seleksi mandiri

Dapat menuntut ilmu di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) tentu menjadi impian para calon mahasiswa. Selain itu, masuk PTN juga dapat ditempuh melalui tiga jalur yaitu SNMPTN, SBMPTN dan seleksi mandiri.

SNMPTN (Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri) adalah sistem seleksi penerimaan mahasiswa baru yang didasarkan dari akademik siswa selama studi di SMA. Jadi hanya siswa berprestasi yang bisa mendapat undangan untuk mengikuti SNMPTN.

Sedangkan untuk Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) tujuannya sama dengan SNMPTN namun berbeda dari segi proses seleksinya.

Untuk dapat mengikuti SBMPTN kamu harus mengikuti Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) yang kemudian hasil skor dari ujian ini menjadi syarat untuk bisa mendaftar ke SBMPTN.

Sementara buat kamu yang gagal SNMPTN dan SBMPTN, kamu masih memiliki kesempatan untuk kuliah di universitas negeri melalui jalur seleksi mandiri. Seperti ujian tulis UGM dan seleksi masuk UI.

Baca Juga: Ada Pilihannya, Ini Biaya Kuliah di UI 2021 Untuk Program S1 Reguler!

Akan tetapi, tak semua perguruan tinggi menyelenggarakan seleksi mandiri. Nah, untuk beberapa kampus yang mengadakan seleksi mandiri juga umumnya hanya melihat dari nilai UTBK tanpa mengadakan tes lagi.

Selain itu, kuliah dengan jalur ini juga bisa dibilang lebih memudahkan kamu meraih jurusan yang diinginkan tanpa harus bersaing seberat SBMPTN.

Tips masuk PTN lewat seleksi mandiri

Tips masuk PTN lewat seleksi mandiri

Menjadi peluang terakhir masuk PTN, begini tips agar lolos seleksi mandiri. Yuk, simak selengkapnya di bawah ini:

1. Pelajari materi ujian SBMPTN

Beberapa kampus negeri memang tidak melaksanakan tes ujian masuk untuk jalur seleksi mandiri tapi berdasarkan nilai UTBK-SBMPTN. Namun, masih ada juga kampus yang tetap mengadakan ujian masuk tes tertulis.

Nah, umumnya materi ujian yang diberikan hampir mirip dengan soal SBMPTN. Oleh karena itu, kamu dapat mempelajari materi ujian SBMPTN yang baru saja kamu jalani.

Bahkan, biasanya yang berbeda hanya grade dan jumlah saingan yang mengambil jurusan yang dipilih. Soal ujian mandiri masuk PTN bisa jadi sama dengan soal SBMPTN.

2. Menggali informasi kampus dan jurusan

Sebelum memilih kampus dan jurusan kuliah yang kamu inginkan, tidak ada salahnya jika kamu mencari informasi sebanyak-banyaknya terkait kampus dan jurusan impianmu.

Kamu juga bisa bertanya dengan senior yang kuliah di kampus tersebut, tanyakan tentang peluang dan grade jurusan, prospek jurusan tersebut serta bagaimana kondisi kampus.

Saran dari senior yang sudah lebih dulu kuliah di jurusan tersebut tentu akan menjadi masukan yang berguna sebelum kamu mengambil keputusan apakah tetap lanjut di jurusan tersebut atau tidak.

3. Mencari jurusan yang peluangnya paling besar

Setiap calon mahasiswa tentu ingin kuliah di kampus dan jurusan yang mereka inginkan. Akan tetapi, tidak ada salahnya jika kamu menurunkan grade dan peluang jurusan yang dipilih dengan melihat dari jumlah peminat dan kursinya.

Pasalnya, beberapa kampus dan jurusan favorit memang memiliki peluang yang kecil lantaran persaingannya yang sangat ketat.

Dengan melakukan cara tersebut maka akan meningkatkan peluang kamu dapat diterima saat ujian tes jalur mandiri.

Soalnya, jurusan yang kamu pilih juga akan sangat menentukan. Oleh karena itu, kamu dapat memilih jurusan dengan peminat yang sedikit dan kursi mahasiswa yang tersedia cukup banyak. 

Baca Juga: 5 Jalur Masuk Perguruan Tinggi di Indonesia dan Cara Pendaftarannya!

4. Jangan anggap remeh seleksi mandiri

Meskipun masuk kuliah lewat jalur seleksi mandiri tidak seketat saat SBMPTN, namun kamu tetap tidak boleh menganggap remeh ujian ini.

Kamu tetap harus memiliki bekal akademik yang cukup sebelum melaksanakan jalur ujian masuk secara mandiri. Bahkan, bila perlu kamu juga bisa mengikuti kursus ujian masuk perguruan tinggi agar hasilnya lebih optimal.

Keseriusan persiapan akademik yang dilakukan tentu saja akan memberikan jaminan kelulusan yang lebih besar. Untuk itu, kamu harus tetap optimis dan serius mengerjakan seluruh soal dengan baik agar mendapatkan hasil yang sempurna.

Dengan begitu, kesempatan untuk masuk Perguruan Tinggi Negeri impian pun akan terbuka lebar buat kamu.

5. Pastikan dana tercukupi

Selain mempersiapkan materi ujian, mental dan fisik, kamu juga harus memastikan kalau dana yang kamu miliki cukup untuk membayar seluruh biaya kuliah.

Soalnya, biaya kuliah melalui seleksi mandiri memang lebih besar dibanding mereka yang masuk lewat jalur SBMPTN.

Oleh karena itu, pastikan kamu mengetahui estimasi berapa biaya kuliah secara lengkap, mulai dari SPP, uang pangkal kuliah, praktikum (jika jurusan yang menggunakan praktikum) dan biaya lainnya.

Jangan sampai saat sudah lulus tes tapi karena tidak mengetahui gambaran biaya sebelumnya akhirnya kamu tidak melanjutkan kuliah di PTN impian karena biaya yang terlalu besar.

Baca Juga: Jangan Salah Pilih, ini Daftar Pinjaman Online Terbaik OJK untuk Pendidikan!

Tapi kamu tak perlu khawatir lagi karena kini sudah ada Pintek yang akan memberikan dukungan penuh terhadap pendidikan di Indonesia.

Pintek adalah lembaga resmi di bawah pengawasan OJK yang sudah dipercaya oleh kampus-kampus besar di Indonesia sebagai lembaga pinjaman dana untuk pembangunan kampus.

Selain itu, Pintek juga menawarkan layanan keuangan untuk para siswa yang ingin melanjutkan studi tapi terhalang masalah dana.

Melalui produk Pintek Regular, kamu bisa mendapatkan bantuan dana pendidikan ringan hingga lulus kuliah. Pinjaman dana ini tentunya tidak akan memberatkan kamu karena cicilannya terbilang ringan. 

Jika kamu ingin mengetahui informasi lebih lanjut, kamu bisa langsung mengunjungi situs resmi Pintek atau menghubungi customer service via email customercare@pintek.id maupun melalui telepon atau WhatsApp di nomor 021-50884607.

Bagikan artikel ini apabila bermanfaat