rasio keuangan

Pengertian Analisis Rasio Keuangan (Manfaat, Jenis, Contoh Perhitungan) Bagaimana merumuskan rasio keuangan penting, cara menghitungnya, sumber data yang tepat untuk menghitung rasio dan contoh penerapan analisis rasio keuangan pada saham, dibahas dalam artikel ini.

Dalam berinvestasi saham, kita perlu membangun kemampuan analisis untuk dapat menentukan saham mana yang layak dibeli dan mana yang perlu dijual. Memahami rasio keuangan adalah bagian penting dari keterampilan ini untuk membuat keputusan tentang pilihan saham.

Definisi 

Rasio keuangan adalah analisis yang menggunakan data dalam laporan keuangan untuk mengevaluasi kinerja perusahaan. Rasio ini digunakan untuk menilai saham mana yang layak dibeli dan mana yang layak dijual. Berbagai jenis rasio keuangan digunakan untuk menilai perusahaan dari berbagai aspek. Investor dapat menganalisis perusahaan secara komprehensif.

Baca Juga : Segmentasi Pasar : Pengertian, Tujuan & Manfaatnya Lengkap!

Manfaat Rasio Keuangan

Beberapa manfaat rasio keuangan adalah:

Komprehensif

Rasio tersebut tidak hanya mencakup satu aspek tetapi berbagai aspek kinerja perusahaan. Mulai dari likuiditas, efektivitas manajemen, solvabilitas hingga valuasi. Dapatkan analisis komprehensif dari berbagai jenis rasio. Melihat perusahaan dari berbagai sudut.

Perbandingan

Rasio mudah untuk dibandingkan. Baik antar periode untuk satu saham atau antara satu saham dengan yang lain. Rumus standar dan hasil rasio memudahkan untuk membandingkan kinerja keuangan suatu perusahaan dengan perusahaan lain. Sementara itu, perbandingan sangat penting dalam berinvestasi untuk dapat memilih saham mana yang paling layak dibeli.

Mudah didapat

Ada cukup banyak informasi tentang rasio keuangan yang tersedia. Hampir semua pialang saham memberikan informasi tentang rasio dalam aplikasi perdagangan mereka. Sebagian besar, yang saya tahu, memberikan rasio tersebut secara gratis. Selama Anda adalah pelanggan di broker.

Mudah Dihitung

Rumus rasio standar memudahkan Anda menghitung. Anda baru tahu rumusnya, ambil datanya di laporan keuangan, Anda bisa hitung sendiri. Tidak diperlukan pengetahuan atau keterampilan khusus untuk dapat menghitung rasio. Pengetahuan dasar tentang laporan keuangan saja sudah cukup.

Kekuatan finansial

Jenis rasio ini menunjukkan kekuatan keuangan perusahaan dalam hal risiko bisnis. Apakah perusahaan memiliki keuangan yang cukup untuk memenuhi kewajibannya. Ada kewajiban yang harus dipenuhi dalam jangka panjang, namun ada juga kewajiban yang harus diselesaikan dalam waktu dekat. Rasio ini menunjukkan kemampuan perusahaan untuk memenuhi semua jenis kewajiban dalam berbagai periode waktu.

Jenis-Jenis Rasio Keuangan

  1. Rasio Saat Ini

Rasio lancar mengukur kemampuan keuangan perusahaan untuk membayar kewajiban jangka pendek, hutang yang akan segera jatuh tempo, dengan aset lancar yang dimiliki. Aset lancar adalah aset likuid yang dapat dicairkan dengan cepat, antara lain kas, setara kas, tagihan kepada pelanggan dan lain-lain. Posisi aset lancar dapat dilihat pada bagian pertama aset dalam laporan keuangan.

Baca Juga : Beberapa Contoh Bisnis Plan Yang Baik dan Benar, Pengusaha Wajib Tahu!

Semakin besar rasio aktiva lancar terhadap kewajiban lancar, maka semakin tinggi kemampuan perusahaan untuk menutupi kewajiban jangka pendeknya. Jika rasio lancar 1:1 atau 100%, berarti aset lancar dapat menutupi seluruh kewajiban lancar. Rumus Rasio Lancar: Aktiva Lancar dibagi dengan Kewajiban Jangka Pendek.

  1. Rasio Cepat

Quick Ratio menunjukkan kemampuan perusahaan untuk membayar kewajiban utang lancarnya (utang jangka pendek) dengan aktiva lancar tanpa memperhitungkan nilai persediaan. Bedanya dengan current ratio, nilai aktiva yang digunakan pada Quick ratio lebih kecil karena aktiva lancar dikurangi dengan persediaan.

Pasalnya, persediaan tidak bisa langsung dijual, ada juga yang masih berupa bahan mentah atau setengah jadi. Rasio cepat menghitung kemampuan aset lancar yang paling likuid untuk menutupi kewajiban lancar.

Semakin besar rasio ini semakin baik. Rasio cepat lebih konservatif daripada Rasio Lancar. Rumus Rasio Cepat: (Kas dan Setara Kas + Investasi Jangka Pendek + Piutang Usaha) dibagi dengan Kewajiban Jangka Pendek

  1. Utang atau Ekuitas LT

Perusahaan memiliki hutang hukum, selama memiliki kemampuan untuk membayar kewajiban tersebut. Jika kemampuannya terbatas, indikasi itu membahayakan perusahaan. Rasio ini menunjukkan kemampuan perusahaan untuk membayar beban utang dari ekuitasnya.

