contoh surat izin kuliah

Penutupan sekolah karena pandemi Covid-19 yang merebak sejak awal tahun lalu telah memberikan tekanan finansial yang sangat berat bagi lembaga pendidikan di seluruh dunia.

Khususnya bagi sekolah-sekolah swasta yang sumber pendanaan operasionalnya berasal dari siswa.

Banyak konsultan keuangan menyarankan lembaga pendidikan dan sekolah agar mengatur kembali sistem keuangan dan anggaran mereka.

Namun, apa sebenarnya yang bisa dilakukan sekolah untuk memperbaiki kondisi finansial lembaga pada tahun ajaran baru 2020/2021 ini? Sebagai berikut:

Solusi Keuangan Sekolah Tahun Ajaran Baru 2020/2021

dana pendidikan

Menentukan rencana strategis merupakan langkah awal dari pembentukan solusi masalah finansial sekolah dan lembaga pendidikan.

Namun, manajemen saat ini hanya memiliki sedikit waktu untuk sebab tahun ajaran baru telah dimulai.

Berikut beberapa solusi cepat yang cukup populer digunakan oleh sekolah di seluruh dunia dalam mengatasi masalah finansial selama new normal:

1. Buat Program dan Belanja Prioritas

Salah satu solusi terbaik untuk mengatasi masalah finansial di tahun ajaran baru ini adalah menentukan prioritas belanja dan membuat program yang sejalan dengan upaya penghematan.

Apabila manajemen berhasil merumuskan prioritas program dan belanja, maka pembuatan kebijakan selanjutnya akan lebih mudah serta terarah.

Dengan adanya prioritas belanja, sekolah akan jauh lebih mudah dalam hal menentukan tujuan serta hasil yang ingin dicapai.

Namun, Anda juga harus ingat, bahwa prioritas yang dibuat untuk tujuan mengendalikan kondisi atau situasi secara spesifik, seperti memperlebar ruang anggaran dalam kegiatan belajar siswa.

Oleh karena itu, manajemen tidak boleh berhenti setelah merancang biaya dan pengeluaran dalam program belanja prioritas. Manajemen juga harus segera menentukan sumber anggaran untuk program lain.

2. Kurangi Event dan Kegiatan Konsumtif

Dari banyak faktor yang paling menekan anggaran sekolah adalah kegiatan atau event yang bersifat konsumtif, seperti anggaran rapat, pertemuan, perjalanan dinas, akomodasi, serta pesta atau kegiatan tahunan lain.

Bahkan biaya perawatan gedung serta fasilitas pendukung lain juga sering menjadi pemberat kondisi finansial sekolah.

Anda memang bisa mengurangi pemakaian listrik dan air, akan tetapi tidak dengan internet serta biaya berlangganan di beberapa platform seperti cloud ataupun aplikasi lain.

Oleh karena itu, manajemen sebaiknya tidak memasukkan pesta, event, dan kegiatan konsumtif lain ke dalam rencana anggaran prioritas.

Namun, apabila tujuan kegiatan tersebut adalah untuk business campaign atau promosi lembaga seharusnya tidak perlu benar-benar dihapus.

Pengambilan keputusan yang bijak juga merupakan solusi finansial terbaik dan paling murah, khususnya dalam hal penggunaan anggaran.

3. Evaluasi Fasilitas dan Biaya Perawatan Infrastruktur

Apabila Anda dan manajemen belum dapat memutuskan kegiatan apa yang akan dijadikan sebagai program prioritas, maka lakukan evaluasi terhadap anggaran fasilitas dan perawatan.

Manajemen harus benar-benar paham dan cermat dalam menilai fasilitas mana yang harus dikenakan pembatasan pemakaian hariannya. Sebab, bila Anda sembarangan dalam menerapkan solusi ini, risikonya adalah beban kerja akan meningkat serta produktivitas menurun.

Oleh karena itu, evaluasi yang cermat dengan memperhitungkan dampak serta resikonya akan sangat dibutuhkan untuk menjaga produktivitas serta kualitas kerja.

Manajemen juga tidak boleh mengabaikan fasilitas yang dipakai oleh siswa dengan alasan penghematan. Sebab dari siswa jugalah anggaran bisa tetap terjaga dalam satu tahun ajaran.

4. Buat Strategi Pemasukan dari Sumber Lain

Hampir semua sekolah di dunia sangat mengandalkan pendapatan mereka dari dana pendidikan siswa yang masuk setiap tahunnya. Khususnya untuk sekolah-sekolah swasta yang tidak mendapat insentif dari pemerintah.

Beberapa yayasan lembaga pendidikan juga cukup bergantung pada dana yang berasal dari donatur tetap seperti alumni, kelompok keagamaan, dan perusahaan.

Namun, situasi di tahun ajaran baru ini tidaklah sama seperti tahun-tahun sebelumnya.

Banyak sekolah yang mengalami krisis finansial karena siswa mengalami gagal bayar, jumlah pendaftar menurun, serta mundurnya pada donatur dari pembiayaan sekolah.

