Cara daftar bantuan UMKM

Bisnis pendidikan memang tak ada matinya dan menjadi ladang usaha menjanjikan yang bisa membuat bisnis kamu berkembang pesat dan menghasilkan banyak pundi-pundi rupiah, terutama untuk UKM pendidikan.

Alasannya sederhana, karena setiap orang membutuhkan pendidikan sebagai bekal masa depannya. Bahkan seluruh jenis produk pendidikan selalu laris manis di pasaran, seperti lembaga pendidikan, tempat kursus, alat tulis, buku hingga peralatan belajar elektronik.

Hal itulah yang dirasakan oleh Yoshua Duta Budi Pragiwaksa, salah satu UKM pendidikan di Indonesia yang sukses mengembangkan bisnisnya.

Melalui bincang-bincang via telepon dengan tim Pintek, Yoshua selaku Direktur Cv Simha Duta bercerita tentang ketertarikannya di dunia pendidikan. Hal itulah yang membuat ia terjun ke bisnis pendidikan sebagai distributor buku komik edukatif saat masih duduk di bangku kuliah.

Setelah lulus, Ia kemudian bekerja di penerbit Erlangga dan memutuskan untuk merintis usahanya sendiri dengan menjual buku, alat peraga, alat tulis dan lainnya dan berhasil menembus omzet hingga lebih dari Rp 1 miliar di tahun pertamanya berbisnis.

Baca Juga: 5 Peluang Usaha di Bidang Pendidikan ini Hasilkan Keuntungan Setiap Hari!

“Di tahun 2019, saya mulai terjun ke SIPLah dengan gencar mendekati sekolah di kawasan Jember dan Banyuwangi. Dari situ saya dapat mendirikan anak perusahaan lain yang masing-masing CV fokus ke produk bisnis yang berbeda,” ujar Yoshua.

Diketahui sejak mendirikan usaha di tahun 2018, Yoshua berhasil memiliki empat CV di sektor pendidikan, salah satunya adalah CV Simha Duta yang fokus menjual peralatan belajar elektronik, ATK, rehab bangunan dan lainnya.

Produk bisnis pendidikan yang paling laris manis

Produk bisnis pendidikan paling laris manis
Dokumentasi Yoshua Duta Budi Pragiwaksa

Agar usaha yang dirintisnya dapat berkembang pesat, Yoshua mengaku harus melakukan sejumlah strategi biar produknya laris manis di pasaran yaitu tidak terpaku pada satu produk saja.

“Saya menjual berbagai jenis produk yang memang dibutuhkan sekolah mulai dari alat tulis hingga alat elektronik. Saya dan tim harus gencar mendekati sekolah dan dinas pendidikan untuk mengetahui apa saja kebutuhan yang diperlukan oleh pihak sekolah,” ungkap Yoshua.

Yoshua mengaku kalau produk bisnis pendidikan yang paling laris manis yaitu peralatan belajar elektronik seperti laptop, proyektor, printer dan lainnya.

“Alat tulis masih ramai tapi karena nominalnya kecil jadi tetap masih besar alat elektronik. Kalau produk yang lagi berat di tahun 2021 adalah buku, mungkin karena dampak dari belajar online,” lanjut pria kelahiran 16 Oktober 1987 ini.

Tantangan dan solusi menjalankan bisnis pendidikan

Tantangan dan solusi menjalankan bisnis pendidikan
Dokumentasi Yoshua Duta Budi Pragiwaksa

Namanya bisnis pasti ada saja kendala yang dihadapi, lagipula naik turun dalam bisnis juga merupakan hal yang biasa. Namun jangan sampai hal tersebut membuat kamu menyerah karena intinya harus sabar dan tetap fokus.

Yoshua bercerita kalau selama menjalankan bisnis pendidikan ada kendala yang dialami. Yaitu:

1. Dana

“Tantangan utama yang saya alami adalah masalah dana karena sekolah melakukan pesanan barang, saya harus menyediakan di awal dan baru sekolah membayar. Jadi memang membutuhkan modal yang besar,” ucap Yoshua.

Yoshua melanjutkan kalau jika tidak ada modal, maka realisasinya adalah NOL yang pastinya bisnis tidak akan berjalan lancar karena kesulitan memenuhi seluruh pesanan dari sekolah.

“Biaya sangat terbantu dengan Pintek, bisa memberikan bantuan dana besar dengan waktu yang tidak lama. Dengan begitu, perputaran bisnisnya juga lebih cepat dan sangat berpengaruh terhadap perkembangan bisnis,” cerita Yoshua.

