Apa itu tabungan bisnis

Apa yang terlintas dipikiran kamu saat mendengar istilah tabungan investasi? Aktivitas finansial dalam menyimpan dana atau menabung uang untuk investasi?

Ya, kedua pendapat tersebut memang tak salah. Namun lebih tepatnya, tabungan investasi adalah menyimpan dana dalam bentuk tabungan dengan tujuan agar investasi kamu berjalan lancar. 

Nah, buat kamu yang masih bingung apa itu tabungan investasi, mulai dari perbedaan antara tabungan dan investasi hingga rekomendasi yang sesuai profesi. Langsung aja simak selengkapnya di bawah ini.

Perbedaan tabungan dan investasi

Perbedaan tabungan dan investasi

Tabungan dan investasi memang terlihat sama, namun jika ditelisik lebih dalam, kedua aktivitas finansial tersebut cukup berbeda. Apa saja perbedaannya? Berikut penjelasannya:

No Perbedaan Tabungan Investasi
1 Risiko Tabungan memiliki tingkat risiko yang jauh lebih aman ketimbang investasi. Selain itu, tabungan juga dijamin oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), di mana dana nasabah akan dijamin hingga maksimal Rp 2 miliar. Investasi dikenal dengan high return high risk yang berarti semakin tinggi keuntungan, semakin tinggi juga risiko yang harus ditanggung.
2 Keuntungan Saat menabung, nasabah akan mendapatkan suku bunga kisaran 1-1,5 persen per bulan.  Sedangkan investasi, investor bisa mendapatkan keuntungan besar bahkan bisa mencapai lebih dari 10 persen.
3 Kemudahan akses Dapat diakses kapan pun dan di mana pun. Membutuhkan waktu untuk memproses pencairan.
4 Tujuan Untuk dana cadangan karena tabungan dapat digunakan sewaktu-waktu. Untuk kebutuhan jangka panjang, seperti dana pensiun dan lainnya.

Baca Juga: Apa itu Investasi? Pahami Cara Kerjanya Agar Dapat Untung Maksimal!

Jenis tabungan investasi

Jenis tabungan investasi

Ada beberapa jenis tabungan investasi terbaik yang bisa kamu pilih dan bisa menghasilkan keuntungan besar. Berikut di antaranya:

 1. Tabungan emas

Tabungan emas menjadi salah satu pilihan tabungan investasi buat mereka memiliki modal minim. Bahkan untuk memulainya kamu hanya merogoh kocek tak lebih dari Rp 10 ribu lho. Kok, bisa?

Soalnya, salah satu hal menarik dari tabungan emas yaitu kamu bisa membeli emas dengan minimal 0,01 gram. Jadi, kalau harga emas Rp 900 ribu per gram, maka dengan mengeluarkan uang Rp 9.000, kamu sudah berinvestasi di logam mulia.

2. Tabungan deposito

Deposito hingga kini masih menjadi salah satu instrumen investasi yang populer di masyarakat Indonesia. Soalnya, jenis investasi yang satu ini dikenal dengan aman dan imbal hasilnya juga sudah ditetapkan di awal oleh bank.

Selain itu, deposito juga sangat cocok buat kamu yang ingin menyimpan uang sekaligus mengembangbiakkan pundi-pundi kekayaan. Soalnya, dengan deposito uang yang kamu simpan akan bertambah sesuai dengan perhitungan bunga yang ditawarkan.

Namun, hasil tersebut baru dapat diambil saat deposito kamu sudah jatuh tempo. Jika kamu menarik dana sebelum tanggalnya, maka akan dikenakan penalti yang besarannya antara 0,5 hingga 3 persen dari total deposito.

3. Investasi reksadana 

Reksadana juga bisa menjadi pilihan yang tepat buat kamu yang ingin menabung sembari investasi. Pasalnya, instrumen yang satu ini menawarkan modal minim dan dapat di autodebet setiap bulannya.

Imbal hasil yang ditawarkan juga besar tergantung dari jenis reksadana apa yang kamu pilih. Jika kamu ingin mendapatkan return besar, kamu bisa berinvestasi di reksadana saham, namun risiko yang harus ditanggung juga tinggi.

Rekomendasi tabungan investasi sesuai profesi

Rekomendasi tabungan investasi sesuai profesi

Tabungan investasi menjadi salah satu pilihan perencanaan keuangan dengan tujuan untuk mengelola finansial di masa depan. Oleh karena itu, berikut rekomendasi tabungan investasi sesuai dengan profesi. 

