1. Skema pembiayaan sesuai kebutuhan

Pemerintah melalui Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop UKM) menyarankan agar para pelaku Usaha Kecil dan Menengah mendaftar di UKM online untuk mendapatkan bantuan dana tunai.

Tujuan bantuan tersebut untuk memulihkan ekonomi nasional akibat pandemi Covid-19. Pasalnya, UKM Indonesia memiliki peranan yang sangat penting untuk membantu perekonomian negara.

Tak bisa dipungkiri pandemi Covid-19 memang membawa banyak perubahan bagi masyarakat, terutama dari segi perekonomian. Banyak perusahaan yang terpaksa harus gulung tikar dan memecat karyawannya karena tidak dapat bersaing di masa pandemi.

Selain memberikan bantuan dana tunai, pemerintah juga meminta UKM untuk mulai beradaptasi dengan sistem digital agar tidak tenggelam di tengah arus digitalisasi yang terus mengalami perkembangan di era pandemi.

Baca Juga: Kisah Sukses UKM Pendidikan, Berhasil Raup Untung Rp 1 Miliar dalam Setahun!

UKM go digital

UKM go digital

Menurut hasil survei Asian Development Bank (ADB), sekitar 45% pelaku UKM yang hanya mampu bertahan selama tiga bulan di masa pandemi. Sedangkan 88% UKM kehabisan modal untuk menjalankan usahanya dan 60% UKM juga sudah mengurangi tenaga kerjanya.

Oleh karena itu, berbagai cara harus dilakukan oleh para pelaku usaha agar tetap bertahan dan berkembang, salah satunya yaitu dengan melakukan transformasi digital.

Tujuannya yaitu agar UKM Indonesia bisa mendapat pasar yang lebih luas, jadi kesempatan jualan kamu laris manis juga semakin terbuka lebar.

Kemenkop UKM juga mengatakan kalau pelaku usaha bukan hanya beradaptasi dengan digital secara sistem saja tetapi juga dalam pemenuhan sumber daya manusia, pemasaran hingga rantai pasok.

Untuk sumber daya manusia, UKM perlu meningkatkan kualitas pekerja agar melek digital. Sedangkan pemasaran dapat dilakukan melalui media sosial dan rantai pasok dapat dikembangkan dengan sistem pencatatan yang terintegrasi dan berkomunikasi secara online.

Kenapa UKM harus go digital?

Kenapa UKM harus go digital?

Dunia digital merupakan hal yang menguntungkan untuk para pelaku usaha. Kombinasi pasar dan usaha konvensional, lewat media sosial, hingga layanan situs jual beli makin berbaur dan menjadi lumrah dalam kehidupan masyarakat.

Oleh karena itu, pelaku usaha harus beradaptasi dan melakukan transformasi operasional bisnis yang semula offline menjadi kombinasi offline dan online. Banyak keuntungan yang didapatkan UKM saat go digital seperti hemat waktu dan modal.

Soalnya sejumlah bisnis akan dijalankan secara online sehingga kamu tidak perlu mengeluarkan biaya yang terlalu besar. Selain itu, pelanggan dapat kembali melakukan kunjungan toko online kamu kapan saja untuk mendapat informasi atau melakukan pembelian.

Daftar UKM online

Daftar UKM online

Bagi UKM yang ingin mendaftarkan diri melalui online dapat mengusulkan langsung ke dinas atau badan yang membidangi koperasi dan usaha mikro, kecil, dan menengah provinsi. Usulan tersebut akan diteruskan kepada kementerian.

Namun sebelum melakukan pendaftaran, ada sejumlah data yang perlu dipersiapkan oleh para pelaku usaha. Yaitu:

  • NIK sesuai KTP Elektronik
  • Nomor KK
  • Nama lengkap
  • Alamat  Bidang usaha
  • Nomor telepon

Jika sudah melakukan pendaftaran, pihak dinas usulan akan melakukan verifikasi dan pencocokan data untuk memastikan kalau seluruh informasi yang diinput benar.

Baca Juga: Cara Daftar UKM Online dan Strategi Mengembangkan Bisnis untuk Raup Untung Besar!

Memilih sektor bisnis yang tepat

Memilih sektor bisnis yang tepat

Meski begitu, poin penting yang harus diperhatikan para UKM Indonesia agar produk laris manis setiap hari yaitu dengan memilih sektor bisnis yang tepat yakni yang selalu memiliki permintaan dari pasar atau masyarakat.

