koperasi sekolah
Bagikan artikel ini apabila Bermanfaat

Tak sedikit orang yang masih keliru dengan menganggap kalau koperasi sekolah merupakan salah satu bagian dari usaha sekolah di bidang ekonomi. Padahal koperasi sekolah adalah koperasi yang beranggotakan para peserta didik.

Koperasi sekolah itu sendiri bertujuan untuk melatih kerjasama dan menanamkan kedisiplinan kepada siswa tentang pentingnya koperasi. Selain itu, dengan adanya koperasi sekolah, siswa juga dapat menerapkan budaya menabung yang seringkali dianggap sulit oleh sebagian orang.

Apabila koperasi sekolah dapat dikelola dengan benar, maka para siswa tentu akan mendapatkan banyak sekali keuntungan seperti melatih siswa dalam berorganisasi dan juga dapat menambah pemasukan dana.

Namun, para siswa menjadi pengurus dan pengelola koperasi merupakan siswa yang berada di bawah bimbingan kepala sekolah dan guru, terutama guru ekonomi dan koperasi.

Keberadaan koperasi sekolah juga legal dan diakui oleh Menteri Koperasi dan UKM RI. Oleh karena itu, koperasi sekolah diharuskan untuk memiliki badan hukum atau legal agar manfaat koperasi sekolah dapat dirasakan oleh banyak pihak seperti siswa dan juga guru.

Koperasi didirikan berdasarkan surat keputusan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan tanggal 16 Juli 1972 Nomor 275/SKPTS/Mentranskop dan Nomor 0102/U/1983 dan diterangkan lebih lanjut dalam surat Keputusan Menteri Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Koperasi Nomor 633/SKPTS/Men/1974.

Melalui surat keputusan tersebut, koperasi sekolah adalah koperasi yang didirikan di sekolah-sekolah mulai dari Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), Sekolah Menengah Atas (SMA), Madrasah dan Pesantren.

Tujuan koperasi sekolah

tujuan koperasi sekolah

Koperasi sekolah secara umum memiliki tujuan untuk menunjang pendidikan dan program Pemerintah dalam mendidik dan menanamkan kesadaran para siswa untuk berkoperasi sejak dini. Untuk lebih luasnya, berikut tujuan koperasi secara rinci:

  • Menanamkan dan mendidik sikap hidup bergotong royong para siswa di sekolah. Dengan adanya koperasi, peserta didik akan ditanamkan sikap peduli terhadap sesama.
  • Mengajarkan siswa jiwa kewirausahaan dan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pentingnya berkoperasi bagi para siswa. Pasalnya dengan bergabung menjadi anggota koperasi, maka siswa akan mendapatkan ilmu berorganisasi dan berwirausaha.
  • Membantu dan melatih siswa untuk belajar berdemokrasi dan mengeluarkan pendapat.
  • Saat menjalankan koperasi, maka siswa akan diajarkan rasa cinta kepada sekolah. Pasalnya, siswa akan semakin mengenal sekolah dan memiliki rasa bangga pada sekolahnya.
  • Koperasi sekolah juga akan menjadi wadah bagi para siswa untuk belajar, berkarya dan memenuhi keperluan sekolah seperti buku pelajaran, seragam, alat tulis dan lainnya.
  • Membantu siswa dan para guru yang membutuhkan bantuan dana.

Akan tetapi, agar tujuan koperasi dapat berjalan maksimal, maka koperasi harus berbadan hukum dan legal. Pasalnya, Pemerintah kerap memberikan bantuan kepada koperasi sekolah yang sudah terdaftar di dinas koperasi setempat dan juga Pemerintah.

[Baca Juga: Pengelolaan Koperasi Sekolah: Cara Mengembangkan dan Manfaatnya]

Baca:  Prosedur Pendirian Legalitas Koperasi Sekolah dan Cara Mendapatkan Modal Usaha!

Tanggung jawab koperasi sekolah juga tidak dilakukan oleh pengurus, melainkan kepala sekolah. Untuk pembinaan koperasi sekolah itu sendiri dilaksanakan bersama antara Kantor Menteri Negara Koperasi Usaha Kecil dan Menengah dan Departemen Pendidikan Nasional.