1. Mahasiswa

Selama ini banyak orang yang beranggapan kalau investasi itu hanya diperuntukkan untuk mereka yang memiliki penghasilan. Padahal, kini banyak instrumen efek yang menawarkan modal investasi dengan bujet minim.

Contohnya saja investasi reksadana yang bisa dimulai dengan modal Rp 100 ribu. Bahkan, kini banyak marketplace yang menawarkan reksadana dengan hanya mengeluarkan bujet Rp 10 ribu.

Caranya gampang kok, kamu bisa menyisihkan uang jajan setiap hari minimal Rp 10 ribu. Jadi, jika dikumpulkan dalam satu bulan, kamu bisa mendapatkan uang hingga Rp 10 ribu X 30 hari yaitu Rp 300 ribu.

Dengan uang Rp 300 ribu, kamu bisa mengalihkan ke beberapa instrumen investasi, seperti reksadana dan juga tabungan emas.

Baca Juga: Pilihan Tepat untuk Mahasiswa, Ini Plus Minus Investasi Reksadana Online!

2. Pegawai kantoran

Untuk pegawai kantoran sebenarnya bisa lebih leluasa memilih tabungan investasi karena memiliki penghasilan setiap bulan. Nominal yang digelontorkan juga bisa lebih besar namun tetap harus disesuaikan dengan kebutuhan lainnya.

Menurut pakar keuangan Elizabeth Warren, besaran ideal untuk menabung dan investasi yaitu 20 persen dari total penghasilan yang dibagi 10 persen untuk tabungan dan 10 persennya lagi untuk investasi.

Kamu bisa mengalihkan 10 persen ke instrumen reksadana, 10 persen ke tabungan emas dan jika mendapatkan bonus dapat di deposito agar uang kamu semakin bertambah.

3. Ibu rumah tangga

Sama halnya dengan mahasiswa, ibu rumah tangga tentu harus membagi uang yang didapat dari suami untuk kebutuhan bulanan seperti memasak dan lain sebagainya. Namun, bukan berarti kamu tidak bisa investasi dan menabung lho.

Kamu dapat menyisihkan uang setiap bulan dengan cara menabung di rumah, seperti menggunakan celengan Rp 10 ribu setiap hari. Nanti hasil dari tabungan tersebut bisa kamu alihkan ke investasi baik itu tabungan emas maupun reksadana.

Investasi pilihan tepat menambah kekayaan

Investasi pilihan tepat menambah kekayaan

Investasi memang bisa memberikan pundi-pundi rupiah yang berlimpah jika kamu memahami betul bagaimana cara kerjanya. Soalnya, investasi itu selain dapat memberikan keuntungan, juga dikenal dengan risikonya.

Untuk itu, kamu dapat menambah ilmu tentang investasi dengan belajar dari berbagai sumber seperti membaca di internet hingga bertanya dengan pakar investasi.

Namun, jika kamu ingin lebih efektif dalam belajar dan agar dapat lebih mudah memahami, kamu dapat mengikuti kursus online yang kini sudah banyak diselenggarakan oleh lembaga kursus.

Baca Juga: Cara Sederhana Agar Cepat Menguasai Pelajaran Saat Kursus Online!

Dengan mengikuti kursus, kamu dapat mengetahui instrumen apa yang cocok dengan karakter kamu sehingga keuntungan yang bisa kamu dapatkan juga akan lebih maksimal.

Sayangnya tak sedikit yang mengurungkan niatnya belajar kursus lantaran tidak memiliki dana. Tapi kini kamu tak perlu khawatir karena masalah biaya dapat dibantu oleh Pintek.

Kamu dapat nyaman kursus online tanpa harus mengeluarkan biaya besar di awal. Soalnya, Pintek akan membayar biaya kursus kamu langsung ke lembaga kursusnya dan kamu dapat membayar kembali ke Pintek dengan cara dicicil.

Kamu dapat mengajukan pinjaman Pintek Regular dan bisa mendapatkan pinjaman mulai dari Rp 200 ribu hingga Rp 300 juta dengan tenor cicilan mencapai 24 bulan dan bunga mulai dari 0% hingga 2%.

Untuk mengetahui informasi lebih lengkap, kamu bisa mengunjungi situs resmi Pintek atau atau menghubungi customer service via telepon dan WhatsApp di nomor 021-50884607 atau melalui email di customercare@pintek.id.