Tanda Daftar Yayasan

Tanda Daftar Yayasan (TYD) adalah dokumen legalitas yang menyatakan bahwa yayasan tersebut telah terdaftar di Dinas Sosial atau Dinas Keagamaan setempat.

TDY dapat diperoleh oleh pendiri yayasan melalui Kantor Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) di kecamatan setempat sesuai dengan domisili kantor sekretariat yayasan.

Untuk jangka waktu pembuatan TDY sekitar satu hingga dua minggu apabila seluruh persyaratan sudah dilengkapi oleh pengurus yayasan. Setelah berkas diterima oleh Dinas Sosial, maka akan dilimpahkan ke PTSP.

Dalam prosesnya, pihak PTSP kecamatan akan mendatangi sekretariat yayasan untuk melakukan survei sekaligus wawancara langsung dengan pengurusan yayasan.

Baca Juga: Prosedur Pendirian Legalitas Koperasi dan Cara Mendapatkan Modal!

Dokumen persyaratan Tanda Daftar Yayasan

Dokumen persyaratan Tanda Daftar Yayasan

Terdapat sejumlah dokumen persyaratan dalam pengurusan TDY seperti yang dilansir dari laman resmi sipp.menpan.go.id. Yaitu:

  • Fotocopy e-KTP pengurus LKS/Orsos;
  • Fotocopy akta pendirian;
  • Fotocopy SK pengesahan pendirian dan perubahan yang dikeluarkan oleh Kemenkumham;
  • Fotocopy NPWP Badan Hukum;
  • Anggaran dasar dan anggaran rumah tangga LKS/Orsos yang dilegalisir dan dicatatkan di notaris;
  • Surat keterangan domisili dari kepala desa/lurah;
  • Surat Keputusan Pengurus LKS/Orsos yang ditandatangani oleh Pembina LKS/Orsos;
  • Struktur organisasi pengurus LKS/Orsos;
  • Program kerja jangka pendek, menengah dan Panjang di bidang kesejahteraan sosial;
  • Fotocopy rekening bank atas nama LKS/Orsos;
  • Laporan kegiatan LKS/Orsos yang mencakup:
    • Program / kegiatan kesos yang sudah/ sedang dilaksanakan;
    • Jumlah kelayan yang sudah / sedang dilaksanakan;
    • Sarana dan prasarana yang dimiliki;
    • Sumber daya manusia yang terlibat dalam kegiatan LKS/Orsos
  • Fotocopy Tanda Daftar Yayasan yang masih berlaku (untuk perpanjangan);
  • Surat pernyataan yang menyatakan tidak menyimpang dari akta pendirian, anggaran dasar, program kerja dalam pelaksanaan kegiatan dan apabila melanggar saya siap untuk diberikan sanksi sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku;
  • Surat kuasa bermaterai dan fotocopy KTP orang yang diberi kuasa (jika pengurusan izin dikuasakan).

Selain itu, pihak yayasan juga harus memiliki izin operasional yayasan yakni dokumen legalitas yang menyatakan bahwa yayasan tersebut telah diperkenankan untuk menjalankan operasional yayasan.

Untuk pengurusan dokumen izin operasional yayasan juga terbilang sama dengan TDY. Hanya saja, pada beberapa kasus jangka waktu pengurusannya bisa lebih cepat karena tidak ada survei lapangan dengan pertimbangan telah ada survei sebelumnya pada pengajuan TDY.

Apabila yayasan sudah memiliki dokumen legalitas di atas, maka yayasan tersebut sudah dapat menjalankan tugasnya sebagai yayasan.

Contoh checklist persyaratan dan formulir permohonan TDY

Contoh checklist persyaratan dan formulir permohonan TDY

Agar proses permohonan Tanda Daftar Yayasan dapat berjalan lancar dan cepat. Pentingnya pihak yayasan membuat dokumen yang berupa checklist persyaratan dan juga formulir permohonan.

