tujuan investasi

Tujuan investasi menjadi faktor penting yang harus dimiliki oleh investor sebelum memilih instrumen efek. Soalnya, pemilihan produk investasi harus berdasarkan pada tujuan dari investasi itu sendiri.

Misalnya, kamu membutuhkan dana dalam waktu dekat, maka investasi jangka pendek seperti reksadana pasar uang atau P2P lending bisa jadi pilihanmu.

Sedangkan, kalau kamu ingin memiliki tabungan masa depan, kamu bisa memilih untuk terjun ke investasi jangka panjang yang memang keuntungannya baru bisa dinikmati dalam kurun waktu di atas lima tahun.

Sayangnya, masih banyak orang yang belum mengetahui betul apa itu tujuan investasi sehingga keuntungan yang diperoleh belum sesuai keinginannya.

Tapi kamu tak perlu khawatir, karena kali ini kita akan membahas tuntas mengenai tujuan investasi, mulai dari definisi hingga menentukan instrumen yang sesuai dengan tujuan kamu.

Baca Juga: Apa itu Investasi? Pahami Cara Kerjanya Agar Dapat Untung Maksimal!

Pengertian tujuan investasi

Pengertian tujuan investasi

Tujuan investasi bisa dibilang menjadi salah satu alasan investor sebelum mengalihkan kekayaannya di pasar modal. Untuk lebih jelasnya berikut pengertian tujuan investasi menurut para ahli:

1. Sunariah 

Investasi adalah penanaman modal untuk satu atau lebih aktiva (aset) yang dimiliki dan memiliki jangka waktu lama untuk mendapatkan keuntungan di masa depan.

2. Tandelilin

Investor yang membeli sejumlah saham saat ini dengan harapan mendapatkan keuntungan dari kenaikan harga saham atau dividen di waktu mendatang yang didapatkan sebagai imbalan atas waktu dari risiko yang dihadapi investor.

3. Martono dan D Agus Marjito

Investasi adalah penanaman modal yang dilakukan perusahaan ke suatu aset dengan harapan memperoleh keuntungan di masa depan.

Jenis tujuan investasi dan simulasi perhitungan keuntungan

Jenis tujuan investasi dan simulasi perhitungan keuntungan

Dari sekian banyak jenis tujuan investasi, ada dua faktor yang bisa menjadi landasan tujuan investasi kamu. Yakni:

1. Tujuan investasi untuk keuangan pribadi

Meraup keuntungan untuk kepentingan pribadi menjadi alasan utama para investor menanamkan modal di investasi, salah satunya adalah untuk mengamankan dan menambah total kekayaan yang ia miliki.

Dengan begitu, dana yang digelontorkan investor akan bertambah sesuai dengan keuntungan yang dihasilkan oleh instrumen yang dipilih.

Untuk tujuan investasi mengamankan kekayaan, ada beberapa instrumen yang tepat. Yaitu:

  • Obligasi
  • Deposito
  • Investasi emas

Contoh:

Tio mendapatkan bonus di tahun 2015 sebesar Rp 20 juta dari kantor karena berhasil memenangkan tender. Agar uang yang dimiliki tidak habis sia-sia, Tio memilih untuk mengamankan uangnya dengan membeli emas batangan seberat 40 gram dengan estimasi harga emas saat itu sebesar Rp 500 ribu per gram.

Diketahui, harga emas di bulan Juni 2021 sebesar Rp 964.000 seperti dilansir dari situs resmi Pegadaian. Berapa, keuntungan yang diperoleh Tio jika menjual semua logam mulia yang ia miliki? 

Rp 964.000 X 40 gram = Rp 38.560.000

Modal yang dikeluarkan Tio sebesar Rp 20 juta. Berarti Tio mendapatkan keuntungan bersih sebesar Rp 38.560.000 – Rp 20.000.000 = Rp 18.560.000.

Baca Juga: Pengertian Investasi dan Trading, Perbedaan Serta Simulasi Keuntungannya!

2. Tujuan investasi untuk bisnis

Tujuan investasi untuk bisnis

Selain untuk kepentingan pribadi, banyak juga para investor yang terjun berinvestasi untuk keperluan bisnis. Tahukah kamu kalau ternyata banyak para pengusaha yang mendapatkan modal untuk membuka bisnis dari keuntungan investasi?