Ya, bisnis di sektor pendidikan bisa menjadi pilihan yang tepat. Kamu bisa menjual aneka buku pelajaran, alat tulis hingga pengadaan barang jasa pendidikan mulai dari komputer, laptop dan lainnya.

Kenapa pendidikan menjadi bisnis yang menguntungkan? Jawabannya sederhana kok, karena setiap orang membutuhkan pendidikan sebagai bekal masa depannya.

Selain itu, Pemerintah juga terus melakukan inovasi untuk mendukung pendidikan di Indonesia melalui berbagai program yang juga sangat menguntungkan bagi para pelaku usaha, seperti SIPLah, Dana DAK, e-Katalog dan lainnya.

Sekilas tentang SIPLah, Pemerintah memberikan bantuan berupa dana yaitu dana BOS ke seluruh satuan pendidikan di Indonesia untuk mempermudah pengadaan barang jasa di sekolah.

Akan tetapi sesuai dengan Permendikbud Nomor 8 Tahun 2020 Tentang Pedoman Pengadaan Barang/Jasa Oleh Satuan Pendidikan menyebutkan bahwa seluruh sekolah yang mendapatkan dana BOS diharuskan untuk melakukan PBJ melalui SIPLah di marketplace yang sudah menjadi mitra.

Mengembangkan skala bisnis UKM

Mengembangkan skala bisnis UKM

Melalui berbagai program pemerintah dalam mendukung UKM tentu saja menjadi peluang besar bagi para pelaku usaha untuk terus mengembangkan skala bisnisnya. Soalnya, tak bisa dipungkiri kalau target pasarnya adalah satuan pendidikan di seluruh Indonesia.

Bahkan seperti dikutip dari situs resmi Kemendikbud diketahui bahwa lebih dari 400 ribu satuan pendidikan yang bergabung di SIPLah, jumlah tersebut akan terus bertambah seiring dengan kenaikan alokasi dana BOS.

Hal tersebut juga sudah dibuktikan oleh banyak pelaku usaha yang sukses menjalankan bisnisnya di sektor pendidikan.

Meski demikian, tak sedikit vendor yang harus mengalami tantangan lain saat terjun ke bisnis online yakni tidak memiliki dana yang memadai untuk dapat memenuhi seluruh permintaan pembeli.

Soalnya dana menjadi hal yang sangat penting untuk para pengusaha karena tanpa modal usaha yang cukup, maka bisnis tidak akan berjalan maksimal.

Untuk itu, Pintek sebagai perusahaan fintech yang sudah berizin dan diawasi OJK menawarkan solusi melalui layanan keuangan kepada vendor pendidikan yang membutuhkan dana untuk mengembangkan usahanya.

Melalui produk Pendanaan PO/Invoice SIPLah, para vendor pendidikan bisa mendapatkan pendanaan hingga miliaran rupiah dengan bunga flat mulai dari 1,5%. Dana tersebut dapat digunakan untuk SIPLah, Dana DAK, LKPP, LPSE, dan e-Katalog.

Demi memberikan dukungan kepada para UKM pendidikan, Pintek juga memiliki fasilitas masa penangguhan yaitu apabila saat jatuh tempo terjadi kendala pembayaran, maka Pintek akan memberikan penangguhan maksimal tiga bulan.

Hingga kini Pintek sudah membantu banyak UKM pendidikan dalam mengembangkan skala bisnis mereka, salah satunya adalah Bapak Yuda Clemens dari CV Duta Budi Aksara.

“Saya sudah mendapatkan pendanaan dari Pintek sebanyak 4 kali. Dengan bantuan dari Pintek, saya dan tim dapat memiliki banyak modal sehingga dapat memproses pesanan dari pelanggan dengan cepat. Hal itu tentu memberikan dampak positif terhadap toko saya, salah satunya meningkatkan kepercayaan dari pelanggan”, ucap Bapak Yuda.

Lebih lanjut Bapak Yuda juga memberikan harapan kepada Pintek agar dapat lebih banyak membuat para UKM di Indonesia. “Harapan saya, Pintek dapat semakin berkembang dan jangkauan semakin luas sehingga dapat membantu seluruh vendor di Indonesia”.

Cara mendapatkan pendanaan di Pintek juga sangat mudah kok, kamu hanya perlu menjaminkan invoice atau tagihan yang sedang berjalan dan melengkapi sejumlah dokumen persyaratan.

Untuk mengetahui informasi lebih lanjut, kamu dapat mengunjungi situs resmi Pintek atau melakukan diskusi dengan tim Pintek melalui TanyaPintek maupun menghubungi Pintek di nomor 021-50884607 untuk mendapatkan pendanaan.