reksadana terbaik

Reksadana terbaik di campuran menjadi salah satu instrumen efek yang banyak dipilih investor karena dapat memberikan imbal hasil besar dengan risiko yang lebih kecil ketimbang reksadana saham.

Pasalnya, jenis reksadana yang satu ini mengalihkan dana investor ke beberapa sektor pasar seperti obligasi, pasar uang dan lainnya.

Selain itu, karena risikonya menengah maka reksadana campuran lebih direkomendasikan buat kamu yang memiliki karakter moderat.

Nah, buat kamu yang tertarik terjun ke reksadana campuran, berikut pengertian hingga simulasi perhitungan keuntungannya.

Apa itu reksadana campuran?

Apa itu reksadana terbaik campuran?

Reksadana campuran adalah jenis reksadana yang mengalokasikan dana ke berbagai instrumen investasi, seperti obligasi, saham, serta pasar uang.

Reksadana ini direkomendasikan untuk investor yang memiliki karakter moderat, yaitu dapat menerima risiko yang tidak besar juga tidak kecil.

Jika berbicara soal imbal hasil, reksadana campuran menawarkan return yang cukup besar, bahkan lebih dari 100 persen dalam kurun waktu lima tahun.

Pasalnya, reksadana campuran memang ditujukan untuk investasi jangka menengah, yakni return baru dapat dinikmati dalam waktu satu sampai lima tahun. 

Baca Juga: Mengenal Produk Reksadana dan Cara Mengembangkan Kekayaan!

Pengalihan efek di reksadana campuran

Pengalihan efek di reksadana campuran

Seperti yang sudah dijelaskan di atas, kalau reksadana campuran akan bermain di banyak sektor instrumen. Berikut tiga efek yang termasuk ke dalam investasi reksadana campuran:

1. Obligasi

Obligasi adalah surat utang yang dikeluarkan oleh perusahaan maupun instansi pemerintah sebagai bentuk peminjaman uang yang kemudian akan dibayarkan kembali sebesar harga pokok utang beserta bunga atau istilahnya disebut kupon.

Jadi, nasabah menanamkan modal ke sektor obligasi dan mendapatkan kupon sebesar nilai uang yang diinvestasikan. Setelah itu, nasabah akan mendapatkan uang setiap tahunnya sesuai dengan bunga atau imbal hasil yang ditawarkan.

Misalnya, pemerintah menerbitkan ORI 018 dengan imbal hasil 5,7 persen per tahun. Jika kamu menginvestasikan dana sebesar Rp 10 juta.

Maka, kamu akan mendapatkan imbal hasil per tahun sebesar Rp 10.000.000 x 5,70% = Rp 570.000. Namun, keuntungan tersebut belum dikurangi pajak 15%.

Jadi, keuntungan bersih yang kamu dapatkan setiap tahun yaitu sebesar Rp 570.000 – 15% = Rp 484.500.

2. Saham

Saham adalah surat berharga yang menunjukan kepemilikan atas sebuah perusahaan atau badan usaha.

Jadi cara kerja investasi saham itu terbilang cukup sederhana, kamu hanya perlu menggelontorkan sejumlah dana untuk membeli satuan saham suatu perusahaan atau yang dikenal dengan istilah lot.

Misalnya, kamu membeli saham PT ABC sebesar Rp 10.000.000. Diketahui harga satuan saham PT ABC per lot berada di angka Rp 1.200. Berarti, kamu memiliki jumlah lot sebanyak Rp 10.000.000 / Rp 1.200 yaitu 8.333 lot.

Jika harga saham PT ABC mengalami kenaikan di tahun kelima sebesar Rp 1.500. Maka, keuntungan yang kamu dapatkan sebesar Rp 3.000 x 8.333 lot = Rp 25 juta.

Namun, keuntungan tersebut belum dikurangi beberapa biaya atau pajak. Selain itu, kamu juga akan mendapatkan dividen dari perusahaan PT ABC yang nominalnya tergantung dari keuntungan perusahaan.

3. Pasar uang

Pasar uang adalah keseluruhan permintaan dan penawaran dana-dana atau surat-surat berharga yang mempunyai jangka waktu satu tahun atau kurang dari satu tahun dan dapat disalurkan melalui lembaga-lembaga perbankan. Salah satunya adalah deposito.

Deposito masih menjadi investasi primadona banyak orang termasuk ke dalam jenis investasi yang aman. Soalnya, nasabah yang menanamkan modal di deposito sudah pasti mendapatkan keuntungan dengan nilai yang sudah ditawarkan oleh pihak perbankan.

