bisnis fashion muslim

Bagi sebuah bisnis, usaha untuk mengembangkan produk dan layanan jadi satu tantangan tersendiri yang perlu dipikirkan. Bahkan ada sebuah penelitian yang mengungkapkan, dari ribuan produk baru yang muncul di pasaran setiap tahun, sekitar 95% diantaranya gagal.

Ya, mengembangkan atau mengenalkan produk atau layanan baru kepada pasar diakui memang penuh risiko. Mulai dari kurangnya minat permintaan pasar, adanya gangguan produksi, peluncuran di waktu yang tidak tepat, hingga persaingan harga dengan pesaing. Semua menumpuk jadi risiko yang mau tidak mau mesti dihadapi.

Kata ahli pemasaran, agar diterima oleh konsumen, semua harus dilakukan dengan penuh trik dan strategi yang tepat. Apalagi produk atau layanan yang dikeluarkan benar-benar baru. Tantangannya sudah pasti jadi semakin besar.

Nah, agar produk atau layanan yang bisnis Anda miliki bisa sukses meraih pasar, maka Anda perlu strategi pengembangan yang tepat dan sesuai kebutuhan. Jadi, peluang Anda untuk sukses dalam bisnis akan lebih besar.

Agar yakin dengan strategi dan langkah pengembangan produk yang ingin dijalankan, terapkan saja beberapa jurus ampuh berikut, apa saja?

Tidak harus produk baru dan inovatif

Produk yang berhasil di pasar biasanya adalah produk yang benar-benar baru dan penuh inovasi. Kalimat tersebut pada akhirnya jadi batasan Anda ketika mengembangkan produk. Sebab nyatanya tidak harus begitu.

Banyak pembuktian produk yang berhasil di pasar berasal dari ide dari pengembangan produk atau layanan yang sudah ada. Produk atau layanan tersebut dikembangkan dengan dasar ide tentang sesuatu yang dibutuhkan orang dibanding yang keren sedang digemari saat ini.

Baca Juga: Tips Pilih Pinjaman Online Tepercaya Buat Modal Usaha

Cari umpan balik

Ketika melihat produk yang dikembangkan, mungkin Anda melihatnya seperti “bayi imut” yang sempurna. Itulah yang terkadang membuat Anda akhirnya tidak obyektif untuk menilai kekurangan produk tersebut.

Solusiny adalah Anda mesti mencari feedback atau umpan balik dari pihak luar. Mulailah dari yang terkecil. Bila perlu buatlah analisa konsumen dan FGD (focus group discussion). Dari hasil umpan balik tersebut, yang negatif atau positif, adalah hal yang sangat berharga. Anda juga bisa memasukkan kegiatan ini sebagai bagian dari analisa pasar.

Bikin prototipe produk

Rencana sudah mantap, landasan teori sudah oke, tapi ketika diimplementasi ke pembuatan produk ternyata bentuknya tidak sesuai harapan. Bahkan, bentuk akhirnya memengaruhi harga yang nantinya ditetapkan ke produk tersebut.

Di sinilah pentingnya Anda membuat prototipe ketika mengembangkan produk. Uji semua pilihan dengan melakukan riset ke pasar dengan prototipe produk yang Anda miliki. Usahakan prototipe tersebut bisa berfungsi penuh agar Anda bisa mendapatkan banyak informasi yang akurat.

Baca Juga: Inilah Manfaat Asuransi Untuk Bisnis, UKM Wajib Tahu!

Bikin strategi pemasaran bisnis yang tepat

Tanpa adanya strategi pemasaran yang baik, seberapapun yakinnya Anda dengan produk dan layanan yang dikembangkan, maka kemungkinan kegagalan akan ada. Strategi pemasaran yang baik bisa membantu Anda untuk tahu konsumen yang tepat dengan detail. Anda dapat memasarkan produk atau layanan Anda sesuai dengan profil konsumen.

Misalnya ketika produk atau layanan Anda ingin dijangkau secara luas, maka saluran online bisa jadi pertimbangan. Atau misalnya ketika produk atau layanan Anda memiliki target konsumen dengan umur di atas 60 tahun, maka saluran media sosial bukanlah tempat yang tepat. Pikirkan juga kemungkinan-kemungkinan lainnya dengan membuat segmentasi pasar.

