syarat mendirikan yayasan

Tak sedikit pihak yang ingin mengetahui bagaimana cara dan syarat mendirikan yayasan. Pasalnya, yayasan memiliki peran besar dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Yayasan adalah organisasi berbadan hukum yang bertujuan untuk membantu masyarakat di bidang sosial, keagamaan dan kemanusiaan. Yayasan umumnya dikelola oleh swasta dan bersifat nonprofit.

Di Indonesia sendiri, yayasan diatur dalam Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2004 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2001 tentang Yayasan yang disahkan pada 6 Oktober 2004.

Oleh karena itu, untuk dapat mendirikan yayasan tidak bisa sembarangan. Ada sejumlah tahapan yang harus dilakukan oleh pemilik yayasan seperti memiliki akta notaris, TDY hingga NIB.

Baca Juga: Prosedur Pembuatan Tanda Daftar Yayasan (TDY), Lengkap dan Mudah!

Syarat mendirikan yayasan

Syarat mendirikan yayasan

Seperti yang sudah dijelaskan di atas kalau yayasan telah diatur dalam undang-undang, oleh karena itu pendiriannya juga harus memenuhi syarat dan ketentuan yang berlaku. Adapun syarat-syarat pendirian yayasan adalah:

  • Sebuah yayasan yang didirikan oleh satu orang atau lebih harus memisahkan sebagian harta kekayaannya menjadi kekayaan awal yayasan tersebut.
  • Pendirian yayasan harus dilakukan melalui akta notaris dan dibuat dengan menggunakan bahasa Indonesia.
  • Struktur organisasi yang ada di dalam yayasan terdiri dari Pembina, Pengurus dan pengawas.
  • Yayasan dapat juga didirikan berdasarkan dari surat wasiat.
  • Yayasan dapat memperoleh status badan hukum setelah akta pendirian yayasan telah disahkan oleh menteri atau pejabat yang telah ditunjuk.
  • Yayasan tidak boleh menggunakan nama yang telah dipakai secara sah oleh yayasan lainnya dan yayasan tidak boleh bertentangan dengan ketertiban umum dan kesusilaan.

Cara mendirikan yayasan

Cara mendirikan yayasan

Setelah semua persyaratan sudah terpenuhi, pendiri yayasan juga memerlukan sejumlah berkas-berkas lainnya sebagai syarat. Adapun dokumen yang harus diurus untuk mendirikan yayasan adalah sebagai berikut:

  • Akta Pendirian Yayasan dari Notaris
  • Surat Keterangan Domisili Perusahaan dari Kelurahan dan Kecamatan
  • Surat Keterangan Terdaftar/NPWP dari Kantor Perpajakan
  • Surat Keputusan Kementerian Hukum dan HAM Republik Indonesia
  • Pengumuman dalam lembaran Berita Negara RI dari Perum Percetakan Negara RI
  • Tanda Daftar Yayasan dari Dinas Sosial.

Syarat dan dokumen yang harus disiapkan untuk mendirikan yayasan, antara lain :

  • Nama Yayasan
  • Jumlah Kekayaan Awal Yayasan
  • Bukti Modal/Aset sebagai kekayaan awal Yayasan
  • Fotocopy KTP Para Pendiri
  • Fotocopy KTP Pembina, Pengawas dan Pengurus Yayasan
  • Fotocopy NPWP Pribadi khusus ketua Yayasan
  • Fotocopy bukti kantor Yayasan (berupa SPPT PBB/Surat Perjanjian Sewa)
  • Surat Pengantar RT/RW sesuai domisili Yayasan
  • Syarat lainnya jika diperlukan.

Apabila ada dokumen persyaratan yang belum ada, pendiri yayasan dapat segera mengurusnya. Dengan begitu, rencana kerja yayasan dapat secepatnya dilaksanakan.

