Rachel Vennya

Nama selebgram cantik, Rachel Vennya kini tengah ramai diperbincangkan masyarakat lantaran tidak menjalani masa karantina pasca pulang dari Amerika. Melalui kanal YouTube Boy William, Rachel mengaku tidak melakukan karantina dengan alih rindu dengan kedua anaknya.

Aksi tersebut tak hanya menjadi sorotan masyarakat, tapi juga dari tiga menteri kabinet yaitu Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Menkominfo Johnny G. Plate dan Menparekraf Sandiaga Salahuddin Uno yang meminta agar Rachel mendapat hukuman tegas karena telah melanggar dan dapat membahayakan orang lain.

Namun dibalik aksi kontroversi yang dilakukan Rachel Vennya, wanita kelahiran 23 September 1995 ini menjadi salah satu wanita Indonesia inspirasi yang sukses mendulang rezeki sebagai selebgram dan pengusaha.

Baca Juga: Bisnis Sampingan Pemain Sepak Bola Indonesia, Ada yang Punya Sekolah Lho!

Gurita bisnis milik Rachel Vennya

Gurita bisnis Rachel Vennya
Source image: Instagram @rachelvennya

Seperti yang dilansir dari berbagai sumber, berikut lima gurita bisnis milik Rachel Vennya yang membuat tajir melintir di usia muda. Yaitu:

1. Sate Taichan “Goreng”

Ibu dari Xabiru dan Chava diketahui memiliki bisnis kuliner kekinian yaitu Sate Taichan “Goreng” yang sudah dirintis saat ia menikah dengan Niko Al-Hakim di tahun 2017 silam.

Ide bisnis tersebut muncul lantaran menu kuliner sate taichan yang sangat booming di pertengahan 2015.

Agar dapat bersaing dengan bisnis serupa, Rachel dan tim melakukan banyak inovasi dengan membuat lebih banyak variasi menu sate taichan.

Terbukti, bisnis kuliner Rachel yang satu ini sudah tersedia di beberapa kota seperti Jakarta, Bandung, Bekasi, Depok, Tangerang dan Surabaya.

2. Ngikan Yuk

Masih berkecimpung di bisnis kuliner, Rachel juga memiliki bisnis makanan dengan menu ikan yang diberinama Ngikan. Sesuai dengan namanya, restoran cepat saji tersebut menyajikan berbagai menu ikan olahan yang digoreng krispi dengan perpaduan saus khas nusantara.

Menjadi salah satu menu kuliner masyarakat, Ngikan sukses tersebar di berbagai lokasi di Indonesia, mulai dari pulau Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Bali hingga Nusa Tenggara Barat.

3. Lokasaji

Masih di bisnis kuliner, tapi usaha Rachel Vennya yang satu ini lebih fokus ke bisnis cemilan yang memang diminati oleh banyak masyarakat Indonesia yaitu Lokasaji.

Lokasaji sendiri menawarkan menu cemilan mulai dari cimol, keju aroma, cireng, bitterballen, beragam kue kering, churros dan lain sebagainya.

Bisnis makanan ringan milik Rachel juga sukses di pasaran, terbukti dari banyaknya masyarakat yang membeli produk tersebut melalui sejumlah marketplace di Indonesia.

4. Bisnis fashion

Bukan hanya terjun di bisnis kuliner, kekasih aktor Salim Nauderer ini juga melebarkan sayap bisnisnya di bidang fashion bersama dengan rekannya yaitu dengan meluncurkan brand fashion untuk anak-anak, Mahika Kids.

Keunggulan dari bisnis fashion ini yakni mengusung warna-warna yang earth tone dan dibuat secara handmade dengan bahan berkualitas tinggi sehingga nyaman dan aman digunakan oleh anak-anak.

Selain itu, Rachel Vennya juga memiliki brand fashion yang fokus ke lifestyle anak muda yang bernama Raven is Odd.

Berawal dari multi platform creative company, Raven is Odd bertransformasi menjadi bisnis di industri kreatif salah satunya dengan meluncurkan clothing line.

5. Slim Beauty Product

Rachel Vennya juga menjajal peruntungannya di bisnis minuman ramuan jamu untuk melangsing tubuh yaitu Slim Beauty Product. Bisnis Rachel yang satu ini cukup diminati oleh masyarakat terutama kawula muda yang memiliki permasalahan dengan berat badan.

Slim Beauty Product yang dijual seharga Rp 250 ribu per botol ini juga sudah terdaftar di BPOM sehingga aman untuk dikonsumsi.

Baca Juga: Cara Daftar UKM Online dan Strategi Mengembangkan Bisnis untuk Raup Untung Besar!

