SIPLah

SIPLah BOS: Solusi Pendidikan di Masa Pandemi, Begini Proses PBJ di SIPLah!

SIPLah BOS merupakan program Pemerintah yang ditujukan untuk mendukung pendidikan di Indonesia agar semakin berkembang dan berkualitas. Dengan hadirnya SIPLah dan BOS, pihak sekolah dapat lebih mudah memenuhi kebutuhan belajar mengajar karena dilakukan secara daring atau online.

BOS (Bantuan Operasional Sekolah) adalah bantuan berbentuk dana yang diberikan ke sekolah-sekolah di Indonesia untuk mendukung kegiatan pembelajaran seperti membeli alat multimedia untuk belajar, mengembangkan perpustakaan hingga untuk pemeliharaan sarana dan prasarana sekolah.

Dana BOS itu sendiri terbagi menjadi tiga jenis yaitu BOS Reguler, BOS Kinerja dan BOS Afirmasi dengan tujuan yang berbeda-beda.

BOS Reguler digunakan untuk keperluan operasional sekolah. BOS Kinerja diberikan kepada satuan pendidikan yang memiliki kinerja baik dalam meningkatkan pendidikan di Indonesia. Sedangkan BOS Afirmasi ditujukan untuk sekolah yang berada di wilayah 3T (Tertinggal, Terluar dan Transmigrasi).

[Baca: Mengenal Apa itu Dana BOS Hingga Besaran Uang yang Diterima Sekolah!]

Besaran dana BOS yang disalurkan ke sekolah-sekolah berdasarkan dari jumlah siswa didik yang terdaftar di data NISN Dapodik.

Pihak satuan pendidikan yang mendapat dana BOS diharuskan untuk melakukan proses pengadaan barang dan jasa di platform SIPLah Kemendikbud. Agar proses PBJ berjalan maksimal, SIPLah menggandeng sejumlah marketplace di Indonesia seperti Blibli, Toko Ladang, Blanja dan lainnya.

SIPLah solusi pendidikan di masa pandemi

SIPLah Solusi Pendidikan di Masa Pandemi

Kegiatan belajar mengajar di tahun 2020 memang sangat berbeda karena virus Covid-19 yang mulai melanda Indonesia sejak awal tahun 2020. Untuk menekan penularan virus tersebut, Pemerintah mengharuskan seluruh warganya untuk melakukan kegiatan di rumah, termasuk aktivitas belajar ke sekolah.

Dengan kondisi tersebut, Pemerintah mengharuskan setiap sekolah untuk melaksanakan kegiatan belajar secara online. Namun, agar belajar mengajar dapat berjalan maksimal, maka dibutuhkan ketersediaan sarana prasarana penunjang pembelajaran.

Untuk memenuhi kebutuhan belajar mengajar, satuan pendidikan harus melakukan pengadaan barang dan jasa melalui online sesuai dengan yang dianjurkan oleh Pemerintah. Oleh karena itu, hadirlah SIPLah sebagai solusi untuk para satuan pendidikan.

SIPLah adalah sistem elektronik atau platform yang diusung oleh Kemendikbud untuk membantu satuan pendidikan dalam melakukan pengadaan barang dan jasa.

Dengan bertransaksi di SIPLah, segala kebutuhan pembelajaran yang dibutuhkan sekolah dapat terpenuhi dan tetap menjalankan protokol kesehatan yaitu tidak melakukan interaksi langsung dengan penjual.

Satuan pendidikan SIPLah

Satuan Pendidikan di SIPLah
Source images: Instagram Direktorat Sekolah Dasar @ditpsd

Untuk dapat berbelanja di SIPLah, satuan pendidikan harus login menggunakan akun yang terdaftar di Dapodik (Data Pokok Pendidikan). Untuk akun Dapodik itu sendiri yaitu user Kepala Sekolah atau tenaga kependidikan yang ditunjuk sebagai Pelaksana PBJ oleh sekolah.

Lalu, siapa saja yang masuk ke dalam kategori satuan pendidikan?

Berdasarkan Permendikbud Nomor 14 Tahun 2020 Tentang Pedoman Pengadaan Barang/Jasa Oleh Satuan Pendidikan telah mengatur kategori satuan pendidikan menjadi pendidikan formal dan non-formal, berikut detailnya:

1. Satuan pendidikan formal

Satuan pendidikan formal adalah pendidikan yang terstruktur dan berjenjang dan umum diselenggarakan oleh sekolah-sekolah. Lulusan pendidikan formal juga akan diakui secara nasional maupun internasional (jika menempuh pendidikan di luar negeri).

Satuan pendidikan formal yang masuk ke dalam SIPLah yaitu:

  • Satuan Pendidikan Anak Usia Dini (TK, Kelompok Bermain, PAUD dan sejenisnya).
  • Satuan Pendidikan Dasar (SD dan SMP).
  • Satuan Pendidikan Menengah (SMA dan SMK).
  • Satuan Pendidikan Khusus (SDLB/SMPLB/SMALB/SLB).

