umkm di masa pandemi

Berbicara mengenai cara umkm di masa pandemi, apakah masa pandemi ini adalah waktu yang tepat untuk umkm berkembang? Mari kita bahas lebih dalam apa umkm itu sendiri dan bagaimana cara bertahan di masa pandemi.

UMKM merupakan singkatan dari usaha mikro kecil dan menengah, kini menjadi bisnis yang yang banyak diminati dalam pergerakan roda ekonomi berskala mikro maupun makro. Yang memiliki dampak yang sangat masif untuk negara dan pula keuntungan yang dihasilkan sangatlah menggairahkan.

Cara UMKM Bertahan di Masa Pandemi

Saat ini UMKM mengalami aneka macam pertarungan misalnya penurunan penjualan, permodalan, distribusi terhambat, kesulitan bahan baku, produksi menurun & PHK buruh, hal ini sebagai ancaman bagi perekonomian nasional.

Baca Juga : Bisnis Plan dan Fungsinya Sebelum Memulai Bisnis, Calon Pengusaha Sukses Wajib Tahu!

UMKM menjadi penggerak ekonomi domestik & penyerap energi kerja tengah menghadapi penurunan produktivitas yg menjadikan dalam penurunan profit secara signifikan. Untuk membangkitkan pulang syarat ini dibutuhkan solusi mitigasi & pemulihan.

Salah satu hal yang dapat dilakukan untuk menyiasati penurunan dalam UMKM yaitu dengan mengembangkan social media dan mendalami segala kemungkinan digital yang mungkin dapat membantu memulihkan UMKM itu sendiri, berikut beberapa cara yang dapat anda lakukan :

1. Susun taktik pemasaran digital

Hal yg perlu dilakukan sang UMKM pada masa pandemi selain menyusun taktik keuangan yaitu menyusun taktik pemasaran digital buat memudahkan UMKM pada memasarkan produk & jasa yg dimiliki secara digital.

Keuntungan berdasarkan pemasaran digital merupakan pelaku usaha bisa menggunakan gampang menghitung konversi & mengukur keberhasilan berdasarkan taktik yg telah disusun tersebut, dan memudahkan buat menganalisa kebutuhan & konduite konsumen yg sinkron menggunakan sasaran market.

  1. Digital Ads – Dengan menciptakan iklan berbasis digital misalnya Youtube ads, Facebook ads, & Google ads dipercaya efektif buat meningkatkan merk awareness dan memudahkan UMKM pada menjangkau konsumen yg lebih luas.
  2. Media Sosial – Berdasarkan penelitian tentang penggunaan media umum di Indonesia, menandakan bahwa setiap harinya rakyat Indonesia meluangkan saat selama lebih menurut tiga jam buat beraktivitas dalam media umum.

2. Beralih dalam marketplace & e-commerce

Seperti yg telah dibahas sebelumnya tentang pergeseran konduite konsumen pada masa pandemi, melakukan belanja online nyatanya sebagai pilihan favorit konsumen buat memenuhi hasrat dan kebutuhan pada masa social distancing ini.

Hal ini bisa dibuktikan menggunakan output kuesioner Badan Pusat Statistik tentang transaksi jual beli online. Hasilnya, nomor penjualan online melonjak tajam semenjak adanya arahan social distancing berdasarkan pemerintah.

3. Manfaatkan layanan pesan-antar

Berdasarkan output penelitian Nielsen yg bertajuk “Understanding The Online Food Delivery Market & GoFood’s Leadership in Indonesia” tentang norma warga kota akbar terhadap layanan pesan-antar, hasilnya menurut 1.000 responden, 95% antara lain membeli kuliner melalui layanan pesan-antar pada 3 bulan terakhir.

Layanan pesan-antar sekarang sebagai primadona pada usaha UMKM pada bidang kuliner. Terlebih ditengah syarat pandemi misalnya waktu ini yg melarang warga buat dine in dalam restoran & jua kafe menciptakan warga menentukan buat memesan kuliner lewat layanan pesan-antar menjadi solusi memenuhi asa mereka.

Apa Itu UMKM?

Secara umum UMKM dikenal sebagai singkatan dari Usaha Mikro, Kecil dan Menengah. Namun bila diminta dari definisi dan perspektif yang berbeda, UMKM memiliki arti yang jauh lebih luas. Bagi pelaku ekonomi, UMKM adalah perusahaan atau perusahaan yang dijalankan oleh masyarakat dan perumahan.