Rachel Vennya peduli UKM Indonesia

Rachel Vennya peduli UKM Indonesia
Source image: Instagram @rachelvennya

Selain sukses sebagai selebgram dan pengusaha, Rachel Vennya juga dikenal sebagai salah satu influencer yang peduli dengan sesama, salah satunya adalah para UKM Indonesia.

Bahkan Rachel beberapa kali diketahui menyelenggarakan penggalangan dana untuk membantu para UKM yang terdampak pandemi Covid-19.

Dana yang terkumpul melalui platform Kitabisa.com itu kemudian akan dialokasikan kepada UKM Indonesia dengan memborong produk yang dijual oleh para UKM. Dari hasil borongan tersebut, Rachel kemudian akan menyalurkannya ke teman-teman yang membutuhkan.

Melalui bantuan yang disalurkan tersebut, Rachel Vennya diharapkan para UKM dapat terus berjuang meski harus tengah mengalami masa-masa sulit akibat Covid-19.

Oleh karena itu, para UKM harus lebih cermat memilih sektor bisnis menjanjikan yang tidak membawa pengaruh besar karena situasi atau keadaan yang terjadi Indonesia, salah satunya adalah dengan terjun di bisnis pendidikan.

Kenapa bisnis pendidikan?

Kenapa bisnis pendidikan

Soalnya pendidikan sudah menjadi kebutuhan setiap individu sebagai bekal masa depannya. Selain itu, pemerintah juga fokus memberikan dukungan penuh terhadap pendidikan di Indonesia dengan menyalurkan berbagai bantuan dana, salah satunya yaitu dana BOS.

Bahkan di masa pandemi, pemerintah tidak memangkas penyaluran dana BOS. Hal tersebut tentu saja berbeda dengan bantuan sosial lainnya yang diketahui mengalami pemangkasan hingga ditiadakan.

Kondisi tersebut tentu membuat UKM pendidikan tetap dapat bertahan dan mengembangkan skala bisnisnya di tengah pandemi Covid-19.

Hal itu diutarakan oleh salah satu UKM pendidikan yaitu Yahto Dwi Husodo selaku pemilik PT Ambali yang mengaku tidak mengalami kendala bisnis apapun saat pandemi.

“Saat banyak pebisnis yang mengalami kendala, bisnis saya justru semakin berkembang hingga mendapat omset lebih dari Rp 5 miliar dalam kurun waktu satu tahun karena sekolah tetap membutuhkan produk atau jasa untuk mendukung pembelajaran,” ujar Yahto.

Dalam menjalankan strategi bisnisnya, pria yang akrab dipanggil Dodo ini mengaku mengandalkan Pintek untuk masalah pendanaan yang ia butuhkan.

“Pintek sangat membantu masalah pembiayaan yang saya alami. Limit pinjamannya besar, proses pengajuannya mudah dan pencairannya sangat cepat. Terima kasih Pintek karena sudah mewujudkan impian saya sebagai pebisnis,” tutur pebisnis yang memiliki target penjualan Rp 18 miliar di tahun 2022 hanya dengan menjual buku.

Baca Juga: Pinjaman Online OJK: Ini 5 Alasan Memilih Pintek untuk Mengembangkan Bisnis UKM!

Dari kisah Pak Yahto yang sukses menjalankan bisnis di sektor pendidikan, kita dapat mengambil pelajaran bahwasanya tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini. Asal dilakukan dengan sungguh-sungguh, maka hasil yang didapatkan juga akan maksimal.

Oleh karena itu, tak perlu ragu lagi untuk terjun ke dunia bisnis. Meski berawal dari bisnis kecil tapi dengan kerja keras maka bisnis kamu bisa menjadi raksasa dan menghasilkan banyak keuntungan.

Sama halnya dengan UKM pendidikan lainnya, kamu dapat mengandalkan Pintek untuk mengatasi seluruh masalah pendanaan kamu.

Melalui produk Pendanaan PO/Invoice, UKM pendidikan pendidikan bisa mendapatkan pendanaan hingga miliaran rupiah dengan tenor mencapai 24 bulan. Bunga yang dibebankan juga kompetitif yaitu mulai dari 0,9 persen hingga 2,5 persen tergantung dari credit scoring.

Para UKM pendidikan yang berjualan di SIPLah, LKPP, LPSE maupun e-Katalog juga bisa mengajukan Pendanaan PO/Invoice SIPLah.

Pintek sudah terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan tergabung di AFPI atau Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia.

Untuk mengetahui informasi lebih lanjut, kamu bisa melakukan diskusi melalui TanyaPintek  atau mengunjungi situs resmi Pintek dan melalui nomor telepon dan WhatsApp di 021-50884607.