Hitung biaya pengembangan

Mulai dari biaya produksi, operasional, sampai target penjualan, merupakan estimasi keuangan yang wajib dihitung secara detail. Sebab hal ini akan berpengaruh terhadap jumlah keuntungan yang bisa didapatkan dari produk atau layanan yang Anda dapatkan.

Uraikan juga berapa biaya yang dibutuhkan ketika melakukan pengembangan produk, seperti halnya bahan baku, biaya produksi, pengiriman, dan lainnya. Dengan begitu Anda pun bisa menentukan harga jual produk terbaik yang efisien dan sesuai dengan minat pasar.

Baca Juga : Beberapa Contoh Bisnis Plan Yang Baik dan Benar, Pengusaha Wajib Tahu!

Sekecil apapun, hargai pencapaian

Meski Anda merasa hasil yang didapatka belum ada di titik maksimal, namun perjalanan Anda untuk mengembangkan produk merupakan sesuatu yang berharha. Jangan sungkan untuk menghargai pencapaian yang sudah didapat, meski masih kecil. Sebab hal itu akan membuat semangat baru baik untuk Anda sendiri ataupun tim.

Anda dan tim akan merasa senang, bangga, dan paling penting adalah menjadikan perjalanan tersebut jadi pengalaman untuk terus belajar. Rayakan setiap pencapaian Anda dengan tujuan untuk memupuk semangat baru.

Jadi, dengan jurus jitu yang dipaparkan di atas, apakah Anda siap beraksi dan meraih kesuksesan bisnis di tahun ini?

Jika Anda perlu amunisi tambahan seperti modal bisnis, Anda bisa mengajukan pendanaan di Pintek. Apalagi yang usaha yang Anda miliki adalah UKM yang menawarkan barang dan jasa untuk mendukung pendidikan di Indonesia.

Di sini Anda sebagai pemilik UKM pendidikan yang membutuhkan modal bisnis dapat mengajukan pinjaman dana melalui dua jenis produk yang tersedia, yaitu Pendanaan PO/Invoice dan PO/Invoice SIPLah.

Ingin tahu lebih jelas tentang produk tersebut, berikut keterangannya.

1. Pendanaan PO/Invoice

Pendanaan PO/Invoice adalah program pinjaman berupa invoice financing untuk membayar faktur atau tagihan pemohon kepada vendor.

Pendanaan ini dapat digunakan untuk membayar semua jenis pembelian dan pengadaan barang oleh lembaga pendidikan (sebagai pembeli), termasuk infrastruktur.

Program Pendanaan PO/Invoice dari Pintek juga bisa dipakai untuk membayar kegiatan lainnya seperti proyek, event maupun promosi di lembaga pendidikan.

Bahkan, dengan program ini Anda sebagai pelaku usaha di sektor pendidikan bisa mendapatkan pendanaan mulai dari Rp50 juta hingga miliaran rupiah.

Bunga yang ditawarkan merupakan bunga efektif mulai dari 1,5 persen hingga 2,5 persen, sesuai dengan credit scoring.

2. Pendanaan PO/Invoice SIPLah

Tidak jauh berbeda dengan produk Pendanaan PO/Invoice, Pendanaan PO/Invoice SIPLah juga ditujukan untuk para pelaku usaha di sektor pendidikan, khususnya yang berkecimpung di SIPLah.

Melalui pendanaan ini, UKM pendidikan bisa mendapatkan pembiayaan hingga Rp 2 miliar hanya dengan menjaminkan invoice dari pihak customer yang sedang berjalan.

Dana tersebut dapat dimanfaatkan oleh para UKM pendidikan untuk memenuhi seluruh pesanan dari lembaga pendidikan seperti pengadaan media pembelajaraan elektronik, renovasi infrastruktur sekolah dan lainnya.

Bunga yang ditawarkan juga sangat kompetitif yaitu bunga efektif mulai dari 1,5 hingga 2,5 persen yang akan disesuaikan berdasarkan hasil credit scoring.

Jadi, di sini Pintek dapat menjadi alternatif sumber pendanaan lain yang dapat memberikan dan mendukung dana dengan proses singkat, mudah, dan juga aman.

Pasalnya Pintek sudah mendapat izin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Di tambah lagi, Pintek sudah terdaftar sebagai anggota di Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI).

Untuk mengetahui informasi lebih lanjut, kamu dapat berdiskusi dengan tim Pintek melalui TanyaPintek. Kunjungi juga Instagram @pintek.id dan @pintek.biz untuk mendapatkan informasi menarik lainnya.