Untuk mengurus dokumen persyaratan juga sangat mudah kok dan umumnya tidak dibebankan biaya alias gratis. Sebagai contoh, berikut prosedur pembuatan Tanda Daftar Yayasan (TDY), yakni:

  • Pihak yayasan mengajukan permohonan TDY ke Dinas Sosial setempat;
  • Dinas Sosial menerima berkas permohonan yang disertakan dengan lampiran persyaratan;
  • Jika berkas permohonan lengkap dan benar secara administratif maka tahap selanjutnya adalah menyerahkan tanda bukti penerimaan dokumen ke pemohon serta mempersiapkan jadwal peninjauan lapangan dan dokumen ke TU;
  • Apabila berkas permohonan tidak lengkap dan tidak benar secara administratif maka akan dikembalikan kepada pemohon;
  • Mempersiapkan alat dan bahan yang digunakan pada peninjauan kunjungan lapangan. Menyerahkan berkas pemohon dan administrasi peninjauan lapangan ke Tim Teknis;
  • Melakukan peninjauan lapangan, verifikasi dan validasi data atau informasi yang diberikan pemohon dengan data atau informasi temuan lapangan, menganalisa, membuat dan menandatangani Berita Acara Peninjauan Lapangan (BAPL);
  • Berkas pemohon dan BAPL diserahkan ke Koordinator Tim Teknis;
  • Menerima, memeriksa dan memutuskan berkas permohonan, BAPL yang sudah ditandatangani tim teknis.
  • Jika tidak sesuai secara teknis maka menandatangani surat penolakan dan menyerahkan kepada pemohon melalui tim administrasi beserta alasan penolakan dan berkas permohonan. Jika sesuai maka permohonan beserta kelengkapannya diserahkan ke Tata Usaha untuk dibuatkan draft tanda daftarnya;
  • Menerima Berkas permohonan, BAPL yang sudah ditandatangani tim teknis dan disetujui koordinator tim teknis serta mencetak tanda daftarnya dan membubuhkan paraf dan diserahkan ke Kasatlak untuk ditandatangani;
  • Menerima, meneliti dan memutuskan izin yang sudah diparaf TU beserta BAPT yang sudah ditandatangani koordinator tim teknis dan tim teknis;
  • Jika sesuai maka menandatangani tanda daftar, tetapi jika ada kekurangan berkas akan dikembalikan ke TU;
  • Menerima izin yang sudah ditandatangani Kasie Satlak Kecamatan, memberi nomor, menstempel, mencatat, merekam dan mengarsipkan serta menyerahkan kepada tim administrasi;
  • Menerima tanda daftar yang sudah ditandatangani atau sudah diberi nomor atau sudah distempel oleh Kasie Satlak Kecamatan, mencetak tanda bukti pengambilan tanda daftar dan menghubungi pemohon;
  • Menyerahkan Tanda bukti penerimaan berkas kartu identitas atau surat kuasa dan menandatangani tanda bukti pengambilan tanda daftar dan menerima Tanda Daftar Yayasan.

TDY adalah dokumen legalitas yang menyatakan bahwa yayasan tersebut telah terdaftar di Dinas Sosial atau Dinas Keagamaan setempat.

Selanjutnya, pengurus yayasan dapat mengurus Nomor Induk Berusaha (NIB) melalui OSS (Online Single Submission) selaku penerbit Perizinan Berusaha. Dengan adanya NIB, maka yayasan memiliki nomor identitas nasional sebagai pengenal.

Baca Juga: Cara Mendapatkan NIB Yayasan di OSS dengan Mudah dan Cepat!

Apabila seluruh dokumen legalitas telah dimiliki, maka pihak yayasan sudah dapat menjalankan operasionalnya sesuai dengan visi dan misinya. Yayasan juga dapat membuka rekening bank untuk mendapatkan donasi dari masyarakat.

Pasalnya untuk dapat melaksanakan tugasnya dengan maksimal, yayasan tentu membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Oleh karena itu, Pintek sebagai fintech berizin dan diawasi OJK menawarkan layanan keuangan untuk pihak yayasan yang membutuhkan dana.

Dana tersebut bisa dimanfaatkan oleh yayasan untuk memberikan bantuan pendidikan kepada anak kurang beruntung seperti program beasiswa, perlengkapan belajar dan lainnya. Selain itu, yayasan juga dapat mengembangkan program kerjanya.

Pihak yayasan dapat mengajukan program Pinjaman Modal Kerja di Pintek dan berkesempatan mendapatkan pendanaan mencapai miliaran rupiah dengan tenor hingga 24 bulan.

Untuk mengetahui lebih lanjut dapat langsung mengunjungi situs resmi Pintek atau melakukan diskusi dengan tim Pintek melalui DiskusiPintek maupun menghubungi Pintek di nomor 021-50884607.