2. Satuan pendidikan non-formal

Satuan pendidikan non-formal adalah kegiatan belajar yang diselenggarakan di luar pendidikan formal yang juga dilakukan secara terstruktur dan berjenjang. Tujuannya agar peserta didik dapat memperoleh informasi, pengetahuan maupun latihan untuk mencapai tujuan belajar.

Satuan pendidikan non-formal di SIPLah, yakni:

  • Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP).

3. Satuan pendidikan kesetaraan

Satuan pendidikan kesetaraan yaitu pendidikan informal yang dilakukan secara mandiri oleh pihak keluarga maupun lingkungan sekitar untuk melaksanakan kegiatan belajar.

Satuan pendidikan kesetaraan di SIPLah, yaitu:

  • Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM).
  • Sanggar Kegiatan Belajar (SKB).

Untuk melakukan proses pengadaan barang dan jasa (PBJ) terdiri dari pelaksana dan penyedia. Pelaksana itu sendiri adalah Kepala Satuan Pendidikan atau Kepala Sekolah yang bertanggung jawab dalam melaksanakan PBJ. Sedangkan penyedia adalah penjual yang bergabung di marketplace yang sudah bekerjasama dengan SIPLah Kemendikbud.

[Baca: Cara Daftar SIPLah Kemendikbud]

Proses PBJ di SIPLah

proses pbj di siplah

Untuk mekanisme PBJ sekolah di SIPLah mengacu pada Peraturan Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2020 Tentang Pedoman Pengadaan Barang/Jasa Oleh Satuan Pendidikan.

Dalam prosesnya dapat dilakukan dengan empat tahapan dari sisi penyedia yaitu penawaran, konfirmasi, pengiriman dan pencairan. Begitu halnya untuk satuan pendidikan yang juga dilakukan dengan empat tahap yakni pencarian, pesanan, penerimaan dan pembayaran.

Untuk mendukung proses PBJ, SIPLah akan menghubungkan lebih dari 400 ribu satuan pendidikan dengan ribuan penyedia atau penjual yang tergabung dalam enam mitra marketplace di Indonesia.

Melalui SIPLah diharapkan para pelaku UMKM (Usaha Mikro, Kecil dan Menengah) dapat bergabung dan berkembang bersama SIPLah. Soalnya, para pelaku usaha akan mendapatkan potensi pasar yang besar karena mendapat penawaran barang dan jasa langsung dari satuan pendidikan di seluruh Indonesia.

Selain itu, penyedia juga bisa memberikan diskon dan menawarkan harga secara grosir. Bahkan, SIPLah penjual juga dapat melakukan transaksi tanpa batas limit atau besaran jumlah. Dengan begitu, tak menutup kemungkinan kalau penjual bisa mendapat pesanan hingga ratusan juta rupiah.

Bukan cuma itu saja, di SIPLah setiap transaksi juga tidak dipungut biaya apapun, jadi kamu bisa melakukan penawaran sesuai nilai transaksi. Semua transaksi juga terdokumentasi dengan aman sehingga penjual dapat mengetahui perkembangan bisnismu.

[Baca: Cara Berjualan di Aplikasi SIPLah]

Nah, agar proses PBJ dari sekolah dapat berjalan maksimal, para penjual di SIPLah dapat melakukan pengajuan pinjaman invoice financing di Pintek sehingga semua permintaan sekolah dapat terpenuhi.

Apa itu Pintek?

Pintek adalah sebuah perusahaan yang bergerak di bidang finansial teknologi yang memberikan layanan keuangan untuk mendukung pendidikan di Indonesia. Pintek juga sudah memiliki izin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI), sehingga segala transaksi terjamin keamanannya.

Dengan begitu, para pelaku UMKM yang terdaftar sebagai penjual SIPLah tidak perlu takut untuk mengajukan pinjaman invoice financing di Pintek. Dengan menjaminkan tagihan atau invoice dari satuan pendidikan, kamu bisa mendapatkan pinjaman hingga Rp 2 miliar.

Soal bunga juga tak perlu khawatir, karena Pintek menawarkan bunga yang sangat kompetitif yaitu mulai dari 1,5 persen hingga 2,5 persen per bulan yang didasarkan dari credit scoring berdasarkan dokumen yang diberikan oleh penjual saat melakukan pengajuan.

Lalu, bagaimana cara mengajukan pinjaman invoice financing di Pintek? Berikut tahapannya:

  • Mengunjungi situs Pintek.
  • Mengisi form yang tersedia.
  • Melengkapi dan mengunggah dokumen yang diperlukan.
  • Setelah dokumen diterima, tim Pintek akan menganalisis untuk menentukan credit scoring.
  • Jika persetujuan diterima, dana akan langsung ditransfer ke principal.

Jika kamu ingin mengetahui informasi lebih lanjut terkait pinjaman invoice SIPLah, kamu bisa berdiskusi dengan tim Pintek melalui TanyaPintek atau mengirim pesan WhatsApp di nomor (0853-2151-5763). Mari support pendidikan di Indonesia dan kembangkan bisnismu bersama Pintek.

Artikel Terkait

Back to top button