Walaupun demikian, sekolah sebetulnya bisa mengatasi masalah finansial tersebut dengan memanfaatkan semua fasilitas yang mereka miliki.

Mulai dari penyewaan gedung, ruang kelas, lapangan, hingga optimalisasi koperasi sekolah.

Selain itu, sekolah juga bisa memanfaatkan sumber daya manusia mereka untuk memperluas dan memperbesar jaringan sekolah online.

5. Buat Program Khusus untuk Menarik Investor

Ada istilah, “Belanjakan anggaran untuk menyelesaikan masalah keuangan”. Dalam beberapa kondisi, solusi ini terbukti cukup tepat dan efektif.

Khususnya bagi sekolah kejuruan (SMK) yang memang menyiapkan siswa mereka untuk bisa segera memasuki dunia kerja.

Pada kondisi peralihan revolusi industri 4.0 ini, sebagian besar perusahaan di dunia secara masif sedang menyiapkan sumber daya manusia terbaik mereka agar mampu bersaing.

Namun, merekrut para profesional yang belum banyak di industri tentu akan sangat menguras anggaran perusahaan.

Untuk itu, sekolah bisa membuat program khusus pengembangan keahlian dan karir yang bekerjasama dengan industri.

Selain bisa meningkatkan anggaran sekolah dalam beberapa tahun, jumlah lulusan yang terserap oleh dunia kerja juga akan terus bertambah.

Ini adalah win-win solution bagi semua pihak, khususnya bagi perusahaan yang kesulitan menemukan SDM berkualifikasi dengan anggaran terbatas.

Baca Juga : 5 Manfaat Pengelolaan Koperasi Sekolah Sebagai Tambahan Pemasukan Dana

Program Pendanaan PO/Invoice dan Modal Kerja Pintek

pinjaman pendidikan

Rencana strategis sebagai solusi finansial sekolah dan lembaga pendidikan yang dirancang oleh manajemen mungkin akan sedikit membuka peluang.

Namun, semua program tersebut akan membutuhkan waktu yang cukup supaya bisa benar-benar berjalan dengan semestinya.

Oleh karena itu, Pintek memberikan kesempatan bagi sekolah agar memperoleh dana yang dibutuhkan untuk menutup celah anggaran. Sebagai berikut:

  • Pendanaan PO/Invoice

Program pendanaan PO/Invoice merupakan pinjaman yang dapat dipakai oleh sekolah untuk membayar tagihan pengadaan logistik ataupun belanja jenis lain.

Nilai program pendanaan ini juga sangat besar. Sekolah bisa memperoleh dana mulai dari Rp 50 juta hingga milyaran rupiah.

Selain itu, program PO/Invoice juga menerapkan bunga flat serta credit scoring bagi lembaga yang mengajukan permohonan pendanaan.

Tergantung seberapa baik cash flow, agunan, serta credit behavior lembaga dan pengelola, Pintek dapat memberikan bunga mulai dari 1.5% hingga 2,5%.

Tidak hanya bunga rendah, Pintek juga menawarkan beberapa kemudahan, seperti pelunasan langsung ke rekening perusahaan/vendor serta jangka waktu pelunasan (tenor) hingga 6 bulan plus grace period 5 bulan.

  • Pinjaman Modal Kerja

Selain pendanaan PO/Invoice, Pintek juga memiliki program pinjaman yang digunakan khusus untuk pengembangan dan pemenuhan kebutuhan sekolah.

Dengan Pinjaman Modal Kerja, sekolah akan memiliki waktu yang cukup untuk menstabilkan kondisi finansial dan arus kas.

Pinjaman Modal Kerja juga bisa dipakai untuk membayar gaji guru maupun stok inventaris tahunan sekolah.

Selain itu, sekolah juga bisa mengajukan dengan nilai besar, mulai dari Rp 50 juta hingga milyaran rupiah.

Pinjaman Modal Kerja menerapkan bunga flat dengan nilai ringan, mulai dari 0,9% hingga 2% tergantung hasil credit scoring sekolah.

Keuntungan lain yang bisa didapat melalui Pinjaman Modal Kerja Pintek adalah jangka waktu pelunasan kredit (tenor) mencapai 24 bulan serta 3 bulan grace period.

Itulah beberapa solusi finansial untuk sekolah dan lembaga pendidikan di tahun ajaran “new normal” 2020/2021 ini.

Walaupun ekonomi terancam resesi, namun sekolah adalah lembaga terakhir yang harus tetap berdiri apapun yang terjadi.

Selain itu, Pintek juga menerapkan risk management dan metode penyelesaian sengketa yang menekankan pada musyawarah serta mencari solusi paling adil sesuai dengan aturan hukum Indonesia.

Untuk informasi selanjutnya mengenai program Pendanaan PO/Invoice serta Pinjaman Modal Kerja bisa Anda dapatkan disini.