Dengan adanya koperasi sekolah diharapkan dapat menjadi sarana untuk para pelajar agar dapat belajar melakukan usaha kecil, mengembangkan berorganisasi, belajar menyelesaikan masalah dan lain sebagainya.

Koperasi sekolah pada umumnya juga menjual atau menyediakan barang dana jasa yang berkaitan dengan pendidikan atau sarana belajar mengajar. Apa saja? Berikut di antaranya:

  • Barang yang menjadi kebutuhan belajar seperti buku, alat tulis dan lain-lain.
  • Makanan dan minuman untuk siswa dan karyawan sekolah dengan harga yang lebih terjangkau.
  • Memberikan layanan simpan pinjam untuk siswa maupun guru yang mengalami masalah keuangan.
  • Koperasi juga menyediakan layanan jasa untuk para siswa sekolah seperti fotokopi, pengetikan dan penjilidan.

Mengembangkan koperasi sekolah

cara mengembangkan koperasi sekolah

Untuk menjalankan koperasi sekolah tentunya memerlukan modal agar kegiatan usahanya berjalan sesuai yang diharapkan sehingga dapat memberikan keuntungan untuk para pengurus koperasi dan memberikan manfaat kepada banyak pihak.

Modal koperasi sekolah umumnya dapat diperoleh melalui beberapa cara, yakni:

1. Modal sendiri

Sama halnya dengan koperasi secara umum, modal koperasi sekolah juga berasal dari para anggota yang dibagi menjadi beberapa kategori, seperti:

  • Simpanan pokok, yaitu simpanan yang harus dibayarkan oleh siswa saat mendaftarkan diri sebagai anggota koperasi sekolah.
  • Simpanan wajib, yaitu simpanan yang dibayarkan oleh seluruh pengurus koperasi sekolah secara periodik dengan jumlah yang sama setiap waktunya.
  • Simpanan sukarela, yaitu simpanan yang dibayarkan oleh anggota koperasi sekolah yang besaran atau nominalnya tidak ditentukan. Jenis simpanan yang satu ini juga bersifat tidak wajib.

2. Pinjaman

Agar kegiatan usaha koperasi sekolah dapat berkembang, tentu memerlukan dana yang tidak sedikit. Oleh karena itu, pengurus koperasi yang berada di bawah naungan kepala sekolah dapat mengajukan pinjaman ke pihak eksternal untuk mendapatkan bantuan dana.

Kini sudah tersedia berbagai lembaga yang menawarkan layanan keuangan untuk para pelaku usaha agar dapat mengembangkan bisnisnya. Namun, kamu harus memilih lembaga yang sudah memiliki izin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), salah satunya adalah Pintek.

Pintek adalah perusahaan yang bergerak di bidang finansial teknologi yang menawarkan layanan keuangan dengan visi yaitu untuk mendukung pendidikan di Indonesia.

[Baca Juga: 5 Manfaat Pengelolaan Koperasi Sekolah Sebagai Tambahan Pemasukan Dana]

Baca:  Cara Memulai Bisnis Online untuk Mendapatkan Keuntungan Berlimpah!

Untuk itu, Pintek sangat mendukung pengembangan lembaga pendidikan, seperti pengelolaan serta sarana dan prasarana sekolah. Oleh karena itu, Pintek dapat menjadi solusi terbaik untuk mengembangkan kegiatan usaha koperasi sekolah.

Selain sudah terdaftar dan diawasi OJK sejak tahun 2018, Pintek juga telah terdaftar sebagai anggota di Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) dan sudah menerapkan standar kebijakan privasi berdasarkan sertifikasi ISO 27001:2013 yang akan menjamin data dan informasi peminjam.

Lalu bagaimana cara mendapatkan pinjaman modal usaha di Pintek?

Pintek menawarkan dua metode pinjaman yang dapat kamu dipilih sesuai kebutuhan, yaitu:

1. Pinjaman Modal Kerja (Working Capital Loan)

Pinjaman modal kerja atau working capital loan adalah jenis pinjaman di Pintek yang ditujukan untuk lembaga pendidikan yang membutuhkan uang, salah satunya yaitu untuk mengembangkan usaha koperasi sekolah seperti untuk membeli peralatan belajar mengajar hingga memberikan pinjaman keuangan untuk para guru.

