Manajer investasi, bayar atau gratis?

Investasi adalah salah satu metode mencari penghasilan tambahan untuk kebutuhan jangka panjang. Sebagai pemula, Pinters tentu bertanya-tanya bagaimana cara investasi yang benar supaya bisa menghasilkan untung besar dan tetap aman.

Artikel ini akan mengulas cara berinvestasi dan beberapa tips buat kamu yang tertarik berinvestasi tapi masih awam dengan dunia investasi.

1.Menentukan tujuan investasi

Sebagai investor, kamu harus sudah tahu apa tujuanmu berinvestasi. Apakah untuk dana pendidikan, membeli rumah, atau kepentingan lainnya.

Menentukan tujuan di awal sangatlah penting. Tentukan dulu tujuannya untuk jangka pendek atau jangka panjang. Tujuan ini menjadi patokan kemana arah investasi yang akan kamu lakukan.

Tujuan investasi akan berpengaruh terhadap beberapa keputusan, seperti jenis investasi dan platform investasi.

2. Mengetahui profil risiko

Setiap orang atau investor memiliki profil risiko masing-masing. Kenali dulu kamu termasuk investor dengan profil risiko seperti apa. Berikut beberapa tipe investor berdasarkan profil risikonya:

  • Konservatif

Profil risiko konservatif cenderung takut berspekulasi. Investor jenis ini lebih memilih investasi dengan resiko rendah.

Sayangnya, investasi dengan risiko rendah, hasil return-nya juga kecil.

Orang-orang yang masuk dalam tipe ini biasanya adalah orang-orang tua dan para pemula.

Jika kamu merasa cocok dengan profil risiko ini, Instrumen investasi yang cocok adalah investasi Reksadana Pasar Uang, Deposito, Emas & Logam Mulia.

  • Moderat

Investor dengan profil risiko moderat umumnya lebih berani dibanding tipe konservatif. Investor tipe ini tidak takut mengambil risiko bermain di pasar yang lebih fluktuatif supaya bisa mendapat return besar.

Meski demikian, investor tipe ini masih cukup berhati-hati.

Investor dengan tipe ini biasanya sudah memiliki sejumlah pengalaman tapi tidak terlalu berambisi mengejar “giant fish”.

Jika kamu merasa cocok dengan tipe ini, instrumen investasi yang bisa dipilih adalah Reksadana Campuran. Instrumen investasi tersebut returnnya cukup besar, tapi resikonya tidak sebesar investasi saham.

  • Agresif

Investor bertipe agresif memiliki ambisi yang besar untuk mendapatkan “giant fish”. Mereka selalu siap masuk ke pasar fluktuatif dengan risiko besar demi bisa mendapatkan return yang sangat banyak.

Investor tipe ini biasanya cukup berani kehilangan uang. Toleransinya terhadap penurunan nilai investasi juga lebih tinggi.

Jika kamu merasa sesuai dengan profil ini, pasar saham adalah pilihan tepat. Pasar ini cukup fluktuatif, tapi keuntungannya memang sangat besar.

3. Menentukan jangka waktu investasi

Kamu harus menentukan seberapa lama jangka waktu investasi yang ingin kamu lakukan. Sesuaikan dengan kebutuhanmu. Apakah untuk kebutuhan jangka pendek, jangka menengah atau jangka panjang.

Menentukan jangka waktu juga harus mempertimbangkan ketersediaan dana.

Jika dana tersebut sudah dikhususkan untuk investasi, lebih baik memilih jangka waktu yang panjang supaya returnnya lebih besar.

Jika kamu memiliki dana terbatas dan uang yang kamu investasikan bisa jadi sewaktu-waktu dibutuhkan, ada baiknya memilih investasi jangka pendek.

4. Memilih platform investasi

Perkembangan di dunia digital semakin memudahkan orang-orang untuk berinvestasi. Sekarang sudah ada banyak platform digital yang memfasilitasi investasi online.

Jika kamu sudah menentukan instrumen investasi apa yang ingin kamu pilih, sekarang kamu perlu memilih platformnya.

Jangan sembarangan memilih platform, pilih yang sudah memiliki reputasi bagus dan sudah diawasi OJK.

Saat ini sudah ada beberapa platform Robo Advisor yang bisa memudahkan investor newbie dalam membangun portofolio investasi.

Sebenarnya masih ada banyak strategi dalam berinvestasi. Kamu serius ingin mendalami dunia investasi? Ada baiknya kamu memperdalam pengetahuan.

Kamu bisa mengambil kursus tentang bisnis dan investasi. Tidak masalah meski kamu sudah bekerja sekarang. Ada banyak kursus online yang bisa kamu pilih.

Memahami investasi memang butuh praktek, tapi memiliki pengetahuan secara mendalam akan membantumu mengoptimalkan kegiatan investasi.

Maka dari itu mengikuti pendidikan secara terstruktur melalui kursus online bisa sangat bermanfaat.

Jangan jadikan dana sebagai alasan. Masalah biaya bisa dibantu oleh Pintek. Pintek adalah sebuah perusahaan yang bisa memberikan pinjaman khusus untuk membantumu mengejar pendidikan.

Pintek akan memfasilitasi seluruh kebutuhan pendidikan masyarakat mulai dari biaya masuk sekolah atau kuliah, bayar SPP, bayar uang semester kuliah, kursus, daftar di LPK dan lain sebagainya.

Pintek memiliki dua program pendanaan yang ditujukan untuk biaya pendidikan yaitu Pintek Student yang terbagi menjadi dua kategori yakni:

  • Pintek Regular adalah pendanaan untuk uang pangkal, uang semester, kursus, bimbel, pelatihan dan lainnya.
  • Pintek Pro adalah pendanaan untuk biaya pelatihan atau belajar lainnya dengan jaminan kerja, seperti keperawatan, perhotelan, programming dan lainnya.

Kamu bisa mendapatkan pinjaman maksimal hingga Rp 300 juta dengan tenor mulai dari 3 bulan hingga 24 bulan dengan bunga yang sangat kompetitif yakni maksimal 2,5%.

Untuk mengetahui informasi lebih lengkap, kamu bisa mengunjungi situs resmi Pintek atau atau menghubungi customer service via telepon dan WhatsApp di nomor 021-50884607 atau melalui email di customercare@pintek.id

Setelah mengetahui gambaran mengenai cara investasi melalui artikel ini, sudah saatnya kamu mendalami dunia investasi dengan mengambil kursus. Pintek siap membantumu mewujudkan hal itu melalui pinjaman pendidikan dengan bunga ringan.

Bagikan artikel ini apabila bermanfaat