Contohnya, seperti diketahui kalau bunga deposito di Bank BCA sebesar 3,35 persen per tahun. Jika kamu menginvestasikan dana di deposito sebesar Rp 10 juta.

Maka, keuntungan investasi kamu selama setahun adalah Rp 10.000.000 X 3,35 persen = Rp 335.000. Maka, total uang yang kamu dapatkan adalah Rp 10.000.000 (modal) + Rp 335.000 (keuntungan bersih) = Rp 10.335.000. 

Reksadana terbaik di campuran

Reksadana campuran terbaik

Menurut Bareksa, berikut lima reksadana campuran terbaik dalam kurun waktu lima tahun. 

No

Manajer Investasi NAB Minimum Investasi

Return 5 Tahun

1

Sucorinvest Flexi Fund

Rp 5.469,98

Rp 100.000

110,73%

2 Shinhan Balance Fund Rp 1.745,19 Rp 100.000 63,84%
3 STAR Balanced Rp 3.702,00 Rp 100.000 51,08%
4 Simas Satu Rp 7.161,83 Rp 200.000 34,99%

5

Syailendra Balanced Opportunity Fund Rp 2.807,60 Rp 100.000 34,24%

Dari tabel di atas diketahui kalau return yang dihasilkan oleh reksadana campuran dalam kurun waktu lima tahun mencapai angka 110,73 persen dengan NAB/UP sebesar Rp 5.469,98 yang dikelola oleh manajer investasi Sucorinvest Flexi Fund.

Baca Juga: Keuntungan 89% Per Tahun, ini 4 Jenis Reksadana dan Cara Kerjanya!

Perhitungan reksadana campuran

simulasi perhitungan keuntungan reksadana terbaik

Anton membeli reksadana di Sucorinvest Flexi Fund sebesar Rp 1 juta per bulan dengan jangka waktu investasi selama lima tahun. Maka, total dana yang dimiliki Anton sebesar Rp 1 juta X 60 bulan yaitu Rp 10 juta.

Sementara itu, menurut data dari Bareksa di atas diketahui kalau Sucorinvest Flexi Fund memberikan imbal hasil 110,73 persen dalam waktu lima tahun.

Lalu, berapa keuntungan yang diperoleh Anton?

Rp 60 juta X 110,73 persen = Rp 66.438.000

Maka, dalam kurun waktu lima tahun, total uang yang dimiliki Anton yaitu sebesar Rp 60.000.000 + Rp 66.438.000 = Rp 126.438.000. Jumlah tersebut belum dikurangi dengan biaya agen pengelola sebesar Rp 100.000.

Dengan begitu disimpulkan, Anton memiliki jumlah uang sebesar Rp 126.438.000 – Rp 100.000 yaitu Rp 126.338.000. Lumayan banget kan uang yang dikumpulkan Anton dengan rutin berinvestasi Rp 1 juta setiap bulan?

Kesimpulan

Kesimpulan reksadana terbaik

Melihat dari perhitungan keuntungan investasi di reksadana campuran di atas diketahui kalau keuntungan yang kamu peroleh terbilang sangat besar dengan jumlah investasi per bulan yang kecil.

Bahkan keuntungan yang didapatkan dalam waktu lima tahun mencapai 110 persen. Nah, agar kekayaan kamu semakin berkembang, kamu bisa mengalihkan keuntungan tersebut untuk berbisnis.

Sedangkan untuk mengembangkan skala bisnis, kamu dapat memanfaatkan program pendanaan dari Pintek untuk mendapatkan bantuan modal usaha salah satunya adalah produk Pendanaan PO.

Pendanaan yang satu ini dapat digunakan untuk memenuhi pesanan dari institusi pendidikan seperti membeli alat tulis, buku, laptop, infrastruktur sekolah dan lain sebagainya.

Kamu bahkan bisa bisa mendapatkan pinjaman hingga miliaran rupiah dengan bunga efektif mulai dari 1,5 persen hingga 2,5 persen tergantung credit score.

Untuk mengetahui informasi lebih lanjut mengenai program pendanaan di Pintek, kamu bisa melakukan diskusi melalui DiskusiPintek atau mengunjungi situs resmi Pintek dan HubungiPintek melalui nomor telepon dan WhatsApp di 021-50884607.

Bagikan artikel ini apabila bermanfaat