Pemimpin sekaligus bisnis kecil. Menurut Ekonom senior, Profesor Ina Primiana, UMKM merupakan usaha kecil yang mendorong pergerakan pembangunan dan perekonomian Indonesia. Di sisi lain, M. Kwartono Adi menjelaskan secara lebih rinci pengertian UMKM, yaitu sebagai unit usaha yang setelah menghitung laba tahunan menghasilkan laba atau laba tidak melebihi 200 juta.

Baca Juga : Cara Mendapatkan BLT Rp 1,2 Juta dari Pemerintah untuk UKM Indonesia!

Suatu perusahaan atau firma dapat ditetapkan sebagai UMKM jika memenuhi kriteria. untuk usaha mikro Menurut Peraturan Perundang-undangan No. 20 tahun 2008, UMKM dibedakan menurut jenis usahanya, yaitu usaha mikro, kecil, dan menengah.

Kriteria Untuk UMKM

Untuk mengetahui jenis bisnis apa yang sedang dijalankan perlu memperhatikan kriteria-kriterianya terlebih dahulu. Hal ini krusial digunakan untuk pengurusan surat ijin usaha kedepannya & juga menentukan besaran pajak yg akan dibebankan dalam pemilik UMKM.

Berikut masih-masing pengertian UMKM & kriterianya :

  1. Usaha Mikro

Pengertian bisnis mikro diartikan menjadi bisnis ekonomi produktif yang dimiliki perorangan juga badan bisnis sinkron menggunakan kriteria bisnis mikro.

Usaha yang termasuk kedalam bisnis mikro adalah bisnis yang mempunyai kekayaan higienis mencapai Rp 50.000.000,- dan nir termasuk bangunan & tanah loka bisnis. Hasil penjualan bisnis mikro setiap tahun nya paling poly Rp 300.000.000,-

  1. Usaha Kecil

Usaha mini adalah suatu bisnis ekonomi produktif yang independen atau berdiri sendiri baik yang dimiliki perorangan atau gerombolan & bukan menjadi badan bisnis cabang menurut perusahaan utama. Dikuasai dan dimiliki dan sebagai bagian baik pribadi juga nir pribadi menurut bisnis menengah.

Usaha yang masuk kriteria bisnis mini merupakan bisnis yang mempunyai kekayaan higienis Rp 50.000.000,- menggunakan aporisma yang dibutuhkannya mencapai Rp 500.000.000,-. Hasil penjualan usaha setiap tahunnya antara Rp 300.000.000,- hingga paling poly Rp 2,5.000.000.000,-.

  1. Usaha Menengah

Pengertian bisnis menengah merupakan bisnis pada ekonomi produktif & bukan adalah cabang atau anak bisnis menurut perusahaan sentra dan sebagai bagian secara pribadi juga tidak pribadi terhadap bisnis mini atau bisnis akbar menggunakan total kekayaan bersihnya sinkron yang telah diatur menggunakan peraturan perundang-undangan.

Usaha menengah tak jarang mengkategorikan menjadi usaha akbar menggunakan kriteria kekayaan higienis yang dimiliki pemilik bisnis mencapai lebih menurut Rp500.000.000,- sampai Rp10.000.000.000,- & nir termasuk bangunan & tanah loka bisnis.

Syarat Membuat Izin UMKM

Dalam membuka umkm diperlukan izin yang dapat dilakukan dengan mudah karena di masa pandemi membuat izin umkm dapat dilakukan secara online maupun offline, dengan cara sebagai berikut :

  1. Membuat izin Offline

Cara menciptakan IUMK hanya tinggal mengajukan permohonan perizinan pada tempat kerja kecamatan. Nantinya pemohon diminta buat mengisi formulir & dokumen persyaratan. Setelah itu, camat akan mendapat & mempelajari kelengkapan & kebenaran berdasarkan formulir dan dokumen persyaratannya. Jika dokumen telah lengkap & benar, maka camat akan menaruh naskah 1 lembar IUMK.