Hutang yang diperhitungkan dalam rasio ini adalah hutang jangka panjang karena merupakan komitmen yang paling signifikan bagi perusahaan. Bagi perusahaan, jumlah utang tidak boleh melebihi modal sendiri agar beban tetapnya tidak terlalu tinggi.

Baca Juga : Bisnis Plan dan Fungsinya Sebelum Memulai Bisnis, Calon Pengusaha Sukses Wajib Tahu!

Semakin kecil porsi utang terhadap modal, semakin aman. Semakin kecil rasio ini menunjukkan kinerja perusahaan yang semakin baik. Sebaliknya, rasio yang tinggi dan terus meningkat, indikasi penurunan kualitas kinerja karena utang terhadap utang meningkat.

  1. Jumlah Hutang atau Ekuitas

Jika sebelumnya, hutang adalah jangka panjang, maka rasio ini yang diperhitungkan adalah semua hutang, yaitu jangka panjang dan jangka pendek. Lalu, total hutang dibandingkan dengan modal ekuitas perusahaan.

Apakah ekuitas mencukupi untuk menutupi seluruh hutang yang dimiliki perusahaan. Semakin kecil porsi utang terhadap modal, semakin aman. Profitabilitas Laba adalah indikator penting sebuah perusahaan.

  1. Margin Kotor

Gross Margin atau Margin kotor adalah rasio yang membandingkan laba kotor dengan penghasilan. Laba kotor merupakan penghasilan dikurangi HPP Harga Pokok Penjualan (Harga Pokok Penjualan). Margin kotor penting untuk menunjukkan beberapa hal, yaitu:

Struktur Biaya HPP perusahaan. Apakah terjadi kenaikkan biaya HPP yang membuat margin kotor tertekan atau sebaliknya perusahaan mampu menekan HPP Kemampuan mengendalikan harga penjualan produk.

Bagaimana perusahaan mengelola biaya ini akan berada di Gross Margin. Margin kotor akan menurun jika tekanan kenaikkan biaya bahan baku tidak biasa diatasi. Sebaliknya, gross margin yang stabil dari waktu ke waktu jika perusahaan bisa lebih leluasa menaikkan harga, tanpa takut kehilangan penjualan.

Ini menunjukkan perusahaan punya kekuatan sebagai pemimpin pasar. Margin kotor yang tebal menunjukkan bahwa perusahaan punya skala bisnis yang memadai sehingga bisa lebih efisien dalam beroperasi.

  1. Batas Operasi

Laba usaha adalah laba kotor dikurangi biaya operasional. Contoh biaya usaha adalah biaya karyawan, pemasaran dan lain-lainnya. Meskipun memiliki margin laba kotor yang tinggi, tetapi jika biaya operasional tidak terkendali, laba usaha yang dihasilkan tidak akan optimal.

  1. Margin Laba Bersih

Profit margin adalah rasio yang membandingkan laba atau laba bersih dengan penghasilan. Laba bersih adalah penghasilan setelah dikurangi biaya, termasuk bunga dan pajak. Ini rasio yang penting. foto apakah perusahaan bisa mencetak margin yang sehat yang membuat bisnisnya berkelanjutan dan terus tumbuh.

Baca Juga : Cara Bisnis Online Tanpa Modal Besar, Baca Sebelum Mulai!

Margin yang kecil menunjukkan bahwa persaingan sangat ketat, menekan tingkat keuntungan dari penjualan. margin yang tinggi menunjukkan bahwa perusahaan memiliki posisi yang kuat di pasar dibandingkan kompetitor yang lain. Istilahnya, perusahaan memiliki parit ekonomi yang besar sehingga sulit disaingi di pasar.

  1. Cakupan Bunga

Semakin besar kemampuan kaba usaha untuk memenuhi kewajiban bunga akan semakin aman bagi perusahaan. Jika kemampuan cakupan merupakan indikasi kinerja perusahaan sedang dalam masalah. Apakah perusahaan mampu mengendalikan kewajibannya atau tidak.

Apakah Perusahaan Mampu Menyelesaikan Kewajiban Pembayaran Hutang?

Apakah perusahaan dijalankan dengan efektif dari perspektif pemegang saham ? Sejumlah rasio keuangan bisa memberikan gambaran tentang hal tersebut. Berikut beberapa peran dari rasio keuangan bagi sebuah perusahaan.

  1. Pengembalian Ekuitas

Rasio ini sangat penting bagi investor di pasar modal. Indikat atau efektifitas manajemen memberikan pengembalian bagi pemegang saham. Semakin tinggi rasio ROE semakin baik, artinya memberikan kembali pemegang saham. Biasanya rasio ROE dibandingkan antara saham untuk mencari saham perusahaan yang terbaik.

  1. Pengembalian Aset

Adalah rasio yang membandingkan laba bersih dengan nilai aset perusahaan. pengetahuan kemampuan perusahaan profit dari aset yang dimiliki perusahaan. Kinerja perusahaan yang efektif akan menunjukkan nilai ROA yang tinggi dan konsisten.

  1. Informasi Dividen

Dividen penting bagi pemegang saham karena perusahaan membayar uang tunai ke pemegang saham. Di samping menunjukkan bahwa kinerja perusahaan bagus sehingga mampu membayar dividen. Pembayaran dividen kepada pemegang saham adalah salah satu indikator bahwa perusahaan tersebut sehat.

Dari laba bersih yang diputuskan oleh RUPS untuk dibagikan kepada pemegang saham, maka nilainya akan dibagi dengan jumlah. Hasilnya adalah nilai dividen per saham. Tergantung pada jumlah saham yang dimiliki. Demikian penjelasan dari saya tentang Rasio Keuangan semoga bermanfaat, terima kasih.