Berikut contoh dua dokumen tersebut seperti yang dikutip dari situs resmi pelayanan.jakarta.go.id:

Checklist persyaratan Tanda Daftar Yayasan

Checklist persyaratan Tanda Daftar Yayasan
Source image: Website http://pelayanan.jakarta.go.id/

Dalam contoh tersebut dijelaskan bahwa pihak yayasan diharuskan untuk membuat surat permohonan yang disertai dengan materai 6.000. Selain itu, diberitahukan juga kalau masa berlaku TDY yaitu hingga lima tahun.

Merujuk dari laman resmi DJP, penggunaan materai 6.000 masih berlaku hingga 31 Desember 2021 tapi harus sesuai dengan aturan baru.

Namun disarankan agar pihak yayasan melakukan konfirmasi terlebih dahulu ke Dinas Sosial terkait penggunaan materai 6.000 atau 10.000 sebelum melampirkannya pada formulir permohonan.

Formulir permohonan Tanda Daftar Yayasan

Formulir permohonan Tanda Daftar Yayasan
Source image: Website http://pelayanan.jakarta.go.id/

Untuk formulir permohonan TDY, pihak yayasan diwajibkan untuk mengisi Dasar Pendirian Yayasan lengkap dengan nomor dan tanggalnya seperti Akta Notaris,Nama Notaris, Alamat Notaris dan Pengesahan oleh Kemenkumham.

Dalam formulir tersebut, yayasan juga diharuskan untuk menuliskan kegiatan pokok dan kegiatan tambahan yayasan. Untuk contoh lengkap formulirnya dapat klik di sini.

Tak hanya itu, pihak yayasan juga harus membuat Surat Pernyataan Keabsahan dan Kebenaran Dokumen yang dilengkapi dengan nama jelas dan tanda tangan pemohon serta materai. Berikut contoh surat pernyataan keabsahannya.

 

 

Surat Pernyataan Keabsahan dan Kebenaran Dokumen
Source image: Website http://pelayanan.jakarta.go.id/

Sebagai informasi bahwa untuk contoh surat checklist persyaratan, formulir permohonan dan keabsahan dokumen di kota lain selain Jakarta terbilang sama karena mengikuti peraturan dari Pemerintah.

Baca Juga: Pengelolaan Koperasi: Cara Mengembangkan dan Manfaatnya!

Mekanisme dan prosedur TDY

Mekanisme dan prosedur TDY

Berikut adalah mekanisme dan prosedur dalam pembuatan Tanda Daftar Yayasan, seperti:

  • Pihak yayasan mengajukan permohonan TDY ke Dinas Sosial setempat;
  • Dinas Sosial menerima berkas permohonan yang disertakan dengan lampiran persyaratan;
  • Jika berkas permohonan lengkap dan benar secara administratif maka tahap selanjutnya adalah menyerahkan tanda bukti penerimaan dokumen ke pemohon serta mempersiapkan jadwal peninjauan lapangan dan dokumen ke TU;
  • Apabila berkas permohonan tidak lengkap dan tidak benar secara administratif maka akan dikembalikan kepada pemohon;
  • Mempersiapkan alat dan bahan yang digunakan pada peninjauan kunjungan lapangan. Menyerahkan berkas pemohon dan administrasi peninjauan lapangan ke Tim Teknis;
  • Melakukan peninjauan lapangan, verifikasi dan validasi data atau informasi yang diberikan pemohon dengan data atau informasi temuan lapangan, menganalisa, membuat dan menandatangani Berita Acara Peninjauan Lapangan (BAPL);
  • Berkas pemohon dan BAPL diserahkan ke Koordinator Tim Teknis;
  • Menerima, memeriksa dan memutuskan berkas permohonan, BAPL yang sudah ditandatangani tim teknis.
  • Jika tidak sesuai secara teknis maka menandatangani surat penolakan dan menyerahkan kepada pemohon melalui tim administrasi beserta alasan penolakan dan berkas permohonan. Jika sesuai maka permohonan beserta kelengkapannya diserahkan ke Tata Usaha untuk dibuatkan draft tanda daftarnya;
  • Menerima Berkas permohonan, BAPL yang sudah ditandatangani tim teknis dan disetujui koordinator tim teknis serta mencetak tanda daftarnya dan membubuhkan paraf dan diserahkan ke Kasatlak untuk ditandatangani;
  • Menerima, meneliti dan memutuskan izin yang sudah diparaf TU beserta BAPT yang sudah ditandatangani koordinator tim teknis dan tim teknis;
  • Jika sesuai maka menandatangani tanda daftar, tetapi jika ada kekurangan berkas akan dikembalikan ke TU;
  • Menerima izin yang sudah ditandatangani Kasie Satlak Kecamatan, memberi nomor, menstempel, mencatat, merekam dan mengarsipkan serta menyerahkan kepada tim administrasi;
  • Menerima tanda daftar yang sudah ditandatangani atau sudah diberi nomor atau sudah distempel oleh Kasie Satlak Kecamatan, mencetak tanda bukti pengambilan tanda daftar dan menghubungi pemohon;
  • Menyerahkan Tanda bukti penerimaan berkas kartu identitas atau surat kuasa dan menandatangani tanda bukti pengambilan tanda daftar dan menerima Tanda Daftar Yayasan.