Salah satunya yaitu Reino Barack yang mendirikan usaha restoran dari keuntungannya berinvestasi di saham Apple.

Suami dari penyanyi terkenal Syahrini ini diketahui membeli saham Apple sejak usia 19 tahun di angka US$ 60 per lot dan dijual kembali saat harga saham Apple sebesar US$ 700 per lot.

Maka, Reino Barack mendapatkan keuntungan sebesar US$ 700 – US$ 60 = US$ 640 per lot.

Keuntungan tersebut lantas dialihkan untuk mendirikan restoran mewah yang hingga kini masih berjalan.

Buat kamu yang ingin mendapatkan modal usaha dari investasi, berikut tiga rekomendasi instrumen efek yang bisa kamu pilih:

  • Investasi saham
  • Reksadana
  • P2P Lending

Contoh:

Jika Tio mengalihkan bonus yang ia peroleh ke investasi saham. Berapa keuntungan yang didapatkan Tio kalau ia membeli saham PT ABC sebesar Rp 5.000 per lot?

Berikut perhitungannya:

  • Harga saham PT. ABC Rp 5.000 per lot. Maka, Tio mendapatkan Rp 20 juta / Rp 5.000 yaitu 4.000 lot saham PT. ABC.
  • Dalam waktu satu tahun saham PT. ABC mengalami fluktuasi harga yang jika diakumulasi sebesar Rp 8.000 per lot. 
  • Biaya online trading sebesar 0,1 persen.
  • Biaya pajak penjualan sebesar 0,1 persen.
  • Tio mendapatkan dividen dari perusahaan sebesar Rp 3.000.000
  • Biaya pajak dividen sebesar 10 persen.

Maka, Tio memperoleh keuntungan sebesar Rp 8.000 X 4.000 lot yaitu Rp 32 juta. Tio, mendapatkan dividen sebesar Rp 3.000.000. Berarti, Tio mendapat keuntungan sebesar Rp 32.000.000 – Rp 20.000.000 = Rp 12.000.000 + Rp 3.000.000 yaitu Rp 15.000.000.

Akan tetapi, Tio diharuskan membayar beberapa biaya seperti yang disebutkan di atas yakni Rp 15.000.000 – (0,1 persen biaya online trading + 0,1 persen biaya pajak penjualan + 10 persen pajak dividen) = Rp 1.513.500. Berarti Rp 15.000.000 – Rp 1.513.500 yaitu Rp 13.486.500.

Dengan begitu, keuntungan bersih yang didapatkan Tio yaitu sebesar Rp Rp 20.000.000 + Rp 13.486.500 = Rp 33.486.500.

Baca Juga: Perbedaan Reksadana Saham dan Investasi Saham Serta Simulasi Keuntungannya!

Dari keuntungan yang didapatkan, Tio dapat memulai menjalankan bisnis. Namun, agar usaha yang dijalankan laris manis dan bertahan lama, pilihlah sektor bisnis yang dibutuhkan banyak orang salah satunya adalah bisnis pendidikan.

Kamu bahkan bisa mengajukan pendanaan di Pintek untuk mengembangkan usaha kamu. Dengan begitu, peluang bisnis kamu berkembang pesat tentu akan semakin terbuka lebar.

Dengan produk Pendanaan PO, kamu berkesempatan mendapatkan pendanaan hingga miliaran rupiah dengan bunga efektif mulai dari 1,5 persen hingga 2,5 persen dan tenor pinjaman mencapai enam bulan atau mengikuti jatuh tempo invoice.

Pata vendor yang berkecimpung di SIPLah, LKPP, LPSE dan e-Katalog juga bisa mengajukan Pendanaan PO/Invoice SIPLah dan bisa mendapat pembiayaan hingga miliaran rupiah.

Untuk mengetahui informasi lebih lanjut mengenai program pendanaan di Pintek, kamu bisa melakukan diskusi melalui TanyaPintek atau mengunjungi situs resmi Pintek dan hubungi Pintek melalui nomor telepon dan WhatsApp di 021-50884607.

Kamu juga bisa mendapatkan informasi menarik seputar Pintek dengan mengunjungi laman Instagram Pintek di @pintek.id dan @pintek.biz.