Selain itu, Yoshua juga bercerita kalau bisnisnya kini semakin berkembang dan ramai dan tidak berpengaruh sama sekali dengan pandemi. Soalnya sekolah tetap harus membelanjakan anggaran yang didapat dari dana BOS.

Selain berjualan secara offline, Yoshua juga menawarkan dagangannya melalui marketplace SIPLah yaitu di Blanja dan juga Blibli. Dari dua marketplace tersebut, Yoshua mengaku mendapatkan pesanan yang berlimpah bahkan karyawannya sering kerja lembur.

Baca Juga: Strategi Bisnis dari Vendor Pendidikan Agar Toko Laris Manis Setiap Hari!

2. Pesaing atau kompetitor

Tantangan lainnya yang juga dialami Yoshua yaitu ketatnya persaingan terutama buat vendor lain yang memang sudah lama berkecimpung di bisnis pendidikan.

Oleh karena itu, Yoshua membentuk tim marketing yang memang fokus mendekati sekolah-sekolah yaitu dengan mengunjungi sekolah, menanyakan hal-hal yang dibutuhkan, mempromosikan toko dan melakukan penawaran.

“Penting juga memberikan pelayanan terbaik kepada sekolah untuk menumbuhkan rasa nyaman dan aman. Soalnya dua poin tersebut juga menjadi poin penting keberhasilan bisnis,” lanjut Yoshua yang kini sudah memiliki 22 karyawan.

Yoshua juga memberikan beberapa tips kepada para UKM pendidikan yang sedang berjuang dalam bisnisnya yaitu harus totalitas dalam menjalankan usaha untuk mendapatkan hasil maksimal.

“Jangan setengah-setengah dalam berbisnis, terus berinovasi tapi sebelumnya harus melakukan analisis terlebih dahulu agar tidak salah langkah. Jika sudah yakin akan sesuatu harus terus dilakukan dengan maksimal,” ujar Yoshua.

Alasan memilih Pintek sebagai solusi pendanaan

Alasan memilih Pintek sebagai solusi pendanaan

Yoshua pertama kali mengajukan pembiayaan di Pintek di tahun 2021 karena memang membutuhkan dana besar untuk mengambil proyek yang lebih besar lagi dari sekolah.

Sebelum mengenal Pintek, Yoshua bercerita kalau Ia bekerjasama dengan supplier barang. Meski sistemnya adalah kredit tapi barang yang ditawarkan harganya lebih tinggi dari pasaran. Bukan hanya sulit mendapat pesanan karena harga yang lebih mahal, keuntungan yang didapatkan juga sangat minim.

“Selain saya butuh dana, mengajukan pendanaan di Pintek juga membuat saya bisa lebih leluasa mencari supplier sendiri. Dengan begitu, tentu harga yang saya tawarkan ke sekolah lebih rendah dan secara otomatis keuntungannya jauh lebih besar,” ucap Yoshua.

Yoshua sendiri mengaku sudah melakukan pendanaan di Pintek sebanyak tiga kali. Bermula dari Rp 400 juta hingga lebih dari Rp 1 miliar. Gak main-main, omzet yang didapatkan sejak bergabung dengan Pintek yaitu lebih dari 100 persen.

“Terimakasih Pintek sudah banyak membantu. Pengajuannya juga mudah, aman karena terdaftar dan diawasi OJK dan persyaratan yang diajukan juga masuk akal. Kualitas Pintek harus tetap dipertahankan agar dapat membantu banyak UKM pendidikan lain di Indonesia,” tutup Yoshua.

Apa itu Pintek?

Pintek adalah perusahaan fintech yang memiliki misi mendorong transformasi pendidikan di Indonesia melalui layanan keuangan.

Seperti halnya dengan Pak Yoshua, para pelaku usaha di bidang pendidikan dapat mengajukan pendanaan untuk mengembangkan skala bisnisnya lewat produk Pendanaan PO/Invoice.

Lewat produk tersebut, kamu bisa mendapatkan pendanaan hingga miliaran rupiah dengan bunga efektif 1,5% hingga 2,5% dan tenor mencapai enam bulan atau mengikuti jatuh tempo invoice.

Baca Juga: Perbedaan Suku Bunga Flat dan Efektif Serta Simulasi Perhitungannya!

Untuk mengetahui informasi lebih lanjut, kamu bisa mengunjungi situs resmi Pintek atau melakukan diskusi dengan tim Pintek melalui TanyaPintek. Kamu juga dapat menghubungi Pintek di nomor 021-50884607.