ada sejumlah persyaratan yang harus dilengkapi oleh peminjam. Yaitu:

  • Badan Hukum: PT / CV / Koperasi / Yayasan / LKP / LPK
  • Bidang: Pendidikan / Training / Kursus, Supplier Pendidikan, Teknologi Pendidikan, Konsultan Pendidikan, dan lainnya
  • Domisili: Indonesia
  • Profil manajemen dan pemilik baik
  • Memenuhi syarat dokumen legalitas, keuangan, dan verifikasi, termasuk surat penunjukan dari principal
  • Memiliki jaminan Personal Guarantee/ Company Guarantee, dan lainnya

Saat proses pengajuan kamu akan dikenakan sejumlah biaya yang masih relatif rendah. Yaitu:

  • Admin Fee: Rp 500.000
  • Biaya Pengikatan: 1% (di awal)
  • Biaya Platform: 3% platform fee setiap penarikan
  • Notary Fee: Watermark: Rp 750.000 per dokumen, Fidusia: Rp 1.500.000 (Pinjaman > 1 miliar).

3. Proses pencairan cepat

Manfaat lain yang kamu dapatkan dengan mengajukan pendanaan di Pintek yaitu proses pencairan dana yang terhitung cepat yaitu dua hingga tiga hari kerja sejak pengajuan sudah disetujui oleh Pintek.

Untuk dapat mengajukan pinjaman, kamu hanya perlu melalui beberapa langkah. Yakni:

a. Diskusi pendanaan

Pada tahapan ini, kamu dapat menghubungi tim Pintek dan mendiskusikan kebutuhan pembiayaan kamu melalui TanyaPintek.

Tim Pintek siap membantu kamu dari awal hingga pencairan. Selain itu, Pintek juga akan memberikan simulasi pinjaman sesuai dengan besaran dana yang kamu ajukan berikut dengan tenor, bunga, serta besaran cicilannya. 

Jika sudah cukup jelas, kamu bisa langsung masuk ke proses pengajuan pinjaman.

b. Mengirimkan dokumen persyaratan

Langkah selanjutnya yakni dengan mengisi formulir pengajuan secara lengkap, mulai dari identitas diri hingga perusahaan. Kamu juga diharuskan untuk mengisi besaran pinjaman, serta tenor yang diinginkan.

Tak lupa untuk menyertakan juga syarat kelengkapan berkas seperti identitas badan hukum, laporan keuangan, dan mutasi rekening.

Untuk mempercepat prosesnya, lengkapi juga dengan profil usaha kamu serta proposal project, surat kontrak kerja, dan dokumen penunjang lainnya.

c. Penilaian kredit

Setelah semua dokumen lengkap, Pintek akan melakukan penilaian dan analisis mendalam terkait kredit yang kamu ajukan.

Penilaian ini mencakup beberapa hal mulai dari profil peminjam, badan usaha, tujuan peminjaman dana, proyeksi penghasilan kamu, serta kemampuan bayar.

Baca Juga: Butuh Modal Usaha? Ini Tips Membangun Credit Score yang Baik Bagi Pebisnis!

d. Penawaran

Jika pengajuan kamu lolos, selanjutnya tim Pintek akan menghubungi kamu kembali untuk menginformasikan penawaran pinjaman berikut surat perjanjian. Jika kamu setuju, maka kamu perlu melakukan penandatanganan pada dokumen tersebut.

e. Pencairan dana

Langkah terakhir yaitu menunggu proses pencairan dana yang akan dikirim ke supplier yang sudah kamu pilih. Pasalnya, untuk mengajukan pendanaan PO/Invoice di Pintek, pelaku usaha harus menjaminkan invoice atau tagihan yang sedang berjalan.

Kamu bisa langsung mengunjungi situs resmi Pintek untuk melakukan pengajuan pendanaan dan mengisi formulir yang sudah tersedia.

Untuk informasi lebih lanjut, kamu juga bisa menghubungi Pintek di nomor 021-50884607. Mari kembangkan skala bisnis kamu bersama Pintek.