Tetapi apabila data atau dokumen masih belum lengkap, maka camat akan mengembalikan formulir & dokumen persyaratannya buat dilengkapi sang pemohon. Adapun data yang wajib diisi buat formulir pengajuan merupakan Nama, Nomor KTP, Nomor Telepon, Alamat, Kegiatan Usaha, Sarana bisnis yang digunakan, Jumlah kapital bisnis, Surat Pengantar berdasarkan RT/RW terkait, Lokasi bisnis, Fotokopi KTP, Fotokopi KK, & pas foto berwarna berukuran 4×6 sebesar dua lbr.

  1. Membuat Izin Online

Pembuatan IUMK juga dapat dilakukan secara online melalui situs web resmi OSS. Tahap pertama, pelamar harus membuat akun OSS.

  1. Pemohon dapat mengunjungi situs web di https://www.oss.go.id/pas/. Kemudian klik tombol “Daftar“.
  2. Di kanan atas dan masukkan informasi yang diperlukan. Kemudian masukkan kode captcha dan klik tombol “Daftar” di bawah. Kemudian periksa email Anda dan buka email pendaftaran OSS. Klik tombol Activate. Setelah Anda memiliki akun OSS, lanjutkan ke level kedua dan isi detailnya. Untuk melakukan ini, periksa email konfirmasi OSS dan lihat kata sandi yang dikirim, salin atau salin kata sandi.
  3. Kemudian kunjungi situs web https://www.oss.go.id/oss/. Klik tombol login, masukkan alamat email di nama pengguna dan ikuti petunjuk di bawah ini hingga Anda masuk ke halaman entri data.
  4. Kemudian masuk ke level ketiga untuk mengunduh NIB dan IUMK. Klik pada informasi bisnis yang sudah selesai, klik tombol Simpan dan Lanjutkan, klik Informasi Bisnis, Proses NIB, dan klik Berikutnya.
  5. Kemudian klik tombol NIB untuk menerbitkan NIB. NIB juga dapat diunduh dan disimpan.Kemudian klik tombol “Cetak izin usaha” untuk menerbitkan IUMK. Perhatikan juga bahwa pemrosesan IUMK tidak memerlukan biaya atau gratis.

Ciri-Ciri UMKM ( Usaha Mikro, Kecil & Menengah )

  1. Jenis komoditi/ barang yg terdapat dalam usahanya nir tetap, atau sanggup berganti sewaktu-waktu
  2. Tempat menjalankan usahanya sanggup berpindah sewaktu-waktu
  3. Usahanya belum menerapkan administrasi, bahkan keuangan langsung & keuangan bisnis masih disatukan
  4. Sumber daya manusia ( SDM ) pada dalamnya belum punya jiwa wirausaha yg mumpuni
  5. Biasanya taraf pendidikan SDM nya masih rendah
  6. Biasanya pelaku UMKM belum mempunyai akses perbankan, tetapi sebagian sudah mempunyai akses ke forum keuangan non bank
  7. Pada biasanya belum punya surat ijin bisnis atau legalitas, termasuk NPWP

Jenis-Jenis UMKM

Seperti yg dijelaskan dalam pengertian UMKM yg tertuang pada Keppres RI No. 19 Tahun 1998 menjadi aktivitas ekonomi warga dalam skala mini yg perlu dilindungi & dicegah berdasarkan persaingan yg nir sehat.

Pada dasawarsa terakhir ini mulai marak bermunculan usaha UMKM mulai berdasarkan skala rumahan sampai skala yg lebih besar. Berikut terdapat tiga jenis bisnis yg termasuk UMKM:

Usaha Kuliner – Salah satu usaha UMKM yg paling poly digandrungi bahkan sampai kalangan belia sekalipun. Berbekal penemuan pada bidang kuliner & kapital yg nir terlalu besar, usaha ini terbilang relatif menjanjikan mengingat setiap hari seluruh orang membutuhkan kuliner.

Usaha Fashion – Selain kuliner, UMKM pada bidang fashion ini jua sedang diminati. Setiap tahun mode tren fashion baru selalu hadir yg tentunya mempertinggi pendapatan pelaku usaha fashion.

Usaha Agribisnis – Siapa bilang bisnis agribisnis pada bidang pertanian wajib bermodalkan tanah yg luas. Anda sanggup memanfaatkan pekarangan tempat tinggal yg disulap sebagai huma agribisnis yang menguntungkan.

Bagikan artikel ini apabila bermanfaat