Pinjaman yang dapat kamu ajukan yaitu mulai dari Rp 50 juta hingga miliaran rupiah dalam satu pengajuan dengan tenor mencapai 24 bulan. Untuk pencairannya sendiri yaitu sebesar 10 persen hingga 20 persen dari total piutang selama periode tenor.

Sementara itu, Pintek menawarkan bunga flat per bulan yaitu mulai dari 0,9 persen hingga 2 persen yang ditentukan berdasarkan credit score yang kamu miliki.

2. Pendanaan PO/Invoice (Invoice Financing)

Selain working capital loan, Pintek juga menawarkan pinjaman invoice financing di mana kamu dapat mengajukan pinjaman dengan menjaminkan tagihan yang diterima dari customer yang sudah berjalan.

Pinjaman yang satu ini dapat dimanfaatkan oleh pengurus koperasi sekolah untuk memenuhi pesanan dari siswa maupun karyawan sekolah dalam bentuk barang seperti laptop, proyektor dan lainnya.

Pintek akan mencairkan dana sebesar 80 persen dari nilai invoice dengan besaran mulai dari Rp 50 juta hingga miliaran rupiah dengan tenor mencapai enam bulan atau mengikuti periode jatuh tempo dari invoice.

Berbeda dengan working capital loan, untuk invoice financing Pintek akan memberikan bunga efektif yang artinya bunga akan dihitung berdasarkan pokok utang yang tersisa. Dengan begitu, besaran cicilan yang kamu bayarkan setiap bulannya akan semakin kecil.

Bagaimana cara mengajukan pinjaman di Pintek?

Baca:  Kena PHK? Ikuti 6 Cara Mengatur Keuangan Agar Pesangon Aman

Untuk mendapatkan pinjaman modal usaha maupun invoice financing dari Pintek sangatlah mudah. Pasalnya, kamu hanya perlu melewati lima tahapan, yaitu:

  • Diskusi pendanaan yang kamu butuhkan dengan tim Pintek dengan klik DiskusiPintek
  • Mengisi form yang sudah disediakan dan mengirimkan dokumen yang dibutuhkan.
  • Tim Pintek akan melakukan analisis kredit untuk menentukan status permohonan dan credit scoring.
  • Pintek menyetujui pengajuan.
  • Dana akan segera dicairkan.

Namun, sebelum mengajukan pinjaman working capital di Pintek, ada beberapa syarat dan ketentuan yang harus diketahui oleh peminjam, seperti:

  • Sudah berbadan hukum (PT / CV / Koperasi / Yayasan / LKP / LPK).
  • Menjalankan usaha di bidang pendidikan / training / kursus, supplier pendidikan, teknologi pendidikan, konsultan pendidikan, dan sebagainya.
  • Berdomisili di Indonesia.
  • Sudah menjalankan usaha minimal dua tahun.
  • Memiliki profil manajemen dan pemilik yang baik.
  • Memenuhi syarat dokumen legalitas, keuangan, dan verifikasi
  • Memiliki jaminan PG/CG, dan lainnya.

Selain itu, hal yang menarik dari mengajukan pinjaman di Pintek yaitu adanya fasilitas masa penangguhan. Artinya saat telah jatuh tempo namun kamu memiliki kendala pelunasan, maka Pintek akan memberi penangguhan maksimal hingga tiga bulan untuk working capital loan dan lima untuk invoice financing.

Akan tetapi, Pintek akan membebankan biaya administrasi sebesar Rp 500 ribu dan biaya platform sebesar 4 persen.

Untuk kamu ingin mengetahui informasi lebih lanjut mengenai program pendanaan di Pintek, kamu bisa melakukan diskusi melalui DiskusiPintek atau mengunjungi situs resmi Pintek dan hubungi Pintek melalui nomor telepon dan WhatsApp di 021-50884607.

Mari gandeng Pintek sebagai partner bisnis kamu.

Bagikan artikel ini apabila Bermanfaat