Perlu diketahui kalau dalam pembuatan TDY, pihak yayasan tidak mengeluarkan biaya apapun alias gratis.

Setelah dokumen legalitas TDY sudah dimiliki, maka tahap selanjutnya adalah melakukan pembukaan rekening bank untuk menampung dana yayasan.

Pada umumnya, berikut persyaratan pembuatan rekening yayasan di bank:

  • Akta Pendirian Yayasan
  • SK Pendirian Yayasan
  • NPWP Yayasan
  • NIB, Izin Usaha dan Izn Lokasi (OSS)
  • KTP & NPWP Ketua Yayasan (dan) Bendahara, Sekretaris Yayasan (optional)
  • Tanda Daftar Yayasan.

Nah, itu dia ulasan mengenai Tanda Daftar Yayasan (TDY) yang wajib diurus oleh pihak yayasan agar dapat menjalankan operasional yayasan sesuai visi dan misinya.

Selain prosesnya yang mudah dan cepat, pihak yayasan juga tidak perlu mengeluarkan biaya untuk mendapatkan dokumen TDY.

Akan tetapi yang kerap menjadi kendala yaitu sulit mendapat dana untuk kelangsungan operasional yayasan.

Oleh karena itu, pastikan kalau yang kamu kelola sudah memenuhi persyaratan terkait sarana dan prasarananya. Misalnya, kelayakan gedung yayasan hingga program kerja yang akan dijalankan.

Untuk membantu perkembangan yayasan, Pintek sebagai perusahaan finansial teknologi menawarkan produk Working Capital yang dapat digunakan untuk melakukan renovasi gedung hingga biaya operasional yayasan.

Pintek juga sudah diawasi dan berizin OJK dan terdaftar di AFPI. Tak hanya itu, Pintek juga sudah menerapkan standar kebijakan privasi berdasarkan sertifikasi ISO 27001:2013 yang akan menjamin data dan informasi peminjam.

Baca Juga: Awas Terjebak Fintech Abal-abal, ini Daftar Pinjaman Online OJK 2021!

Dengan mengajukan pendanaan Working Capital di Pintek, pihak yayasan bisa mendapatkan dana hingga miliaran rupiah dengan tenor mencapai 24 bulan.

Bunga yang dibebankan juga relatif rendah yaitu bunga flat per bulan mulai 0,9% hingga 2% berdasarkan penilaian credit scoring.

Untuk mengetahui lebih lanjut dapat langsung mengunjungi situs resmi Pintek atau melakukan diskusi dengan tim Pintek melalui DiskusiPintek.

Bagikan artikel ini apabila bermanfaat